Anda di halaman 1dari 23

DAYA MOTOR

Performance mesin adalah prestasi suatu mesin yang


erat hubungannya dengan daya mesin yang dihasilkan
serta daya guna mesin tersebut. Beberapa hal yang
mempengaruhi kemampuan mesin antara lain :
1. Isi silinder
2. Perbandingan kompresi
3. Efisiensi volametrik
4. Pemasukan uadara dan bahan bakar (efisiensi
pengisian)
5. Efisiensi motor( efisiensi panas dan daya usaha).
1. Isi Silinder
Isi selinder adalah besarnya volume langkah (pinson displacement)
ditambah volume ruang bakar. Volume langkah ialah volume diatas
torak sewaktu torak berada di TMB sampai garis TMA . volume ruang
bakar adalah volume diatas torak pada saat torak berada di TMA yang
juga disebut volume sisa.
Besarnya volume :  2
VL  D L
Keterangan : 4
Vl : Volume langkah (cc)
D : Diameter silinder (cm)
L : panjang langkah torak (cm)
Isi selinder adalah sebesar : Vt = VL + Vs
Keterangan :
Vt : Volume total atau isi silinder
Vs : Volume sisa atau volume ruang bakar
Besarnya diameter silinder dan langkah torak ini
mempengaruhi kemampuan mesin tersebut. Hubungan antara
daiameter(D) dan langkah torak (L) adalah
D< L dinamakan Long Stroke Engine
D= L dinamakan Square Engine
D> L dinamakan Over square Engine
2. Perbandingan Kompresi

Perbandingan kompresi atau bilangan kompresi adalah


perbandingan antara isi silinder dan ruang bakar atau ruang
kompresi
Perbandingan kompresi : VL
 1
Keterangan : Vs
∑: Perbandingan Kompresi
Vt : Volume Total atau isi selinder
Vs: Volume sisa atau volume ruang bakar
VL : Volume langkah.
Jika perbandingan kompresi dari suatu motor bakar torak tinggi,
tekanan kompresinya juga tinggi. Hal ini akan berpengaruh terhadap
tekanan hasil pembakaran di dalam silinder. Oleh karena itu, salah
satu cara untuk mempertingggi efisiensi motor bakar torak, dengan
mempertinggi perbandingan kompresi.
Perbandingan kompresi motor bensin lebih rendah dari pada
perbandingan kompresi motor diesel. Jika pada saat bahan bakar
dan udara tersebut menimbulkan panas yang tinggi, sedangkan
kualitas bensin (diukur dalam angka oktan) lebih rendah,
kemungkinan akan terjadi detonasi, yaitu penyalaan sendiri
sebelum waktunya dinyalakan oleh busi.
Besarnya perbandingan kompresi pada motor bensin berkisar
antara 6 – 12. Besarnya perbandingan kompresi pada motor
diesel berkisar antara 15 – 24.
3. Efisiensi Volumetrik.
Volumetric adalah perbandingan antara volume muatan segar yang
masuk ke dalam silinder dengan volume langkahnya.

Efisiensi Volumetrik = volume muatan segar di dalam selinder


Vi Volume langkah
 vol  x 100%
VL
Keterangan :
vol: Efisiensi Volumetrik
Vi : Volume muatan segar yang masuk didalam silinder
VL : Volume langkah.

Dengan penjelasan diatas menunjukkan bahwa efisiensi volumetric


suatu motor tidak akan mencapai 100%, tetapi berkisar antara 65 %
sampai 85 %. Semakin besar efisiensi volumetric akan semakin tenaga
yang dihasilkan semakin banyak muatan segar yang masuk ke dalam
silinder akan semakin besar pula tekanan yang dihasilkan pembakarnya.
4. Efisiensi Pemasukan Udara
dan Bahan Bakar

