Anda di halaman 1dari 24

CBT

KELOMPOK 1
GANGGUAN KARDIOVASKULAR

Alana Arumsari T (21162001)


Ara Kuswara (21162003)
Danny Kurniawan F (21162005) Fajar Lutfi Faisal (21162011)

Dhea Yolanda S (21162007) Fitriyani N (21162013)

Eghi Fajar M (21162009) Gita Saraswati (21162015)


Herni Nur Aeni (21162017)
HIPERLIPIDEMIA

GANGGUAN
KARDIOVASKULAR
HIPERTENSI

ISCHEMIC HEART DISEASE


– ANGINA

SINDROM CORONER
AKUT

STROKE ISHKEMIA-
Transient Ischemic Attack
Hiperlipidemia
Dipiro, 2015
Peningkatan satu atau lebih kolesterol,
Definisi
kolesterol ester, trigliserida, fosfolipid

Patofisiologi Peningkatan LDL, Penurunan HDL

Man. Klinik Hiperlipidemia Primer

Hiperlipidemia Hiperlipidemia Sekunder

Algoritma

Resin Asam Empedu Kolestiramin


Asam Nikotinat Niasin
Inhibitor HMG-CoA Reduktase Simvastatin
Gol. Obat
Asam Fibrat Gemfibrozil
Penghambat Kolesterol Intestinal Ezetimibe
Lain-lain Suplemen minyak ikan
Klasifikasi Lipid
1. Pencegahan Primer Penyakit Kardiovaskuler/Usia Dewasa Tanpa PKV
a. Dengan atau tanpa 1 faktor risiko PKV
Sasaran: tercapainya kolesterol LDL <160 mg/dl dan tanpa hiperkolesterolemia berat.
Kolesterol total > 240 mg/dl (Kolesterol LDL >160 mg/dl) atau HDL <35 mg/dl atau TG>200 mg/dl

Cari dan obati penyakit sekunder

Kolesterol Total > 240 mg/dl

Terapi diet tahap I selama 3 bulan + latihan fisik → periksa ulang

Kolesterol Total <240 mg/dl Kolesterol Total Tetap ≥240 mg/dl atau
atau LDL <160 mg/dl LDL >160 mg/dl

Diet tahap II selama 6 bulan


Teruskan diet

Kolesterol total > 240 mg/dl

Pertimbangkan terapi obat jika LDL


>130 mg/dl atau TG>200mg/dl
Brenner M. George, 2013
b. DENGAN ≥ 2 FAKTOR RESIKO
SASARAN : TERCAPAINYA KADAR KOLESTEROL LDL <130 Mg/dl

Kolesterol Total > 200 mg/dl (Kolesterol LDL >130 mg/dl) atau TG >200 mg/dl

Cari dan obati penyakit sekunder

Kolesterol total > 200 mg/dl, LDL > 130 mg/dl atau TG > 200 mg/dl

Terapi diet Tahap I selama 3 bulan + latihan fisik → periksa ulang

Kolesterol total < 200 mg/dl Kolesterol total >200 mg/dl, LDL>130 mg/dl,
TG>200 mg/dl

Teruskan diet
Terapi obat+periksa ulang tiap
tahun kalau LDL > 130 mg/dl atau
TG > 200 mg/dl
Brenner M. George, 2013
2. PENCEGAHAN SEKUNDER : PASIEN DENGAN PENYAKIT
KARDIOVASKULER
SASARAN : MENURUNKAN KOLESTEROL LDL HINGGA <100
MG/DL
Kolesterol total >200 mg/dl (Kolesterol LDL > 130 mg/dl)

Ciri dan obati penyakit sekunder

Terapi diet selama 3-6 bulan+latihan fisik → periksa ulang

Kolesterol total < 160 mg/dl atau Kolesterol LDL > 100 mg/dl
LDL<100 mg/dl
Tambahkan terapi obat hipolipidemik
selama 4-6 minggu dan 3 bulan
Teruskan diet. Periksa ulang
dalam 6-12 bulan

