Anda di halaman 1dari 35

Kode MK : FR.

409 / 4 SKS

Dosen :
H.Asyhari Asyikin
CURRICULUM VITAE

Nama : DR. H. Asyhari Asyikin S.Farm,M.Kes.


Pendidikan : - SMF Depkes Thn 1985
- S1 Ekonomi Thn 1989
- S1 Farmasi UIT 2003
- S 2 Kes Mas Unair Surabaya 2001
- S 3 Sosiologi Kesehatan UNM 2014
Alamat:
Kantor : Poltekkes Jur Farmasi.Jl.Baji Gau NO.10 tlp 854021
Rumah : Jl. Kumala No. 178 Telp. 875659/HP.081342707779
Jl.Dg.Tata III (Perum Mks Upa Regency Blok D10) Tlp 862921

Pengalaman mengajar :
1. Dosen Poltekkes jurusan Farmasi 2001-sekarang
2. Dosen FKM UIT 2003-sekarang
3. Dosen Fak.Farmasi UIT 2006-sekarang
4. Dosen D3 Farmasi Nani Hasanuddin 2008
5. Dosen D3 Sandy Karsa 2008
4. Dosen Univ Pancasakti (Farmasi ) 2009
5. Dosen pascasarjana Kesehatan UIT 2009

Istri : DR. Hj. Nurisyah Asyhari , M.Si.,Apt.


Anak : 4 orang
Tata Tertib Kelas
15 menit setelah dosen masuk kelas, 
mahasiswa tidak diperkenankan masuk.
Mahasiswa tidak diperkenankan ngobrol di 
dalam kelas, kecuali mendiskusikan materi ajar. 

Mahasiswa tidak diperkenankan menggunakan 


handphone di dalam kelas.

Mahasiswa yang bisa mengikuti ujian adalah 


mahasiswa yang aktif mengikuti kuliah minimal
70% dari jumlah pertemuan yang ada.
Mahasiswa dapat menerapkan
konsep dasar manajemen
pengelolaan perbekalan farmasi,
membuat laporan operasional,
analisis studi kelayakan
perusahaan dan pengelolaan
perbekalan farmasi dan alkes di
sarana distribusi dan pelayanan
kesehatan.
1. Memahami konsep dasar Manajemen
secara umum
2. Memahami dan membuat laporan
pengadaan sediaan farmasi
3. Menyajikan laporan-laporan operasi
perusahaan Farmasi dan pelayanan
kesehatan
4. Membuat studi kelayakan pendirian
perusahaan Farmasi
5. Menyajikan laporan operasional untuk
pengusulan alternative manajemen
untuk perbaikan kinerja perusahaan
1. Konsep dasar Manajemen secara
umum
2. pengadaan dan pengelola sedia
Farmasi di Pel Kes Pemer
3. Laporan operasional perbek
farmasi di sector swasta
4. analisis studi kelayakan pendirian
sebuah perus. Farmasi
5. Analisis pengambil keputs
alternative utk perbek kinerja per
RUJUKAN
Moh. Anief, Manajemen Farmasi 2010 .1
Amirullah & Rindyah Hanafi, 2012. Pengantar Manajemen. Graha Ilmu, .2
Yogyakarta.
Dep Kes RI, Pedoman Pengelol Obat Puskes, 2009 .3
Fx. Soedjadi, 1997. Analisis Manajemen Modern, Kerangka pikir dan .4
beberapa pokok aplikasi. Gunung Agung, Jakarta.
Hasibuan, Manajemen Dasar, Ed. II, 2008 .5
James A.F. Stoner & R. Edward Freeman. Manajemen, edisi Indonesia, .6
jilid 1 dan 2. Intermedia, Jakarta
M.A. Mukhyi, 2005. Pengantar Manajemen Umum, Gundarma, Jakarta. .7
Soehardi, Analisis Break Event, Fekon UGM, 2010 .8
Sondang P. Siagian MPA, 2009 Fungsi-fungsi Manajemen. .9
Bumi Aksara, Jakarta.
Sukanto Reksohadiprodjo, 2011, Dasar-dasar Manajemen. .10
BPFE, Yogyakarta
Stephen P. Robins & Mary Coulter, 2009. Manajemen, edisi .11
Indonesia, jilid 1 dan 2. PT. Prehellindo, Jakarta.
Manajemen Farmasi dan Akuntansi
Membahas : Konsep dasar Manajemen pada pengelolaan
sediaan farmasi di Apotek, PBF, T.Obat,
Rumah Sakit, Puskesmas dan G. Farmasi

Konsep Manajemen :
George R. Terry : Manaj ad: pencapaian tuj yang sudah
ditentukan sebelumnya dengan menggunakan
orang lain.
Koontz donnel : Manaj adl : usaha untuk mencapai tuj. yg
diinginkan dgn menciptakan suatu lingk kerja
yang menguntgk dalam suatu organisasi.
Penegasan defenisi di atas : Manaj. Mempunyai tujuan dan tidak
bekerja sendiri
Definisi
Manajemen adalah proses perencanaan, 
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan
penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar
mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).

Manajemen merupakan ilmu dan seni. 

