Anda di halaman 1dari 15

IRIGASI I

Pengertian :
Arti irigasi pada umumnya adalah: usaha mendatangkan
air dengan membuat bangunan-bangunan dan saluran-
saluran untuk mengalirkan air guna keperluan pertanian,
membagi-bagikan air ke sawah-sawah atau ke ladang-
ladang dengan cara teratur dan membuang air yang
tidak diperlukan lagi, setelah air itu dipergunakan
dengan sebaik-baiknya.

Irigasi, merupakan kegiatan penyediaan dan pengaturan


air untuk memenuhi kepentingan pertanian dengan
memanfaatkan air yang berasal dari air permukan dan
air tanah.
Pengaturan Irigasi akan menjangkau tahapan pekerjaan
sebagai berikut :
- Pengembangan sumber air dan penyediaan air bagi
keperluan usaha tani
- Penyaluran air irigasi dari sumbernya ke daerah/lahan
pertanian
- Pembagian dan pemberian air di daerah/lahan pertanian
- Pengaliran dan pembuangan air yang
melimpah/kelebihan air dari areal pertanian.

Tujuan Utama dari irigasi


Yaitu membasahi tanah guna menciptakan keadaan
lembab sekitar daerah perakaran agar tanaman dapat
tumbuh dengan baik dengan tercukupi kebutuhan airnya.
Dengan terairi lahan pertanian akan diperoleh
manfaat :
- Pengolahan tanah bagi pertanian akan mudah dan
ringan dalam pelaksanaannya
- Tanaman penggangu ( gulma ) akan lebih mudah
diberantas
- Pengaturan temperatur tanah dapat berlangsung
sesuai dengan yang dikehendaki oleh tanaman
- Berlangsungnya perbaikan dan peningkatan
kesusuburan tanah
- Memperlancar proses leaching ( pencucuian tanah )
Sumber air untuk irigasi :
a. Air permukaan yaitu sungai, danau, waduk dan curah air
hujan
b. Air bawah permukaan (air tanah) yaitu air tanah bebas
dan air tanah tertekan.
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah
atau batuan di bawah permukaan tanah.

Sumber air Irigasi yang perlu diperhatikan untuk lahan


pertanian adalah :
- Debit memadai/mencukupi
- Air itu berkualitas menurut pandangan dari segi pertanian
atau cukup mengandung unsur hara bagi tanaman dan
unsur- unsur mineral bagi kesuburan tanah.
Penggolongan air menurut peruntukannya ( PP No. 20 Th
1990 tentang Pengendalian Pencemaran air )

Golongan A
Air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung
tanpa pengolahan terlebih dahulu
Golongan B
Air yang dapat digunkaan sebagai air baku air minum
Golongan C
Air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan
peternakan

Golongan D
Air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian dan
dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri,
pembangkit listrik tenaga air
Pengambilan Air irigasi
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam teknik
Pengambilan air irigasi :
a. Kondisi dan Lokasi Sumber air
- Debit yang mencukupi perlu diperhitungkan untuk
memenuhi kebutuhan air
- Kualitas air cukup baik, dapat dimanfaatkan dengan
optimal untuk pertumbuhan tanaman
- - Lokasi sumber air dekat atau tidak seberapa jauh dari areal
pertanian serta mudah dalam pengambilannya.

b. Teknik Pengambilan
- Pembuatan bangunan utama ( bendung atau bendungan )
- Pemompaan
- Cara tradisonil
Cara Pemberian air
1. Pemberian air pada permukaan tanah/irigasi
permukaan ( Surface Flow )
A. Penggenangan (Flooding )
Cara penggenangan air pengairan yang telah diambil dan
disalurkan ke lahan pertanian sehingga menggenangi
permukaan tanah.
Cara Flooding dibedakan atas :
Penggenangan secara bebas
Penggenangan secara terbatas, petak-petak tanaman
dibatasi dengan galengan-galengan misalnya pada petak-
petak sawah ( Penggenangan Petak Jalur ).
B. Cara Penyaluran di antara bedengan
Lahan pertanian dirancang secara bedengan ( lebar bedengan
antara 1.5 – 2 meter ).
Batas tiap bedengan di buat parit kecil yang sangat dangkal,
maka air irigasi dapat disalurkan kedalamnya.
Keuntungan :
Penggunaan air irigasi dapat dikurangi, karena tidak seluruh
permukaan tanah harus diairi seperti halnya cara
penggenangan.
C. Cara pengaliran air di antara larikan/baris tanaman
Larikan bentuknya hampir sama dengan bedengan ( lebar
larikan sekitar 0.5 m, hanya dapat ditumbuhi satu
barisan/deretan tanaman ).
Satu bedengan dapat ditumbuhi 4 – 5 barisan/deretan tanaman
Air irigasi dialirkan pada alur-alur kecil yang membatasi tiap
larikan.
Cara penggenangan air pada petak sawah dilakukan dengan
cara :
A. Penggenangan secara terus menerus, tetapi air bersirkulasi
karena airnya terus mengalir.

