Anda di halaman 1dari 42

SEORANG WANITA DENGAN

KOLELITIASIS

Pratidina Kusuma Dewi


30101407284
Anatomi dan Fisiologi Vesica Fellea
• Fungsi kandung empedu, yaitu:
• a. Tempat menyimpan cairan empedu dan memekatkan
cairan empedu yang ada di dalamnya
• b. Garam empedu menyebabkan peningkatan kelarutan
kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak,
sehingga membantu penyerapannya dari usus.
Kolelitiasis
• Kolelitiasis merupakan suatu keadaan dimana
terdapatnya batu empedu di dalam kandung empedu
(vesica fellea) yang memiliki ukuran,bentuk dan
komposisi yang bervariasi.
Raktor resiko
Cholesterol gallstones

Blackpigment gallstones

Brown pigment gallstones


Patogenesis
Diagnosis
• Anamnesis
Setengah sampai dua pertiga penderita kolelitiasis adalah
asimptomatis. Keluhan yang mungkin timbul adalah
dispepsia yang kadang disertai intoleran terhadap
makanan berlemak. Pada yang simtomatis, keluhan utama
berupa nyeri di daerah epigastrium, kuadran kanan atas
atau perikondrium.
Penyebaran nyeri pada punggung bagian tengah, skapula,
atau ke puncak bahu, disertai mual dan muntah.
• Pemeriksaan fisik
• Murphy positif apabila nyeri tekan bertambah sewaktu
penderita menarik nafas panjang karena kandung
empedu yang meradang tersentuh ujung jari tangan
pemeriksa dan pasien berhenti menarik nafas.
• Pemeriksaan penunjang
• Pemeriksaan laboratorium
• Batu kandung empedu yang asimtomatik umumnya tidak
menunjukkan kelainan pada pemeriksaan laboratorium.
Apabila terjadi peradangan akut, dapat terjadi
leukositosis.
• Kadar bilirubin serum yang tinggi mungkin disebabkan
oleh batu di dalam duktus koledukus. Kadar fosfatase
alkali serum dan mungkin juga kadar amilase serum
biasanya meningkat sedang setiap setiap kali terjadi
serangan akut.
Pemeriksaan radiologi
• Foto polos abdomen
Usg
Kolesistografi
CT scan
ERCP
MRCP
LAPORAN KASUS
• Identitas Penderita
• Nama : Ny. K
• Usia : 42 Tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Suku bangsa : Jawa
• Alamat : Tunggu, Tembalang
• Pekerjaan : Tidak bekerja
• Status pernikahan : Menikah
• No. CM : 426xxx
• Dirawat di ruang : Arjuna I
• Tanggal Masuk RS: 04 Juni 2018
• Anamnesis
• Autoanamnesis dengan pasien dan alloanamnesis
dengan anak pasien dilakukan pada tanggal 5 Juni 2018
pukul 15.30 WIB, pada hari perawatan kedua di kamar
rawat inap Ruang Arjuna I, RSUD K.R.M.T
Wongsonegoro Kota Semarang dan didukung dengan
catatan medis.
• Keluhan Utama :
• Nyeri perut
• Riwayat penyakit sekarang:
• Pasien datang ke RSUD K.R.M.T Wongsonegoro diantar
keluarganya pada tanggal 4 Juni 2018 dengan keluhan
nyeri perut sejak tiga hari yang lalu. Nyeri dirasakan pada
perut kanan atas dan menjalar ke bahu. Nyeri biasanya
timbul satu jam setelah makan dan hilang dengan
sendirinya. Nyeri bertambah saat melakukan aktivitas dan
berkurang saat istirahat. Pasien juga mengeluhkan mual
terutama setelah makan makanan berlemak. Pasien
mengaku jarang berolahraga dan sering makan makanan
berlemak.
• Riwayat penyakit Dahulu:
• Riwayat keluhan serupa sebelumnya : Disangkal
• Riwayat hipertensi : Disangkal
• Riwayat kencing manis : Disangkal
• Riwayat penyakit hati : Disangkal
• Riwayat penyakit jantung : Disangkal
• Riwayat penyakit keluarga:
• Riwayat keluhan serupa : Disangkal
• Riwayat hipertensi : Disangkal
• Riwayat kencing manis : Disangkal
• Riwayat penyakit hati : Disangkal
• Riwayat kebiasaan:
• Konsumsi alkohol : Disangkal
• Merokok : Disangkal
• Riwayat ekonomi :
• Pasien berobat menggunakan BPJS PBI.
• Pemeriksaan Fisik
• STATUS GENERALIS (5 Juni 2018)
• Keadaan umum : Tampak kesakitan
• Kesadaran : Composmentis
• Status Gizi : Baik
• STATUS ANTROPOMETRIK
• TB : 138 cm
• BB : 80 kg
• IMT = BB(kg)/TB²(m²)
• = 80 kg/(1,38 m)²
• = 32,04 (overweight)
• TANDA VITAL
• Tekanan Darah : 110/80 mmHg
• HR (Nadi) : 80 x/ Menit , reguler,isi dan tegangan
cukup
• RR (Laju Napas) : 20 x/ Menit , reguler
• Suhu : 36,7 0C

