Anda di halaman 1dari 36

BONE HEALING

Adelia Hanarizky Kurniasari


17710049
A.A. SG. Tri Buana D. 17710092
Ayu Gaduh Candra Friska 17710076
Inna Gita Paramedita 15700199
TULANG

Jaringan ikat yang bersifat kaku dan membentuk


bagian terbesar kerangka, serta merupakan jaring
an penunjang tubuh utama
Anatomi

•Diafisis

•Metafisis

•Epifisis
Fraktur
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kon
tinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan ya
ng umumnya disebabkan oleh rudapaksa
Tanda – tanda fraktur

 Nyeri
 Deformitas
 Krepitasi
 Bengkak
 Kehilangan fungsi
 Peningkatan temprat
ur lokal
Klasifikasi Fraktur
a. Berdasarkan hubungan tulang dan jaringan s
ekitar
b. Berdasarkan bentuk patahan tulang

Transverse Fracture Oblique Fracture


Segmental Fracture Fissure Fracture
Butterfly Fracture Spiral Fracture
Comminuted Fracture Compression Fracture
Avulsion Fracture
c. Berdasarkan lokasi pada tulang fisis
BONE HEALING
Bone healing
Suatu proses reparasi dari sistem muskuloskeletal untuk mengembal
ikan integritas skeletalnya. Proses biologi ini berlangsung sebagai ko
nsekuensi dari sejumlah peristiwa-peristiwa biologis yang mengakib
atkan pemulihan jaringan tulang, sehingga dimungkinkan muskulos
keletal dapat berfungsi kembali.
Fase penyembuhan tulang
 Inflamasi
 Soft callus formation
 Hard callus formation
 Remodeling
Inflamasi (1–7 hari)

• Kerusakan jaringan lunak


• Gangguan pembuluh darah di tulang
• Pemisahan fragmen tulang kecil
Bentuk hematoma dan
periosteum

Sel bermigrasi ke hematoma


fraktur

Koagulasi dimulai, serat


fibrin terbentuk dan
menstabilkan hematoma
(Hematoma Calus)
Soft callus formation (2–3 minggu)

Setelah cedera terjadi, pr


oses alami penyembuhan
tulang dimulai dengan p
embentukan kalus kaska
de lembut diferensiasi sel
terjadi
Hard callus formation (3–12 minggu)

osifikasi endokhondral m
engubah kalus lunak men
jadi woven bone mulai pi
nggiran dan bergerak me
nuju pusat, lanjut penger
asan jaringan penyembuh
an.
Remodelling
(Process taking months to years)

konversi woven bone menjadi


lamellar bone melalui erosi per
mukaan dan osteonal remodel
ing sekali gerakan interfragme
nt berhenti.
Proses penyembuhan Fraktur

Proses Penyembuhan
Fraktur Primer (direct)

Proses Penyembuhan
Fraktur Sekunder (indirect)
Healing of bone
 Penyembuhan lebih cepat di tulang daripada di tulang
rawan karena kurangnya pembuluh darah di tulang ra
wan
 Penyembuhan tulang masih proses yang lambat karen
a adanya kerusakan pembuluh
 Pengobatan klinis :
- Reduksi tertutup = mengembalikan potongan ke posisi
normal dengan manipulasi
- Reduksi terbuka = penataan kembali selama operasi
Fracture fixation

 Open Reduction Internal Fixation (O


RIF)
 Open Reduction External fixation (O
REF)
pen Reduction Internal Fixation (ORI

Open Reduction Internal


Fixation (ORIF) merupakan
suatu tindakan pembedahan
untuk memanipulasi fragmen-
fragmen tulang yang
patah/fraktur sedapat mungkin
kembali seperti letak asalnya.
Internal fiksasi biasanya
melibatkan penggunaan plat,
sekrup, paku untuk
mempertahan kan fragmen
tulang dalam posisinya
(mobilisasi) sampai
penyembuhan tulang yang
solid terjadi.
Open Reduction External fixation
(OREF)
OREF adalah reduksi terbuka
dengan fiksasi internal di mana
prinsipnya tulang di fiksasi dari atas
dan bawah fraktur , sekrup atau
kawat diletakan di bagian proksimal
dan distal kemudian dihubungkan
satu sama lain dengan Bar.

OREF digunakan untuk mengobati


fraktur terbuka dengan kerusakan
jaringan lunak, Alat ini memberikan
memfiksasi & memobilisasi fraktur
kominutif. Pin yang telah terpasang
dijaga agar tetap terjaga posisinya ,
kemudian dikaitkan pada
kerangkanya. Fiksasi ini
memberikan rasa nyaman bagi
pasien yang mengalami kerusakan
fragmen tulang.
Faktor yang Mempengaruhi
Penyembuhan Tulang
 Umur  Waktu Imobilisasi
 Lokalisasi dan konf  Ruang diantara ke
igurasi fraktur dua fragmen
 Pergeseran awal fr  Adanya infeksi
aktur  Cairan sinovial
 Vaskularisasi pada  Gerakan aktiv dan
kedua fragmen
pasif anggota gera
 Reduksi dan imobil k
isasi
SYARAT TULANG SEMBUH

 Reduksi yang benar


 Fiksasi yang stabil
 Pembuluh darah yang adekuat
 Adanya kontak diantara fraktur
 Tidak adanya infeksi
KOMPLIKASI
A. Komplikasi Dini
 Cedera visceral
 Cedera vaskuler
 Cedera syaraf
 Sindroma Kompartemen (Volkmann’s Ischemia)

B. Komplikasi yang akan datang – Tulang


 Nekrosis avaskuler
 Malunion
 Delayed union
 Non union
 Gangguan pertumbuhan
C. Komplikasi yang akan datang – Jaringan Lunak
 Miositis Osifkans
 Ulkus dekubitus
 Kompresi saraf
D. Komplikasi yang akan datang – Sendi
 Ketidakstabilan sendi
 Kekakuan sendi
 Algodistrofi
 Osteoarthritis
Penilaian Penyembuhan Tulang

 Didasarkan atas union secara klinis dan union secara ra


diologis

 Penilaian secara klinis dilakukan dengan pemeriksaan d


aerah fraktur dengan melakukan pembengkokan pada
daerah fraktur, pemutaran dan kompresi untuk menget
ahui adanya gerakan dan perasaan nyeri
Thank You