Anda di halaman 1dari 45

COMBUTIO GRADE 2A-2B

Pembimbing :dr. Anastasia Dessy Harsono, SpBP-RE


Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta
Diperesentasikan :Nolanda Susana Unwawirka, S.Ked
11.2016.210
Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta
Identitas

• Nama : An. NM
• Tanggal lahir / umur : 25 Juni 2012 / Usia 6 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Tanggal masuk : 5 Juni 2018 / 20.54
• No. RM : 395202
Anamnesis

Keluhan Utama:
Pasien datang dengan keluhan luka bakar
Anamnesis
Pasien datang ke IGD RSPAD Gatot Soebroto dengan keluhan
luka bakar pada lengan kanan, badan dan paha kanan. Luka bakar
sejak ± 2 jam sebelum masuk rumah sakit akibat terbakar
kembang api, hiperemis (+), bula (+), nyeri (+). Riwayat pingsan (-
), nyeri kepala (-) sesak (-) mual (-), muntah (-).
Mekanisme Trauma : Pasien sedang bermain kembang api, ketika
pasien hendak mumutar kembang apinya percikan dari kembang
api jatuh mengenai gaun dan tubuh pasien. secara cepat percikan
api menjadi besar dan membakar gaun dan tubuh pasien. Selang 3
menit pasien langsung di dicelupkan kedalam bak air seketika
apipun padam. Pasien langsung segera dilarikan ke RS terdekat.
sebelumnya pasien ke RSU Zahirah dan hanya diberikaan
paracetamol IV kemudian pasien dirujuk ke RS Gatot Suebroto.
Anamnesis
Riwayat Penyakit Dahulu:
Tidak ada
Riwayat Operasi:
Tidak ada
Riwayat Pengobatan:
Paracetamol
Riwayat Penyakit Keluarga:
Diabetes mellitus -, hipertensi –
Riwayat Alergi:
Makanan: tidak ada; Obat: tidak ada
Pemeriksaan Fisik

• Keadaan umum :Tampak sakit sedang


• Kesadaran :Compos mentis
GCS 15 (E4, V5, M6)
• Tanda vital
• Tekanan Darah : 90/71mmHg
• Pernapasan : 20x/menit
• Nadi : 86x/menit
• Suhu : 36,4 C
Pemeriksaan Fisik

• Kepala :Normosefal, tidak teradapat jejas


• Mata :Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, refleks
cahaya langsung +/+, refleks cahaya tidak langsung +/+, pupil
isokor, bulat 3mm
• Telinga :Normotia, simetris, otore -/-, serumen -/-
• Hidung :Deviasi septum –, mukosa normal, konka hipertrofi -
Pemeriksaan Fisik

• Tenggorokan Faring hiperemis -, tonsil T1-T1


• Leher Bentuk normal, tidak teraba pembesaran KGB, deviasi
trakhea -, JVP tidak meningkat
• Thoraks normochest, retraksi dada -, gerakan dinding dada
simetris
• Cor
• Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
• Palpasi : iktus kordis teraba
• Perkusi : batas jantung kesan tidak melebar
• Auskultasi : BJ I-II reguler, murmur -, gallop -
Pemeriksaan Fisik

• Pulmo
• Inspeksi : simetris pada saat statis dan dinamis
• Palpasi : nyeri tekan -, taktil fremitus simetris
• Perkusi : sonor di seluruh lapang paru
• Auskultasi : suara dasar vesikuler +/+, wheezing -/-, ronkhi -/-
• Abdomen Lihat status lokalis
• Ekstremitas :Akral hangat, edema tungkai -, CRT < 2 detik
Pemeriksaan Fisik

Abdomen
• Inspeksi : Perut datar simetris, supel
• Auskultasi : Bising usus + normal
• Palpasi : supel (+), nyeri tekan epigastrium (-)
• Perkusi : Timpani di seluruh lapang abdomen.
Ekstremitas
• Akral hangat, edema tungkai -, capillary refill time < 2 detik
Status lokalis (lund and Browder)

