Anda di halaman 1dari 25

REFERAT

MENINGITIS

Oleh :
Pinka Nurashri Setyati

Pembimbing :
dr. Julintari Bidramnanta, Sp.S

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
LATAR BELAKANG & EPIDEMIOLOGI

Penyakit Infeksi pada Sistem Saraf Pusat

Tahun 2010 jumlah kasus meningitis terjadi pada laki-laki sebesar


12.010 pasien, pada wanita sekitar 7.371 pasien, dan dilaporkan p
asien yang meninggal dunia sebesar 1.025 pasien.

Perlu dilakukan penegakkan diagnosis awal yang tepat untuk


mencegah timbulnya masalah yang mengancam jiwa.
DEFINISI

Meningitis

Meningitis Bakterialis Non Tuberkulosis

Meningitis Tuberkulosis

Meningitis Virus
EPIDEMIOLOGI
• Angka • Angka Kejadian
Kejadian • Jenis Bakteri
• Predileksi • Predileksi Jenis
Jenis Kelamin
Kelamin Meningitis
Bakterialis
Umum
Non
Tuberkulosis

Meningitis Meningitis
• Angka Virus Tuberkulosis
Kejadian • Angka
• Virus Kejadian
Penyebab
EPIDEMIOLOGI

Diagnosis HIV Negatif HIV Positif Total


n=139 (48%) n=150 (52%)
Meningitis tuberkulosis 75 41 116(40,1%)
Ensefalitis toksoplasma 0 61 61 (21,2%)
Ensefalitis virus 5 8 13 (4,5%)
Meningitis kriptokokus 1 14 15 (5,2%)
Abses otak 13 2 15 (5,2%)
Meningitis bakteri akut 2 0 2 (0,7%)
Neurosifilis 0 1 1 (0,3%)
Mukormikosis intrakranial 1 0 0 (0,0%)
Tidak terdiagnosis 42 23 65 (22,5%)

Tabel 1. Etiologi Kasus Infeksi Otak di RSUPN Cipto Mangunkusumo


FAKTOR RISIKO
Kelompok usia ekstrim

Penyakit sistemik

Pasien dengan status imun rendah

Lingkungan padat

Alkoholisme

Riwayat Paparan

Infeksi pada sinus

Defek dural (misalnya traumatis, bedah, atau bawaan)

Penyalahgunaan obat intravena

Riwayat Tindakan Operatif

Keganasan (peningkatan risiko infeksi Listeria)


KLASIFIKASI

Perubahan
Cairan Otak

Meningitis Meningitis
Serosa Purulenta
PATOFISIOLOGI
Meningitis Bakterialis Non Tuberkulosis
Bakteri
Kolonisasi Masuk ke Kapsul
Invasi Bakteri menghasilkan
pada Mukosa aliran darah Polisakarida
IgA Protease

Inflamasi
Perusakan
Edema (Endotoksin Ruang
Sawar Darah Kapiler SSP
Vasogenik dan Asam Subaraknoid
Otak
Techoic)

Gangguan
Iskemik Edema Peningkatan
Reabsorpsi
Jaringan Otak Sitotoksik TIK
CSS
Meningitis Tuberkulosis
Masuk ke
Fokus primer Pembentukan Peradangan Terbentuk
ruang
tuberkulosis tuberkel Difus eksudat
Subaraknoid

Eksudat
Penyumbatan Proses
Penyebaran terkumpul di
Hidrosefalus struktur Meningoense
Eksudat dasar
ventrikel falitis
tengkorak

Peningkatan
Kongesti Infark
TIK
Meningitis Virus

Virus Herpes
Neural , Varicella, E
nterovirus Replikasi Respons
Menembus Sawar
di mukosa Darah Otak Inflamasi
Hematoge
n
Meningitis Virus

Virus Herpes
Neural , Varicella, E
nterovirus Replikasi Respons
Menembus Sawar
di mukosa Darah Otak Inflamasi
Hematoge
n
DIAGNOSIS
Meningitis Bakterialis Non Tuberkulosis
Klinis

• Trias Klinik: Demam, Nyeri Kepala, Kaku Kuduk


• Kejang Umum dan Gangguan Kesadaran
• Tanda Rangsang Meningeal Lain
• Abnormalitas Saraf Kranial

Pemeriksaan Penunjang

• Lumbal Pungsi
• Pemeriksaan Darah
• Radiologi
• PCR
Meningitis Tuberkulosis
Klinis

• Gambaran Klinis Tidak Khas


• Onset
• Stadium:
• I (Awal): Gejala Prodromal non spesifik
• II (Intermediate): Perubahan kesadaran, tanda iritasi meningen, kelumpuhan saraf III, IV, VI
• III (Lanjut): Penurunan kesadaran, kejang, hemiparese

Pemeriksaan Penunjang

• Lumbal Pungsi: Analisis CSS, Pewarnaan BTA, Kultur


• GeneXPert MTB/Rif
• Radiologi: Otak dan Thorax
Meningitis Virus
Klinis

• Anamnesis
• Gejala Klasik
• Gejala terkait
• Faktor Risiko
• Pemriksaan Fisik
• Tanda Klasik
• Gejala Terkait

Pemeriksaan Penunjang

• Lumbal Punksi
Perbandingan Cairan Serebro Spinal
TATALAKSANA
Meningitis Bakterialis Non Tuberkulosis
Meningitis Bakterialis Non Tuberkulosis

Terapi Empirik Terapi Spesifik


Meningitis Tuberkulosis
Obat Dosis Harian (Anak <12 tahun) Dosis Harian (Dewasa)

Isoniazid 10mg/kgBB 5 mg/kgBB


(INH) (kisaran 6-15 mg/kgBB) (kisaran 4-6 mg/kgBB)

Rifampisin 15 mg/kgBB 10 mg/kgBB


(RIF) (kisaran 10-20 mg/kgBB) (kisaran 8-12 mg/kgBB)

Pirazinamid 35 mg/kgBB 25 mg/kgBB


(PZA) (kisaran 30-40 mg/kgBB) (kisaran 20-30 mg/kgBB)

Streptomisin 17,5 mg/kgBB 15 mg/kgBB


(SM) (kisaran 15-20 mg/kgBB) (kisaran 12-18 mg/kgBB)

Etambutol 20 mg/kgBB 15 mg/kgBB


(EMB) (kisaran 15-25 mg/kgBB) (kisaran 15-20 mg/kgBB)
Meningitis Virus

Suportif

Simptomatik

Terapi Spesifik
KOMPLIKASI

Meningitis Bakterialis Non Tuberkulosis

Meningitis Tuberkulosis

Meningitis Virus
Prognosis
Meningitis Bakterialis Non Tuberkulosis

• Dutch Risk Score

Meningitis Tuberkulosis

• Medical Research Council

Meningitis Virus

• Umumnya baik
TERIMA KASIH