Anda di halaman 1dari 15

Sistem skoring trauma

Hendy Buana Vijaya


Trauma
• Trauma adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan kecacatan di seluruh
dunia.
• Penanganan utama merupakan salah satu tantangan utama pelayanan
kesehatan
• Dokter harus menilai secara objektif keparahan cidera, sehingga diperlukan
sebuah system yang menyatukan deskripsi dan kuantifikasi cidera.
TUJUAN Objektifitas

Penilaian

Identifikasi

Secara umum skoring dapat memberikan manfaat


1. Prognosis dari trauma
2. Penetalaksanaan
3. Penelitian klinis
Sistem Penilaian
Anatomis yaitu tergantung deskripsi cidera
• (AIS, ISS, MESS)
• Fisiologis yaitu didapatkan dari observasi dan pengukurn tanda vital
• (GCS, RTS, CRAMS, PTS)
• Kombinasi Anatomis dan Fisiologis
Abbreviated Injury Score

AIS adalah system pengkodean


menyeluruh untuk cedera semua
tipe di setiap bagian tubuh.
ISS
Merangkum tingkat keparahan kondisi
Abbreviated Injury Score pasien yang mempunyai beberapa cedera
Penjumlahan kuadrat tiga nilai tertinggi
di setiap tiga area yang mendapat cedera
paling berat

Regional :
1. Head
2. Neck
3. Thorax / Chest
4. Abdomen
5. Extremities
6. External (skin)
Mangled Extremity Severity Score

Instrumen penilaian untuk


memprediksi kemampuan
hidup/bertahan dari anggota gerak
yang cedera
Fisiologis
Sistem penilaian fisiologis yaitu menilai komponen dinamis yang akut
1. GCS (Glasgow Coma Scale)
2. Trauma Score  Revised Trauma Score (RTS)
3. CRAMS (Circulation Respiration Abdomen Motor Speech)
4. PTS (Pediatric Trauma Score)
Glasgow Coma Scale
Revised Trauma Score
CRAMS

Interpretasi
≥9 : Trauma Minor
≤8 : Trauma Mayor
Pediatric Trauma Score
TRISS
(Trauma and Injury Severity Score)
Kombinasi dari
1. Injury Severity Score
2. Revised Trauma Score
3. Usia
4. Mekanisme Trauma

Kekurangan :
Perhitungan manual sulit dilakukan
Komponen perhitungan banyak
Contoh kasus
Kesimpulan

1. Sistem score trauma membantu menilai berat trauma secara objektif.


2. Dapat digunakan untuk triase, menentukan tatalaksana, evaluasi dan
prognosis.
3. GCS dan RTS disarankan untuk digunakan di UGD karena dapat di
aplikasikan baik oleh dokter dan perawat
4. TRISS lebih disarankan guna penelitian