Anda di halaman 1dari 36

PENGEMBANGAN INSTRUMEN

KECAKAPAN HIDUP SISWA SMP PADA


MATERI TEKANAN

O
L
E
H

HARTIN LAKUTU
421 413 010
BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang
Dunia pendidikan dalam era globalisasi saat ini
merupakan satu wadah yang mampu
melahirkan generasi-generasi baru sehingga
dapat memperoleh pengetahuan
Trianto, 2010

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan


kebudayaan manusia yang dinamis dan syarat
perkembangan, oleh karena itu perubahan atau
perkembangan pendidikan adalah hal yang memang
seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya
kehidupan
Pendidikan juga bisa diartikan sebagai usaha yang
dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang lain agar
menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau
penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
Pendidikan yang telah diterapkan di Indonesia sebenarnya
sudah sangat berkualitas, namun ada beberapa hal yang
dilupakan sehingga metode pengajaran dirasakan kurang
efektif. Salah satunya yang terpenting namun sering
dilupakan adalah life skill atau kecakapan hidup. (Sudirman
N, 1992).
Life skill atau kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki
seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan
kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara
proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga
mampu mengatasinya. Implementasi life skill tidak dikemas
dalam bentuk mata pelajaran baru ataupun materi tambahan.
Kecakapan hidup dapat diintegarasikan pada setiap mata
pelajaran sehingga tidak diperlukan tambahan alokasi waktu
tertentu (Kunandar. 2011: 34-36)
NEXT …

Hasil survey di SMP menunjukkan sikap atau pemahaman siswa


dalam pelajaran Fisika masih kurang, Hal ini dibuktikan dengan
hasil belajar Fisika masih rendah. Namun ada beberapa siswa yang
dapat memahami materi fisika dengan sangat baik. Jadi setelah
diteliti ternyata sebagian siswa memiliki keterampilan yang buruk
dalam beradaptasi dengan materi sehingga sangat sulit untuk
memahami materi yang diberikan sehingga memungkinkan orang
seperti mereka tidak mampu menghadapi berbagai tuntuan dan
tantangan dalam kehidupan mereka.
Dengan melihat kondisi yang ada maka pengembangan instrumen
kecakapan hidup perlu diterapkan di SMP. Melalui cara ini
diharapkan siswa yang tadinya kurang berkecakapan baik akan
memiliki minat dalam belajar.
Karena dengan melakukan data penelitian tentang kecakapan hidup
maka dapat mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat
digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi siswa
Identifikasi Masalah

 Kurangnya pemahaman guru terhadap


instrumen kecakapan hidup siswa
 Tidak adanya instrumen kecakapan hidup siswa
selama proses pembelajaran
 Kesulitan siswa dalam memahami rumus-rumus
serta sukar dalam membayangkan konsep fisika
yang diberikan
Rumusan Masalah Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang


Tujuan yang diharapkan dalam
telah diuraikan, yang menjadi
penelitian ini adalah
permasalahan pada penelitian ini
menghasilkan Instrumen
adalah bagaimana instrumen
Kecakapan Hidup Siswa SMP
kecakapan hidup siswa SMP
Manfaat Penelitian

Instrument kecakapan Dapat bermanfaat


hidup siswa dapat untuk sekolah dalam
digunakan sebagai mengembangkan
bahan acuan dalam pembelajaran yang lebih
membantu guru pada baik sehingga dapat
proses pembelajaran menarik minat belajar
IPA (Fisika) khususnya siswa
pada materi tekanan
BAB II
KAJIAN TEORI

Instrumen Penilaian

Ibnu Hadjar (1996: 160) berpendapat


bahwa instrumen merupakan alat ukur
yang digunakan untuk mendapatkan
informasi kuantitatif tentang variasi
karakteristik variabel secara objektif
Ada beberapa jenis instrumen yang
biasa digunakan

TES OBSERVASI

SKALA
ANGKET BERTINGKAT

INTERVIEW DOKUMENTASI
Kecakapan Hidup

Life skill atau kecakapan hidup adalah


kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani
menghadapi problema hidup dan kehidupan
dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian
secara proaktif dan kreatif mencari serta
menemukan solusi sehingga mampu
mengatasinya (Kunandar. 2011)
NEXT …

Konsep pendidikan life skills merupakan salah


satu fokus analisis dalam pengembangan
kurikulum pendidikan yang menekankan pada
kecakapan hidup atau bekerja. Pendidikan Life
skills memiliki makna yang luas dari
employability skills dan vocational skills (Satori. D,
2002: 25-37)
Life Skills terbagi atas 4 yaitu :

Kecakapan Kecakapan
Personal Kecakapan Kecakapan Vokasional
Sosial Akademik
Kualitas Media Pembelajaran

Kualitas model
pembelajaran
ditinjau dari 3
aspek

Validitas Kepraktisan Keefektifan


Model Pengembangan
Four D

Menurut Thiagarajan (1974: 47) bahwa model


yang bagus digunakan adalah model 4-D.
Tahapan model tersebut diantaranya adalah
Tahap define, Tahap design, Tahap develop
dan Tahap disseminate
Define

Design

Develop

Disseminate
MATERI TEKANAN

 Massa Jenis

Massa jenis (density) ρ, sebuah


benda (ρ adalah huruf kecil dari abjad
Yunani “rho”) didefinisikan sebagai
massa per satuan volume:
ρ=

dimana m adalah massa benda dan V


merupakan volumenya
 Tekanan Pada Fluida
Tekanan didefinisikan sebagai gaya persatuan luas,
dimna gaya F dipahami bekerja tegak lurus terhadap
permukaan A:

P=

Sifat penting lainnya dari fluida yang berbeda dalam


keadaan diam adalah bahwa gaya yang disebabkan
oleh tekanan fluida selalu bekerja tegak lurus
terhadap permukaan yang bersentuhan dengannya
 Hukum Pascal

Hukum Pascal menyatakan


bahwa tekanan yang diberikan
pada fluida dalam suatu
tempat akan menambah
tekanan keseluruhan dengan
besar yang sama
Operasional Variabel yang
diamati

 Kereligiusan  Disiplin
 Kejujuran  Komunikatif
 Kreatif  Toleransi
 Tanggung  Kesantunan
Jawab  Menghargai
 Percaya Diri Keragaman
Penelitian yang Relevan

Penelitian yang dilakukan oleh Penelitian yang dilakukan oleh


Helmi Suleman (2014) dalam Maulida dan Lagiono dalam Jurnal
skripsinya yang berjudul Pendidikan Hayati Vol. 1 No. 1 (2015):
“Pengembangan Instrumen 34-36 yang berjudul “Peningkatan
Penilaian Karakter Siswa SMP pada Kecakapan Hidup Siswa Pada Konsep
Materi Ajar Bunyi” penelitian ini Ekosistem Dengan Menggunakan
bertujuan untuk melihat Pembelajaran Inkuiri Terbimbing”.
pengembangan instrument Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kecakapan hidup siswa
karakter siswa SMP pada mata
pada konsep ekosistem dengan
pelajaran fisika khususnya materi
menggunakan pembelajaran inkuiri
ajar bunyi.
terbimbing.
BAB III
METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP 3 kota Gorontalo.


Penelitian ini dilakukan pada Maret - April 2017 dengan
tahapan perencangan perangkat, validasi ahli,
pelaksanaan uji coba terbatas, revisi, uji cba luas dan
penyusunan perangkat final serta uji coba perangkat final
Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian


pengembangan, karena melalui penelitian ini akan
dikembangkan instrument kecakapan hidup siswa SMP.
Adapun rancangan pengembangan instrument yang
digunakan adalah model pengembangan 4-D yaitu :
a. Defiine
b. Design
c. Develop
d. Disseminate
Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian yang digunakan sebagai berikut :

 instrumen validitas
Untuk mendapatkan data validitas dari
instrument kecakapan hidup maka instrumen yang
dibutuhkan adalah lembar validasi ahli

 Instrumen kepraktisan :
a. Lembar validasi ahli
b. pedoman wawancara
 Keefektifan

Adapun instrumen yang digunakan adalah :


a. Lembar observasi aktivitas belajar peserta didik
Adapun kriteria tersebut sebagai berikut :

BT : Belum Terlihat
MT : Mulai Terlihat
MB : Mulai Berkembang
M : Membudaya

b. Melakukan revisi prodak


c. Uji coba produk yang sudah dirancang
Teknik Pengumpulan Data

 Validitas
 kepraktisan
a. Lembar validasi
b. Wawancara
c. Observasi
 Keefektifan
Teknik Analisis Data

Analisis Validitas
Analisis validitas instrument kecakapan hidup pembelajaran
dalam penelitian ini menggunakan rumus nilai rata-rata
menurut Arikunto (2002:216) sebagai berikut :

X=

Dimana :
x = Nilai rata-rata
x = Jumlah total nilai jawaban dari
validator
n = Jumlah validator
Analisis Kepraktisan
Kepraktisan instrument kecakapan hidup meliputi
kepraktisan penggunaan media pembelajaran

 Analisis para ahli


Jika para ahli memberi penilaian A (dapat digunakan
tanpa revisi) atau B (dapat digunakan dengan revisi
kecil), maka instrument kecakapan hidup dalam
pembelajaran IPA dapat digunakan.
 Analisis respon guru dan peserta didik
Respon guru dan peserta didik dapat diperoleh dari
hasil wawancara. Data hasil wawancara guru dan
peserta didik dianalisis, kemudian hasil wawancara
setiap indikator akan dibuat kesimpulan
 Analisis keterlaksanaan pembelajaran
Analisis keterlaksanaan pembelajaran terdiri atas dua
opsi pilihan yaitu “ YA” atau “TIDAK”. Menghitung
keterlaksanaan proses pembelajaran digunakan rumus
sebagai berikut
Analisis Keefektifan
Pada analisis ini instrument kecakapan hidup yang
dikembangkan di peroleh berdasarkan analisis aktivitas peserta
didik dalam pembelajaran dan hasil belajar peserta didik

 Analisis aktivitas peserta didik


Dalam mengikuti proses pembelajaran selama beberapa
kali pertemuan hasil observasi aktivitas peserta didik
dapat dianalisis dengan menggunakan rumus
 Analisis hasil belajar peserta didik
Data hasil belajar peserta didik, baik pengatahuan,
sikap, maupun kinerja, dapat dianalisis menggunakan
rumus
NEXT …

Dari hasil perhitungan menggunakan rumus diatas akan


diperoleh data pencapaian ketuntasan minimum, yang
kemudian dapat digunakan untuk menghitung presentase
ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal. Rumus
yang digunakan adalah sebagai berikut
TERIMA KASIH