Anda di halaman 1dari 18

KROMATOGRAFI KOLOM GRAVITASI

KIMIA ANALITIK
129
133
NADIA
NIAR

ITP-2D 145
INA
127

ROKUSO
1. NADIA PUTRI (129) 158

2. RACHMANIAR A. (133) FAHRI


3. RAHMAWATI T. (145)
4. FACHRY P. P (158)
5. M. YUSWANG R. (127)
KELOMPOK 5

Source: My head
FOR YOUR INFORMATION

Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan campur


an menjadi komponennya dengan memanipulasi sifat f
isik dari zat-zat penyusun suatu campuran.

Teknik Suatu
Komponen
pemisahan campuran
DEFINISI
Kromatografi kolom merupa-
kan suatu kolom
Kromatografi metode pemisahan
meru- pakan suatu metode
pemisa-han fisik, dimana komponennya dipisah
fisik, dimana
kan dan komponennya
didistri-busikan diantara dua fase.
dipisahkan dan didistribusi-
kan diantara dua fase dan
menggunakan kolom sebagai
alatnya.
(Day and Underwood, 1986)
Pemisahan yang melalui dua fase,
yaitu:
Fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran.
Fasa gerak atau eluen adalah campuran cairan murni.
Fase gerak Eluen dipilih sedemikian rupa agar meminimalisasi
penggunaan waktu dan jumlah eluen melewati kolom

Fase diam akan menahan komponen campuran.


Fase diam Biasanya berupa silika gel atau alumina.
Fase diam berbentuk serbuk microporous untuk
meningkatkan luas permukaan.
Prinsip Kerja
Sampel yang mempunyai afi
Didasarkan pada absorbsi nitas besar terhadap absorb
komponen-komponen en akan secara selektif terta
campuran dengan afinitas han dan afinitasnya paling k
berbeda terhadap permuka ecil akan mengikuti aliran pel
an fase diam. arut.

Absorben bertindak sebag Dalam komatografi kolom gra


ai fase diam dan fase gera vitasi, eluen (fase gerak) berg
knya adalah cairan yang m erak berdasarkan gaya gravit
engalir membawa kompon asi atau perkolasi.
en campuran sepanjang ko
lom
ALAT-ALAT KROMATOGRAFI KOL
OM GRAVITASI

Tabung
Kran
kromatografi

Sebuah Cakram Sebuah


batang kaca tabung
pemampat berpori pengalir
SEBUAH TABUNG PENGALIR
TABUNG KROMATOGRAFI
berdiameter dalam antara 3 mm
Terbuat dari kaca berbentuk
hingga 6 mm. Berfungsi untuk
silinder dengan diameter 10-30
mengeluarkan cairan yang
mm dan panjang 150-400mm.
menyatu dengan tabung

CAKRAM KACA BERPORI


Melekat pada dasar tabung
dan berfungsi untuk
menyangga isinya.

SEBUAH BATANG PEMAMPAT


Batang silinder melekat kuat pada KRAN
sebuah tangkai kromatografi Berfungsi untuk mengatur laju
Diameter ± 1mm. aliran pelarut yang melalui
diperlukan untuk memadatkan wol kolom dengan teliti.
kaca atau kapas
METODE B PROSEDUR KERJA
METODE K
ASAH ERING
Metode ini lebih mudah tapi
Adsorben dicampur dengan dapat menimbulkan adanya
pelarut, kemudian campuran gelembung udara dalam
dimasukkan ke dalam kolom. kolom. Gelembung udara ini
Keuntungan dari metode ini harus dihindari, karena akan
adalah gelembung udara mengurangi resolusi dari
dapat dihilangkan dari kolom. pemisahan.
METODE
Contoh pengerjaan :
1. kolom diisi dengan pelarut non polar seperti hekasana kira-kira setengah BASAH
dari tinggi kolom gelas
2. Ditimbang sebnyak 8 gram alumina dalam gelas piala sementara erlenme
yer 125 diisi 15 ml heksana. Dengan perlahan serbuk alumina ditambahk
an sedikit demi sedikit sambil diaduk. Gunakan pipet pasteu untuk memb
uat bubur, kemudian dengan cepat bubur tersebut dipipet dan dimasukka
n ke dalm kolom.
3. Tempatkan erlenmeyer di bawah kolom kemudian buka screw clamp dan
biarkan pelarut mengalir.
4. Teruskan penambahan bubur alumina sampai habis dan pelarut heksan y
ang keluar dapat ditampung dan digunakan kembali untuk packing/mena
mbah lagi alumina ke dalam kolom.
5. Jika packing sudah selesai, screw clamp ditutup, tinggi cairan minimal sa
ma dengan tinggi alumina. Kadang-kadang pasir juga ditmbahkan pada p
uncak kolom untuk mencegah dari gangguan saat pelaut baru ditambahk
an.
METODE
KERING
Contoh pengerjaan :
1. Bagian dasar dari kolom diisi dengan glass woll secukupnya. Pinch
clamp ditutup dan kolom diisi dengan pelrut.
2. Bagian dasar dari kolom diisi dengan glass woll secukupnya. Pinch
clamp ditutup dan kolom diisi dengan pelrut.
3. Pebandingan antara volume total kolom (cair+padat) dengan diame
ter kolom yang optimal agar dipeoleh pemisahan yang baik, sulit di
nyatakan secara tepat dan ini dilakukan secara coba-coba secara s
istematis. Secara umum, hanya dapat dinyatakan bahwa kemasan
kolom yang panjang akan memberikan tingkat pemishan yang tingg
i dan kolom yang lebar adalah baik untuk memisahkan komponen-k
omponen dalam jumlah besar.
4. Jenis fase diam yang digunakan adalah silika gel dan alumina.
PENGUMPULAN FRAKSI

• Pengumpulan fraksi dapat dilakukan secara manual


dengan menggunakan tabung reaksi yg sebelumnya di
beri tanda sesuai dengan volume yang diinginkan atau
pada waktu tertentu yang ditetapkan sebelumnya.
• Pengumpulan ini dapat juga dilakukan secara otomatis
dengan bantuan kolektor fraksi.
• Jika tidak ada prosedur tentang jumlah tiap fraksi yang
harus dikumpulakn maka biasanya diambil pendekata
n yakni 2-5% dari volume total (cair+padat).
APLIKASI
KROMATOGRAFI
KOLOM
GRAVITASI

Aplikasi teknik ini banyak digunakan untuk pemurnian senyawa setelah


melewati teknik KLT, misalnya untuk pemurnian karotenoid, klorofil, serta
senyawa bioaktif tumbuhan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

• Day, R. A. Dan Underwood, A.L., 1986, Analisis Kimia Kuantitatif, Pen


erbit Erlangga, Jakarta.
• Sastrohamdjojo, Hardjono. 2002. Kromatografi. Liberty : Yogyakarta.
• Kurniawati, Adelya Desi. Lecture.ub.ac.id/Kromatografi
• Nielsen, S.S. 2009. Fppd Analysi, 4th edition. Springer
• The Royal Society of Chemistry. Modern Chemical Thechnique, Chromat
ography. Unilever.
Thank You
Asking questions and discussing