• STATUS INTERNUS
• Kepala : Bentuk normocephale, tidak teraba
benjolan.
• Rambut : Warna hitam, tidak mudah dicabut,
distribusi merata
• Mata : dbn
• Telinga : dbn
• Mulut : dbn
• Leher : dbn
• PF Thoraks :
• Paru :
• Inspeksi : laju nafas 20x/menit, pola nafas regular,
simetris, ketertinggalan gerak (-/-), retraksi (-/-),
pergerakan otot bantu pernafasan (-/-)
• Palpasi : fremitus vokal normal, gerakan dada
simetris, tidak ada ketertinggalan gerak.
• Perkusi : sonor pada kedua lapang paru.
• Auskultasi : suara pernafasan vesikuler, ronkhi (-),
wheezing(-)
• Jantung :
• Inspeksi : pulsasi ictus cordis tampak
kuat angkat
• Palpasi : pulsasi ictus cordis teraba di
ICS V linea mid clavicularis sinistra
• Perkusi : kardiomegali (-)
• Auskultasi : bunyi jantung I dan II reguler,
murmur(-), gallop (-)
• PF Abdomen :
• Inspeksi : permukaan perut datar, pelebaran
pembuluh darah(-), sikatrik (-), massa (-), tanda
peradangan (-).
• Auskultasi : bunyi peristaltik usus normal, tidak ada
bising usus, tidak ada bising pembuluh darah.
• Palpasi : nyeri tekan abdomen kanan atas
(+), murphy sign (+)
• Perkusi : timpani pada seluruh kuadran
abdomen

• Ekstremitas :
• Superior : Akral hangat, Oedema +/+, capillary refill <2
detik
• Inferior : Akral hangat, Oedema +/+, capillary refill <2
detik
• STATUS NEUROLOGIS
• GCS : E4 M6 V5
Pemeriksaan penunjang
USG abdomen
• Kesan :
• Multipel kolelitiasis (ukuran terbesar sekitar 1,27 cm)
• Tak tampak kelainan lain pada sonografi organ – organ
intra abdomen di atas saat ini.

• Diagnosis
• Kolelitiasis

• Rencana Monitoring
• KU, TTV.
• Penatalaksanaan
• Terapi Farmakologis
• RL 20 tpm
• Drip Dexketoprofen 2x1
• Inj Ceftriaxon 1x2gr
• Ursodeoxyholic acid 3x1
• Inj ondansetron 2x1
• Edukasi
• Jelaskan pada pasien tentang penyakit yang diderita dan
rencana pengobatannya.
• Anjuran pada pasien untuk minum hangat.
• Anjuran pada pasien untuk makan saat kondisi masih hangat
dengan jumlah yang sedikit tapi sering.
• Prognosis
• Quo ad vitam : dubia ad bonam
• Quo ad functionam : dubia ad bonam
• Quo ad sanactionam : dubia ad bonam
Pembahasan
• Pasien pada kasus ini memiliki keluhan nyeri perut kanan
atas. Nyeri biasanya timbul satu jam setelah makan dan
hilang dengan sendirinya. Nyeri bertambah saat
melakukan aktivitas dan berkurang saat istirahat. Pasien
juga mengeluhkan mual terutama setelah makan
makanan berlemak. Pasien mengaku jarang berolahraga
dan sering makan makanan berlemak.
• Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik didapatkan nyeri
abdomen region kanan atas dan murphy sign positif.
Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik telah
mengarah kecurigaan terhadap gangguan pada hati atau
kandung empedu sehingga diperlukan pemeriksaan
penunjang seperti USG abdomen.
• Hasil pemeriksaan penunjang pada pasien ini adalah
sebagai berikut.
• Pemeriksaan laboratorium darah

• Kesan : kolesterol meningkat, trigliserid meningkat, asam


urat meningkat, kreatinin meningkat, ureum menurun.
• USG Abdomen

• Kesan : Multipel kolelitiasis (ukuran terbesar sekitar 1,27


cm)
• Pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar
kolesterol yang meningkat, sesuai dengan teori
pembentukan batu kandung empedu tipe kolesterol yaitu
apabila kadar kolesterol yang terdapat dalam cairan
empedu melebihi batas normal, cairan empedu dapat
mengendap dan lama kelamaan menjadi batu. Hasil USG
abdomen pasien ditemukan gambaran hiperekoik dengan
acoustic shadow pada vesical fellea sehingga dapat
disimpulkan pasien terdiagnosis memiliki batu pada
kandung empedu.
Indications for Cholecystectomy

Acute cholecystitis
Chronic cholecystitis
Asymptomatic stones in a patient w/ sickle cell disease
Asymptomatic gallstones larger than 2 cm
Nonfunctioning gallbladder
Calcified gallbladder

Tumor of the gallbladder


Typhoid carrier w/ positive bile cultures
Trauma to the gallbladder