Anda di halaman 1dari 22

COMMON

COLD /
SELESMA
GRACIA KAESATARA M – 16109
ZAFIRAH ARIIBAH SANIYYAH I - 16121
DEFINISI
Rinitis
Common Cold
Selesma
Selesma adalah iritasi atau peradangan selaput lendir hidung
akibat infeksi dari suatu virus. Selaput lendir yang meradang
memproduksi banyak lendir sehingga hidung menjadi
tersumbat dan sulit bernafas
EPIDEMIOLOGI
Rinitis merupakan salah satu penyakit infeksi saluran
pernafasan_atas
Tersering pada anak dan dapat terjadi sepanjang tahun.
Infeksi virus penyebab rinitis dapat berbeda pada setiap
musimnya, misalnya insiden rinovirus yang mencapai
puncaknya pada bulan Agustus sampai Oktober dan April
sampai Mei, parainfluenza pada bulan Desember, dan
Respiratory Syncitial Virus (RSV) dan influenza pada bulan April.
Rinitis lebih sering terjadi pada musim hujan pada daerah
tropis.
Anak-anak mengalami rinitis 6-8 kali per tahun, 10-15%
mengalami rinitis 12 kali per tahun, berbeda dengan orang
dewasa yang hanya sekitar 2-4 kali per tahun.
ETIOLOGI
Virus patogen yang paling sering menyebabkan rinitis adalah
rinovirus walaupun dapat disebabkan virus lainnya.
Rinovirus mempunyai lebih dari 100 serotipe dan merupakan
penyebab 30-50% rinitis pertahun.
Virus lain penyebab rinitis diantaranya: koronavirus, RSV,
human metapneumovirus, influenza, parainfluenza,
adenovirus, enterovirus dan bocavirus.
TRANSMISI
Kontak langsung
Kontak tidak langsung :benda yg dipegang orang yg
terinfeksi
Inhalasi : droplet (keluar dr orang yg terinfeksi ketika batuk,
bersin & bernafas)
GEJALA KLINIS
Gejala Koriza
Gejala Faringeal
Gejala Faringokonjungtival
Gejala Influenza
Gejala Herpangina
Gejala Obstruksi Laringotrakeobronkitis Akut
GEJALA KORIZA
Pengeluaran cairan Sakit kepala
(discharge) nasal yang
Malaise
berlebihn
Nyeri otot
Bersin
Lesu
Obstruksi Nasal
Kedinginan
Mata berair
Demam jarang terjadi
Konjungtivitis ringan
Sakit tenggoorokan
Rasa kering pada bagian
posterior palatum molle dan
uvula
GEJALA FARINGEAL
Sakit tenggorokan ringan sampai berat
Peradangan faring, tonsil dan pembesaran kelenjar adenoid
Obstruksi nasal
Batuk sering terjadi
Kedinginan
Malaise
Sakit diseluruh badan
Sakit kepala
Demam ringan
GEJALA
FARINGOKONJUNGTIVA
Varian dari gejala faringeal
Disusul konjungtivitis disertai fotofobia
Disertai rasa sakit pada bola mata
GEJALA INFLUENZA
Demam
Menggigil
Lesu
Sakit kepala
Nyeri otot menyeluruh
Malaise
Batuk
Sakit tenggorokan
Nyeri retrosternal
GEJALA HERPANGINA
Disebabkan virus coxsackie A
Sering menimbulkan resiko faringeal, oral dan gingival yang
berubah menjadi ulkus
GEJALA OBSTRUKSI
LARINGOTRAKEOBRONK
ITIS AKUT(CROUP)
Ditandai dengan batuk
Dispnea
Stridor inspirasi
cyanosis
DIAGNOSIS
Anamnesis
Gejala klinis
Perjalanan penyakit (melihat adanya komplikasi)
Gejala utama merupakan hidung buntu dan nasal discharge
FARINGITIS
DEFINISI
Adalah peradangan dinding faring yang dapat disebabkan oleh
virus (40-60%), bakteri (5-40%), alergi, trauma, dll.
Virus akan menginveksi faring dan menyebabkan reaksi inflamasi
local pd faring
Virus yaitu Rhinovirus, Adenovirus, Parainfluenza,
Coxsackievirus, Epstein –Barr virus, Herpes virus.
Bakteri yaitu, Streptococcus ß hemolyticus group A, Chlamydia,
Corynebacterium diphtheriae, Hemophilus influenzae, Neisseria
gonorrhoeae.
Jamur yaitu Candida jarang terjadi kecuali pada penderita
imunokompromis yaitu mereka dengan HIV dan AIDS, Iritasi
makanan yang merangsang sering merupakan faktor pencetus
atau yang memperberat
EPIDEMIOLOGI
Anak-anak dan orang dewasa umumnya mengalami 3−5 kali
infeksi virus pada saluran pernafasan atas termasuk
faringitis
Frekuensi munculnya faringitis lebih sering pada populasi
anak-anak. Kira-kira 15−30% kasus faringitis
pada anak-anak usia sekolah dan 10% kasus faringitis pada
orang dewasa. Biasanya terjadi pada musim dingin yaitu
akibat dari infeksi Streptococcus ß hemolyticus group A.
KLASIFIKASI
• Faringitis akut • Faringitis spesifik
- viral : disebabkan karena virus f. tuberculosis
(rhinovirus, adenovirus, EBV, influenza) Proses sekunder dari nyeri
paru
- bakterial : karena bakteri
streptococcus ᵝ hemolyticus grup A
- fungal : krn jamur candida
(dimukosa mulut dan faring)

