Anda di halaman 1dari 27

Metabolisme

Nasrul, S.Pd
SMK Kes. Gigi A.L Makassar
Respirasi
Respirasi adalah proses penguraian
bahan makanan yang menghasilkan
energi. Respirasi dilakukan oleh semua
sel penyusun makhluk hidup, baik sel-
sel tumbuhan, bakteri, protista,
cendawan, maupun sel hewan dan
manusia. Respirasi dilakukan baik siang
maupun malam.
Ditinjau dari bentuknya respirasi terbagi dua macam,
yaitu respirasi eksternal (luar) dan internal (dalam).
Respirasi eksternal meliputi proses pengambilan
oksigen dan pengeluaran karbondioksida dan uap air
antara makhluk hidup dengan lingkungannya, misalnya
pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Respirasi
internal disebut juga pernafasan seluler karena
pernafasan ini terjadi di dalam sel, yaitu di dalam
sitoplasma dan mitokondria. Berdasarkan kebutuhan
akan oksigen, respirasi internal dibagi menjadi respirasi
aerobik (memerlukan oksigen) dan respirasi anaerobik
(tidak membutuhkan oksigen).
Respirasi aerob merupakan serangkaian reaksi
enzimatis yang mengubah glukosa secara
sempurna menjadi CO2, H2O, dan menghasilkan
energi sebesar 38 ATP.

C6H12O6 + 6 H2O + 6 O2 6 CO2 + 12 H2O + 675 kal

RESPIRASI AEROB
Tahapan respirasi aerob
Respirasi anaerob
.
Fermentasi, atau respirasi anaerob,
yaitu proses pemecahan molekul
yang berlangsung tanpa bantuan
oksigen..
Jika dibandingkan dengan respirasi,
sebenarnya fermentasi ini sangat
merugikan sel karena dua alasan:
1. Sering dihasilkan senyawa yang
merusak sel, misalnya alkohol.
2. Dari jumlah mol zat yang sama
akan dihasilkan jumlah energi yang
lebih rendah/lebih sedikit.
Fermentasi diberi nama sesuai dengan jenis
senyawa akhir yang dihasilkan.
Berdasarkan senyawa atau jenis zat yang
dihasilkan, fermentasi dibedakan menjadi
fermentasi asam laktat, fermentasi alkohol,
dan fermentasi asam cuka.
Fermentasi tidak harus selalu dalam
keadaan anaerob. Beberapa jenis
mikroorganisme mampu melakukan
fermentasi dalam keadaan aerob, misalnya
pada fermentasi asam cuka.