Anda di halaman 1dari 23

Surveying

Areas and Volumes


Luas dan Volume
Regular Figures

 Bentuk yang kompleks dapat di pecah


menjadi seri bentuk geometris sederhana
 Bentuk ini dapat lebih mudah dihitung
 Yaitu:
 Segitiga
 Trapezium
 Kotak, persegi
 lingkaran
Luas Segitiga

a
c
h

C b A
Trapezium

a dan b paralel
Lingkaran 

r r

A  r 2

The Sector
r  r  (rad )
2 2
A  h
360 2
c
The Segment r  r

2
r
A  (  Sin )
rad

2
Elips dan parabola
a

h
Bangun tidak beraturan

 Bangun dan bentuk muka bumi dan plot


tanah tidak selalu beraturan
 Dilakukan penyederhanaan bentuk tidak
beraturan menjadi bentuk beraturan
Batas tidak beraturan

 Petak tanah diukur dengan traverse


 Batas yang tidak beraturan dikur dengan
OFFSET
X
Irregular boundary
Z
Y
O1

O6
O3

O4

O5
O2

L L L L L
A B C
Traverse line
Trapezium rule
O1  O2
 Luas Trapesium pertama adalah A1 
2
 Luas kedua adalah A  O2  O3
2
2
 Luas total

X
Irregular boundary
Z
Y
O1

O6
O3

O4

O5
O2

L L L L L
A B C
Traverse line
Simpson’s Rule
 Simpson melakukan pengurangan eror
yang ditimbulkan akibat asumsi
penyederhanaan bentuk tidak beraturan
menjadi bentuk

 Dibuat 3 Offset, dan dihubungkan dengan


sebuah bentuk parabola
Simpson’s Rule

g
For the area contained between
a O1 and O3;
A = Trapezoid (abdea) + parabolic area (agefa)
f A = (O1 + O3)L + 2/3(area bounded by
e parabola)
A = (O1 + O3)L + 2/3*2L[O2 - (O1+ O3)/2]
A = L[3O1 + 3O3 + 4O2 - 2O1 - 2O3]/3
O1 O2 O3 A = L[O1 + 4O2 + O3]/3
and this may be repeated and summed for a
L L total area of an irregular figure provided that
b d
c the number of offsets is odd.
Simpson’s Rule

For this to work ‘n’ MUST be odd!

This is a much better approximation than the trapezium rule


Penghitungan Luas dengan
Koordinat
Y
5
4

1
3
2

X
a b c d e
The individual trapezia
Y
5
4

1 3
2

X
a b c d e
Area from Coordinates

Y
5
4

1 3
2

X
a b c d e
Perhitungan Volume

 Banyak digunakan dalam


pekerjaan:
 Penggalian
 Penimbunan (stockpiles)
 Pengangkutan
 Dapat juga digunakan
untuk volume material…
Bentuk Beraturan

 Prisma Segiempat
 Prisma segitiga
 Lengkung
 Kerucut
 Kerucut terpancung
Pekerjaan Jalan
 Volume Gali-Timbun biasanya dihitung
berdasarkan potongan melintang jalan
Volume Berdasarkan Potongan
Melintang
 Pendekatannya adalah dengan menghitung
volume antara dua luas penampang ujung
(end area). Luas ini dihitung dengan metode
penghitungan luas

A3
A2
A1

d
d
Rumus Penampang
Ujung (End-Area)
 Prisma pertama: A3
A2
A1

d
d
 Untuk semua prisma

Metode ini dapat diterapkan untuk hampir semua bentuk


Prismoidal Rule

 n harus ganjil
Penggunaan lainnya

 Penghitungan a4

volume dari A
a3
A

kontur a1 a2

c
c
c
Section AA