• Faringitis Kronik
- f.k hiperplastik : terjadi perubahan
mukosa dinding posterior faring
- f.k atrofi : timbul bersamaan dengan
rhinitis atrofi
GEJALA KLINIS
Tanda dan gejala yang ditimbulkan faringitis tergantung pada
mikroorganisme yang menginfeksi. Secara garis besar
faringitis menunjukkan tanda dan gejala umum seperti lemas,
anorexia, demam, suara serak, kaku dan sakit pada otot
leher.
GEJALA
BERDASARKAN JENIS
Faringitis viral (umumnya oleh rhinovirus): diawali dengan
gejala rhinitis dan beberapa hari kemudian timbul faringitis.
Gejala lain demam disertai rinorea dan mual.
Faringitis bakterial: nyeri kepala hebat, muntah, kadang
disertai demam dengan suhu yang tinggi, jarang disertai
batuk.
Faringitis fungal: terutama nyeri tenggorok dan nyeri
menelan.
Faringitis kronik hiperplastik: mula-mula tenggorok kering,
gatal dan akhirnya batuk yang berdahak.
Faringitis atrofi: umumnya tenggorokan kering dan tebal
serta mulut berbau.
Faringitis tuberkulosis: nyeri hebat pada faring dan tidak
berespon dengan pengobatan bakterial non spesifik.
DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Px penunjang ( GABHS rapid antigen detection test)
TATA LAKSANA
Dekongestan
Dekongestan adalah agonis adrenergik (simpatomimetik). Mekanisme
aksinya, stimulasi dari reseptor α-adrenergik menarik pembuluh darah,
sehingga menurunkan pembengkakan pembuluh sinus dan edema
mukosa. Aksi langsung dekongestan (phenylephrine, oxymetazoline,
tetrahydrozoline) mengikat reseptor adrenergik
Paracetamol
Menghambat sintesis prostaglandin terutama di sistem saraf pusat,
sehingga menurunkan suhu tubuh
Vitamin C
Vitamin C pada dosis tinggi (1-1,5 mg) berkhasiat meringankan gejala,
mempersingkat lamanya infeksi dan sebagai stimulan sistem imun.
Pada dosis tinggi limfosit dirangsang perbanyakan aktivitasnya
sehingga pembasmian virus berlangsung lebih cepat