LDL > 100 mg/dl LDL < 100 mg/dl

Obat lebih kuat /terapi Periksa ulang tiap 4 bulan /lebih


kombinasi *kombinasi deriv. sering *evaluasi jangka panjang
Asam fibrat /statin dengan asam  periksa kolesterol total
*analisa lipoprotein lengkap dan
Brenner M. George, 2013 LDL 1 tahun sekali
HIPERTENSI
Dipiro, 2015
> 60 Tahun > 150/90 mmHg
Definisi
< 60 Tahun > 140/90 mmHg
RAAS
Humoral Hormon Natriuretik
R.insulin dan hiperinsulinemia
Neuronal
Patofisiologi
Komponen autoregulasi perifer
Endothelial vascular
Elektrolit
Gejala Asimptomatik
Prehipertensi
HIPERTENSI Tanda
Hipertensi
(Blood urea nitrogen (BUN)
Kreatinin serum
Manifestasi
klinik Lipid puasa
Data Laboratorium
Glukosa darah puasa
Kalium serum
Urinalisis
Keluhan Pasien
Pemeriksaan Penunjang dlm penegakkan diagnosis
Riwayat Penyakit

Algoritma

Gol. Obat
Klasifikasi Tekanan Darah Tinggi
Mekanisme
Terjadinya
Hipertensi
JNC 8
Algoritma Hipertensi pada usia dewasa

Hipertensi ≥ 18 tahun

Menerapkan gaya hidup (Diatur secara


berkelanjutan)

Tentukan tujuan BP, kemudian lakukan terapi untuk menurunkan tekanan darah berdasarkan umur,
riwayat penyakit DM dan ginjal akut
Populasi umum (tanpa diabetes atau ginjal akut) Dengan diabetes atau ginjal akut

usia > 60 tahun usia < 60 tahun Semua umur, dengan riwayat Semua umur, dengan
diabetes tanpa ginjal akut riwayat ginjal akut tanpa
diabetes atau dengan
Tujuan BP Tujuan BP dengan diabetes
Tujuan BP
SBP : < 150 mmHg SBP : < 140 mmHg
SBP : < 140 mmHg
DBP : < 90 mmHg DBP : < 90 mmHg Tujuan BP
DBP : < 90 mmHg
SBP : < 140 mmHg
Ras non-hitam Ras hitam DBP : < 90 mmHg
Semua Ras
Dimulai dengan gol diuretik Dimulai dengan gol
Dimulai dengan ACEI atau
tipe thiazide atau ACEI atau diuretik tipe thiazide
ARB, tunggal atau kombinasi
ARB atau CCB, tunggal atau atau CCB, tunggal atau
dengan gol. Obat lain
kombinasi kombinasi

Pilih strategy terapi obat :


1. Memaksimalkan obat pertama sebelum diberikan obat kedua atau
2. Tambahkan obat kedua sebelum tercapainya dosis maksimum dari obat pertama, atau
3. Dimulai dengan 2 golongan obat secara terpisah atau sebagai kombinasi
Dipiro, 2015
GOLONGAN OBAT DAN OBAT UTAMA
Hipertensi
Diuretik Tiazid, Contohnya : Klorotiazid, Hidroklortiazid,
1
Indapamid, Metolazon.

Diuretik Hemat Kalium, Contohnya : Spironolakton,


2
Amiloride, Eplerenon,Triamteren.

Diuretik Loop Diuretik, Contohnya : Furosemid, Asam


3
Etakrilat, Bumetanid.

Beta-Bloker, Contohnya : Propanolol, Metoprolol, Atenolol,


4 Carvedilol,Timolol.

ACEI, Contohnya : Benazepril, Captropil, Enalapril,


5
Fasinopril, Lisinopril, Moexipril, Quinopril, Ramipril.

Angiotensin II Reseptor Blocker Contohnya : Candesartan,


6
Losartan, Eprosartan, Irbesartan, Olmesartan.

Calcium Channel Blocker, Contohnya : Amplodipin,


7
Nifedipin, Diltiazem, Nicardipin,Verapamil.
Ischemic heart
Disease (IHD)
- Angina

Pharmacotherapy Principles
& Practice 4th edition
Dipiro, 2014
< O2 di miokardium,
Definisi
disebabkan aterosklerosis

Aterosklerosis pembuluh
Patofisiologi
darah epikardial

Sensasi tertekan dan terbakar di sternum

didekat sternum yang menjalar ke rahang kiri,


bahu dan tangan.

