Anda di halaman 1dari 23

DIET POST OPERASI

Apendisitis

1.Rizka Cindy
2.Rossi N
3.Siti Kumalasari
4.Titik Fajriyati N.
Konsep Dasar Apendisitis
Pengertian

 Apendisitis adalah kondisi dimana terjadi infeksi pada umbai apendiks


dan merupakan penyakit bedah abdomen yang paling sering terjadi.
 Apendisitis adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran
bawah kanan dari rongga abdomen dan merupakan penyebab paling
umum untuk bedah abdomen darurat menurut Smeltzer C. Suzanne 2001
 Klasifikasi apendisitis terbagi menjadi dua yaitu, apendisitis akut dan
apendisitis kronik (Sjamsuhidayat, 2005).
Apendisitis akut.

 Apendisitis akut sering tampil dengan gejala khas yang didasari oleh
radang mendadak umbai cacing yang memberikan tanda setempat,
disertai maupun tidak disertai rangsang peritonieum lokal. Gajala
apendisitis akut talah nyeri samar-samar dan tumpul yang merupakan
nyeri viseral didaerah epigastrium disekitar umbilikus. Keluhan ini sering
disertai mual dan kadang muntah. Umumnya nafsu makan menurun.
Dalam beberapa jam nyeri akan berpindah ketitik mcBurney. Disini nyeri
dirasakan lebih tajam dan lebih jelas letaknya sehingga merupakan nyeri
somatik setempat
Apendisitis kronik

 Diagnosis apendisitis kronis baru dapat ditegakkan jika ditemukan adanya


: riwayat nyeri perut kanan bawah lebih dari 2 minggu, radang kronik
apendiks secara makroskopik dan mikroskopik. Kriteria mikroskopik
apendisitis kronik adalah fibrosis menyeluruh dinding apendiks, sumbatan
parsial atau total lumen apendiks, adanya jaringan parut dan ulkus lama
dimukosa , dan adanya sel inflamasi kronik. Insiden apendisitis kronik
antara 1-5%.
Etiologi dan Predisposisi

 Apendisitis akut merupakan merupakan infeksi bakteria. Berbagai


berperan sebagai faktor pencetusnya. Sumbatan lumen apendiks
merupakan faktor yang diajukan sebagai faktor pencetus disamping
hiperplasia jaringan limfe, fekalit, tumor apendiks dan cacing askaris
dapat pula menyebabkan sumbatan. Penyebab lain yang diduga dapat
menimbulkan apendisitis adalah erosi mukosa apendiks karena parasit
seperti E.histolytica.
Patofisiologi

 Apendisitis biasanya disebabkan oleh penyumbatan lumen apendiks oleh


hiperplasia folikel limfoid, fekalit, benda asing, striktur karena fibrosis akibat
peradangan sebelumnya, atau neoplasma. Obstruksi tersebut
menyebabkan mukus yang diproduksi mukosa mengalami bendungan.
Pada saat inilah terjadi apendisitis akut lokal yang ditandai oleh nyeri
epigastrium.
Penatalaksanaan

 Pembedahan diindikasikan bila diagnosa apendisitis telah ditegakkan.


Antibiotik dan cairan IV diberikan serta pasien diminta untuk membatasi
aktivitas fisik sampai pembedahan dilakukan ( akhyar yayan,2008 ).
Analgetik dapat diberikan setelah diagnosa ditegakkan. Apendiktomi
(pembedahan untuk mengangkat apendiks) dilakukan sesegera mungkin
untuk menurunkan resiko perforasi.
Konsep Dasar Diet Pasca Bedah
TUJUAN DIET POST OPERASI

 Memberikan kebutuhan dasar (cairan, energi, protein)


 Menggantikan kehilangan protein, glikogen, zat besi, dan zat gizi lain
 Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan
Syarat Diet

 Mengandung cukup energi, protein, lemak, dan zat-zat gizi


 Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan penderita
 Menghindari makanan yang merangsang (pedas, asam, dll)
 Suhu makanan lebih baik bersuhu dingin
 Pembagian porsi makanan sehari diberikan sesuai dengan kemampuan
dan kebiasaan makan penderita.
Jenis Diet Dan Pemberian

1. Diet Pasca-Bedah I (DPB I)


 Pasca-bedah kecil : setelah sadar dan rasa mual hilang
 Pasca-bedah besar : setelah sadar dan rasa mual hilang serta ada tanda-tanda usus mulai bekerja
 Cara Memberikan Makanan
Selama 6 jam sesudah operasi, makanan yang diberikan berupa air putih, teh manis, atau cairan lain
seperti pada makanan cair jernih. Makanan ini diberikan dalam waktu sesingkat mungkin, karena
kurang dalam semua zat gizi.
2. Diet Pasca-Bedah II (PDB II)
Diet pasca-bedah II diberikan kepada pasien pascabedah besar saluran cerna atau sebagai
perpindahan dari Diet Pasca Bedah I.
Cara Pemberian
Makanan diberikan dalam bentuk cair kental, berupa kaldu jernih, sirup, sari buah, sup, susu, dan
puding rata-rata 8-10 kali sehari selama pasien tidak tidur.
3.Diet Pasca Bedah 3
DPB III diberikan kepada pasien pascabedah besar saluran cerna atau sebagai perpindahan dari DPB II.
Makanan yang diberikan berupa makanan saring ditambah susu dan biskuit. Cairan hendaknya tidak
melebihi 2000 ml sehari. Selain dapat diberikan Makanan Parenteral bila diperlukan. Makanan yang tidak
dianjurkan untuk DPB III adalah makanan dengan bumbu tajam dan minuman yang mengandung
karbondioksida.
Diet Pasca Operasi Appendictis
TUJUAN