Ada 4 fungsi utama dalam manajemen: 


Perencanaan (Planning), Pengorganisasian
(Organizing), Pengarahan (Actuating/Directing), dan
Pengawasan (Controlling)
Definisi (Lanjutan)
Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui 
orang
lain (Follet,1997) 

Sebuah proses yang dilakukan untuk 


mewujudkan tujuan organisasi melalui
rangkaian kegiatan berupa perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian orang-orang serta sumber daya
organisasi lainnya (Nickels, McHugh and
McHugh ,1997)

Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu 


yang terkait dengan pencapaian tujuan.
(Ernie&Kurniawan, 2005)
Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan

Adanya penggunaan sumber daya organisasi, 


baik sumber daya manusia, maupun faktor-
faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut
meliputi sumber daya manusia, sumber daya
alam, sumber daya keuangan, serta informasi
(Griffin,2002) 

Adanya proses yang bertahap dari mulai 


perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengimplementasian, hingga pengendalian
dan pengawasan.

Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan. 


Manajemen

Proses Seni & Ilmu

POAC

Sbr Daya yg Efisien

Man Money Machines Methode Materials Market

Tuj yg tlh ditetapkan


 Perencanaan (Planning)
 Pengorganisasian (Organizing)
 Pengarahan dan pengimplementasian
(Directing/Leading)
 Pengawasan dan Pengendalian
(Controlling)
 proses yang menyangkut upaya yang
dilakukan untuk mengantisipasi
kecenderungan di masa yang akan
datang dan penentuan strategi dan
taktik yang tepat untuk mewujudkan
target dan tujuan organisasi.
 Menetapkan tujuan dan target bisnis
 Merumuskan strategi untuk mencapai
tujuan dan target bisnis tersebut
 Menentukan sumber-sumber daya yang
diperlukan
 Menetapkan standar/indikator
keberhasilan dalam pencapaian tujuan
dan target bisnis
 proses yang menyangkut bagaimana
strategi dan taktik yang telah
dirumuskan dalam perencanaan
didesain dalam sebuah struktur
organisasi yang tepat dan tangguh,
sistem dan lingkungan organisasi yang
kondusif, dan dapat memastikan bahwa
semua pihak dalam organisasi dapat
bekerja secara efektif dan efisien guna
pencapaian tujuan organisasi
 Mengalokasikan sumber daya,
merumuskan dan menetapkan tugas, dan
menetapkan prosedur yang diperlukan
 Menetapkan struktur organisasi yang
menunjukkan adanya garis kewenangan
dan tanggungjawab
 Kegiatan perekrutan, penyeleksian,
pelatihan dan pengembangan sumber
daya manusia/tenaga kerja
 Kegiatan penempatan sumber daya
manusia pada posisi yang paling tepat
 proses implementasi program agar
dapat dijalankan oleh seluruh pihak
dalam organisasi serta proses
memotivasi agar semua pihak tersebut
dapat menjalankan tanggungjawabnya
dengan penuh kesadaran dan
produktifitas yang tinggi.
 Mengimplementasikan proses
kepemimpinan, pembimbingan, dan
pemberian motivasi kepada tenaga
kerja agar dapat bekerja secara efektif
dan efisien dalam pencapaian tujuan
 Memberikan tugas dan penjelasan rutin
mengenai pekerjaan
 Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
 proses yang dilakukan untuk
memastikan seluruh rangkaian kegiatan
yang telah direncanakan,
diorganisasikan dan diimplementasikan
dapat berjalan sesuai dengan target
yang diharapkan sekalipun berbagai
perubahan terjadi dalam lingkungan
dunia bisnis yang dihadapi.
 Mengevaluasi keberhasilan dalam
pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai
dengan indikator yang telah ditetapkan
 Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi
atas penyimpangan yang mungkin
ditemukan
 Melakukan berbagai alternatif solusi atas
berbagai masalah yang terkait dengan
pencapaian tujuan dan target bisnis
Farmasi : suatu profesi kes yang berhubungan dengan
kegiatan termasuk pengendalian mutu dan
distribusi dari produk yang berkhasiat obat.
Juga
meliputi seni dan ilmu pembuatan, identifikasi,
seleksi, aksi farmakologi, pengawetan, analisa
dan standar obat.

Masalah Kefar merupakan masalah


yang sangat kompleks dimana tng
farmasi diharapkan dalam POAC →
Public Health, Demog dan Manj Log
TUGAS MANAJEMEN FARMASI
Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek,
Pedagang Besar Farmasi , Toko
Obat.

