Anda di halaman 1dari 34

PENULISAN ILMIAH

Tahapan penelitian

• Research
• Report / Paper writing
Communication Skills
• Presentation

2
Langkah utama penulisan laporan / makalah

• COLLECT
• OUTLINE
• DRAFT
• EDIT
• REVIEW
• FORMAT

3
Langkah utama penulisan laporan / makalah

• kumpulkan (COLLECT) informasi utama yg akan disampaikan


• mulai dg OUTLINE utk mengorganisasi pokok-pokok bahasan
• kumpulkan bahan (gambar, tabel, lampiran data dsb.) dan
integrasikan dalam teks sebagai DRAFT awal
• EDIT sampai berbentuk tulisan yg relatif utuh / lengkap
• minta kolega utk membaca naskah anda (REVIEW)
• sesuaikan FORMAT tulisan anda dg menggunakan laporan /
makalah ilmiah yg baku

4
Outline

• pola organisasi tulisan yg bersifat konseptual, skematis, logis


• manfaat (umum)
 membantu proses penyusunan tulisan
• manfaat (khusus)
 membantu mengorganisasikan pokok-pokok pikiran
dan hubungan diantara pokok-pokok pikiran tsb.
 membantu menyusun bahan secara logis, menentukan
kelompok dan batasannya

5
Proses penyusunan outline

• langkah awal
 tentukan tujuan
 tentukan sasaran / pembaca (audience)
 kembangkan argumen utama
• selanjutnya
 tulis semua ide yg ingin dimasukkan dalam tulisan
 kelompokkan ide-ide yg saling berhubungan
 urutkan bahan dalam sub-bab mulai dari hal yg
bersifat umum sampai ke hal yg spesifik
 beri label sebagai bab dan sub-bab
6
Prinsip outline

Outline adalah struktur yg seimbang berdasarkan prinsip-


prinsip berikut :
 paralelisme
 koordinasi
 sub-ordinasi
 divisi / pembagian

7
Paralelisme

Sub-bab (heading) yg sederajat sebaiknya menggunakan jenis


kata yg sama (kata benda, kata kerja, … ), namun jangan
sampai mengorbankan kejelasan.
Contoh:
3. Data lapangan
3.1 Survey topografi
3.2 Akuisisi data geofisika
3.3 …

8
Koordinasi

Sub-bab (heading) dg signikansi yg sama sebaiknya


ditempatkan sederajat dg menggunakan penomoran / huruf
yg sesuai (utk konsistensi dokumen).
Contoh:
A. Pengukuran data magnetik
B. Pengolahan data magnetik
C. Pemodelan data magnetik

9
Sub-ordinasi

Pembahasan dalam bentuk bab dan sub-bab berguna utk


membedakan level signikansi, pembahasan dari umum ke
spesifik atau dari abstrak ke konkret.
Contoh:
3. Data Geofisika
3.1 Data gravitasi
3.2 Data geolistrik
3.3 …

10
Divisi / pembagian

Jika sub-bab dibagi lagi menjadi sub sub-bab (section) maka


harus terdapat lebih dari satu sub sub-bab.
Contoh:
3.1 Metode analisis data
3.1.1 Pemfilteran
3.1.2 Transformasi Fourier
3.2 Hasil
3.2.1
3.2.2

11
Format outline

Angka Romawi atau Angka Desimal


I. 1.
A. 1.1
B. 1.2
1. 1.2.1
2. 1.2.2

 sebaiknya pembagian tidak lebih kecil dari level ke 4

12
1. Struktur Umum Laporan/Makalah Ilmiah
• Judul
• Abstrak
• Pendahuluan
• Metoda
• Hasil
• Diskusi dan Kesimpulan
• Pustaka

13
Yang Perlu Diperhatikan
• Makalah ditulis untuk menyampaikan informasi,
bukan untuk membuat kagum pembaca.
• Siapkan draft (mencakup metoda, data, hasil,
pembahasan dan kesimpulan yang telah anda
rencanakan), kemudian diedit/disempurnakan.
• Perhatikan apakah teks cukup jelas (bagi pembaca)
dan apakah gambar dan bahan lain terintegrasi
dengan baik dalam teks.

