Anda di halaman 1dari 25

PERAN PERWATA JIWA

Lia Novianty, S.Kep,Ns.,M.Kep


KRITERIA SEHAT JIWA
Kriteria sehat Jiwa menurut Maria :
1. Berpikiran positif pada diri sendiri, percaya, &
menerima diri
2. Tumbuh, berkembang & beraktualisasi
3. Memiliki integrasi, mampu bertahan terhadap stres
& mengatasi kecemasan
4. Memiliki otonomi, dapat menemukan diri sendiri,
seimbang antara mandiri & tergantung. Dapat
mengambil keputusan secara mandiri
5. Persepsi realistis.
Sakit Jiwa?
 Merupakan gangguan pada otak
 Gangguan pada otak dicerminkan dalam
gangguan pikiran, perasaan dan perilaku
 Perilaku memberontak, kreatif, berkeyakinan,
berkepercayaan yang ekstrim; tidak sesuai
norma budaya dan agama yang dianut
masyarakat umum

3
AKTIVITAS PERAWAT
JIWA

Perawat jiwa melakukan aktivitas


pada 3 area utama :
1. Aktivitas memberikan askep
langsung pada klien
2. Aktivitas komunikasi
3. Aktivitas dalam pengelolaan
(manajemen keperawatan)
PERAN PERAWAT JIWA
Perawat jiwa memiliki peran dalam
tingkat pelayanan kesehatan jiwa yaitu:
1. Peran dalam prevensi primer
2. Peran dalam prevensi sekunder
3. Peran dalam prevensi tersier
1. PERAN DALAM PREVENSI
PRIMER

 Memberikan penyuluhan tentang prinsip-


prinsip sehat jiwa
 Mengefektifkan perubahan dalam kondisi
kehidupan, tingkat kemiskinan, &
pendidikan
 Memberikan pendidikan kesehatan
 Melakukan rujukan yang sesuai dengan
sebelum gangguan jiwa terjadi
1. PERAN DALAM PREVENSI
PRIMER

 Membantu klien di RSU untuk


menghindari masalah psikiatri dimasa
mendatang
 Bersama-sama keluarga memberi
dukungan pada anggota keluarga &
meningkatkan fungsi kelompok
 Aktif dalam kegiatan masyarakat &
politik yang berkaitan dengan kesehatan
jiwa
2. PERAN DALAM PREVENSI SEKUNDER

 Melakukan skrining & pelayanan evaluasi kesehatan


jiwa
 Melaksanakan kunjungan rumah atau pelayanan
penanganan dirumah
 Memberikan pelayanan kedaruratan psikiatri di RSU
 Menciptakan lingkungan yang terapeutik
 Melakukan supervisi klien yang mendapatkan
pengobatan
 Memberikan pelayanan pencegahan bunuh diri
….. sekunder
 Memberikan konsultasi
 Melaksanakan intervensi krisis
 Memberikan psikoterapi individu,
keluarga, dan kelompok pada berbagai
tingkat usia
 Memberikan intervensi pada komunitas &
organisasi yang telah teridentifikasi
masalah yang dialaminya
3. PERAN DALAM
PREVENSI TERSIER
 Melaksanakan latihan vokasional &
rehabilitasi
 Mengorganisasi “after care” untuk klien
yang telah pulang dari fasilitas kesehatan
jiwa untuk memudahkan transisi dari
rumah sakit ke komunitas
 Memberikan pilihan “partial
hospitalization” (perawatan rawat siang)
pada klien
PERAN PERAWAT KESEHATAN JIWA
1. Pelaksana asuhan keperawatan
b’tanggung jwb melaksanakan asuhan keperawatan scr
komprehensif
2. Pengelola keperawatan
b’tanggung jwb dlm administrasi keperawatan, seperti
menerapkan teori manajemen dan kepemimpinan dlm mengelola
askep, mengorganisasi pelaksanaan terapi modalitas, dll
3. Pendidik keperawatan
b’tanggung jwb memberikan pendidikan kesehatan kpd individu,
keluarga, komunitas shg mampu merawat diri sendiri
4. Peneliti
b’tanggung jwb dlm penelitian utk meningkatkan praktek
keperawatan jiwa
FUNGSI PERAWAT KESEHATAN JIWA

1. Memberikan lingkungan terapeutik


2. Bekerja utk mengatasi masalah klien “here and now”
3. Sebagai model peran
4. Memperhatikan aspek fisik dari masalah kesehatan klien
5. Memberikan pendidikan kesehatan
6. Sebagai perantara sosial
7. Kolaborasi dgn tim lain
8. Memimpin dan membantu tenaga perawatan
9. Menggunakan sumber di masyarakat sehubungan dgn kesehatan
mental
TINGKAT PENCEGAHAN
1. Pencegahan primer
pencegahan primer mendahului penyakit dan diterapkan pd
populasi yg umumnya sehat. Pencegahan ini termasuk
peningkatan kesehatan dan mencegah penyakit

2. Pencegahan sekunder
mencakup reduksi penyakit aktual dgn deteksi dini dr penanganan
masalah kesehatan

3. Pencegahan tersier
mencakup pengurangan gangguan atau kecacatan yg diakibatkan
oleh penyakit
KIPRAH PERAWAT JIWA

PELAYANAN
PENDIDIKAN
PENELITIAN
ORGANISASI
KIPRAH BIDANG
PELAYANAN :
RSU & MASY.
PELAYANAN DI
RUMAH SAKIT JIWA
 MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN
PROFESIONAL DI RUANG PSIKIATRI
 MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN
PROFESIONAL DI RUANG NAPZA
 MODELPRAKTEK KEPERAWATN
PROFESIONAL DI RUANG INTENSIVE
PSIKIATRI
PELAYANAN DI RSU
UNIT INTENSIF PERAWATAN
JIWA

PELAYANAN PSIKOSOSIAL
PASIEN GANGGUAN FISIK
PELAYANAN DI MASYARAKAT
COMMUNITY MENTAL HEALTH NURSING
 ACEH

 JABAR
KOLABORASI
 Perawat jiwa berkolaborasi dgn pasien, keluarga, tim
kesehatan lainnya
 Kolaborasi mrpk perencanaan, pengambilan keputusan,
penyelesaian masalah, penetapan tujuan, dan kewajiban
individu yg bekerjasama dalam komunikasi terbuka
3 KUNCI KOLABORASI
1. Kontribusi aktif dan asertif dr masing-masing individu

2. Menghargai dan menerima kontribusi orang lain

3. Negosiasi yang dibangun dari tiap anggota untuk


membentuk suatu pemahaman baru terhadap masalah
Perawat bisa menjadi anggota dari 3
tipe kelompok :

1. Unidisiplin : semua anggota tim dlm disiplin ilmu yg sama

2. Multidisiplin : anggota dari berbagai disiplin ilmu

3. Interdisiplin : anggota dari berbagai disiplin ilmu yg


terlibat dalam pengaturan khusus utk pelayanan thd
pasien dan juga utk memaksimalkan pertukaran ilmu.
Misalnya pada tatanan pelayanan kesehatan
MENTAL HEALTH PERSONNEL
 PERAWAT JIWA

 PSIKIATER

 PEKERJA SOSIAL

 PSIKOLOG

 TERAPIS AKTIVITAS

 CASE WORKER

 KONSELOR PENYALAHGUNAAN ZAT


KOLABORASI PERAWAT JIWA