Efisiensi pemasukan udara dan bahan bakar ada hubungannnya


dengan efisiensi volumetric. Apabila pada efisiensi volumetric
volume muatan segar tidak memperhitungkan adanya tekanan
bahan bakar dan udara serta temperature sekelilingnya, maka pada
efisiensi pemasukan udara dan bahan bakar memandang bahwa
muatan segar tersebut dipengaruhi oleh adanya tekanan dan
temperature sekelilingnya.
Efisiensi pemasukan udara dan bahan bakar adalah perbandingan
antara volume campuran bahan bakar udara pada tekanan
temperature sekelilingnya ( P dan T) diubah ke (PO) dan (TO) dengan
volume langkah.
ViO
Efisiensi Pemasukan =
VL
ViO
ch  x100 %
VL
Keterangan :
P.Vi TO
ViO  x
T PO
Vio : jumlah muatan segar yang masuk ke dalam silinder
pada tekanan temperature sekeliling diubah ke PO
dan TO
PO : Tekanan standar satu Afmosfer
TO : Suhu standar 150C
VL : Volume Langkah.
5. Efisiensi Motor
Pengubahan energy panas yang dihasilkan oleh motor bakar
menjadi tenaga mekanik menghasilkan tekanan yang
digunakan untuk mendorong torak dalam melakukan ekspansi
gas pembakaran. Dalam kenyataannya energy panas yang
dihasilkan itu hanya sebagian kecil yang diubah menjadi tenaga
mekanis, sedangkan yang terbuang lebih banyak. Kerugian itu
disebabkan oleh :
a. Pendinginan
b. Pembuangan gas bekas
c. Gesekan
d. Efisiensi total
e. Pembakaran tidak sempurna
a. Kerugian karena pembakaran tidak sempurna

Efisiensi pembakaran adalah perbandingan antara


jumlah panas yang dihasilkan oleh pembakaran dengan
jumlah panas yang dapat menghasilkan pembakaran
yang sempurna.
Q2
Keterangan :
v 
Q1
v = Efisiensi pembakaran
Q1 = Panas yang dapat dihasilkan oleh bahan bakar
dalam pembakaran yang sempurna
Q2 = Panas yang dihasilkan pada pembakaran.
b. Kerugian Karena Pendinginan

Pembakaran bahan bakar tujuannya untuk menghasilkan


panas akan tetapi bagian – bagian motor tertentu yang
menjadi panas karena temperature yang tinggi justru harus
didinginkan. Panas yang dilepaskan karena pendinginan itu
hilang tanpa digunakan untuk diubah menjadi kerja mekanis.
Hal ini berarti suatu kerugian

c. Kerugian karena gas pembakaran


Gas bekas yang dibuang masih cukup panas. Kerugian panas
ini menyebabkan daya guna panas berkurang. Daya guna
panas dan efisiensi panas adalah perbandingan antara
jumlah panas yang diubah menjadi kerja mekanisme dengan
jumlah panas yang dihasilkan dari pembakaran.
Apabila energi panas yang dihasilkan Q1 dan energi panas yang
hilang Q2 maka energi panas yang diubah menjadi tenaga
mekanis sebesar Q1 – Q2 = Q3. Jadi besarnya efisiensi panas
sebesar :

Q1  Q2
th  x100%
Q1
Atau

Q3
th  x100%
Q1
Keterangan :
th = efisiensi Thermal
Q1 = panas yang dihasilkan dari pembakaran
Q2 = panas yang hilang
Q3 = panas yang diubah menjadi tenaga mekanis
d. Kerugian karena gesekan

Gesekan mekanis disebabkan oleh gesekan bagian-bagian motor


tidak dapat dihindari. Oleh karena itu efisiensi kerja mekanis juga
berkurang. Efisiensi kerja mekanis atau randemen mekanis adalah
perbandingan antara kerja mekanis yang efektif atau kerja yang
berguna terhadap kerja mekanisme yang dibangkitkan dalam
silinder.
Kerja Yang Berguna ( Kerja Efektif )
m 
Kerja Mekanis Yang Dibangkitkan Dalam Silinder
Q3
m  x 100%
Q4
Keterangan :
m = efisiensi mekanis (randemen mekanis)
Q3 = kerja mekanis yang dibangkitkan dalam silinder dari panas
yang dihasilkan
Q4 = kerja mekanis yang tersedia pada poros engkol untuk
melakukan kerja mekanisme yang berguna atau kerja efektif.
e. Efisiensi Total

Efisiensi total randemen total suatu motor adalah perbandingan


antara kerja mekanis efektif yang tersedia pada poros engkol
dengan panas yang berada dalam bahan bakar.

Kerja Mekanis Yang Tersedia Pada Poros Engkol


tot 
Panas Yang Berbeda Dalam Bahan Bakar
Q4
tot  x 100%
Q1
Keterangan :
m = randemen total suatu motor
Q1 = panas yang dihasilkan oleh bahan bakar dalam pembakaran
sempurna
Q4 = kerja mekanis yang tersedia pada poros engkol untuk
melakukan kerja mekanisme yang berguna atau kerja efektif.
Neraca Panas

Efisiensi panas dan kerugian-kerugian panas yang terjadi


dapat dinyatakan dalam persentase panas yang diberikan
oleh bahan bakar. Pemanfaatan panas tersebut dapat
digambarkan dalam ikhtisar panas yang disebut neraca
panas dan gambar diagram keseimbangan panas.
Misalnya :
Untuk mesin bensin neraca panasnya :
Energy panas yang diubah menjadi tenaga mekanis atau 25%
kerja efektif
Kerugian panas oleh gas buang 34%
Kerugian panas karena pendinginan 32%
Kerugian panas karena pemompaan torak 3%
Kerugian panas karena gesekan mekanis 6%
Jumlah 100%
Untuk mesin diesel neraca panasnya :

Energy panas yang diubah menjadi tenaga mekanis atau 35%


kerja efektif
Kerugian panas karena pembakaran tidak sempurna
dan pemancaran keluar 7%
Kerugian panas karena pendinginan 20%
Kerugian panas karena dibawa gas buang 30%
Kerugian panas karena gesekan mekanis 8%
Jumlah 100%
Dari contoh gambar diagram diatas menunjukkan bahwa hanya 1/4
s/d 1/3 energi panas yang dihasilkan oleh pembakaran di dalam
silinder yang dapat diubah menjadi tenaga mekanis semakin besar
maka tenaga yang dihasilkan juga bertambah besar. Namun
demikian, kerugian kerugian panas tersebut tidak dapat dihilangkan
sama sekali, melainkan hanya usaha memperkecil kerugiannya saja.
DAYA
To  TW  YrTr
Perhitungan daya Ta 
Ket :
1  Yr
Ta = temperatur awal kompresi
To = suhu udara luar
Tr = suhu gas buang (800 – 1000)6 K
Yr = Koefisien gas buang (0,03-0,04)
∆TW= kenaikan temperatur udara dalam selinder (10-20)oK

PC = Pa  n1
Ket :
Pa = tekanan awal kompresi (0,85 – 0,92) Po
Pc = tekanan akhir kompresi
= perbandingan kompresi
n1 = Exponen politropis
TC = Ta  n1 1
Tc = temperatur akhir kompresi
Ta = temperatur awal kompresi
Menghitung temperatur akhir pembakaran( Tz)

Q
 [( mcv) max  1,985 ]Tc   (mcp) gTz
Lo(1  yr )
Pz = tekanan akhir pembakaran

Tz
Pz  
Tc
Ket :
 = koefisien pembakaran molekul
(mcv)max = kapasitas udara panas pada vol tetap
kkal/moloC
(mcp)g = kapasitas panas gas pada tekanan tetap
kkal/moloC
 = koefisien kelebihan udara (0,85 – 1,3)
 = Koefisien penggunaan panas hasil pembakaran
bensin (0,85 – 0,9) diesel (0,7 – 0,85)
 = perbandingan tekanan dalam silinder selama
pembakaran
Lo = kebutuhan udara teoritis
Q1 = nilai kalor bahan bakar
Pb = Tekanan akhir ekspansi
Pz
Pb 
n
= perbandingan ekspansi lanjutan
  Tz
 
  Tc Tz
Tb = temperatur akhir ekspansi Tb 
 n 1
Pit = tekanan indikator teoritis
Pc    Tb  1  Ta 
Pit   1   1  
  1  n21  Tz  nn 1  Tc 
Pi = tekanan indikator rata-rata
Pi = Pit. 
 = faktor koreksi (0,95 – 0,97)
Pe = tekanan efektif rata-rata
Pe = Pi m
m = rendemen mekanis
Daya indikator (Ni)
pi / 4 D 2 L n.z.a
Ni  hp
60 x75 x100
D = diameter torak
L = langkah torak
n = putaran mesin
z = jumlah selinder
a = langkah mesin (2 dan 4) tak
2 tak a = 1
4 tak a = 1/2
Daya efektif : Ne Ne = Ni . m
632 Ne
Kebutuhan bahan bakar tiap jam: B
tot Np
Np = nilai pembakaran bahan bakar kkal
tot = th . m

Kebutuhan bahan bakat tiap penyemprotan


2.B 2.B
b b
zn.60 zn.60
632.Ne
2 tak b
tot zn.60

4 tak 2. 632 Ne
b
tot. z.n.60