Anda di halaman 1dari 10

Pencegahan dan Penanganan Kekurangan

Vitamin, Anemia, Cacingan, Kurang Kalori


Protein (KKP)/ Malnutrisi
Nama Kelompok

Ade Yuni
Chaniago Kusuma Prayogi
Endah Gusana
Nada Octavia Rusman
Nur Deviana
Nursari Malinda
Satria Inggit Soptera
Selvi Kurnia Novianti
Kekurangan Vitamin A
Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak.
Berdasarkan struktur kimianya disebut retinol atau retina atau
disebut juga dengan asam retinoat, terdapat pada jaringan
hewan dimana retinol 90-95% disimpan pada hati
(Haryadi,2009).
a. Pencegahan
Untuk mencegah kekurangan vitamin A, maka di
adakan pemberian vitamin A dosis tinggi secara rutin dua kali
dalam satu tahun.
b. Pengobatan KVA
Diarahkan pada upaya memperbaiki status vitamin A.
Langkah ini harus segera diselenggarakan karena KVA bukan
hanya mencederai mata, tetapi juga mengganggu kesehatan dan
mengancam jiwa penderitanya.
Lanjutan…
• Pilihan pertama ialah preparat oral karena telah terbukti
amat efektif, aman, dan murah
• Tanda vitamin A dengan minyak sebagai bahan utama lebih
disukai, tetapi jika preparat tersebut tidak tersedia boleh
digunakan vitamin A yang larut dalam air.
• Jika tablet atau yang setara dengan dosis diatas tidak
tersedia, preparat oral dalam bentuk lain dapat diberikan,
seperti minyak ikan (fish-liver oil).
• Preparat yang dibuat dengan minyak akan sangat baik
diserap jika diberikan peroral; dan jangan sekali kali
disuntikkan karena vitamin A yang tercampur minyak
biasanya susah diserap dari lokasi tubuh yang disuntik.
• Satu satunya preparat yang cocok diinjeksikan secara
intramuscular adaalah vitamin A yang larut dalam air.
Anemia
Anemia adalah jumlah sel darah merah atau
hemoglobin pada sel darah merah berada dibawah normal.
Hemoglobin ini berfungsi mengangkut oksigen dari jantung
dan mengantarkannya ke seluruh tubuh.(Andri irawan,2015).

a. Etiologi
Sel sabit, Malnutrisi, Talasemia, Masa Kehamilan dan
Kebutuhan Zat Besi yang Meningkat, Perdarahan secara
Berlebihan saat Menstruasi, Makanan dan Obat-obatan yang
Menghambat Penyerapan Zat Besi, Malabsorpsi.
b. Pencegahan
1. Pemberian tablet atau suntikan zat besi
2. Pendidikan dan upaya yang ada kaitannya dengan
peningkatan asupan zat besi melalui makanan
3. Pengawasan penyakit infeksi
4. Frotifikasi makanan pokok dengan zat besi

c. Penanganan anemia
Tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya
adalah kekurangan zat besi, dokter akan mencari tahu dan
mengatasi penyebab kekurangan tersebut. Suplemen zat besi
dalam bentuk tablet atau sirup mungkin diberikan. (Bila
anemia disebabkan oleh masalah penyerapan pasca- operasi
gastrektomi, pemberian suplemen akan diberikan secara
intramuskular atau intravenal).
Cacingan
Cacingan menurut WHO (2011) adalah sebagai investasi
satu atau lebih cacing parasite usus yang terdiri dari golongan
nematode usus.
a. Gejala Cacingan
Pantat gatal, merupakan salah satu gejala untuk jenis
cacing Enterobius vermicularis. Pada spesies cacing ini, indung
cacing keluar dari lubang anus, biasanya di malam hari ketika
kita tidur, dan meletakkan telurnya di daerah peri-anal
(sekeliling anus)
b. Pencegahan cacingan
Cara yang bisa lakukan pada saat mengalami penyakit
cacingan ialah menggunakan obat cacingan.
1. Menjaga kebersihan
2. Masak makanan
3. Tidak memiliki kuku panjang

c. Penanganan Cacingan
Karena terkadang sulit mendeteksi orang yang cacingan,
maka harus rutin untuk minum obat cacing setiap enam bulan
satu dosis yang sesuai dan dianjurkan.

d. Pengobatan Cacingan
Obat yang mempunyai efek sebagai anti parasit dapat
digunakan untuk pengobatan cacingan,ada 2 jenis obat yaitu :
1. Pyrantelpamoat
2. Mebendazole
Kurang Kalori Protein (KKP)
Kekurangan kalori protein adalah defiensi gizi terjadi
pada anak yang kurang mendapat masukan makanan yang
cukup bergizi, atau asupan kalori dan protein kurang dalam
waktu yang cukup lama (Ngastiyah, 1997)
a. Jenis KKP
1. KKP derajat ringan dan sedang
2. KKP berat
b. Pencegahan
Proses pencegahan KKP biasa dilakukan sejak dari keluarga
membawa balita ke posyandu proses pemberian ASI harus
dilakukan hingga bayi minimal berusia enam bulan. Pemberian
makanan penunjang asli juga harus di berikan. Terutama
makanan yang mengandung kalori, vitamin dan mineral.
C. Penanganan KKP Berat
Penanganan KKP berat dikelompokan menjadi
pengobatan awal, dan rehabilitasi. Pengobatan awal ditujukan
untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa, sementara
fase rehabilitasi diarahkan untuk memulihkan keadaan gizi.
Yang pertama dimulai sejak pasien tiba di rumah sakit hingga
kondisi anak stabil dan nafsu makan pulih. Fase ini biasanya
berlangsung selama 2 – 7 hari. Jika lebih dari 10 hari ada
pasien tidak juga pulih, berarti diperlukan upaya tambahan.
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT