Anda di halaman 1dari 17

Kelompok 1:

Cita Ade Resmi 160810301023


Devi Mela Sari 160810301029
OVERVIEW ACCOUNTING THEORY

PRAGMATIC ACCOUNTING

NORMATIVE ACCOUNTING

POSITIVE ACCOUNTING

RECENT DEVELOPMENT
Apa itu Teori?
Teori (theory) adalah susunan definisi, konsep, dan dalam menyaji
kan pandangan yang sistematis fenomena dengan menunjukkan hub
ungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dengan maksud
untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
Pengertian AKUNTANSI
seperangkat pengetahuan yang mempelajari
perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi ke
uangan yang bermanfaat untuk kepentingan penga
mbilan keputusan ekonomi.

► SAINS
► TEKNOLOGI
► SENI
Luca Pacioli
PRE THEORY
Sebelum formalisasi sistem double-entry di tahun 1400-an, sa
ngat sedikit ditulis tentang teori yang mendasari praktik akuntansi.Sel
ama periode perkembangan dari sistem double-entry penekanan uta
ma adalah pada praktek.Itu tidak sampai 1494,
Untuk 300 tahun setelah 1.494 risalah Pacioli, perkembangan
akuntansi terkonsentrasi memperbaiki pada praktek.Hal ini disebut se
bagai ‘periode pra-teori’. Goldberg menegaskan:
Tidak ada teori akuntansi yang telah dibuat dari waktu Pacioli pada a
wal abad kesembilan belas.Saran teori muncul di sana-sini, tetapi tida
k sejauh yang diperlukan untuk menempatkan akuntansi secara siste
matis.

Sampai tahun 1930-an, perkembangan teori akuntansi yang agak khus


us untuk sesuatu maksud dan tidak jelas, berkembang karena mereka
dibutuhkan untuk membenarkan praktek-praktek tertentu
PRAGMATIC ACCOUNTING
Periode 1800-1955 ini sering disebut sebagai ‘masa ilmiah umum’.S
elama periode ini perkembangan teori yang paling prihatin dengan memberik
an penjelasan praktek.Penekanannya adalah pada penyediaan suatu kerang
ka menyeluruh untuk menjelaskan

Teori ini didasarkan pada bagaimana perusahaan sudah melakukan


akun. Karena teori-teori yang bertujuan untuk memberikan pada kerangka ke
seluruhan untuk semua masalah akuntansi dan karena mereka dikembangka
n secara empiris, mereka diberi label ‘ilmiah umum’an mengembangkan prak
tik akuntansi

Pada tahun 1936 American Accounting Association (AAA) merilis


Pernyataan Tentatif Prinsip Akuntansi yang Mempengaruhi Laporan Korporat
, tahun 1938 American Institute of Certified Practising Accountants (AICPA)
membuat kajian independen dari prinsip akuntansi dan merilis Sebuah Perny
ataan Prinsip Akuntansi (ditulis oleh. Sanders, Hatfield dan Moore).
NORMATIVE ACCOUNTING
Periode 1956-1970 diberi label ‘masa normatif’.Hal ini disebut periode normatif k
arena itu adalah periode ketika teori akuntansi berusaha untuk membangun ‘norma’ untuk ‘
praktik akuntansi terbaik’.

Teori normatif mengadopsi tujuan (yang ideal) sikap dan kemudian menentukan
cara mencapai tujuan yang dinyatakan. Mereka memberikan resolusi tentangapa yang har
us dilakukan untuk mencapai tujuan mereka yang telah disebutkan. Fokus utama dari teori
normatif akuntansi selama 1956-1970 adalah dampak dari perubahan harga pada nilai aset
dan perhitungan laba (teori seperti itu sering dilihat sebagai konsekuensi dari tingkat rekor i
nflasi yang dialami selama periode ini).
Periode normatif mulai menggambar ke sebuah akhir pada awal tahun 19
70, dan kini telah digantikan oleh periode ‘teori ilmiah tertentu’, atau ‘era positif’ (
1970-)

2 faktor utama yang mendorong runtuhnya periode normatif adalah:


Unlikelihood penerimaan dari setiap teori normatif tertentu
Ketersediaan prinsip ekonomi keuangan dan metode pengujian

Karena teori akuntansi normatif menetapkan bagaimana akuntansi seharu


snya dilakukan, mereka didasarkan pada opini subjektif dari akun apa yang harus
dilaporkan, dan cara terbaik untuk melakukannya

Teori normatif tidak dapat diuji secara empiris karena tidak mungkin untu
k membuktikan secara empiris apa yang seharusnya. Selanjutnya, asumsi yang me
ndasari beberapa teori normatif yang belum teruji, dan itu tidak jelas apakah teori
memiliki fondasi yang kuat.
Positif teory (Teori positif)
Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah untuk menerangkan da
n meramalkan praktek akuntansi. Salah satu contoh dalam penggunaan teori
positif ini adalah hipotesa ”bonus plan”. Hipotesa ini menunjukkan bahwa ma
najemen yang remunerasinya didasarkan pada bonus maka mereka akan ber
usaha memaksimalkan pendapatannya melalui pendekatan akuntansi yang d
apat menaikkan laba sehingga bonusnya tinggi. Dalam penyusunan laporan k
euangan manajemen tentu akan memilih standar akuntansi yang dapat mena
ikkan laba atau bonus mereka. Teori ini akan dapat menjelaskan atau mempr
ediksi perilaku manajemen dalam mana bonus plan diberlakukan.
Recent development (perkembangan terbaru)
Munculnya perbedaan antara penelitian Akademis dan Profesional yang se
belumnya dinilai seragam. penelitian Akademis tetap dalam pendekatan p
ositif yang umumnya menekankan pada peran dan pengaruh informasi aku
ntansi sedangkan Profesional agak condong pada pendekatan normatif yan
g umumnya menekankan upaya untuk menyeragamkan praktek akuntansi
agar lebih bermanfaat bagi praktisi.
THANK YOU