Anda di halaman 1dari 22

Fraktur Tertutup

Antebrachii Dextra 1/3


Transversa dengan
Compartment Syndrome
I S A L I N S I LVA N N Y H O M E R
102014155
KELOMPOK D1 PBL BLOK 14
SKENARIO
Seorang laki – laki berusia 30 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan nyeri pada lengan
kanannya setelah terjatuh dari sepeda motornya 1 hari yang lalu. Setelah kecelakaan
tersebut, keluarga pasien membawanya ke dukun patah tulang untuk diurut. Saat dibawa
ke UGD, pasien mengeluh lengan kanannya sangat nyeri dan tangan kanannya terasa baal.
Istilah tidak diketahui : tidak ada

RUMUSAN MASALAH
Seorang laki-laki berusia 30 tahun mengeluh nyeri pada lengan kanannya setelah terjatuh dari sepeda
motor sejak 1 hari yang lalu .
MIND MAPING
Pemeriksaan fisik : Patofisiologi
Look , feel move
Anamnesis

PP : Rongten , Gejala klinis


laboratorium
RUMUSAN MASALAH
Tatalaksana
Working Diagnosis

Defferential Komplikasi
Diagnosis

Prognosis
Etiologi
ANAMENSIS

IDENTITAS PASIEN
KU
RPS
RPD
RPK
SOSIAL/EKONOMI
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS LOCALIZE :

1. KEADAAN UMUM
PRIMERY SURVEY : ABCDE
2. KESADARAN, TTV
Keadaan umum : sakit sedaang
Kesadaran : compos mentis

LOOK TTV : batas normal

LOOK : antebrachii dex.1/3 tengah tampak edema, hiperemis

FEEL FEEL: krepitasi (+) , pulsasi arteri radius melemah ,


MOVE: gerakan jari-jari masih bs digerakan , nyeri saat ekstensi.

MOVE
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Foto Rongen Antebrachii AP /LATERAl dextra


Kesan : Fraktur transversa antebrachii dextra 1/3
tengah dengan soft tissue swelling.
2. Laboratorium

Rongen
Normal
WORKING DIAGNOSIS

Fraktur 1/3 tengah regio antebrachii dextra dengan


compartment syndrome
Klasifikasi Fraktur Klasifikasi Energy Jumlah Patahan Jenis luka
1. Fraktur patologik 1.Fraktur komplite 1. Fraktur kominutif 1. Fraktur terbuka
Terjadi krn proses patologi (tumor) , yang
penururnan densitas , fraktu sejenis ini krn ada 2. Fraktur segmental menghubungkan
tumir primer / metastasis (TBC tulang, infeksi , 2. Fraktur inkomplite luka dengan udara
tumor) 3. Frakture multiple luar atau
permukaan luar
4. Fraktur simple 2. Fraktur tertutup
tidak ada
hubungan ke
udara luar atau
permukaan luar
2. Fraktur trauma
Adanya trauma lansung
Berdasarkan posisinya :
1.Faktur undisplaced
2.Fraktur displaced
3.Fraktur stress
Krn adanya stresss tingkat rendah yang
berulang atau berkepanjangan (peningkatan
drastic tingkat latihan ) co : seorangatlit
DEFFERENTIAL DIAGNOSIS
FRAKTUR COLLEZ FRAKTUR SMITH FRAKTUR GALEAZZI FRAKTUR MONTEGIA
Deformitas pada fraktur ini seperti Fraktur dislokasi ke anterior (volar), sering Galeazi adalah fraktur ulna sepertiga- Fraktur sepertiga proksimal ulna disertai
sendok makan (dinner fork deformity ) . disebut reverse collesfrakture tengah atau proksimal dengan disertai dislokasi sendi radius ulna proksimal.
Pasien jatuh dalam keadaan terbuka atau Pasien jatuh dengan tangan menahan dislokasi caput radii.
pronasi, badan sedang posisi tangan dalam Etiologi krn ada trauma secara langsung
keadaan volar fleksi pada pergelangan Etiologi : fraktur radius ulna disertai
- Sering pada wanita yang osteoporosis, tangan dan pronasi. dislokasi sendi radius ulna.
jatuh terlentang Saat pasien jatuh dengan tangan terbuka
yang menahan badan terjadi rotasi lengan
bawah dalam posis pronasi waktu
menahan berat badan .
Mekanisme penderita jatuh terpeleset Mekanisme penderita jatuh , tangan Mekanisme biasanya anak laki-laki, jatuh Krn trauma langsung , dengan tipe
sedang tangan berusaha menahan badan menahan badan sendangkan posisi dengan tangan terbuka menahan badan ekstensi paling sering dengan mendorong
dalam posisi terbuka atau pronasi . Gaya tangan dalam volar fleksi pada dengan terjadi pula rotasi . ulna ke arah hiperekstensi dan pronasi.
akan diterukan ke metafisis radius yang pergelangan tangan, dengan garis patahan Sedangkan pada tipe fleksi , gaya
akan menyebabkan patah 1/3 distal, jarak transfersa kadang-kadang intra-articular. mendorong dari depan ke arah fleksi
2cm dr permukaan persendian yang menyebabkan fragmen ulna
pergelenagan tangan mengadakan angulasi ke posterior.
FASE PENYEMBUHAN TULANG
1. Fase Hematoma : kerusakan jaringan dan pembentukan
hematoma
2. Pembuluh darah robek dan terbentuk hematom
disekitar fraktur . Sel darah membentuk fibrin guna
melindungi tulang yang rusak , sebagai tempat kapiler baru
dan fibroblast
3. inflamasi dan proliferasi seluler : stadium ini dalam 8 jam
terjadi inflamasi akut dan terjadi proliferasi serta defferensiasi
sel menjadi fibro kartilago -> pd tlg -> bbrp hr terbentuk
tulang tulang baru
4. Pembentukan Kallus (Tulang Muda ) : sel yang
berkembang menjadi kondrogenik dan osteogenik , bila
keadaan tepat sel itu membentuk tulang dan kartilago
5. Konsodilasi : bila aktivitas osteoclast dan osteoblast
berlanjut, anyaman tulang berubah menjadi mellar.
ETIOLOGI & EPIDEMIOLOGI
ETIOLOGI
Fraktur terjadi ketika tekanan yang kuat diberikan pada tulang normal atau tekanan yang sedang pada tulang yang terkena.
Faktor patologik , factor stress, factor trauma .

EPIDEMIOLOGI
Berdasarkan orang serta tempat dan waktu .
• Laki-laki lebih sering dari perempuan usia 45 tahun dan sering berhubungan dengan olahraga, perkerjaan , dan mobilisasi yang lebih banyak dilakukan oleh laki-
laki.
• Orang tua , perempuan ≥ laki –laki resiko osteoporosis (Menopouse)
• Tahun 2011, di Amerika Serikat ≥ 135.000 kasus cedera yang disebabkan papan selancar dan skuter. Cedera banyak 39% pada laki dengan usia 15-27thn .
• Indonesia jumlah fraktur meningkat laki-laki ≥ perempuan (Kecelakaan lalu lintas)
PATOFISIOLOGI
GEJALA KLINIS
Nyeri
Gangguan Fungsi
Deformitas/Kelainan bentuk
Pemendekaan
Krepitasi
Bengkak dan perubahan warna
KOMPLIKASI
Komplikasi dini
 Kehilangan darah,

 Infeksi,

 Emboli paru,

 Gagal ginjal,

 Sindrom kompartemen.

Komplikasi lanjut
 Non-union, delay union, dan malunion menimbulkan deformitas atau hilangnya fungsi.

 Pertumbuhan terhambat,

 Artritis,

 Distrofi simpatik (refleks) pascatrauma.


COMPARTEMENT SYNDROME
Compartement syndrome -> suatu kelainan yang
potensial menimbulkan kedaruratan, dimana terjadi
peningkatan interstitial dalam sebuah ruang
tertutup .
ditandai dengan adanya kerusakan atau dektruksi
saraf pembuluh darah yang disebabkan oleh
pembengkakan dan edema didaerah fraktur
 tekanan pada pembuluh darah yang menyuplai
daerah tersebut -> pembuluh darah colaps (Hipoksia
darah)-> nyeri hebat
Evaluasi : nyeri , pucat, paresthesia, dan
paralisis, denyut nadi (+)/(-)
TATALAKSANA
Hilangkan nyeri ( pemberian Opiat intravena , blok saraf , gips, traksi )
Pada fraktur terbuka : debridement , antibiotic , dan prolifaksis tetanus .

yang perlu dilakukan :


1. Fraktur segera dimobilisasi untuk memungkinkan pembentukan hematom dan meminimalkan kerusakan
2. Penyambungan kembali (reduksi ) penting untuk pemulihan posisi normal . Sebagian besar reduksi
dapat dilakukan tanpa intervensi bedah (reduksi tertutup) .
apabila diperlukan pembedahan untuk fiksasi (open reduction) pin atau sekrup dpt dipasang untuk
mempertahan sambungan . Traksi untuk mempertahankan reduksi dan menstimulasi penyembuhan -> dr .
Spesialis Ortopedi.
PROGNOSIS

pada kasus fraktur, prognosis bergantung dari tingkat keparahan serta tatalaksana tim
medis terhadap pasien dengan korban fraktur
KESIMPULAN
Salah satu gangguan muskuloskletal yang sering terjadi adalah fraktur, fraktur dapat
disebabkan oleh beberapa faktor , pada kasus ini pasien mengeluh nyeri pada lengan
kanannya dan terasa baal. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik , dan pemeriksaan
penunjang pasien diketahui mengalami Fraktur pada regio antebrachii dextra 1/3 tengah
dan jenis frakturnya adalah fraktur tertutup . Fraktur tertutup yang disebabkan oleh trauma
terutama di tungkai bawah biasanya mempunyai risiko yang tinggi untuk mendapat
compartment syndrome karena pada patah tulang tertutup, tekanan kompartemen otot
meningkat disebabkan oleh aliran darah yang terhambat.Prognosis dari kasus fraktur
tergantung seberapa parah serta tatalaksana,jika penanganannya cepat prognosis baik.
Untuk penatalaksanaan diberikan analgesic dan alat bantu untuk mengurangi rasa nyeri
serta imobilisasi pasien.
TERIMAKASIH