• Kepala dan leher : 0 %


• Trunkus anterior : 4,9%
• Trunkus posterior : 0 %
• Esktremitas atas kanan : 3,5 %
• Ekstremitas atas kiri : 0 %
• Ekstremitas bawah kanan : 2,85 %
• Ekstremitas bawah kiri : 0 %
• Total Presentasi luka bakar: 11,25%
Gambar. Luka Bakar pada Trunkus Anterior
Gambar. Luka Bakar pada Esktremitas atas kanan
Gambar. Luka bakar pada Ekstremitas bawah kanan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
JENIS NILAI
NO. HASIL
PEMERIKSAAN RUJUKAN
1. HEMATOLOGI
Hematologi Rutin
Hemoglobin 12,9 12-16 g/dL
Hematokrit 37 37 - 47 %
Eritrosit 4,8* 4,3-6,0 juta/ul
Leukosit 22830* 4.800 – 10.800/L
150.000 –
Trombosit 520000*
400.000/L
MCV 78 80 – 96 fL
MCH 27 27 – 32 pg
MCHC 33 32 – 36 g/dL
3. KIMIA KLINIK
Ureum 31 20-50 mg/dL
Kretinin 0,5 0,5-1,5 mg/dL
Glukosa Darah
232* 70-140 mg/dL
(Sewaktu)
Natrium (Na) 136 135-147 mmol/L
Kalium (K) 4,0 3,5-2,0 mmol/L
Klorida (Cl) 101 95-105 mmol/L
Resume
• Berdasarkan anamnesis, Pasien datang dengan keluhan luka bakar pada lengan
kanan, badan dan paha kanan. Luka bakar Dialami sejak ± 2 jam sebelum masuk
rumah sakit akibat terbakar kembang api. hiperemis (+), bula (+), nyeri (+).
Riwayat pingsan (-), nyeri kepala (-) sesak (-) mual (-), muntah (-). Kronologi
kejadian saat itu, Pasien sedang bermain kembang api, ketika pasien hendak
mumutar kembang apinya percikan dari kembang api jatuh mengenai dres dan
tubuh pasien. secara cepat percikan api menjadi besar dan membakar dres dan
tubuh pasien. Selang 3 menit pasien langsung di dicelupkan kedalam bak air
seketika apipun padam. Pasien langsung segera dilarikan ke RS terdekat.
sebelumnya pasien ke RSU Zahirah dan hanya diberikaan paracetamol IV
kemudian pasien dirujuk ke RS Gatot Subroto.
Resume

• Berdasarkan pemeriksaan fisik, keadaan umum pasien tampak


sakit sedang, dengan kesadaran compos mentis atau GCS 15 (E4,
V5, M6). Tanda vital pasien terdapat tekanan darah 90/71mmHg,
pernafasan 20x/menit, nadi 86x/menit, dan suhu 36,4oC.
• Status Lokalis : Regio Trunkus anterior. Inspeksi: Tampak luka
bakar grade II A-II B 4,9%(+) bulla (+) , Palpasi : Nyeri tekan (+).
Regio Extrimitas superior dextra. Inspeksi: Tampak luka bakar
grade II A-II B 3,5% , udem (+) bulla (+) , Palpasi : Nyeri tekan (+).
Regio Extrimitas bawa kanan. Inspeksi: Tampak luka bakar grade II
A-II B 2,85% , udem (+), bulla (+), Palpasi : Nyeri tekan (+).
Diagnosis

• Combutio Grade IIA-IIB 11,25% TBSA regio trunkus anterior,


eksremitas superior dekstra, dan eksremitas inferior dekstra ec
kembang api sejak 2 jam SMRS
Terapi

• Di IGD pada tanggal 5 Juni 2018


• - kontrol ABC
• - IVFD RL 8 jam pertama dan 16 jam berikutnya.
• (Rumus Baxter) = 4cc x %luas luka bakar x berat badan.
= 4cc x 11,25% x 18 = 810cc
8 jam pertama = 405cc
16 jam kedua = 405cc
• - luka dibalut dengan mebo
• - paracetamol 3x130mg
• - Injeksi ceftriaxone 1x1gr
• - pantau ketat produksi urine target 1-2cc/KgBB /Jam
• - rawat ULB
Prognosis

