Anda di halaman 1dari 11

Fitra Cahya Prima 1613511004 Tirsa Ayunda R 16135110

I Kade Alfian Kusuma 1613511025 I Kadek Yogik W 1613511064


Adywan Surya 1613511045 Idam Bali Haryono 1613511059
BATAS WILAYAH LAUT DI INDONESIA YANG TELAH MENDAPATKAN PENGAKUAN
DARI INTERNASIONAL

Batas-batas wilayah laut Indonesia diatur dalam penataan batas maritim dalam UU no.17
tahun 1985 yang menggunakan 4 batas aturan pada wilayah laut Negara Indonesia, dan diakui secara
internasional yaitu :
1. Batas Landas Kontinen
Batas Landas Kontinen disebut juga sebagai Batas Landas Benua. Batas Landas Kontinen
merupakan batas pada bagian dasar laut paling ujung dan masih berhubungan dengan daratan
ataupun merupakan kelanjutan dari benua yang berada di lautan. Lautan yang masuk ke dalam batas
laut ini adalah laut dangkal yang memiliki kedalaman kurang dari 200 meter.
2. Batas Laut Teritorial
Batas Laut Teritorial adalah batas perairan laut suatu negara yang diukur dari pantai terluar
ataupun pulau terluar dengan jarak 12 mil (19,3 km) ke laut lepas.
3. ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif)
Yang termasuk ke dalam zona ekonomi eksklusif ini adalah kawasan yang memiliki jarak
200 mil dari pulau terluar di Negara Indonesia.

4. Zona Tambahan
Pada zona tambahan sendiri, termasuk sampai batas 12 mil laut yang berada di luar laut
teritorial atau sekitar 24 mil yang pengukurannya dari garis pangkal.
HUKUM PERIKANAN INDONESIA

Indonesia adalah negara hukum dan semua kegiatan yang dilakukan di Indonesia haruslah dilindungi
dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Menurut UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan Pasal 69 ayat (4)
menyatakan “Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyidik dan/atau pengawas
perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan/atau penenggelaman kapal perikanan yang
berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup”.
Indonesia melalui UU No.17 tahun 1985 sudah meratifikasi UNCLOS yaitu United Nations
Convemtion on the Law of the Sea yang berkaitan dengan hukum internasional kelautan. Hal ini membuat pada
Pasal 102 dalam UU Perikanan mengikuti aturan yang ditentukan dalam UNCLOS Article 73 (3) yang mengatur
bahwa hukuman yang diberikan untuk tindak pidana perikanan yang terjadi di Zona Ekonomi Eksklusif tidak
boleh berupa pengurungan, kecuali adanya kesepakatan dari kedua belah pihak negara.
ALASAN-ALASAN KAPAL ASING YANG MASUK KE INDONESIA
DITENGGELAMKAN
1. Tidak ada Negara di dunia ini yang membenarkan tindakan warga Negara nya yang
melakukan tindakan kejahatan di negara lain.
2. Tindakan penenggelaman dilakukan diwilayah kedaulatan dan hak berdaulat indonesia
(Zona Ekonomi Ekslusif).
3. Tindakan penenggelaman kapal dilakukan atas dasar hukum yang sah, yaitu Pasal 69
ayat (4) UU perikanan.
4. Negara lain harus memahami bahwa Indonesia dirugikan dengan tindakan kriminalnya.
Jika terus menerus dibiarkan maka kerugian yang dialami akan semakin besar.
5. Proses penenggelaman telah memperhatikan keselamatan keseluruhannya.
Prosedur penenggelaman kapal asing di Indonesia

1 • Menyelamatkan seluruh abk kapal

2 • Menginventariskan seluruh peralatan kapal

3 • Mengamankan hasil tangkapan sebagai barang bukti

4 • Mendokumentasikan kondisi kapal

5 • Penenggelaman kapal

6 • Pembuatan berita acara


Syarat Penenggelaman Kapal
• Syarat Subyektif: Kapal melakukan manuver yangmembahayakan
dan/atau Nakhoda/ABK melakukan perlawanan tindak kekerasan
• Syarat Obyektif:
a. Syarat kumulatif:
- Kapal berbendera asing dan seluruh ABK warga negara asing
- TKP berada di wilayah pengolahan perikanan Indonesia
- Tidak mempunyai dokumen apapun dari Pemerintah Repyblik
Indonesia
- Dilaksanakan dengan prinsip kehati- hatian
a. Syarat Alternatif:
- Kapal tua didukung dengan fakta surat tidak memiliki nilai
ekonomis yangtinggi
- Kapal tidak memungkinkan dibawa ke pangkalan/ pelabuhan
Manfaat Penenggelaman Kapal
• Aspek Keamanan: Kebijakan ini memberikan efek jera bagi para
nelayan asing ilegal yang mencuri ikan di perairan Indonesia

• Aspek Sumberdaya Perikanan: Berkurangnya pencurian ikan akan


berdampak pada meningkatnya hasil tangkapan ikan yang berdampak
pada peningakatan ekonomi masyarakat
Kasus Penenggelaman Kapal

Penenggelaman 33 kapal di Natuna pada tanggal 28 Oktober 2017


Terimakasih