Anda di halaman 1dari 30

CUTANEUS LARVA MIGRAN

dr.Radi Tri Hadrian


Nama : Ny.H
Umur : 66 Tahun
Alamat :-
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Keluhan utama : Gatal pada bagian kaki kiri sejak ± 1 minggu.

Pasien awalanya terdapat benjolan berkelok-kelok dan awalnya benjolan


tersebut kecil dan makin lama benjolan tersebut makin panjang pada saat
ini. Pasien mengatakan terdapat gatal dan makin parah pada saat malam.
Pasien mengatakan tidak terdapat nyeri. Pasien mengatakan gejala ini di
dapatkan 1 minggu pasca banjir di pci, awalnya tidak pernah mempunyai
gejala seperti ini.
 Pasien belum pernah merasakan gejala ini sebelumnya.

 Hipertensi (-), DM (-), Penyakit kronik lainnya (-)


 Pada anggota keluarga tidak terdapat gejala yang seperti
ini.

 Hipertensi (-), DM (-), Penyakit kronik lainnya (-)


 Keadaan Umum : Baik
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan Darah : 130/80 mmhg
 Nadi : 80 x/m
 RR : 20 x/m
 Suhu : 36 °c
 Thorax :
 Cor : Bunyi jantung s1 dan s2 reguler, murmur (-
), gallop (-)
 Pulmo : Veskuler +/+

 Abdomen :
 Datar, supel, Bu(+) normal, Nyeri tekan (-)
 Regioo Tibia Distal Sinistra

 Tampak terdapat terowongan


menimbul pada kulit dan
berkelok – kelok dengan
panjang ± 10cm.
 Diagnosis Kerja : Cutaneus Larva Migrans
 Diagnosis Banding : Dermatofitosis, Skabies
 Medikamentosa :
 Albendazole 1 x 400 mg
 Cetirizine 1 x 10 mg

 Non Medikamentosa
 Selalu pakai alas kaki ( sandal atau sepatu
 Jaga kebersihan hygiene (selalu membersihkan
dengan sabun)
Cutaneouslarvamigrans/creepingeruption:
Erupsi di kulit berbentuk penjalaran, sebagai reaksi hipersensitivitas kulit
terhadapinvasi larvacacing tambang/ nematodes(roundworms)/ produknya.
Kelainankulit yang merupakan peradanganberbentuk linier / berkelok-
kelok, menimbul dan progresif, disebabkan oleh invasi larva cacing
tambang yang berasal darifesesanjingdan kucing.
• Di berbagai daerah di Indonesia, prevalensi infeksi cacing tambang berkisar 30-
50%
• Prevalensiyanglebihtinggiditemukandidaerah perkebunan
• Tingginya prevalensi juga dipengaruhi oleh jenis pekerjaan. Sebagai
contohkelompokkaryawanyangmengolahtanahdi perkebunanteh, karet
akanterusmenerusterpaparsumber kontaminasi
• Penyebabutamaadalahlarvayangberasaldaricacingtambang yanghidupdiusus
anjingdankucing,yaituAncylostoma branziliensedanAncylostoma caninum
• Ancylostoma branziliense dan Ancylostoma caninum dapat ditemukan di daerah
tropisdansubtropik;jugaditemukandi Indonesia
• Mempunyai 2 pasanggigi yang tidaksamabesarnya
• Panjangcacingjantan4,7- 6,3 mm
• Panjangcacingbetina6,1- 8,4 mm
• Memiliki3pasang gigi
• Panjangcacingjantan10 mm
• Panjangcacingbetina14 mm
 Siklus hidup parasit dimulai, saat telur dari
feses
hewan yang terdapat di pasir yang lembap dan
hangat menetas dan mengeluarkan larva.

 Larva memakan bakteri pasir, dan akan berubah


menjadi larva rhabditiform, lalu filariform yang
adalah bentuk infektif.
 Fase infektif menembus kulit hospes, dan masuk
ke epidermis

 Parasit mengeluarkan enzim protease – penetrasi


folikel, dan kulit intak maupun luka. Didalam
epidermis, larva melepas lapisan kutikula, dan mulai
migrasi dalam 2-3 hari.
 Manusia adalah hospes reservoar, dan larva
tidak
memiliki enzim kolagenase untuk menembus
membrana basalis dan menginvasi dermis manusia,
larva terisolir di epidermis.
Kebiasaan tidak menggunakan Pengobatan anjing dan kucing
alas kaki secara teratur

Cuaca atau iklim lingkungan


yang dapat menyebabkan
banjir.

LARVAFILARIFORM LARVA BERJALAN
LARVABERADADI
PENETRASI KEDALAM JALAN SEPANJANG
DALAMKULIT
KULIT DERMO-EPIDERMAL

RASAGATAL TIMBULGEJALA PADA


TERBENTUK
DAN PANAS KULIT
PAPUL ERITEM

PAPULMENJALAR MEMBENTUK
BERKELOKKELOK,
POLISIKLIK,SERPIGINOSA,
BURROW
DANMENIMBUL (TEROWONGAN)
 Skabies
• Gatalpada kulit
• TungauataukutukecilyangbernamaSarcoptesscabiei.
• Ukurankutu(tungau)betina0,3-0,4 mm
• Sarcoptes scabei jantan
setengahdariukuran betina.
 Kutubetinayangsudahdibuahiakantinggaldikulit denganmembuat
liang terowongan pada kulit, dan akan bertelur 40-50 butir telur, dan
akanmenetasdalamwaktu 3-5hari.
 Dermatofitosis
• Jamurini dapatmenginfeksijaringankeratin manusia
maupunbinatang.

• Gejala Dermatofitosis
1. Gatal-gatal
2. Munculnyapertumbuhanjamurkulit
• lesibulat/ lonjong
• tepiyang aktif
• polisiklik,arsinar,dan sirsinar
• Pada bagian pinggir ditemukan lesi yang aktif yang ditandai dengan
eritema,adanyapapulatauvesikel, sedangkanpadabagiantengahlesi
relatiflebih tenang.
Medikamentosa Non Medikamentosa
 Krim tiabendazol 10-15%, 3x
Pengobatan cacing tambang
sehari selama 15 hari
untuk kucing dan anjing
 Ivermectin : 12 mg dosis menghindari kulit kontak
tunggal (dosis anak 150 langsung dengan tanah
mcg/kg) terinfeksi
 Albendazole : 400 mg dosis
tunggal atau 400 – 800 mg/
hari selama 3 – 5 hari ( dosis
anak 10 – 15 mg/kg/ hari)
 Antihistamin
Aisah S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI;
2010.

Centers for Disease Control and Prevention. Parasites-zoonotic hookworm [internet].


USA: Centers for Disease Control and Prevention; 2012 [diperbarui tanggal 17 Maret
2015; diakses tanggal 25 Februari 2018]. Tersedia dari :
https://www.cdc.gov/parasites/zoonotichookworm/biology.html

Hochedez P, Caume E. Hookworm related cutaneous larva migrans. J Travel Med.


2007;14:326-33.

Chia CA. Cutaneous larva migrans. The New England Journal of Medicine. 2010;
10;362-4.

Heukelbach J, Jackson A, ariza L, Feldmeier H. revalence and risk factors of


hookworm-related cutaneous larva migrans in a rural community in Brazil. Annual
Tropical Medicine Parasitology. 208; 31:493-8