14
• Mintalah kolega membaca makalah anda. Jika ada
yang kurang mengerti maka orang lain dapat
mengalami hal yang sama.
• Gunakan makalah pada jurnal ilmiah terkemuka
untuk menyesuaikan format makalah anda.

15
2. Judul
Judul dari suatu makalah ilmiah biasanya mesti
memenuhi kaidah-kaidah sebagai berikut:
• Merupakan suatu “label”, bukan kalimat.
• Sedapat mungkin singkat.
• Sedapat mungkin menggunakan kata yang dapat
menyatakan isi makalah.
• Sedapat mungkin menggunakan kata yang signifikan
yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan
makalah.
16
• kata yg dapat menunjukkan isi laporan / makalah sebaiknya
muncul paling awal
 Gravity and magnetic measurements over …
 Pengukuran gravitasi dan magnetik pada daerah …
 Pemodelan tsunami Pangandaran 17 Juli 2006 .....

17
3. Abstrak
• “Mengemas” hasil pekerjaan dan menyampai-
kannya pada pembaca secara langsung.
• Sebagai “marketing tool” sehingga pembaca mau
meneruskan membaca keseluruhan makalah.
• Merupakan bagian yang paling sering dibaca
sebelum pembaca membaca keseluruhan isi
makalah.
• Berisi informasi esensial mengenai isi makalah
dalam bentuk singkat (200 – 300 kata).
• Harus mencakup (a) tujuan dan ruang lingkup, (b)
metoda, (c) hasil, (d) kesimpulan utama.

18
Yang Perlu Diperhatikan
• Pada penulisan abstrak berilah penekanan pada “isi”
makalah bukan “niat” anda.
• Hindari “beban lebih” seperti: latar belakang,
kepustakaan, motivasi dan justifikasi, opini, dsb.
• Anggaplah bahwa pembaca mempunyai latar
belakang yang memadai.

19
• Abstrak ditulis paling akhir setelah makalah lengkap
selesai.
• Hindari penggunaan persamaan matematik dan
referensi pustaka.
• Tempatkan diri anda sebagai pembaca yang agak
awam dan hanya membaca abstrak.
• Anda baca dan perhatikan apakah informasi telah
disampaikan dengan baik oleh abstrak tsb?

20
21
22
4. Pendahuluan
• Untuk menarik minat pembaca hingga mau
membaca keseluruhan makalah.
• Secara umum berisi:
– Masalah dan ruang lingkup
– Tinjauan pustaka
– Metoda
– Hasil (yang diharapkan)
• Dapat pula “dikemas” dalam bentuk:
– Review
– Klaim (claim)
– Agenda

23
Review
• Pilih 3 – 10 makalah yang melatar-belakangi riset
anda dan bahas secara singkat.
• Jangan menelusuri sejarah sampai ke Newton, tetapi
susun review sehingga mengarah ke sesuatu yang
disebut klaim anda.

24
Klaim
• Bagian paling penting dari pendahuluan,
mempertegas batas antara hal-hal yang bersifat
umum, hasil riset sebelumnya dan hasil riset anda.
• Menjelaskan mengapa bagian agenda merupakan
suatu kelanjutan yang penting dari review.
• Membahas metoda dan hasil riset secara ringkas.

25
Agenda
• Berisi urutan pembahasan dalam makalah.
• Menjelaskan bagaimana klaim dapat dicapai melalui
hal-hal yang dibahas dalam makalah.
• Tidak terlalu penting dibandingkan dengan review
dan klaim, sehingga cukup pendek saja.
• Dapat pula diakhiri dengan kesimpulan singkat
mengenai hasil riset.

26
5. Metoda
• Menjelaskan secara rinci metoda/teknik yang
digunakan (sehingga jika diulang oleh orang
lain/anda dapat memberikan hasil yang sama).
• Bagian yang hanya menarik bagi sebagian pembaca
(misalnya penurunan persamaan matematika)
dimasukkan pada appendiks.
• Pembagian ke dalam sub-bagian dapat disesuaikan
dengan keperluan, namun strukturnya tidak terlalu
“dalam”.

27
6. Hasil
• Membahas hasil penerapan metoda/teknik riset,
umumnya dalam bentuk data, tabel, gambar serta
pembahasan atau analisis.
• Hasil yang ditampilkan pada makalah perlu dipilah
dan dipilih untuk menghindari redundancy .
• Hasil yang signifikan/penting dapat dibahas secara
lebih rinci.
• Hasil yang kurang signifikan/penting cukup
disintesakan dalam pembahasan.

28
7. Diskusi dan Kesimpulan
Tidak berisi hal-hal yang sudah dianggap sebagai
“pengetahuan umum”. Umumnya membahas
tentang:
• Prinsip, hubungan dan generalisasi yang diperoleh
dari hasil.
• Perkecualian dari hal tersebut di atas (bila ada).
• Kesesuaian atau penyimpangan dari hasil riset
sebelumnya.
• Implikasi teoritis dan kemungkinan aplikasi praktis.
• Kesimpulan yang dapat diambil dengan uraian
singkat mengenai bukti/justifikasi tiap kesimpulan.

29
8. Pustaka
• Referensi yang dicantumkan dalam daftar pustaka
sebaiknya yang mutakhir dan terkait langsung
dengan topik makalah.
• Hanya referensi yang dirujuk dalam makalah saja
yang dicantumkan.
• Referensi dapat berupa jurnal ilmiah, majalah
ilmiah, buku/textbook, makalah dalam buku, thesis,
atau prosiding pertemuan ilmiah.
• Contoh penulisan pustaka adalah sebagai berikut:

30
Jurnal Ilmiah
Zonge, K. L., and Wynn, J. C., 1975, EM coupling, its intrinsic
value and its removal problem: Geophysics, 40, 83 – 850.
Zonge, K. L., and Wynn, J. C., 1975. EM coupling, its intrinsic
value and its removal problem. Geophysics, 40, 83 – 850.
Zonge, K. L. and J. C. Wynn, 1975. EM coupling, its intrinsic value
and its removal problem. Geophysics, 40, 83 – 850.
Zonge, K. L. and J. C. Wynn, 1975. EM coupling, its intrinsic value
and its removal problem. Geophysics, 40, 83 – 850.

31
Majalah Ilmiah
Lindsey, J. P., 1988, Measuring wavelet phase from seismic data:
The Leading Edge, 7, no. 7, 10-16.
Lindsey, J. P., 1988. Measuring wavelet phase from seismic data.
The Leading Edge, 7, no. 7, 10-16.

Buku/Textbook
Davis, P. J., and Rabinowitz, P., 1978, Methods of numerical
integration: Academic Press Inc.
Davis, P. J. and P. Rabinowitz, Methods of numerical integration,
Academic Press Inc., 1978.

32
Thesis
Lodha, G., 1974, Interpretation of electromagnetic response:
M.Sc. Thesis, University of Toronto.
Lodha, G., Interpretation of electromagnetic response, M.Sc.
Thesis, Univ. of Toronto, 1974.

Prosiding Pertemuan Ilmiah


Lodha, G., 1986; Electromagnetic surveying techniques: The 56th
Ann. Internat. Mtg., Soc. Expl. Geophys., Expanded Abstracts,
81 – 82.
Lodha, G., 1986. Electromagnetic surveying techniques. The 56th
Ann. Internat. Mtg., Soc. Expl. Geophys., Expanded Abstracts,
81 – 82.

33
9. Penulisan “Kutipan”
• Anisotropi anomali resistivitas-semu pada data VLF-EM harus
diperhitungkan dalam interpretasi. Tabbagh (1991)
mengkoreksi anisotropi resistivitas-semu akibat polarisasi
medan VLF-EM menggunakan prinsip yang identik dengan
reduksi ke kutub data geomagnet.
• Heterogenitas lokal dekat permukaan dan faktor topografi
menimbulkan distorsi pada data MT. Distorsi yang dikenal
sebagai static shift menyebabkan pergeseran vertikal kurva
sounding MT, sedangkan fasa relatif tidak terganggu
(deGrott-Hedlin, 1991).

34