Anda di halaman 1dari 28

KEBIJAKAN

PERENCANAAN
DAN PENGANGGARAN
BADAN PPSDM KESEHATAN 2019
Pangkalpinang, 8 September 2018
Isu Strategis, Strategi
Pemenuhan Dan Indikator
Pencapaian
Isu Strategis Dan Isu Dan Strategi Pemenuhan
Strategi Pemenuhan
SDM Kesehatan
Jumlah dan Jenis SDM Distribusi SDM Mutu SDM Kesehatan
Kesehatan Belum Sesuai2 Kesehatan Belum Belum Memadai
dengan Kebutuhan Merata
PEMBINAAN DAN
PENGADAAN SDM KES PENDAYAGUNAAN PENGAWASAN
SDM KESEHATAN

 PENDIDIKAN  PENINGKATAN
SDMK  PERENCANAAN & MUTU SDMK
 PELATIHAN PENDAYAGUNAAN SDM
SDMK KES  PELATIHAN
SDMK
TARGET DAN CAPAIAN
INDIKATOR RENSTRA 2015-2019
Renstra Kemenkes
PROGRAM PPSDM KESEHATAN

2015 2016 2017 2018 2019


NO INDIKATOR KINERJA KINERJA KINERJA TARGET TARGET
TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN KINERJA KINERJA

Jumlah Puskesmas yg Minimal Memiliki 1.179 1.618 2.641


1 1.200 2.000 3.000 4.200 5.600
5 (Lima) Jenis Tenaga Kesehatan (98%) (80,90%) (88,03%)

54,22%
Persentase RS Kab/Kota Kelas C yg 35% 45,22% (180/332)
2 Memiliki 4 Dokter Spesialis Dasar dan 3 30% 35% 40% 50% 60%
(116,67%) (129,20%)
Dokter Spesialis Penunjang
132,55%

Jumlah SDM Kesehatan yang 12.303 37.830 65.573


3 10.200 21.510 33.060 44.850 56.910
ditingkatkan kompetensinya (120%) (175,87%) (198,35%)
Strategi Pencapaian Indikator RAP Badan PPSDM

1. Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Berbasis Tim (Team Based)


2. Peningkatan Distribusi Tenaga yang terintegrasi, mengikat, dan lokal spesifik
3. Pengembangan insentif baik material dan non material untuk tenaga kesehatan dan SDM Kesehatan
4. Peningkatan produksi SDM Kesehatan yang bermutu
5. Penerapan mekanisme registrasi dan lisensi tenaga dengan uji kompetensi pada seluruh tenaga
kesehatan
6. Peningkatan mutu pelatihan melalui akreditasi pelatihan
7. Pengendalian peserta pendidikan dan hasil pendidikan
8. Peningkatan pendidikan dan pelatihan jarak jauh
9. Peningkatan pelatihan yang berbasis kompetensi dan pesyaratan jabatan
10. Pengembangan sistem kinerja
Kebijakan Perencanaan
Program dan Anggaran
Tahun 2019
CASCADING TAHUN 2019
PERENCANAAN RKP 2019
PRIORITAS
NASIONAL PROGRAM
PRIORITAS KEGIATAN
Pembangunan PRIORITAS PROYEK
nasional 2019 PRIORITAS
Dari setiap
mempunyai 5 prioritas nasional Dari setiap kegiatan prioritas,
Dari setiap
(lima) dijabarkan dalam program prioritas dijabarkan dalam beberapa
PRIORITAS beberapa dijabarkan dalam
proyek prioritas.
program prioritas
NASIONAL. beberapa Selanjutnya dari setiap
kegiatan prioritas proyek prioritas tersebut,
ditetapkan komponen
kegiatan beserta anggaran,
indicator dan target yang
akan dicapai di tahun 2019
TEMA: ”Pemerataan Pembangunan
untuk Pertumbuhan Berkualitas”
Draft Rancangan Awal RKP 2019

