Anda di halaman 1dari 7

“Kemana Sampahku?


Kelompok 3
Anggota:
• Andrie Devin Susilo Hadi (21601101013)
• Astri Ocvitasari (21601101015)
• Sita Az-Zahra Mubarika (21601101018)
• Dewi Damayanti (21601101020)
• Almas Naqiyata Ain (21601101022)
• Rika Nurasidah (21601101024)
• Afifah Sakinah (21601101025)
• Ratna Dewi Kumalasari (21601101027)
• Denatha Bagus Ahmad M (21601101030)
• Lutfiyanto Nurhidayat (21601101031)
• Hendra Putra Sanjaya (21601101088)
Latar Belakang
• Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengungkapkan, sebanyak 600
ton sampah dihasilkan masyarakat setiap harinya. Besarnya sampah yang
dihasilkan ini secara langsung akan berpengaruh terhadap sanitasi dan
lingkungan hidup kota Malang.
• Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir
sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru yang
menganggap sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis
dan dapat dimanfaatkan, misalnya, untuk energi, kompos, pupuk, dan bahan
baku industri.
• Salah satu pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah
Kota Malang adalah program Bank Sampah Malang (BSM), tapi partisipasi
warga untuk turut serta dalam program tersebut masih belum menyeluruh.
• RUMUSAN MASALAH
• Bagaimana Optimalisasi peran pemerintah dalam pelaksanaan program
pengolahan sampah di Kota Malang?
• Bagaimanakah cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam
berkontribusi atau turut serta terkait penanganan pengolahan sampah di Kota
Malang?
• Bagaimana cara pengolahan sampah yang ada di Kota Malang?

• TUJUAN
• Untuk mengetahui optimalisasi peran pemerintah dalam pelaksanaan program
pengolahan sampah di Kota Malang
• Untuk mengetahui cara peningkatan kesadaran masyarakat dalam berkontribusi
atau turut serta terkait penanganan pengolahan sampah di Kota Malang.
• Untuk mengetahui cara pengolahan sampah yang diterapkan di Kota Malang
• MANFAAT
• Menambah informasi tentang cara pengolahan sampah di Kota Malang
• Eksplorasi Gagasan
• Berdasarkan tema yang kita pilih yaitu mengenai Pengelolaan Sampah dan
Tempat Pembuangan Sampah Akhir, maka kami memiliki gagasan yaitu
tentang proses pengelolan sampah dari TPS (Tempat Penampungan
Sementara) ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
• Analisa Sasaran
• Dalam pembuatan video edukasi ini sasaran yang kita pilih yaitu TPS di
wilayah Tlogomas dan Merjosari, TPA Supiturang Kota Malang. Pertimbangan
ini dikarena letak TPS yang dekat dengan kampus UNISMA, selain itu TPA
Supit urang adalah salah satu TPA sampah yang ada di Kecamatan Sukun dan
sudah dilakukan program pengelolaan sampah oleh pemerintah.
Naskah Video

DURASI VISUAL AUDIO


10” Pembuka Audio Musik
1’3” Opening Audio Live
1’4” Materi Audio Musik
3’15” Materi TPS Audio Live
1’11” Materi TPS Masyarakat Audio Live
30” Materi Audio Dubbing, Musik
2’30” Materi TPA Audio Live
12” Kesimpulan Audio Dubbing Musik
8” Closing Credit Tittle
Evaluasi Pembuatan Video
• Evaluasi input
• Dengan menampilkan dampak buruk dari akibat buruknya pengelolaan sampah dan upaya inovasi
sampah yang bernilai ekonomi diharapkan menjadi sebuah role pemikiran dalam masyarakat.
• Evaluasi proses
• Pada pengambilan video, difokuskan kepada narasumber setempat dan juga kejernihan suara karena
terlalu banyak suara yang masuk ke dalam bideo menimbulkan noise suara.
• Evaluasi output
• Video ini ditujukan kepada masyarakat agar tercapainya kehidupan harmonis dan kesehatan yang
baik yang dikemas dalam video karena lebih banyak masyarakat memahami sebuah gambaer
daripada hanya tulisan.