Anda di halaman 1dari 37

Anatomi Telinga

DYAN TRY KURNIA


2016.04.2.0056
Telinga
Organ Pendengaran dan Keseimbangan
Pembagian :
Telinga Luar (auris eksterna) :
◦ Auricula
◦ Meatus Acusticus Externus (MAE)
◦ Membrana Timpani

Telinga Tengah (auris media) :


◦ Kavum Timpani
◦ Ossicles, Mastoid
◦ Tuba Eustachius

Telinga Dalam (auris interna) :


◦ Koklea (organ auditivus / Pendengaran)
◦ Labirin vestibuler (organ vestibuler / Keseimbangan)
Telinga
Telinga Luar
(Auris Eksterna)
1. Auricula
Berfungsi untuk menangkap, mengumpulkan gelombang suara, menentukan
arah sumber suara dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam.
Aurikulum, berbentuk pipih, berlekuk terdiri dari:
1. Kulit melekat pada Perikondrium
2. Bagian yang bertulang rawan (Kartilago atau Kondrium) :
◦ Heliks dan anti heliks
◦ Tragus dan anti tragus
◦ Konka
◦ Sulkus retroaurikuler
3. Bagian yang tidak bertulang rawan:
◦ Lobulus
Innervasi : C2 & C3
2. Meatus Acusticus Externus
(M A E)
Berfungsi untuk melanjutkan dan meresonansi gelombang bunyi (± 12 – 15 dB)
Panjang : 2,5 – 3cm , dengan Ø : 0,5cm
1/3 Lateral kartilago elastis (Cartilaginous Part)
◦ Pada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kelenjar serumen (kelenjar keringat) dan
rambut.

2/3 Medial os. Temporal (Bony Part)


◦ Pada duapertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjar serumen.

Arah M A E : Posterosuperior  Anteroinferior


Innervasi : NV, NVIII, NX
2. Meatus Acusticus Externus
(M A E)
Pars Kartilagenus:
◦ Merupakan lanjutan dari aurikulum
◦ Mempunyai rambut, dan kelenjar serumenalis
◦ Kulit melekat dengan perikondrium
Pars Osseus:
◦ Merupakan bagian dari os temporale
◦ Tidak berambut
◦ Ada penyempitan yaitu ismus M A E
◦ Tidak mobile terhadap sekitarnya
3. Membrana Timpani
Bertujuan untuk meneruskan getaran suara ke oval window
Memisahkan telinga luar dan tengah
Warna: Putih Mengkilat seperti mutiara
Bentuk: Oval - kerucut,
◦ tinggi : 9 - 10 mm x lebar : 8 - 9mm

Medial : Melekat Malleus

Pars Flaccida (Membrana Schrapnelli ):


◦ tipis dan kendor
Pars Tensa:
◦ tebal dan kencang
Telinga Tengah
(Auris Media)
1. Cavum Timpani
1. Cavum Timpani
Terdiri dari 3 bagian:
◦ Epitimpanum (attic)
◦ Mesotimpanum
◦ Hipotimpanum

◦ Retrotimpanum (Sinus Tympani & Recessus Facialis)


◦ Protimpanum
1. Cavum Timpani
BATAS-BATAS CAVUM TYMPANI
 Superior : Tegmen tympani → fosa kranii media (lobus temporalis)
 Inferior : Bulbus vena jugularis
 Posterior : Antrum mastoidea, aditus ad antrum
 Anterior : Muara tuba eustachius, a. Carotis interna
 Lateral : Membrana tympani
 Medial :
◦ Promontorium (tonjolan dari cochlea)
◦ Canalis semisirkularis pars horisontalis
◦ Canalis n VII pars horisontalis
◦ Foramen ovale yang ditutup oleh basis stapes
◦ Foramen rotundum yang ditutup oleh membrana tympani secundarium
Isi kavum timpani
Osikula (tulang pendengaran) : maleus (palu), inkus (Landasan), stapes
(Sanggurdi)
Ossicular chain (terbentuk karena adanya perlekatan antara caput maleus
dengan corpus incus dan processus longus incus dengan capitulum stapes)
Muskulus : tensor timpani (meregangkan membran tympani), stapedius
(mengatur gerakan stapedius)
Lain-lain : ligament (menahan ossiculae pd tempatnya), saraf (korda
timpani, NVII)
Membran timpani dan osikula akan memperkuat gelombang bunyi.
M. tensor timpani dan m. stapedius mengurangi gelombang bunyi yang
terlalu keras.
2. Antrum & Sel-sel Mastoid
2. Antrum & Sel-sel Mastoid
 Posterior dari epitympanum
 Berhubungan dengan kavum timpani melalui
 aditus ad antrum

 Dinding superior : fossa cranii media


 Dinding posterior dan medial : sinus sigmoideus
 Dinding anterior : cavum tympani

 Infeksi pada masoid  infeksi intrakranial, thrombophlebitis


 Pneumatisasi :
 Proses pembentukan sel-sel mastoid terjadi setelah bayi lahir
 Jenis  tergantung jumlah sel mastoid : normal, hiper , hipo - pneumatik dan sklerotik
Pneumatisasi
Proses pembentukan cellulae mastoidea
Normal
◦ Cellulae terbentuk optimal sampai seluruh processus mastoideus

Infantile
◦ Cellulae sedikit sekali sehingga proc. Mastoideus tebal sekali

Hyperpneumatisasi
◦ Cellulae sangat luas melebihi proc. Mastoideus

Sclerotic
◦ Pneumatisasi infantile karena radang kronis kavum timpani dan kavum mastoid
3. Tuba Eustachius
3. Tuba Eustachius
Menghubungkan kavum timpani dengan nasofaring
Untuk: • drainase
• ventilasi (pertahankan tekanan udara dan oksigenasi)
Panjang 40 mm (berjalan infero - antero - medial ke nasopharynx)

Fungsi Tuba Eustachius


Menjamin ventilasi udara di dalam cavum tympani
Menjaga agar tekanan di dalam cavum tympani dengan dunia luar sama (1 atm)
3. Tuba Eustachius
Terdiri dari 2 bagian :
1. Pars osseus :
• Bermuara pada dinding anterior cavum timpani
• Selalu dalam keadaan terbuka
• 1/3 panjang tuba eustachii
2. Pars cartilagenous :
• Bermuara pada nasopharynx
• Selalu dalam keadaan tertutup, terbuka jika ada kontraksi m.levator dan m. tensor veli palatini
(menguap atau menelan)
• 2/3 panjang tuba eustachii

Pada bayi tuba eustachii letaknya lebih horizontal dan lumen tuba relatif lebih besar, sehingga otitis
media lebih sering terjadi
Telinga Dalam
(Auris Interna)
Telinga Dalam (auris interna)
Tempat reseptor pendengaran & keseimbangan
Terdiri dari 2 bagian:
◦ Bony Labyrinth (0uter)
◦ Membranous labyrinth (inner)
Bony Labyrinth
◦ Mengandung perilymph
◦ 1. Canalis Semicircularis
◦ 2. Vestibulum
◦ 3. Cochlea

Di dalam bony labyrinth terdapat membranous labyrinth


◦ berisi endolymph
Organon Status
(Canalis Semicircularis)
1. Canalis Semisircularis pars Horizontalis/Lateral
2. Canalis Semisircularis pars Verticalis Posterior
3. Canalis Semisircularis pars Verticalis Anterior

Cupula  krista  n. ampularis


Otolith  macula  n. Utricularis N. Vestibularis
n. Saccularis
Organon Auditus (Cochlea)
Seperti rumah siput 2,5 lingkaran
Terdiri dari 3 ruangan:
◦ Skala vestibuli  berisi perilymph
◦ Skala timpani  berisi perilymph
◦ Skala media (cochlear duct)  berisi cairan endolymph & organon corti
COCHLEA

Duktus koklea
Liang telinga Membran basiler
Skala vestibulii dalam
Organ corti
Skala timpani N koklear
Modiolus Membran
N Vestibulo vestibuler
N Vestibular koklear
Scala Media

Scala Vestibuli

Scala Tympani