Pembangunan Pengurangan Peningkatan Nilai Pemantapan Stabilitas


Manusia melalui Kesenjangan Tambah Ekonomi Ketahanan Keamanan
Pengurangan Antarwilayah melalui Energi, Nasional dan
Kemiskinan melalui Pertanian, Pangan, dan Kesuksesan
dan Peningkatan Penguatan Industri, dan Jasa Sumber Daya Pemilu
Pelayanan Dasar Konektivitas Produktif Air
dan
Kemaritiman

1 2 3 4 5

Program Prioritas
“Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Gizi Masyarakat”
PRIORITAS NASIONAL 1:
PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI PENGURANGAN KEMISKINAN DAN PENINGKATAN PELAYANAN DASAR
Pelaksanaan Reforma
1 Penguatan Pelaksanaan
Bantuan Sosial dan
Agraria

Subsidi Tepat Sasaran Percepatan Pemberian


Akses Kelola Sumber Daya
Penguatan Sistem Alam kepada Masyarakat
Percepatan Jaminan Sosial melalui Perhutanan Sosial
Pengurang Penguatan Literasi untuk
an Kesejahteraan
Kemiskinan
55 2
Penguatan Layanan dan Rujukan Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan
Satu Pintu Kesehatan
Penguatan Integrasi Sistem Peningkatan Kesehatan Ibu, Anak, Keluarga
Administrasi Kependudukan dan Peningkatan Peningkata
Berencana dan Kesehatan Reproduksi
Catatan Sipil Tata Kelola PEMBANGUNAN n Pelayanan
Peningkatan Upaya Preventif dan Promotif
Percepatan Pencapaian SPM di Layanan MANUSIA MELALUI Kesehatan “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”
Daerah Dasar PENGURANGAN Masyarakat Peningkatan Pengendalian Penyakit
KEMISKINAN DAN
PENINGKATAN Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat
dan Makanan
PELAYANAN
DASAR
4 33 Penyediaan Pendidik yang Berkualitas dan
Penyediaan Akses Hunian Layak dan Merata PN
Terjangkau Peningkatan
Akses Pemerataan Penyediaan Afirmasi Pendidikan
Penyediaan Akses Infrastruktur Dasar Masyarakat PP
Permukiman Layak Layanan Penguatan Kelembagaan Satuan
Terhadap Pendidikan
Peningkatan Kualitas Lingkungan di Perumahan dan Pendidikan Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan KP
Permukiman Permukiman Berkualitas Akademik
Layak
PRIORITAS NASIONAL (PN) 1:
Pembangunan Manusia melalui Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar
1. Penyediaan fasilitas kesehatan
dasar dan rujukan berkualitas
2. Pemenuhan dan pemerataan 1
SDM Kesehatan Peningkat
3. Penyediaan dan peningkatan an akses
mutu farmasi dan alat kesehatan dan mutu KEGIATAN PROYEK
pelayanan PRIORITAS PRIORITAS
kesehatan
1. Penguatan
pengawasan obat dan 5 2
1. Penurunan kematian ibu di fasyankes
makanan Peningkatan Peningkatan
kesehatan ibu, 2. Penurunan kematian bayi
2. Penegakan hukum Efektivitas anak, keluarga 3. Peningkatan pelayanan keluarga
pengawasan obat dan Pengawasa Peningkatan berencana dan berencana dan kesehatan reproduksi
makanan n Obat dan kesehatan 4. Imunisasi dasar lengkap
Makanan
Pelayanan reproduksi 5. Penurunan stunting
Kesehatan 6. Penguatan UKS
PROGRAM Masyarakat
PRIORITAS

4 3 1. Peningkatan kualitas lingkungan sehat


1. Pencegahan dan pengendalian Peningkatan 2. Kampanye hidup sehat (tidak merokok, tidak
faktor risiko penyakit tidak Upaya Preventif mengkonsumsi alcohol, stop BABS)
menular Peningkatan dan Promotif
Pengendalia “Gerakan 3. Peningkatan konsumsi buah, sayur dan ikan
2. Pencegahan dan pengendalian
n penyakit Masyarakat
penyakit menular Hidup Sehat”
Kebijakan Perencanaan Dan TAHUN 2019
Penganggaran
TAHUN 2019
Kebijakan Pembangunan Kesehatan
1. Fokus pada pencapaian prioritas nasional
2. Penguatan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga
3. Penguatan pelayanan kesehatan, termasuk melanjutkan
pembangunan 3 RS vertikal di Papua, Maluku dan NTT
4. Mendorong kemandirian satker UPT BLU
5. Penguatan manajemen kesehatan  perencanaan,
penganggaran dan pelaksanaan kegiatan yang terintegrasi antar
pusat dan daerah, antar program dan antar sektor
KEBIJAKAN PERENCANAAN TAHUN 2019
ANGGARAN (1)
1. Pengalokasian Anggaran untuk Tunjangan Kinerja (Tukin) :
a. Anggaran Tunkin dialokasikan di Unit masing-masing dengan memperhitungkan pegawai CPNS.
Data CPNS menggunakan data Biro Kepegawaian.
b. Kebutuhan anggaran Tukin satker Kantor Pusat dihitung oleh Sekretariat Itjen/Ditjen/Badan/Biro
Umum.
c. Kebutuhan anggaran Tukin Satker Kantor Daerah/UPT dihitung dan dialokasikan di Satker
masing-masing dengan dikoordinasi oleh Sekretariat Unit Utama.
d. Untuk verifikasi data kepegawaian Unit Utama melakukan rekonsiliasi data pegawai dengan Biro
Kepegawaian Sekretariat Jenderal.
e. Menghitung kebutuhan Tukin 85% tanpa accress  direncanakan ada kenaikan tukin dan grade
eselon IV.
KEBIJAKAN PERENCANAAN TAHUN 2019
ANGGARAN (2)
2. Pengalokasian Anggaran untuk Gaji :
a. Kebutuhan gaji PNS berdasarkan data GPP. Unit Utama melakukan update data
kepegawaian secara berkala.
b. Unit Utama melakukan rekonsiliasi data pegawai dengan Ropeg Setjen, minimal 3 kali/1
tahun, yaitu sebelum penetapan pagu indikatif (awal Bulan Maret), pagu anggaran (Awal
Bulan Juli) dan alokasi anggaran (awal Bulan Oktober).
c. Tidak memperhitungkan kenaikan gaji pegawai, akan tetapi memperhitungkan kebutuhan
gaji ke 13 dan ke 14.
d. Seluruh gaji CPNS dialokasikan di Biro Umum, termasuk gaji ke-13 dan ke-14.
e. Pengalokasian transito di unit utama harus berkoordinasi dengan Biro Umum. Transito
dialokasikan untuk CPNS yang akan menjadi PNS
KEBIJAKAN PERENCANAAN TAHUN 2019
ANGGARAN (3)
3. Pengalokasian Anggaran Belanja Operasional Perkantoran (BOP) :
a. Alokasi anggaran BOP dengan memperhatikan realisasi tahun sebelumnya, dan sesuai dengan
kebijakan Kemenkeu (flat policy).
b. Pengalokasian anggaran mengacu pada BAS Bagian PI/PA/TU, Roren, APIP
c. Sesuai dengan PMK :
• Dana Dekonsentrasi (Dana Dekon) dan Tugas Pembantuan (TP) tidak boleh dialokasikan untuk membiayai
komponen 001 (gaji) dan 002 (operasional perkantoran)
• Perjalanan dinas pejabat dalam rangka konsultasi/koordinasi dapat dialokasikan di komponen 002 sesuai
batas kewajaran.
• Belanja vakasi (anggaran untuk imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas/jawaban ujian) merupakan
belanja non operasional, tidak boleh dialokasikan di komponen 001 atau 002.
KEBIJAKAN PERENCANAAN TAHUN 2019
ANGGARAN (4)
4. Pengalokasian Anggaran untuk Kegiatan Tupoksi :
a. Kegiatan tupoksi terdiri dari kegiatan pendukung dan kegiatan prioritas, baik rutin maupun
inovasi.
b. Anggaran untuk pelaksanaan kegiatan prioritas Kemenkes, bidang dan nasional  sesuai
kebutuhan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas anggaran.
c. Anggaran Rutin : NSPK, bimtek, monev prinsip ekonomis dan memperhatikan aspek
kewajaran
d. Kegiatan pendukung adalah kegiatan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, misalnya
kegiatan pengelolaan perencanaan anggaran, pengelolaan kepegawaian, dan lain-lain.
e. Kegiatan prioritas adalah kegiatan yang ditujukan untuk mencapai target kinerja satker
dan/atau unit utama.
KEBIJAKAN PERENCANAAN TAHUN 2019
ANGGARAN (5)
f. Kegiatan prioritas rutin adalah kegiatan yang ditujukan untuk mencapai target kinerja yang
rutin dilaksanakan setiap tahun, misalnya penyusunan NSPK, pemberian PMT, pengadaan
obat dan vaksin, dan lain-lain.
g. Kegiatan prioritas inovasi adalah kegiatan yang ditujukan untuk percepatan pencapaian
target kinerja atau mengembangkan/memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
h. Proses verifikasi usulan perencanaan anggaran 2019 mengacu pada Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 48 Tahun 2017.
i. Setiap unit utama/satker mengacu pada RPJMN 2015-2019, Renstra Kementerian
Kesehatan Tahun 2015-2019 dan kebijakan prioritas pemerintah (pendekatan keluarga,
prioritas Kawasan Timur Indonesia, daerah perbatasan dan kepulauan, daerah wisata, dan
lain-lain).
KEBIJAKAN PERENCANAAN TAHUN 2019
ANGGARAN (6)
j. Alokasi anggaran Tupoksi untuk unit cost per output harus sama dengan unit cost output
pada realisasi anggaran T-1
KEBIJAKAN PERENCANAAN TAHUN 2019
ANGGARAN (7)
5. Pengalokasian Anggaran untuk Belanja Modal
a. Penyampaian usulan belanja modal melalui aplikasi E Planning / APKAL
b. Usulan kegiatan belanja modal Akan dibuka Bulan November t-2 Dan Berakhir Bulan
Februari t-1
PAGU ANGGARAN
PROGRAM PPSDM
KESEHATAN 2018
PAGU ANGGARAN 2019
BERDASARKAN SUMBER RM / PNBP / PHLN
PENDANAAN
Dalam
000,-

TAHUN
NO SUMBER
2018 2019
1 RUPIAH MURNI 4.059.897.069 3.626.272.997
2 PNBP / BLU 689.438.346 743.915.420
3 PLN 500.000
JUMLAH 4.749.335.415 4.370.688.417
PAGU ANGGARAN 2019 BERDASARKAN KEWENANGAN/ JENIS BELANJA
KEWENANGAN DAN JENIS BELANJA

Dalam
Tahun 000,-
2019 Persentase
Jenis Alokasi 2019
No
Belanja 2018 Terhadap
PUSAT UPT DEKON Total 2018 (+/-)

Belanja
1 1.146.296.568 55.671.036 893.762.693 949.433.729 (-) 17,17%
Pegawai

Belanja
2 3.012.492.945 1.204.334.051 1.560.648.875 149.978.791 2.914.961.717 (-) 3,24%
Barang
Belanja
3 590.545.902 5.656.534 500.636.437 506.292.971 (-) 14,27%
Modal

JUMLAH 4.749.335.415 1.265.661.621 2.955.048.005 149.978.791 4.370.688.417 (-) 7,97%


PAGU ANGGARAN 2019 BERDASARKAN KEWENANGAN / KEGIATAN
KEWENANGAN DAN KEGIATAN

KEGIATAN PUSAT UPT DEKON TOTAL


Perencanaan dan Pendayagunaan
139.769.052 13.843.492 153.612.544
SDM Kesehatan
Pendidikan SDM Kesehatan 47.758.396 50.349.000 98.107.396