• Ad Vitam : Bonam
• Ad Sanationam : Bonam
• Ad Functionam : Bonam
FOLLOW UP KAMIS 7 JUNI 2018
Pasien rawat inap di Ruangan Unit luka bakar.
S: Pasien mengeluhkan masih nyeri di daerah luka bakar dan terasa panas.
Mual dan muntah (-). Pasien belum BAB 1 hari. BAK menggunakan kateter.
Makan dan minum baik. Hari ini pasien dimandikan dan di GV.
O: Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah : 90/60 mmHg
Nadi : 120 x/menit
Pernafasan : 24 x/menit
Suhu 37,0 º C
P: - IVFD RL mentenance 1400cc/24 jam
Makanan lunak 1800 oral/hari
Injeksi ceftriaxone 1x1gr
Injeksi farmadol 3x200mg iv
Gambar setelah di mandikan dan di debridement
Tinjauan Pustaka
PENGERTIAN LUKA BAKAR

• Luka bakar atau combusio adalah suatu bentuk kerusakan dan kehilangan
jaringan disebabkan kontak dengan sumber suhu yang sangat tinggi seperti
kobaran api di tubuh (flame), jilitan api ke tubuh (flash), terkena air panas
(scald), tersentuh benda panas (kontak panas), akibat serangan listrik, akibat
bahan-bahan kimia, serta sengatan matahari (sunburn).
Epidemiologi

• Dari laporan American Burn Association 2012 dikatakan bahwa


angka morbiditas 96,1% lebih banyak terjadi pada wanita (69%).
Berdasarkan tempat kejadian, 69 % di rumah tangga dan 9% di
tempat kerja, 7% di jalan raya, 5% di rekreasi atau olahraga 10%
dan lain-lain.
Anatomi dan Fisiologi kulit

• Kulit adalah organ tubuh terluas yang menutupi otot dan mempunyai peranan
dalam homeostasis. Kulit merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh.
• Kulit tipis terletak pada kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian
medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan,
telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.
Anatomi dan Fisiologi kulit
ETIOLOGI

• Luka bakar pada kulit bisa disebabkan karena panas, dingin,


ataupun zat kimia.Ketika kulit terkena panas, maka kedalaman
luka dipengaruhi oleh derajat panas , durasi kontak panas pada
kulit dan ketebalan kulit.
Gambar Tipe luka bakar
Pada kasus ditemukan tipe luka bakar thermal
(Thermal Burns)
Patofisiologi

• Akibat pertama luka bakar adalah syok karena kaget dan kesakitan.
Pembuluh kapiler yang terpajan suhu tinggi rusak dan permeabilitas
meninggi. Sel darah yang ada di dalamnya ikut mengalami destruksi,
sehingga dapat terjadi anemia. Meningkatnya permeabilitas menyebabkan
oedem dan menimbulkan bula yang banyak elektrolit. Hal itu menyebabkan
berkurangnya volume cairan intravaskuler
Berdasarkan American Burn Association luka bakar
diklasifikasikan berdasarkan kedalaman, luas
permukaan, dan derajat ringan luka bakar
DITEMUKAN PADA KASUS

• luka bakar derajat II A. Luka bakar


derajat II A ini tampak eritema,
nyeri, pucat jika ditekan, dan
ditandai adanya bulla berisi cairan
eksudat yang keluar dari pembuluh
darah karena permeabilitas
dindingya meningkat
• Luka bakar derajat II B ini tampak
lebih pucat, tetapi masih nyeri jika
ditusuk degan jarum (pin prick test).
Luka ini sembuh dalam 14-35 hari
dengan reepitelisasi dari folikel
rambut, keratinosit dan kelenjar
keringat, seringkali parut muncul
sebagai akibat dari hilangnya dermis.
Berdasarkan luas permukaan luka bakar.