1. Nama Usaha
2. Logo dan arti logo
3.Nama Pemilik & Staff
4. Sejarah Pendirian
5. Visi dan Misi
6. Kiat-kiat pengelolaan
7. Kesimpulan
 Apotek (Permenkes 925/2013) adalah : suatu tempat
tertentu dimana dilakukan pekerjaan kefarms dan
penylggran perbkl farmasi kepada masyarakat serta
mendukung usaha pemeritah dalam program obat
generik dengan harga terjangkau

 Pengertian terbaru tentang Apotek terdapat


dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI
No.1027/Menkes/SK/IK/2014 tentang standar
pelayanan kefarmasian di Apotek, yang
menyatakan bahwa Apotek adalah tempat
tertentu, tempat dilakukannya pekerjaan
kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi,
perbekalan kesehatan lainnya kepada
masyarakat (Kemenkes, 2014).
Asisten Apoteker (AA)
Tugas:

1.Membantu Apoteker dalam hal pelayanan R/,


TC (over the counter), pembuatan sediaan obat,
2.Mencatat dan memeriksa keluar masuknya obat
3.Menyusun buku defekta
4.Pembuatan laporan narkotika & psikotropika
5.Pengarsipan R/

Tanggung Jawab : AA bertanggung jawab kepada


APA
Sebelum mendirikan Apotek bbrp hal yang
perlu diperhatikan antara lain :

1. Studi kelayakan → survei lokasi


dan modal usaha (sbr dana)
2. Syarat Apotek → SIA, PSA dan APA
3. Struktur organisasi → APA, Bg
perac & Penjln. Tata Usaha
 Pengelolaan perbkln di Apt : (1) Pengadaan,
(2) Penerimaan, (3) Penyimpanan dan (4)
Pengiriman Barang
 Keberhasilan suatu usaha Apt. Sangat
ditentukan oleh :

1. Lokasi Apt.
2. Mdl Usaha
3. Ketr. Karyawan
4. Ambisi dan Kekompakan Tim
5. Kepercayaan Konsumen (Produk, Harga,
Sikap Petugas dan Suasana Apt)
6. Kepuasan
HAM Farmasis (Apotek)

PSA

Dokter Kepuasan Konsumen

Petugas Apotek
 UU. No. 22/97, narkotik hanya boleh digunakan
untuk keperluan pengobatan dan IPTEK
 Penjualan harus dengan resep dokter dan
pesanan RS/Poliklinik
 Kelengkapan Resep:
1. Nama dan alamat pasien/dokter
2. Jml obat yang diminta, keaslian R/, copy R/ hanya
dapat dilayani oleh apotek yang mengeluarkan copy
R/ tsb
3. R/ Morphin dan Pethidin tidak boleh diulang
4. Disimpan dilemari terkunci dan dilengkapi kartu stock
 laporan penggunaan narkotik ditujukan ke
Dinas Kes Kab/Kota cq Bid Farmasi, tembusan
diberikan kepada penyalur & badan POM serta
Arsip Apt. (selambat-lambatnya tgl 15 setiap
bulan)

 Pemusnahan narkotik : narkotik yang rusak


tidak boleh diedarkan, hrs dimusnahkan
(harus dibuat berita acara pemusnahannya).
 Sebelum mendirikan Apt. perlu dilakukan survei
lokasi &studi kelayakan. Hal ini sangat menentukan
kelangsungan &perkemb. Kehidupan apt.

 Contoh studi kelayakan serta perhitungannya :


1. Jumlah modal awal yang diperlukan :
- Sewa gedung. Misalnya Rp. 15.000.000,-
- Perabot apt/ktr Rp. 15.000.000,-
- Peralatan reseptir Rp. 2.000.000,-
- Modal kerja Rp. 50.000.000,-
Jumlah Rp. 82.000.000,-
2. Tenaga Personalia Tahun I :
- Apoteker 1 orang Rp. 9.000.000,-
/thn
- AA 2 orang @ Rp. 500.000,- Rp. 12.000.000,-/thn
- Adm/juru R/ 2 orang @ Rp. 300.000,- Rp. 7.200.000,-
/thn
3. Biaya Pengelolaan
Jumlah Tahun I : Rp. 28.200.000,-/thn
a. Gaji pegawai Rp. 28.200.000
b. THR (1 bln gaji) Rp. 2.350.000
c. Biaya listrik pertahun @ Rp. 200.000,- Rp. 2.400.000,-
d. Biaya Telp. Per tahun @ Rp. 100.000,- Rp. 1.200.000,-
e. Pemeliharaan sarana (2 %) Rp. 1.640.000,-
f. Administrasi kantor Rp. 5.000.000,
g. dll Rp. 5.000.00
h. Bunga Bank -
Jumlah Rp. 45.790.000
"Break Event Point (BEP)“ = 4 x biaya tetap
= 4 x Rp. 45.790.000,-

Maka target omzet minimal perbln adalah :


BEP / 12 = Rp. 38.158.333,-/bln
Atau + Rp. 1.300.000,- perhari

• Umumnya jml omzet dr R/ dibanding omzet penjualan bebas


adalah 4 : 1, maka diharapkan :
- Omzet R/ = (4/5 x Rp. 38.158.333,-) = Rp. 30.526.666,-/bln
- Omzet penj bbs = (1/5 x Rp. 38.158.333,-) = Rp. 7.631.666,-/bln
• Bila hrg R/ rata-rata disekitar lokasi adalah Rp. 15.000
• ,- jml R/ perlembar rata-rata 2, maka
Jml lembar R/ hrs : 1.020 lbr/bln atau 34 lbr/hari
• Untuk menghitung thn ke-2 dst. Biasanya diperhitungkan
kenaikan biaya tetap 10 % / thn