Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN STROKE EMBOLIK DI RUANG STROKE CENTER


RSUD ULIN BANJARMASIN
TANGGAL 9-14 JULI 2018

Clinical Teacher: Agianto, S.Kep, Ns., MNS., Ph.D


Clinical Instructure: Rahima Fitri Hakim, S.Kep, Ns

OLEH: NERS MUDA KELOMPOK D


KHAIRUS SADIQ, S. Kep NIM. 1730913310073
APRIANI, S. Kep NIM. 1730913320065
PURWANTI NINGSIH, S. Kep NIM. 1730913320076
ENDANG ERNAWATI, S. Kep NIM. 1730913320068
WINDA PERMATASARI, S. Kep NIM. 1730913320078

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2018
Pengkajian Keperawatan
• Identitas Pasien :

• Nama : Tn. H Alamat : Jl. Sungai Bilu

• Agama : Islam No. Rekam Medik: 1-39-46-XX

• Umur : 61 tahun Pendidikan terakhir : SD

• Status Perkawinan : Menikah Diagnosa Medis : Stroke Emboli

• Jenis Kelamin : Laki-laki Suku : Banjar

• Pekerjaan : Tukang
Keadaan Umum :
• Lemah, kesadaran
apatis

Alasan masuk rumah


Keluhan Utama :
sakit :
• Kelemahan pada
• Istri klien mengatakan
bagian tubuh sebelah
bahwa klien muntah,
kanan dan tidak bisa
gelisah, tidak bisa
bicara
bicara dan mengalami
kelemahan pada
bagian tubuh sebelah
kanan
Riwayat penyakit sekarang :

• Istri klien mengatakan pada Sabtu 7 Juli klien mengeluh pusing, muntah-
muntah dan dibawa ke IGD RSUD Ulin jam 20.00 Wita, setelah itu klien
diperbolehkan pulang pada jam 02.00 Wita. Pada Minggu 8 Juli jam 07.00
Wita klien bangun tidur dan berjalan menuruni tangga rumahnya
kemudian klien terjatuh, istri klien mengatakan klien mengalami
kelemahan pada anggota gerak sebelah kanan, klien langsung dibawa ke
IGD RSUD Ulin dan dirawat di ruang Stroke Center. Pada saat
pengkajian keluarga klien mengatakan bahwa klien mengalami
kelemahan pada anggota gerak sebelah kanan dan tidak dapat bicara.
Riwayat penyakit
dahulu
• Istri klien mengatakan Riwayat penyakit
tidak pernah keluarga
melakukan kontrol
• Istri klien mengatakan
tekanan darah
tidak mengetahui
terhadap klien dan
riwayat penyakit
belum pernah
keluarga klien
menderita penyakit
seperti sekarang.
Pemeriksaan Saraf Kranial
• Olfaktorius : tidak mampu • Fascialis : menutup kelopak
mengungkapkan (SDE) mata (+/+), bentuk wajah
• Optikus : lapang pandang simetris, tersenyum (SDE),
(SDE) mengangkat alis (+/+)
• Okulomotorius, Trochlearis, • Vestibolukokhlearis :
Abdusen : membuka mata pendengaran dan
(+/+), strabismus (-/-), keseimbangan (+/+)
nistagmus (-/-), pthosis (-/-), • Glosofaringeus, Vagus :
reflex cahaya (isokor), menelan saliva (+), reflex
pergerakan bola mata (SDE) muntah (-)
• Trigeminus : membuka dan • Asesorius : mengangkat bahu
menutup mulut (+/+), reflex (</+)
kornea (+/+), sensorik (SDE)
• Hipoglosus : menjulurkan lidah
(+), deviasi (-)
Prioritas Masalah
Implementasi Keperawatan
Hambatan Mobilitas Hambatan Komunikasi
Fisik berhubungan Verbal berhubungan
dengan Gangguan dengan Ketidakcukupan
Neuromuskular stimulas
NOC : Joint Movement : • NOC :
Pasif • NIC : Communication
NIC : Perawatan Tirah Enhancement Speech
Baring Deficit
Implementasi Keperawatan
Defisit Perawatan Diri : Resiko Jatuh dengan
mandi berhubungan faktor resiko Kelemahan
dengan Kelemahan anggota gerak
Pada Anggota Gerak • NOC : Risk Control
• NOC : Perawatan Diri • NIC : Environmental
: Mandi Management
• NIC : Bantuan
Perawatan Diri :
Mandi
Implementasi Keperawatan
Resiko Trauma Resiko Infeksi dengan
Vaskular dengan faktor faktor resiko Prosedur
resiko Prosedur invasif invasif (pemasangan
(pemasangan infus) kateter)
• NOC : Infection • NOC : Infection
Severity Severity
• NIC : Infection • NIC : Infection Control
Control, Terapi
Intravena
Implementasi Keperawatan
Resiko Dekubitus
dengan faktor resiko
tirah baring
• NOC : Immobility
• NIC : Pressure
Management, Skin
Care Treatment
Kesimpulan
Asuhan keperawatan yang diberikan kepada Tn. H
selama 3 hari di ruang Stroke Center oleh
kelompok D telah merumuskan 7 diagnosis
keperawatan, terdapat 1 diagnosis keperawatan
yang dapat teratasi pada hari kedua yaitu deficit
perawatan diri : mandi berhubungan dengan
Kelemahan pada anggota gerak. Ada 6 diagnosa
keperawatan yang belum teratasi karena waktu
yang tidak mencukupi bagi kelompok untuk
melakukan intervensi lanjutan.
Asuhan keperawatan pada pasien stroke di
rumah sakit memerlukan pelayanan yang
komprehensif. Pendekatan proses keperawatan
dilakukan selama perawatan pasien di rumah
sakit dari mulai pengkajian, diagnosis, intervensi,
implementasi dan evaluasi telah dilakukan oleh
kelompok untuk memenuhi kebutuhan dasar
pasien sesuai dengan respon yang terdapat pada
pasien selama perawatan.
Terima
Kasih

Haram Manyarah
Waja Sampai Kaputing
Semangat dingsanak… !!!