• Luas luka tubuh dinyatakan sebagai persentase terhadap luas


permukaan tubuh atau Total Body Surface Area (TBSA). Untuk
menghitung secara cepat dipakai Rules of Nine atau Rules of
Walles dari Walles. Perhitungan cara ini hanya dapat diterapkan
pada orang dewasa.
• Pada anak-anak dipakai modifikasi Rule of Nines menurut Lund
and Browder, yaitu ditekankan pada umur 15 tahun, 5 tahun dan 1
tahun.
PADA KASUS

• Kepala dan leher : 0 %


• Trunkus anterior : 4,9%
• Trunkus posterior : 0 %
• Esktremitas atas kanan : 3,5 %
• Ekstremitas atas kiri : 0 %
• Ekstremitas bawah kanan : 2,85 %
• Ekstremitas bawah kiri : 0 %
• Total Presentasi luka bakar:
11,25%
PENATALAKSANAAN

1.Prehospital 2.(Airway) Resusitasi jalan nafas


Hal pertama yang harus dilakukan jika Bertujuan untuk mengupayakan suplai
menemukan pasien luka bakar di oksigen yang adekuat. Pada luka bakar
tempat kejadian adalah menghentikan dengan kecurigaan cedera inhalasi,
proses kebakaran. Maksudnya adalah Terdengan suara serak (stridor).
membebaskan pasien dari pajanan atau Merupakan indikasi untuk untuk segera
sumber dengan memperhatikan melakukan penyelamatan jalan nafas
keselamatan diri sendiri definitif sebelum terjadi benar@
sumbatan jalan nafas akut yang
mengancam nyawa
Breathing

• Penilaian terhadap proses pernafasan


sangat penting setelah penyelamatan
airway dilakukan
• Lepaskan pakaian dan semua hal
yang menghambat gerakan rongga
dada, berikan oksigen yang adekuat
melalui sungkup atau kanul
Cirkulation

1. Setelah jalan nafas dijamin baik


dan cedera lainnya yang
mengancam nyawa telah
dihentikan dan ditangani
selanjutnya penderita disiapkan
untuk pemasangan infus
2. Pemasangan catheter menilai
kondisi sirkulasi dengan mengukur
produksi urin/jam
PENATALAKSANAAN

Rumus Baxter:
• 3-4 cc x kgBB x % luas luka bakar
• Pemberian cairan ½ volume pada 8 jam pertama dan ½ volume
diberikan 16 jam berikutnya.
• Pada kasus: 4cc x 11,25% x 18 = 810cc
8 jam pertama = 405cc
16 jam kedua = 405cc
Perawatan luka

• Perawatan luka dilakukan setelah tindakan resusitasi jalan napas, mekanisme


bernapas dan resusitasi cairan dilakukan. Tindakan meliputi debridement secara
alami, mekanik (nekrotomi) atau tindakan bedah (eksisi), pencucian luka,
wound dressing dan pemberian antibiotik topikal .
• Tujuan perawatan luka adalah untuk menutup luka dengan mengupaya proses
reepiteliasasi, mencegah infeksi, mengurangi jaringan parut dan kontraktur dan
untuk menyamankan pasien.
Tatalaksana

Medika Mentosa:
• Antipiretik  Paracetamol 3 x 500 mg
• Antibiotik  Ceftriaxon 1 x 2 g
Komplikasi

• Komplikasi pada luka bakar dibagi menjadi dua, yaitu komplikasi


saat perawatan kritis atau akut dan komplikasi yang berhubungan
dengan eksisi dan grafting.
Prognosis

• Prognosis pada luka bakar tergantung dari derajat luka bakar, luas permukaan
badan yang terkena luka bakar, adanya komplikasi seperti infeksi, dan
kecepatan pengobatan medikamentosa. Luka bakar minor ini dapat sembuh 5-10
hari tanpa adanya jaringan parut. Luka bakar moderat dapat sembuh dalam 10-
14 hari dan mugkin dapat menimbulkan luka parut. Jaringan parut akan
membatasi gerakan dan fungsi. Dalam beberapa kasus, pembedahan dapat
diperlukan untuk membuang jaringan parut.
Terima Kasih