Keuntungan :
Tanaman dapat lebih terjamin kebutuhan airnya.
Unsur hara yang terkandung dalam air pengairan akan banyak
terserap.

Kekurangan :
Efisiensi pengairan rendah, karena banyaknya air yang
terbuaang melalui aliran permukaan.
Sebagian unsur hara yang terkandung dalam air akan
teralirkan terus tanpa dimanfaatkan oleh tanaman.
B. Penggenangan terus menerus dan keadaan airnya tidak
mengalir ( dilakukan apabila persediaan air debit kecil.
C. Pemberian air secara terputus-putus ( rotasi ).
Keuntungan :
- Efisiensi penggunaan air cukup tinggi.
- air irigasi dapat dihemat
- pemberian air dapat dilakukan secara teratur dan merata
dapat memperbaiki aerasi tanah pada zona perakaran
- terjadinya penambahan unsur hara dalam tanah
Kekurangan :
- diperlukan biaya yang cukup besar bagi pengaturan air
yang intensif serta penggunaan lebih banyak tenaga.
- penekanan terhadap pertumbuhan gulma (tanaman
pengganggu ) kurang efektif.
2. Pemberian air bawah permukaan tanah/Irigasi
bawah permukaan (Sub Surface flow).

- Mengalirkan air pada parit-parit pembatas lahan pertanian


yang keadaannya cukup dalam.
- Dilakukan dengan baik pada areal tanam yang datar
dimana terdapat lapisan kedap air atau air permukaan
tanah yang relatif cukup dangkal.
- Mengalirkan air pada pipa besi/paralon yang dibenamkan
dibawah permukaan tanah.
- Penggunaan cara ini kurang efektif dan efisien, rumit dan
memerlukan biaya yang cukup besar.
3. Irigasi Penyiraman /Pancaran/curah

a. Pemberian air dengan pancaran ( Sprinkle Irrigation )


- Menggunakan pipa yang dipasang/ditanam dengan
menggunakan alat pancar yang bisa berputar.
- Untuk menghemat pemakaian air sekaligus pemerataan
penyiraman, maka jarak antar pipa dan lubang pipa harus
diatur, termasuk tekanan agar dapat menyiram secara
menyeluruh.
- Umumnya digunakan pada lahan pertanian dengan tanam
yang bernilai ekonomis tinggi dan kebutuhan airnya relatif
sedikit.
b. Pemberian air dengan tetesan ( Trickle /Drip Irrigation ).
- Penggunaan air dapat lebih hemat
- Penyiraman dilakukan dengan tetesan air yang dikeluarkan
melalui pipa-pipa
Sistem Irigasi berdasarkan peranan grafitasi, dikelompokkan
dalam :
a. Gravity Irrigation atau irigasi gaya berat, dimana
penyaluran air irigasi sepenuhnya dengan
memperhatikan gaya berat/grafitasi, misalnya : irigasi
permukaan tanah, irigasi dibawah permukaan tanah,
irigasi pancaran.

b. Non Gravity Irrigation atau irigasi non gaya berat,


dimana pemberian air irigasi tidak sepenuhnya
tergantung gaya berat/grafitasi, misalnya : irigasi
pemompaan.
Prinsip Dasar dalam Pemilihan Sistem Irigasi
Hambatan/kendala didalam Pemilihan sistem Irigasi

1. Keadaan topografi termasuk termasuk karakteristik lahan


dan tanah setempat
2. Keperluaan penyediaan air yang dibutuhkan oleh tanaman
3. Cara-cara usaha tani, dalam hal ini termasuk kedalaman
akar tanaman, kebiasaan tumbuh tanaman
4. Kualitas dan kuantitas tersedianya air
5. Cara pemberian air irigasi ke petak-petak lahan pertanian
6. Keadaan iklim setempat, terutama unsur-unsurnya
7. Tata cara penggunaan air irigasi diantara para petani
pemakai air
SELESAI

TERIMAKASIH
ATAS
PERHATIANNYA