Anda di halaman 1dari 51

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

DIDALAM KESEHATAN BAYI DAN


BALITA

Budi Palarto
Hari Peni J
Dea Amarilisa Adespin
Saekhol Bakri
Risiko kematian ibu & anak terjadi paling banyak pada
periode kelahiran

INDONESIA ADALAH SALAH SATU DARI 68 NEGARA


YANG MEMILIKI KEMATIAN IBU DAN NEONATAL YANG BURUK

LAHIR MATI
KEMATIAN BBL

KEMATIAN IBU
KEMATIAN ANAK
Continuum of Care
Lansia

Pelayanan bagi
anak SMP/A & • Kualitas
remaja • Degenerasi

Pelayanan • Kespro remaja


bagi anak SD • Konseling:
Gizi HIV/AIDS,
Pelayanan NAPZA dll
• Fe
bagi balita
•Penjaringan
Pelayanan •Bln Imunisasi Anak
Persalinan, bagi bayi Sekolah
nifas & •Upaya Kes Sklh
neonatal •PMT
Pemeriksaan
Kehamilan • Pemantauan
pertumbuhan &
perkembangan
Pelayanan • PMT
• ASI eksklusif
PUS & WUS • Imunisasi dasar
lengkap
• P4K • Inisiasi Menyusu Dini • Pemberian makan
• Buku KIA • Vit K 1 inj • Penimbangan
• ANC terpadu • Imunisasi Hep B • Vit A
• Kelas Ibu Hamil • Rumah Tunggu • MTBS
• Konseling • Fe & asam folat • Kemitraan Bidan Dukun
• Pelayanan KB • PMT ibu hamil • KB pasca persalinan
• PKRT • TT ibu hamil • PONED-PONEK
3
ADANYA GAP DALAM
TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN, GENDER,
KESULITAN MEDAN GEOGRAFIS, TERSEDIANYA
AIR BERSIH, KEBERSIHAN & KESEHATAN
LINGKUNGAN
PRINSIP-PRINSIP PENDEKATAN KESEHATAN
MASYARAKAT SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI
Deklarasi Alma Ata (WHO, 1978)  Primary Health
Care sebagai pendekatan pembangunan
kesehatan :
1. Universal coverage
2. Community participation
3. Multi-sectoral collaboration
4. The use of appropriate technology

Hal ini sangat relevan dengan 3 prinsip Kesehatan


Masyarakat:
1. Tugas Utama nya melindungi masyarakat dari resiko
dan ancaman kesehatan.
2. Nilai etis tertinggi nya Equity (Keadilan dan
Kesetaraan
3. Kekuatan Utama nya Prevention (Pencegahan)
1. MENGEMBANGKAN DESA
1. Menggerakkan dan SIAGA:
memberdayakan Masyarakat memahami
penyakit dan kondisi apa saja
masyarakat untuk hidup yg dapat berpotensi menjadi
sehat masalah Kesehatan
Masyarakat, dan bagaimana
2. Meningkatkan akses mengendalikan Faktor
masyarakat terhadap Resikonya, didukung peran
pelayanan kesehatan yang pemerintah yg terkoordinir.
berkualitas
2. MENGEMBANGKAN
3. Meningkatkan sistem PUSAT SURVEILLANCE
surveilans, monitoring dan EPIDEMIOLOGI NASIONAL
informasi kesehatan
4. Meningkatkan pembiayaan
kesehatan
DESA SIAGA
Desa yang penduduknya memiliki KESIAPAN
SUMBER DAYA dan KEMAMPUAN serta
KEMAUAN untuk MENCEGAH dan
MENGATASI masalah-masalah kesehatan,
bencana dan kegawatan kesehatan secara
mandiri.
Kebijakan Pemerintah dalam mendukung
revitalisasi Posyandu dan pengembangan
DESA SIAGA
1. Melalui Program JAMKESMAS memberikan
subsidi pelayanan kesehatan khusus
keluarga miskin agar terjangkau oleh
pelayanan kesehatan berkualitas.
2. Secara bertahap menempatkan tenaga
kesehatan profesional di desa untuk
memberikan dukungan pelayanan dan
pemberdayaan masyarakat
3. Menyediakan dukungan operasional untuk
penyelenggaraan Posyandu dan DESA SIAGA
4. Menyediakan dukungan pengembangan Pos
Kesehatan pesantren
5. Menyediakan dukungan paket obat gizi,
berupa Kapsul Vitamin A, Tablet Fe dan MP-
ASI khusus untuk bayi 6-24 bulan dari
keluargamiskin.
DI DESA SIAGA
 Cakupan kegiatan kesehatan masyarakat
(Posyandu) tinggi (diatas 80%)
 Masyarakat dapat mengenali tanda-tanda
ancaman kesehatan secara sederhana
 Masyarakat mampu mengambil langkah-
langkah dini mengatasi masalah bencana
dan kedaruratan
 Petugas siap memberikan bantuan teknis
penanganan masalah kesehayan
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
REVITALISASI POSYANDU
1. Komitmen para pengambil kebijakan dan
para pembina (Leadership):
– Pembinaan dan pengelolaan kelembagaan Posyandu
melalui POKJANAL Posyandu
– Dukungan pembiayaan untuk operasional Posyandu
– Pemantapan Kerjasama Lintas Sektor/Program
– Pengembangan Forum Desa Siaga
2. Penggerakan dan pembinaan kader :
 Kompetensi Teknis Kader
 Dukungan Penyediaan Informasi yg Uptodate
 Model Pemberdayaan Masyarakat terkait dg Desa
Siaga: termasuk pengembangan biaya operasional
Posyandu
3. Pelayanan di Posyandu:
 Kompetensi Kader: menyuluh, memberdayakan
masyarakat dan keluarga, pemahaman ttg penyakit
yang potensial menjadi wabah, dan gizi buruk
 Revitalisasi 5 Program Pelayanan , khususnya
KB. Termasuk Posyandu Pedesaan vs.
Posyandu Perkotaan
 Integrasi Pelayanan dengan PAUD, BKB, dll
 Universal Coverage (Cakupan Semesta)
 Pengembangan IPTEK TEPAT GUNA
4. Sistem Informasi Posyandu
POSYANDU
Dikembangkan pada tahun 1984, bertujuan;
SEMUA MASYARAKAT MENDAPATKAN
PELAYANAN KESEHATAN DASAR YANG
BERMUTU, UNTUK MEMPERCEPAT
PENURUNAN KEMATIAN BAYI, BALITA DAN
IBU.
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Permendagri 19/2011

……salah satu bentuk Upaya Kesehatan


Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola
dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, guna memberdayakan
masyarakat dan memberikan kemudahan
kepada masyarakat dalam memperoleh
pelayanan kesehatan dan untuk mempercepat
penurunan AKI dan AKB.
Kegiatan Posyandu
Utama: KIA; Gizi; Penanggulangan Diare;
Imunisasi; Keluarga Berencana

Tambahan: dikembangan sesuai keinginan


masyarakat setempat, misalnya: BKB; PAUD;
Peningkatan Ekonomi Keluarga; Percepatan
Penganekaragam Pangan; Pemeriksaan
Kecacatan Dini; Keterampilan; Lansia; dll.

Kader Pelaksana (TP-PKK), antara lain


sebagai anggota Pokjanal/Pokja Posyandu
 SIP
Pelayanan di Posyandu
• Pemantauan Pertumbuhan Balita Melalui
Kegiatan Penimbangan
• Paket Gizi (Pelayanan)
- Vitamin A Untuk Bayi >6 Bulan & Balita
- Taburia Untuk Balita
- Tablet Besi Untuk Ibu Hamil
• Penyuluhan
- Pemberian Makanan Tambahan
- Perorangan atau kelompok
5 MEJA POSYANDU

2. PENIMBANGAN
1. REGISTRASI

3. PENGISIAN KMS

4. PENYULUHAN 5. PELAYANAN KESEHATAN


Grafik anak laki-laki 0-24 bln Grafik anak perempuan 0-24bln
Paket Gizi
Bayi dan Anak Balita Ibu Hamil
PENYULUHAN
(Konseling)

Dilakukan Berdasarkan:

• Interpretasi hasil penimbangan


• Masalah kesehatan
• Bila ada permintaan dari sasaran
Penyuluhan Kelompok
PEMBERIAN MAKANAN
TAMBAHAN (PMT)
Pemulihan
Penyuluhan
PMT Penyuluhan

• PMT penyuluhan adalah makanan bergizi sebagai


tambahan selain makanan utama bagi kelompok
sasaran guna memberikan contoh makanan bergizi
bagi ibu-ibu balita atau sasaran lain.
• Tempat dan waktu pemberian PMT penyuluhan
umumnya di Posyandu setiap kali buka Posyandu
• Sasaran PMT Penyuluhan adalah semua balita yang
datang ke Posyandu
Sistem Informasi Posyandu (SIP)

…..adalah tatanan dari berbagai komponen


kegiatan Posyandu yang menghasilkan data
dan informasi tentang pelayanan terhadap
proses tumbuh kembang anak dan
pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak
yang meliputi: cakupan program;
pencapaian program; kontinuitas
penimbangan; hasil penimbangan dan
partisipasi masyarakat.
Format SIP (1)
Format 1: Catatan ibu hamil, kelahiran, kematian bayi
dan kematian ibu hamil, melahirkan, nifas.
 Catatan dasar mengenai sasaran Posyandu

Format 2: Registrasi bayi dan balita


 Catatan pemberian tablet besi, Vit A, pemberian oralit, tanggal
imunisasi, dan apabila bayi meninggal, dicatat tanggal bayi
meninggal

Format 3: Register WUS dan PUS


 Daftar ibu hamil, catatan umur kehamilan, pemberian tablet
tambah darah, imunisasi, pemeriksaan kehamilan, resiko
kehamilan, tanggal dan penolong kelahiran, data bayi yang
hidup dan meninggal, serta data ibu meninggal
Format SIP (2)
Format 4: Register Ibu Hamil dan Nifas
 Daftar wanita dan suami istri usia produktif yang memiliki
kemungkinan mempunyai anak (hamil).

Format 5: Data Posyandu


 Berisi catatan jumlah pengunjung (bayi, balita, WUS, PUS, ibu
hamil, menyusui, bayi lahir dan meninggal), jumlah petugas yang
hadir (kader Posyandu, kader PKK, PKB/PLKB, paramedis dan
sebagainya).

Format 6: Data hasil kegiatan Posyandu


 Catatan jumlah ibu hamil yang diperiksa dan mendapat tablet
tambah darah, jumlah ibu menyusui, peserta KB ulang yang
dilayani, penimbangan balita, semua balita yang mempunyai KMS
(K), balita yang timbangannya naik dan yang di Bawah Garis Merah
(BGM), balita yang mendapatkan Vitamin A, KMS yang dikeluarkan
(dibagikan), balita yang mendapat sirup besi, dan imunisasi (DPT,
polio, campak, hepatitis B) serta balita yang menderita diare.
Burung Irian, Burung Cendrawasih
Cukup Sekian, Terima Kasih