Anda di halaman 1dari 7

TAX AVOIDANCE VS TAX EVASION

Kelompok
C 5:
Lidya
Arieda
Oetari
Ria Ananda
Sonya
Zivanna
sekilas sistem perpajakan Indonesia
• Sejak 1984 Indonesia menganut self-assessment system yang memberi kepercayaan
kepada wajib pajak untuk menghitung, memperhitungkan, membayar, dan
melaporkan sendiri pajak terutang. Peran otoritas pajak adalah melakukan fungsi
pembinaan, penelitian, pengawasan, dan penerapan sanksi administrasi.
• Keberhasilan self-assessment system sangat bergantung pada kesadaran dan peran
serta masyarakat (voluntary compliance), maka edukasi dan komunikasi perlu terus-
menerus dilakukan.
• Di samping itu, kepercayaan pada pemerintah dan otoritas perpajakan perlu terus
dipupuk melalui pembentukan badan penerimaan negara yang profesional, kredibel,
dan akuntabel serta redistribusi pendapatan yang merata dan berkeadilan
(Kirchler:2007; Belkaoui:2009).
Mengapa terdapat praktik tax avoidance
(penghindaran pajak) dan tax evasion (penggelapan
pajak)?

• Ada adagium kuno “tak seorang pun senang membayar pajak”, namun semua
sepakat bahwa pajak sangat penting dan bermanfaat bagi kepentingan publik.
• Apa yang disebut voluntary (sukarela) dalam perpajakan selalu berarti quasi-voluntary
atau kesukarelaan yang timbul karena adanya paksaan oleh undang-undang dan
harapan akan manfaat dari pembayaran pajak (Brautigam:2008).
• Mengingat sifatnya yang naluriah, maka memahami konsep penghindaran pajak dan
penggelapan pajak merupakan hal yang sangat penting.
• Penghindaran pajak hanya mungkin terjadi apabila terdapat ruang yang membuka
penafsiran berbeda dalam undang-undang.
Apa itu tax avoidance dan tax evasion?

• Definisi: upaya yang dilakukan untuk

Tax
menghindari pajak (penghindaran pajak).

avoidance

• Definisi: suatu upaya mendeteksi celah dalam


ketentuan perundang-undangan perpajakan
hingga ditemukan titik kelemahan dari
Tax evasion perundangan tersebut yang memungkinkan
untuk dilakukannya penghindaran pajak yang
dapat menghemat besaran pajak yang
dibayarkan.
Tax evansion dan tax evasion sama-sama merupakan upaya untuk
menghindari pajak, namun keduanya sangatlah berbeda. Di mana letak
perbedaannya?

1. Sisi legalitasnya
Upaya konkret yang dilakukan
• Dari definisi antara tax avoidance dengan tax evasion, jelas
keduanya memiliki perbedaan dalam hal legalitasnya. • Tax avoidance: Tax avoidance dilakukan tanpa kecurangan
Artinya tax avoidance (penghindaran pajak) merupakan dan rekayasa yang bertentangan dengan aturan
upaya untuk mengurangi atau meminimalkan beban pajak perpajakan. Berkenaan dengan hal itu, beberapa
dengan cara-cara yang diperkenankan secara hukum. Lain perusahaan ada yang menyusun laporan keuangan dalam
halnya dengan tax evasion, karena upaya penghindaran dua versi. Pertama untuk kepentingan laporan internal para
pajak lebih mengarah pada penggelapan pajak yang dari pemegang saham terkait dengan penghitungan dividen.
sisi legalitasnya dikategorikan sebagai tindakan ilegal. Sementara yang kedua diperuntukkan bagi penghitungan
• Upaya penghindaran pajak pada tax evasion dilakukan pajak.
dengan cara-cara yang bertentangan dengan hukum • Tax evasion: Upaya konkret dari tax evasion dilakukan
perpajakan yang berlaku. Di sini wajib pajak sudah memiliki dengan melanggar ketentuan atau aturan perpajakan yang
niat untuk tidak membayar pajak. berlaku. Di sini, wajib pajak sudah memiliki niat kurang baik
yang bermuara pada ketidaksediaan untuk membayar
pajak, baik sebagian maupun keseluruhan dari pajak yang
terutang.

• Tax avoidance dan tax evasion merupakan upaya yang dilakukan oleh wajib pajak baik orang pribadi
maupun badan untuk menghindari pajak. Dari sudut pandang hukum, tax avoidande legal, sedangkan tax
evasion ilegal.

• Meski tidak melanggar hukum, namun realisasi dari tax avoidance tidak sejalan dengan tujuan dari
perundang-undangan perpajakan, karena pajak yang dipungut dari rakyat dimanfaatkan untuk
kepentingan rakyat. Lebih baik mencari celah untuk meringankan pajak, daripada mencari celah untuk
menghindari pajak.
Apakah Indonesia sudah memiliki ketentuan tentang
penghindaran pajak?

- Untuk menangkal praktik penghindaran pajak, negara-negara membuat aturan dan kebijakan anti penghindaran pajak.
- Meski belum sempurna, Indonesia telah memiliki beberapa ketentuan anti penghindaran pajak.

1 2 3 4 5

•Ketentuan anti thin •Ketentuan mengenai •Ketentuan tentang •PER-43/PJ/2010 jo PER- •Ketentuan anti-treaty
capitalization yaitu upaya Controlled Foreign transfer pricing dalam 32/PJ/2011 tentang shopping, yang diatur
wajib pajak mengurangi Corporation (CFC) Rules Pasal 18 ayat (3) UU PPh Penerapan Prinsip dalam PER-62/PJ/2009 jo
beban pajak dengan di Pasal 18 ayat (2) UU yang mengatur Kewajaran Dan Kelaziman PER-25/PJ/2010 tentang
cara memperbesar PPh, yang mengatur kewenangan Direktur Usaha Dalam Transaksi Pencegahan
pinjaman – bukan justru kewenangan Menteri Jenderal Pajak untuk Antara Wajib Pajak Penyalahgunaan
menambah modal – agar Keuangan menetapkan menentukan kembali Dengan Pihak Yang Persetujuan Penghindaran
dapat membebankan saat diperolehnya dividen besarnya penghasilan Mempunyai Hubungan Pajak
biaya bunga dan oleh Wajib Pajak dalam dan pengurangan serta Istimewa. Berganda. (Yustinus
mengecilkan laba. Hal ini negeri atas penyertaan menentukan utang Prastowo, Direktur
diatur dalam Pasal 18 modal pada badan sebagai modal untuk Eksekutif Center for
ayat (1) UU PPh dan usaha di luar negeri menghitung besarnya Indonesia Taxation
Peraturan Menteri paling rendah 50 persen, Penghasilan Kena Pajak Analysis (CITA))
Keuangan (PMK) Nomor selain badan usaha yang bagi Wajib Pajak yang
169/PMK.03/2015 yang menjual sahamnya di mempunyai hubungan
mengatur Penentuan bursa efek. istimewa.
Besarnya Perbandingan
antara Utang dan Modal
Perusahaan untuk
Keperluan Penghitungan
Pajak Penghasilan (Debt
to Equity Ratio).
THANKYOU