Anda di halaman 1dari 35

ANALISA SITUASI

DAN KEBIJAKAN ELIMINASI MALARIA


PROVINSI JAWA TENGAH
Oleh:
Kepala Achmad
Dinas Kesehatan
Syaifudin, Provinsi Jawa Tengah
SKM, DAP&E
Kepala Seksi P2
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Semarang, 27 Maret 2014


SISTEMATIKA

1. LATAR BELAKANG
2. SITUASI MALARIA
3. KEBIJAKAN ELIMINASI MALARIA
4. PENUTUP

2
POKOK BAHASAN PERTAMA

LATAR BELAKANG

3
• Beban dan kompleksitas epidemiologi
• Target MDGs, Renstra Jawa Tengah
• Keputusan Menteri Kesehatan RI, Nomor
293/MENKES/SK/ IV/2009, Tanggal 28 April 2009,
Tentang Eliminasi Malaria di Indonesia
• Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI, Kepada
Gubernur dan Bupati/Walikota Seluruh Indonesia
Nomor 443.41/465/SJ, Tanggal 8 Februari 2010,
Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Eliminasi
Malaria di Indonesia
• Keputusan Menteri Kesehatan RI, Nomor
131/MENKES/SK/ III/2012, Tanggal 21 Maret 2012,
Tentang Forum Nasional Gerakan Berantas Kembali
Malaria
INDIKATOR RENSTRA TAHUN 2013-2018

INDIKATOR SATUAN CAPAIAN TARGET / TAHUN

12 13 14 15 16 17 18

ANGKA Per 1000 0.08 0.07 0.07 0.07 0.06 0.06 0.06
KESAKITAN penduduk
MALARIA

ELIMINASI MALARIA 2015

Tidak ada kasus indigenous


POKOK BAHASAN KEDUA

SITUASI MALARIA
ANGKA KESAKITAN MALARIA (API/1.000)
DI JAWA TENGAH, 2000-2013
2
1.8
1.6
1.4
1.2
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
'00 '01 '02 '03 '04 '05 '06 '07 '08 '09 10 11 12 13
API 1.79 1.51 1.44 0.51 0.15 0.08 0.06 0.05 0.049 0.046 0.1 0.1 0.08 0.07
8
PROPORSI KASUS INDIGENOUS DAN IMPORT
DI JAWA TENGAH TAHUN 2009-2013
100%

80%

60%

40%

20%

0%
2009 2010 2011 2012 2013
Indigenous 55.26 80.7 68.42 47.52 56.98
Import 44.74 19.3 31.58 52.48 43.02 9
KASUS MALARIA DI JAWA TENGAH
TAHUN 2011 – 2013
600

500

400

300

200

100

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2011 352 148 159 159 167 216 229 424 465 487 286 335

2012 425 394 253 215 181 159 168 197 153 92 137 251

2013 286 250 155 145 95 103 159 111 143 179 102 100
10
PROPORSI KASUS MALARIA
DI JAWA TENGAH TAHUN 2013

6% 0% 3% 7% 1%
7%

<1
48% Falciparum
'1-4
'5-9 Vivax
'10-14 51% Mix
'15-54
> 55

77%

BERDASARKAN BERDASARKAN
KELOMPOK UMUR JENIS PARASIT
DISTRIBUSI KASUS MALARIA DI JATENG, 2013
Jateng = 2.178 kasus
Jepara
Jepara
Pati
Kota Kota Pekalongan Kudus Rembang
Tegal
Brebes Demak
Batang Blora
Pekalongan Bata Kendal Kota
Tegal Pekalonganng
Pemalang Semarang Grobogan
Kab Semarang
Salatiga

JATIM
Temanggung
Purblg Kota Mgl
Cilacap Bj negara Wonosobo Sragen
JABAR

Banyumas Magel
ang Boyolali
Surakarta
S
Kab. Mgl Kr.anyar
Kebumen Klaten R
K
Purworejo Sukoharjo

Keterangan : Wonogiri

Tidak ada kasus

Kasus indigenous tinggi


Kasus indigenous dan import
Kasus import
12
JUMLAH KASUS MALARIA
DI KABUPATEN KOTA TAHUN 2013
800