Pelatihan SDM Kesehatan 25.011.673 156.587.264 96.233.645 277.832.582

Peningkatan Mutu SDM Kesehatan 315.221.518 315.221.518


Pembinaan dan Pengelolaan
1.165.963.514 1.165.963.514
Pendidikan Tinggi
Pelaksanaan Internsip Tenaga
584.036.486 584.036.486
Kesehatan
Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya 153.864.496 1.582.148.227 39.901.654 1.775.914.377
pada Program PPSDM Kesehatan
JUMLAH 1.265.661.621 2.955.048.005 149.978.791 4.370.688.417
ANGGARAN PER JENIS BELANJA PER KEGIATAN
PER KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2019
JENIS BELANJA
NO KEGIATAN JUMLAH
PEGAWAI BARANG MODAL
1 Perencanaan dan
153.298.156 314.388 153.612.544
Pendayagunaan SDM Kesehatan
2 Pendidikan SDM Kesehatan 97.699.636 407.760 98.107.396
3 Pelatihan SDM Kesehatan 277.832.582 277.832.582
4 Peningkatan Mutu SDM
314.270.322 951.196 315.221.518
Kesehatan
5 Pembinaan dan Pengelolaan
915.561.409 250.402.105 1.165.963.514
Pendidikan Tinggi
6 Pelaksanaan Internsip Tenaga
584.036.486 584.036.486
Kesehatan
7 Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis
949.433.729 572.263.126 254.217.522 1.775.914.377
Lainnya pada Program PPSDM
Kesehatan
TOTAL 949.433.729 2.914.961.717 506.292.971 4.370.688.417
PAGU ANGGARAN POLTEKKES POLTEKKES PANGKALPINANG
PANGKALPINANG TAHUN
2019

OUTPUT JUMLAH
51 52 53
Layanan Perkantoran 7.008.534 6.383.046 - 13.391.580
Pendidikan Tenaga Kesehatan di Poltekkes Kemenkes RI - 1.419.166 - 1.419.166

Pengabdian Masyarakat - 200.000 - 200.000

Penelitian Bagi Tenaga Pendidik - 375.000 - 375.000


Dukungan Layanan Pendidikan - 1.405.912 - 1.405.912
Sarana dan Prasarana Pendidikan - - 2.194.415 2.194.415
Gedung Layanan Pendidikan - - 8.918.819 8.918.819
Layanan Internal (Overhead) - 61.432 - 61.432

TOTAL PAGU ANGGARAN POLTEKKES


TANJUNG PINANG 2019 :Rp. 27.966.324
Progress Report :
Realisasi Anggaran Dan Output
Poltekkes Pangkalpinang
TARGET DAN CAPAIAN ANGGARAN
DAN OUTPUT BERDASARKAN POLTEKKES PANGKALPINANG
E MONEV DJA PER 6 SEPTEMBER 2018

ANGGARAN OUTPUT
OUTPUT Target Realisasi
Pagu (Rp.) Realisasi (Rp.) Realisasi ( % ) (volume) (volume) Realisasi ( % ) Progres ( % )
Sarana Prasarana (Unit) 9.070.183.000 251.379.543 2,77 134 0 0,00 30,05
Gedung Layanan Pendidikan dan Pelatihan (M2) 4.924.049.000 93.277.736 1,89 487 0 0,00 35,00
Layanan Perkantoran (Layanan) 13.896.050.000 7.973.056.471 57,38 1 0 0,00 59,00
Pendidikan Tenaga Kesehatan di Poltekkes Kemenkes RI
(Orang) 1.189.883.000 496.479.251 41,73 400 0 0,00 35,00
Pengabdian Masyarakat (Pengabdian Masyarakat) 166.350.000 31.747.997 19,09 28 0 0,00 40,00
Penelitian Bagi Tenaga Pendidik (Penelitian) 363.322.000 131.158.392 36,10 25 0 0,00 40,00
Dukungan Layanan Pendidikan (Laporan) 1.364.344.000 656.484.428 48,12 8 1 12,50 40,00
Sarana dan Prasarana Pendidikan (Unit) 2.981.516.000 911.696.579 30,58 522 27 5,17 40,00
Layanan Internal (Overhead) (Layanan) 401.922.000 240.377.820 59,81 1 0 0,00 40,00

REALISASI ANGGARAN Rp 10.785.658.217 ATAU 31% DARI


TOTAL ANGGARAN Rp 34.357.619.000
TERIMAKASIH