Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS AITEM

NON KOGNITIF
- Analisis aitem merupakan prosedur yang harus
dilakukan sebelum melakukan estimasi terhadap
validitas & reliabilitas suatu alat tes.

- Analisis aitem merupakan pengujian


karakteristik masing-masing aitem yang akan
menjadi bagian dari suatu tes --> Prosedur
seleksi aitem (menguji kualitas aitem)

- Uji reliabilitas dan Validitas fungsi tes hanya


layak dilakukan terhadap aitem-aitem yang telah
dianalisa dan telah teruji
Analisis aitem dilakukan dengan:

- Koefisien korelasi aitem-total


- Indeks reliabilitas aitem
- Indeks validitas aitem
- Tingkat kesukaran aitem
- Efektifitas distraktor
KOEFISIEN KORELASI AITEM-TOTAL
 Secara substantif, Kualitas aitem yang baik/tinggi
diperlihatkan antara lain oleh keselarasan antara isi aitem
dengan indikator perilaku dan oleh kelayakan semantik
kalimat yang digunakan. Secara psikometrik, kualitas
aitem dibuktikan oleh terpenuhinya parameter-
parameter fungsi pengukuran aitem yang bersangkutan.

 Salah satu parameter fungsi pengukuran aitem yang


sangat penting adalah statistik yang memperlihatkan
kesesuaian antara fungsi aitem dengan fungsi tes secara
keseluruhan, yang dikenal dengan istilah konsistensi
aitem-total.
 Caranya: Mengkorelasikan distribusi skor tiap
aitem/butir dengan distribusi skor total tes yang
merupakan jumlah tiap skor aitem, sehingga
menghasilkan koefisien korelasi aitem-total (rix)
 Koefisien korelasi aitem-total akan menunjukkan
apakah fungsi aitem selaras dengan fungsi ukur tes
dalam mengungkap perbedaan individual (daya beda)
 Semakin tinggi koefisien korelasi positif antara skor
aitem dengan skor tes, maka semakin tinggi
konsistensi antara aitem tersebut dengan fungsi ukur
tes secara keseluruhan (berarti semakin tinggi pula
daya pembedanya)
 Untuk skala non-kognitif (Biasanya skor
interval), dapat digunakan formula koefisien
korelasi linier product-moment pearson.
Jika Koef. Korelasi > 0,30  memenuhi syarat
psikometrik sebagai bagian dari tes.
Korelasi product-moment pearson untuk
Korelasi aitem-total dengan spss

• Analize
• Correlate
• Bivariate
• Pindahkan semua variabel skor aitem dan skor
tes
• Pilih pearson, klik Ok
• lihat koefisien korelasi setiap variabel skor
dengan variabel total.
Koreksi terhadap efek spurious overlap

Ketika koefisien korelasi skor aitem dan skor tes


dihitung, sesungguhnya koefisien yang diperoleh
adalah koefisien korelasi antara skor aitem tersebut
dengan skor tes yang berisi skor aitem itu sendiri.
Hal ini menyebabkan korelasinya cenderung menjadi
lebih tinggi. Keadaan inilah yang disebut spurious
overlap. akibatnya, terjadi over-estimasi terhadap
korelasi antara aitem yang bersangkutan dengan
skor tes
Semakin kecil jumlah aitem, semakin besar overlap
yang dapat terjadi terhadap koefisien korelasi aitem
total. Sebaliknya, Semakin banyak jumlah aitem,
semakin kecil overlap yang dapat terjadi.
Jika jumlah aitem sedikit (<30 aitem), gunakan
formula komputasi korelasi aitem-total yang
terkoreksi dari efek spurious overlap
Koreksi spurious overlap
dalam korelasi aitem-total melalui SPSS

• Masukkan hanya data skor aitem dari seluruh subjek (Jangan


masukkan data total skor)
• Analyze
• Scale
• Reliability analysis
• Pindahkan semua aitem
• Klik tombol statistik, centang kotak aitem, scale, dan scale if
aitem deleted.
• Continue
• OK.
• lihat corrected aitem-total correlation, (koefisien korelasi yang
telah di koreksi dari efek spurious overlap.