 Memberikan kebutuhan dasar( Cairan, Energi,Protein)


 Mencegah terjadinya kembung/ mual-muntah pasca pembiusan operasi.
 Mempercepat proses penyembuhan dan menjaga luka tetap kering.
 Meringankan kerja saluran cerna.
Indikasi pemberian

Makanan lunak diberikan kepada klien sesudah operasi


apendisitis ketika keadaan tubuh mulai pulih ( tidak ada mual dan
muntah akibat anestesi.Sedangkan Diet cair diberikan ketikan
salurn pencernaan belum belum kembali dalam keadaan semul
Syarat Diet

 Mudah cerna,porsi kecil dan sering diberikan


 Energi dan protein cukup,sesuai kemampuan klien untuk menerimanya
 Cairan cukup,terutama apabila muntah
 Kandungan energy minimal 1kkal/ml
 Berdasarkan masalah pasien, dapat diberikan formula rendah atau bebas laktosa,
formula rendah atau bebas laktosa, formula dengan rantai asam lemak sedang.
 Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dapat diberikan tambahan
 Makanan mudah cerna, rendah serat,dan tidak mengunakan bumbu tajam
Jenis Makanan Diet Appendicsitis

1. Diet Makanan Cair


Makanan cair adalah makanan yang mempunyai konsistensi cairan hingga
kental.Makanan ini diberikan kepda klien yang memiliki gangguan mengunyah, menelan
dan mencerna makanan yang disebabkan oleh menurunnya kesadaran, suhu tinggi, rasa
mual dan muntah, pasca pendarahan saluran pencernaaan, serta pra dan pasca bedah.
Makanan ini diberikan secara oral maupun NGT
Syarat Diet Makanan Cair

 Tidak merangsang saluran cerna


 Bila diberikan lebih dari 3 hari harus dapat memnuhi kebutuhan energi.
 Kandungan energy minimal 1kkal/ml
 Berdasarkan masalah pasien, dapat diberikan formula rendah atau bebas
laktosa, formula rendah atau bebas laktosa, formula dengan rantai asam
lemak sedang.
 Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dapat diberikan
tambahan
 Bahan Makanan yang dianjurkan
2. Makanan Lunak
Makanan lunak adalah makanan yang memiliki tekstur yang
mudah dikunyah, ditelan, dan dicerna dibandingkan makanan
biasa. Makanan lunak diberikan kepada pasien sesudah operasi.
Syarat Diet Makanan Lunak

 Energi,protein, dan zat lain cukup


 Makanan diberikan dalam bentuk atau lunak sesuai dengan
kemampuan memakan pasien.
 Makanan diberikan dalam porsi sedang, yaitu 3 kali makanan lengkap
dan 2 kali makanan selingan
 Makanan mudah cerna, rendah serat,dan tidak mengunakan bumbu
tajam
Bahan Makanan Yang dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Pasca
Operasi Appendicsitis
BAHAN MAKANAN DIANJURKAN TIDAK DIANJURKAN
Sumber Karbohidrat Beras dibubur atau ditim, Kentang dipure, Beras ketan, beras tumbuk, jagung,umbi-umbian,
makroni direbus, tepung-tepungan dibuat singkong, tales, dodol dan berbagai kue atau
bubur. makanan yang terlalu manis dan berlemak tinggi.

Sumber Protein Hewani Daging sapi empuk, hati ikan ayam digiling Daging, ikan,telor dan ayam yang digoreng
atau dicincang, telur ayam direbus, ditim,
diceplok air.
Sumber Protein Nabati Tahu, tempe direbus dan ditem, kacang hijau Tahu tempe digoreng, kacang tanah, kacang
direbus atau dihaluskan tolo
Sayuran Sayuran yang tidak banyak serat dan tidak Sayuran berserat tinggi dan menimbulkan gas
menimbulkan gas: bayam, bit, labu siam, seperti daun singkong, kol, kacang panjang, sawi.
wortel direbus, ditem atau dibuat jus

Buah-buahan Pepaya, pisang Buah-buahan tinggi serat dan dapat


menimbulkan gas seperti jambu biji, nanas, apel,
kedondong, durian, nangka
Lemak Margarin dan mentega, minyak untuk menumis Lemak hewan dan santan kental
dan satan encer
Minuman Jus, teh Minuman yang mengandung soda dan alcohol,
kopi dan cream
Bumbu Garam,gula,kencur, jahe,salam,sereh,laos Bumbu yang mampu menimbulkan rasa pedas
contoh cabe dan cuka

Anda mungkin juga menyukai