Anda di halaman 1dari 17

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui


pengaruh tumpangsari jagung hibrida dengan
kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil jagung
hibrida.
Metode yang digunakan pada percobaan adalah metode
eksperimen Rancang Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 20
perlakuan tumpangsari sistem baris antara jagung dan
kedelai diulang dua kali. Persiapan lahan dilakukan dengan
cara tanah diolah pada satu minggu sebelum tanam. Luas
masing-masing petak perlakuan adalah 3 x 1,5 m sebanyak
40 petak untuk tumpangsari jagung hibrida dengan kedelai,
20 petak untuk jagung hibrida tumpangsari, dan 1 petak
untuk kedelai tunggal.
Tinggi Tanaman
 Tinggi tanaman Jagung diukur dari permukaan tanah
sampai daun tertinggi yang dimulai pada 4 minggu
setelah tanam.
Indeks Luas Daun
 Luas daun Jagung yang diukur adalah daun terbesar
dan terluas. Daun ini diukur mulai umur 4 minggu
setelah tanam.
Panjang dan Diameter Tongkol jagung
 Panjang dan diameter tongkol jagung ini di amati pada
saat setelah panen
Jumlah Biji Pertongkol
 Jumlah biji yang diukur adalah biji yang utuh dan yang
sudah dirontokan dari tongkolnya.
Bobot Biji Pertanaman
 Bobot biji di ukur setelah di rontokan dari tongkolnya
dengan menggunakan timbangan.
1. Tumpangsari genotip jagung hibrida berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida dan
evaluasi tumpangsarijagungdankedelai.
2. 2. Tumpangsari jagung hibrida genotip C, D, K,
Q,S,Tdankedelai menghasilkan hasilpipilan
keringperpetakyangtertinggi,masing-masing
2,86kgpetak-1(6,35tonha-1).
3. Tumpangsari jagung hibrida semua genotip dan
kedelai menunjukkan nilai Evaluasi
tumpangsarisebesar45%.