Anda di halaman 1dari 5

SUAP MENYUAP

NAMA : M.FARHAN IPAENIN


NIM : 1315154004
Abdul Khoir suap anggota komisi v DPR Damayanti
Wisnu Putranti, terkait proyek pembangunan jalan
di Maluku dan Maluku Utara pada kementerian
PUPR
Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama (WTU), Abdul
Khoir, didakwa menyuap Damayanti senilai Rp 3,28 miliar
sebagai uang pelicin untuk memuluskan proyek dari
program aspirasi di DPR yang disalurkan untuk proyek
pelebaran jalan Tehoru-Limu senilai Rp 41 miliar.

Terdakwa (Abdul Khoir) menyetujui akan mengerjakan


proyek tersebut dan bersedia memberikan fee kepada
Damayanti Wisnu Putranti sebesar 8 persen dari nilai
proyek yakni sebesar Rp 3.280.000.000 yang akan diberikan
sebelum proses lelang,"
KRONOLGI
• terdakwa dihubungi oleh Dessy Ariyanti Edwin yang
Pada 20 juga kolega Damayanti.
• Abdul meminjam uang ke Sok Kok Seng (Aseng)
November sejumlah Rp 1,5 miliar dan kepada Hong Artha John
2015 Alfred sejumlah Rp 1 miliar, untuk diserahkan ke
Damayanti.

• Selanjutnya terdakwa memberikan uang itu


Pada 25 kepada Damayanti Wisnu Putranti melalui Dessy
November Ariyanti Edwin, di Restoran Merah Delima Jakarta
2016 Selatan. Kemudian dibawa dan disimpan oleh
Julia Prasetyarini alias Uw

• di tempat parkir Kementerian PUPR, Julia


Pada 26 menyerahkan uang sejumlah SGD 328.000
November kepada Damayanti, dan juga memberikan
2015 kepada Dessy dan Julia masing-masing sebesar
SGD 40.000,00.
Atas perbuatannya tersebut, Abdul Khoir diancam pidana
dalam pasal 5 ayat (1) huruf (a), dan pasal 13 UU Nomor 31
Tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun
2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Pasal
55 ayat (1) juncto Pasal 65 ayat (1) K

Sementara Damayantai dikenakan Pasal 12 huruf a Undang-


Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam
UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1
KUHP.