Angina pectoris stabil, sakit dada setelah melakukan aktivitas,


Ischemic heart Manifestasi Klinik Gejala lamanya serangan < 10 menit
Disease (IHD) - Angina
Angina pectoris tidak stabil, lamanya serangan meningkat

Angina varian, terjadi spontan umumnya


waktu istirahat dan aktivitas ringan

Algoritma

β-adrenergic bloker Atenolol

Golongan Obat Nitrat Isosorbit Dinitrat

Antagonis Kanal Kalsium Amlodipin


Dipiro, 2014
ALGORITME
Ischemic heart Desease (IHD) - Angina
IHaD STABIL

Terapi penurunan lipid (Jika Modifikasi gaya hidup Nitrat terapi


LDL Tinggi : di terapi dgn (Diet, Olah raga, menurunkan (Nitrogliserin sublingual/spray
gol. statin) berat badan, berhenti merokok)

Tambahkan clopidogrel Aspirin Jika ada kontraindikasi clopidogrel


(75 mg/hr selama 1-12 (81-325 mg/hr) Tidak toleran (75 mg/hr)
bln)

DM, hipertensi, dan/atau ginjal kronis


Ya
Menggunakan ACE-I atau ARB
Menggunakan ACE-I atau Ya
Infrak miokardial atau
ARB + β-bloker
disfungsi ventricular kiri?
β-bloker Tidak
Alternatif : Tidak Ya Jika BP = CCB
Jika BP = CCB Varian angina?
BP = Long acting nitrat
BP = Long acting nitrat
Pakai 3 terapi obat
Jika BP = CCB atau β-bloker
ineffective
BP = Long acting nitrat atau ranolazin Operasi CABG
Sindrom Koroner Akut
(SKA)
Pharmacoteraphy
Handbook, 2015 Fase akut dari Angina Pectoris Tidak Stabil (APTS)
Definisi yang disertai Infark Miokard Akut (IMA)

Trombosis karena ruptur plak arteri koroner


Patofisiologi pembentukan Trombus dan aliran darah koroner
yang mendadak berkurang

Aktivitas Fisik Berlebihan

Man.Klinik Stress Emosi, Terkejut


Sindrom Koroner
Akut Udara Dingin

(SKA)
Algoritma

Nitrat

Nitrogliserin
Antiiskemia
ISDN

B Bloker
Gol.Obat Antikoagulan Heparin

Aspirin

Anti Agregasi Trombosis Tiklodipin

Clopidogrel
PTSKA, 2015
ALGORITME
SINDROM KORONER AKUT (SKA)
Stroke Iskemik- Transient
Ischemic Attack
Pharmacoteraphy, Principle and
practice, 2008
Penurunan fungsi iskemia sistem
Definisi syaraf utama iskemia

Pembentukan trombus/emboli
Patofisiologi yang menghambat arteri serebral

Kelemahan pada satu sisi tubuh


Penurunan Penglihatan
Man. Klinik
Vertigo
Stroke Iskemik-
Jatuh
Transient Ischemic Attack
Algoritma
Alteplase iv
Antiplatelet Asetosal
Clopidogrel
B Bloker Labetolol 200-80mg/hr
Gol. Obat
Ca Channel Bloker
Nicardipin 60-120mg/hr
(CCB)
Sodium Niprussed
Stroke akut Pharmacoteraphy, Principle and practice, 2008

Pemeriksaan CT SAH (Subarachnoid


scan dalam Konsultasi dengan neurosurgical
hemoragik)
pembuluh darah
yes
di bagian otak Dapat mempertimbangkan
ICH (Intracerebral Pemeriksaan CT
hemoragik) scan dalam konsultasi dengan
no pembuluh darah neurosurgical, khususnya
di bagian otak jika terjadi pendarahan
Berikan cairan normal atau dengan MRI pada ICH
salin, periksa tekanan
darah, glukosa,
hyperthermia dan
kadar oksigen Diberikan terapi
yes antitrombotik setelah
24 jam,
Pemberian IV t-PA diberlakukan
Onset gejala < 3 jam yes
Lihat kriteria t-PA
evaluasi stroke
no yes
no
Peningkatan Dilakukan
Pemeriksaan di
secara spontan pemeriksaan corotid
sirkulasi arteri
atau resolusi dari emergent duplex
gejala yes
Terdapat gejala
Konsultasi untuk oprasi
penyempitan ICA
CEA (Carotid
Diberikan terapi Pasien tidak memiliki (Internal carotid artery)
no endarterectomy), terapi
antithrombotik, riwayat penggumpalan
antitrombotik no
dilakukan kembali darah (khususnya jika
evaluasi penyebab terjadi penyumbatan di Diberikan terapi
stroke arteri) antithrombotik, dilakukan
no
kembali evaluasi penyebab
stroke
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai