Anda di halaman 1dari 27

APLIKASI KOMPUTER DALAM

KEPERAWATAN

FAJRI M. HANIF, M.KOM


Perawat harus memiliki skil dalam
mengoperasikan komputer

Pengurusan administrasi, izin pulang,


laboratorium, pengobatan, dan sebagainya.
Perawat dituntut untuk membangun jaringan
sesama profesi dan kolega, baik ditingkat
lokal, nasional, maupun internasional,
Perangkat aplikasi
Program praktis yang digunakan untuk
membantu pelaksanaan tugas yang spesifik
seperti menulis, membuat lembar kerja,
membuat presentasi, mengelola database dan
lain sebagainya.
Rekam medis berbasis komputer
Penggunaan database untuk mencatat
semua data medis, demografis serta
setiap event dalam manajemen pasien
di rumah sakit
Tujuan
pengembangan sistem informasi
 Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada
sehingga memberikan suatu nilaitambah bagi manajemen
 Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka
pengelolaan rumah sakit
 Memberikan dasar pengawasan bagi manajemen yang kuat
dalam bentuk suatu strukturpengendalian intern didalam sistem
yang dikembangkan.
BENTUK APLIKASI KOMPUTER
DALAM KEPERAWATAN
Computerized whiteboard
• Sistem informasi keperawatan berbasis computer
yang dimodifikasi dengan menambahkan layar lebar
di Whiteboard. Tayangan yang lebar di Whiteboard
akan memudahkan setiap tenaga kesehatan dan pasien
untuk melihat informasi yang diperlukan, termasuk
perkembangan kondisi kesehatan klien
Computer-Based Patient Record
(CPR) systems
• Yaitu melakukan pencatatan terhadap kondisi
dan perkembangan penyakit pasien dengan
menggunakan komputer
Personal digital assistance (PDA)
• Sistem ini dikembangkan dengan memadukan
teknologi link lokal seperti Sistem ini mampu
memberikan informasi tentang asuhan
keperawatan. wifi, wlan
Radio frekuensi identification (RFID)
Sistem ini mampu memberikan informasi tentang
asuhan keperawatan, menyimpan daftar obat,
menyimpan data pasien, yang paqqling menarik
adalah fungsinya sebagai alat pelacak. RFID dapat
melacak keberadaan pasien (yang berbeutuk seperti
gelang yang di pasangkan ketangan pasien), melacak
keberadaan alat kesehatan (biasanya pada alat mahal
dan bersifat darurat).
SISTEM INFORMASI
RUMAH SAKIT
Web Based Electronic Health Record

Memungkinkan pasien menyimpan data


sementara kesehatan mereka di Internet. Data
tersebut kemudian dapat diakses oleh dokter
atau rumah sakit setelah diotorisasi oleh
pasien. Teknologi ini merupakan salah satu
model aplikasi telemedicine yang tidak
berjalan secara real time.
Smart card
• Smart card sudah digunakan di beberapa
negara Eropa maupun AS sehingga
memudahkan pasien, dokter maupun pihak
asuransi kesehatan. Dalam smart card tersebut,
selain data demografis, beberapa data
diagnosisi terakhir juga akan tercatat
Bar code

• Penggunaan bar code juga akan bermanfaat


bagi apotik dan instalasi farmasi di rumah sakit
dalam mempercepat proses inventori.
penggunaan barcode juga dapat digunakan
sebagai penanda unik pada kartu dan rekam
medis pasien.
RFID (radio frequency identifier)
• Teknologi penanda unik yang sekarang
semakin populer adalah RFID (radio frequency
identifier) yang memungkinkan
pengidentifikasikan identitas melalui radio
frekuensi
Teknologi Nirkabel
• Melalui jaringan nir kabel, dokter dapat selalu
terkoneksi ke dalam database pasien tanpa
harus terganggun mobilitasnya.
Komputer genggam (Personal Digital
Assistant)

• Sebuah PDA dengan pemindai bar code/gelang


data, saat ini sudah tersedia. PDA semacam ini
memungkinkan tenaga kesehatan untuk
memindai gelang bar code/gelang data pasien
guna mengakses rekam medis mereka, seperti
obat yang tengah dikonsumsi, riwayat medis,
dan lain-lain
KEUNTUNGAN
PENGGUNAAN KOMPUTER
DALAM DUNIA KEPERAWATAN
CAL (computer assisted learning),
Pembelajaran menggunakan sistem komputer

• CAL dapat menghemat waktu, karena dengan metode ini peserta


didik cukup masuk dalam aplikasi sistem, selanjutnya dapat
langsung memilih materi yang diperlukan.
• Sumber CAL dapat dengan mudah diperbaharui sehingga selalu
bersifat up to date
• CAL sangat efisien dan dapat digunakan secara mandiri tidak
tergantung pada sumber daya manusia untuk memberikan
pendidikan.
• Memudahkan perawat merencanakan asuhan keperawatan,
• Penghematan biaya dari penggunaan kertas untuk pencatatan.
• Penghematan ruangan karena tidak dibutuhkan tempat yang
besar dalam penyimpanan arsip.
• Pendokumentasian keperawatan berbasis komputer yang
dirancang dengan baik akan mendukung otonomi yang dapat
dipertanggung jawabkan
• Membantu dalam mencari informasi yang cepat sehingga
dapat membantu pengambilan keputusan secara cepat.
• Meningkatkan produktivitas kerja.
• Mengurangi kesalahan dalam menginterppretasikan
pencatatan
• Menghimpun berbagai data klinis pasien tentang hasil
pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi (EKG,
radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium
maupun interpretasi klinis.
• Catatan yang siap sedia. Rekam medis pasien telah siap
sedia untuk digunakan dan waktu untuk mengambilnya
sedikit.
• Megurangi dokumentasi yang berlebihan
• Mencetak instruksi pemulangan
• Ketersediaan data
•Mencegah terjadinya kesalahan pemberian
obat.
•Mempermudah penetapan biaya.
•Catatan terorganisasi dan dokumentasi sesuai
dengan standar keperawatan.
Sedangkan menurut Holmes
(2003,dalam Sitorus 2006)

• Standarisisasi: terdapat pelaporan data klinik yang


standar, mudah dan cepat diketahui.
• Kualitas: meningkatkan kualitas informasi klinik dan
sekaligus meningkatkan waktu perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan.
• Accessebility, legibility, mudah membaca dan
mendapat informasi klinik dari pasien dalam satu
lokasi.
KEKURANGAN
PENGGUNAAN KOMPUTER
DALAM PENDIDIKAN KEPERAWATAN
• Biaya dan sarana awal yang dibutuhkan untuk membangun
sistem yang terkadang dirasa berat oleh managemen
pendidikan.
• Dikhawatirkan akan adanya penurunan proses berpikir kritis
dari perawat tersebut, karena informasi yang didapat mudah
untuk diakses.
• Dimungkinkan pula terjadi penurunan kepekaan antara
perawat yang satu dengan yang lain ataupun antara perawat
dengan klien. Karena segala sesuatu dapat dilakukan secara
online (misaltele-health), tanpa harus tatap muka
• Dimungkinkan pula terjadi penurunan kepekaan antara
perawat yang satu dengan yang lain ataupun antara perawat
dengan klien. Karena segala sesuatu dapat dilakukan secara
online (misaltele-health), tanpa harus tatap muka
• Keterbatasan kapasitas penyimpanan data
• Kemungkinan bisa terjadi gangguan teknis (disebabkan virus
dan factor lainnya)
• Terbatasnya kemampuan dan kemauan sumber daya manusia
untuk mengelola dan mengembangkan sistem informasi.