Anda di halaman 1dari 20

IMUNISASI

(BCG, HEPATITIS B, POLIO, DPT)

PRESENT BY :
RANDI FERNANDES
YOSE SOARES
MELISA HABI WINATA
Bacillus Celmette-Guerin
(BCG)
a. Fungsi
imunisasi BCG berfungsi untuk mencegah
penularan Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh
sekelompok bakteria bernama Mycobacterium
tuberculosis complex.
b. Cara pemberian dan dosis
 Sebelum disuntikan vaksin BCG harus
dilarutkan terlebih dahulu dengan 4 ml
pelarut NaCl 0,9 %. Melarutkan dengan alat
suntik steril dengan jarum panjang.
 Dosis pemberian : 0,05 ml, sebanyak 1 kali,
untuk bayi 1 dan 0,1 cc untuk anak dan orang
dewasa. Imunisasi BCG dilakukan pada bayi
usia 0-2 bulan, akan tetapi biasanya diberikan
pada bayi umur 2 atau 3 bulan.
 Disuntikan secara intrakutan didaerah lengan
atas, dengan menggunakan alat suntik dosis
tunggal yang steril dan jarum suntik No 26 G.
 Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan
sebelum lewat 3 jam.
c. Efek samping
Reaksi pasca injeksi :
 Lokal : indurasi dan eritema dapat timbul dlm 2-6
minggu, dapat terjadi pustula dan ulkus yang
semakin membesar dalam waktu 2-4 bln. Jika terjadi
ulkus : kompres dengan cairan antiseptik, jika
semakin meluas : bawa k dokter.
 Regional : BCG-itis (pembesaran kelenjar ketiak/leher
padat, tdk sakit & tdk menimbulkan demam)
d. Komplikasi
• Abses ketika suntikan terlalu dalam. Jika
abses merah, fluktuasi, kulit tipis lakukan
aspirasi tanpa insisi.
• Limfadenitis supurativ = abses diatas
Hepatitis B
a. Fungsi
Imunisasi hepatitis B ditujukan untuk
memberi tubuh berkenalan terhadap penyakit
hepatitis B, disebabkan oleh virus yang telah
mempengaruhi organ liver (hati).
b. Cara pemberian dan Dosis
 Pemberian suntikan secara intramuskuler,
sebaiknya pada aterolateral paha.
 Jadwal pemberian saat bayi lahir
• HBsAg ibu negatif/tdk diketahui, HepB-1 dlm 12
jam tapi jika ternyata dalam perjalanan
berikutnya di ketahui HbsAg (+) maka di injeksi
Hepatitis B imunoglobulin (HBIg)
• HBsAg ibu (+), inj HepB-1 dan HBIg scr bersamaan
dosis 0,5 cc dlm 12 jam
 Jadwal lanjutan
• HepB-2 interval 4 minggu
• HepB-3 interval 2-5 bln (paling baik 5 bln)
c. Efek samping
Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan,
dan pembengkakan disekitar tempat
penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan
dan biasanya hilang setelah 2 hari.
Polio
a. Fungsi
imunisasi yang bertujuan mencegah
penyakit poliomyelitis. Pemberian vaksin polio
ini dapat dikombinasikan dengan vaksin DPT.
Terdapat 2macam vaksin polio :
1. Inactivated Polio Vaccine (IPV= vaksin salk)
2. Oral polio Vaccune (OPV= vaksin sabin)
b. Cara Pemberian dan Dosis
 Dapat diberikan bersamaan dg DTP, campak
 Jadwal :
• imunisasi primer : 4 kali (polio I,II, III, dan IV)
• interval 4-6 mgg
• booster : 1 tahun setelah dari polio-4 selanjutnya
saat masuk SD
 Dosis : 2 tetes (0,1 ml) langsung kemulut anak
 Vial : 1 ml (10 dosis)
c. Efek samping
Pada umumnya tidak terdapat efek
samping. Efek samping berupa paralisis yang
disebabkan oleh vaksin jarang terjadi.
DPT
a. Fungsi
Imunisasi DPT bertujuan untuk mencegah 3
penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus.
Ada 2 jenik vaksin :
1. DTwP (whole-cell pertusis)
2. DTaP (acelluler pertusis), Yg dipakai selama ini
adalah DTwP.
b. Cara Pemberian dan Dosis
 Jadwal imunisasi dasar :
• Diberikan 3 kali
• DTP-1 : 2 bln
• Interval : 4-8 mgg (terbaik 8 mgg)
 Jadwal ulangan/booster
• DTP-4 : 1 th stl DTP-3,
• DTP-5 : usia 5 th sebaiknya DTaP
 Diberikan scr IM, anterolateral paha M. deltoid
 Dosis : 0,5 cc
 1 vial 2,5 cc (5 dosis)
c. Efek samping
Bengkak, nyeri, kemerahan, demam , diare
dan muntah .
TERIMA KASIH