700

600

500

400

300

200

100

0
DISTRIBUSI KLB MALARIA TAHUN 2012-2013
Kab. Purbalingga :
Desa Tetel,
Kec. Pengadegan
Kab. Banyumas :
Desa Binangun, Jepara

Kec. Banyumas Rembang


Kota Kota Pekalongan Kudus Pati
Demak
Brebes Tegal Pekalongan Blora
Batang
Batan Kendal Kota Smg
Tegal Pemalang g Grobogan
Pekalongan
TemanggungKab Semarang
JABAR

Banjarnegara
Purblg Salatiga

JATIM
Cilacap Wonosobo Kab. Mgl Sragen
Sragen
Banyumas Kota. Mgl Boyolali
Cilacap Surakarta
S Kr.anyar
Kebumen Purworejo R
Skhj Kr.Anyar
Klaten Sukoharjo
K

Kab. Banjarnegara : 4 kec


DI. Yogyakarta

1. Ds Gumingsir, Kec. Pagentan Wonogiri

2. Ds Medayu, Kec. Wanadadi


3. Ds Lemah Jaya, Kec. Wanadadi Kab. Purworejo : 4 kec
4. Ds Pekandangan, Kec. Banjarmangu 1. Ds Durensari, Kec. Bgl
5. Ds Paseh, Kec. Banjarmangu 2. Ds Hargorojo, Kec. Bgl
6. Ds Kendaga, Kec. Banjarmangu 3. Ds Semono, Kec. Bgl
7. Ds Sawangan, Kec. Punggelan Kab. Purworejo : 3 kec 4. Ds Jatirejo, Kec. KG
1. Ds Hargorojo, Kec. Bgl 5. Ds Donorejo, Kec. KG
2. Ds Sokoagung, Kec. Bgl 6. Ds Jelok, Kec. KG
3. Ds Jatirejo, Kec. KG 7. Ds Kd Gubah, Kec. KG 2012
Kab. Banjarnegara : 1 kec 4. Ds Somongari, Kec. KG 8. Ds Kembaran, Kec. Loano
1. Ds Pagedongan, Kec. Pagedongan 5. Ds Kd Gubah, Kec. KG 9. Ds Separe, Kec. Loano
2. Ds Gunungjati, Kec. Pagedongan 6. Ds Prapag Lor, Kec. 10. Ds Kalijering, Kec. 2013
Pituruh Pituruh
7. Ds Kalikotes,Kec.Pituruh
JUMLAH DESA HCI DI JAWA TENGAH
TAHUN 2008 – 2013

No Kabupaten Jumlah Desa HCI


2009 2010 2011 2012 2013
1 Purworejo 8 13 18 16 19
2 Banjarnegara 0 6 4 8 5
3 Magelang 0 0 0 0 0
4 Wonosobo 0 3 0 1 0
5 Kebumen 1 0 1 0 0
6 Cilacap 0 0 0 0 0
7 Purbalingga 4 7 3 1 1
8 Banyumas 2 2 4 2 0
9 Pekalongan 0 0 0 0 0
10 Jepara 1 0 0 0 0
Jumlah 16 31 29 28 25
15
TANTANGAN DAN SOLUSI
1. Tingginya mobilitas penduduk
 surveilans migrasi Malaria
2. Berkurangnya jumlah dan frekuensi kunjungan Juru Malaria Desa
 memberdayakan bidan di desa, mengaktifkan kembali Pos
Malaria Desa / kader Malaria
3. Kurangnya komitmen stakeholder dalam Eliminasi Malaria
 dukungan Peraturan Perundangan dari Pusat, advokasi
4. Belum optimalnya Tim Gebrak Malaria
 Mengaktifkan kembali Tim Gebrak Malaria
5. Belum semua rumah sakit melakukan pemeriksaan sediaan
darah secara mikroskopist (pemeriksaan dengan RDT)
 ceramah klinik, on the job training petugas laboratorium
POKOK BAHASAN KETIGA

KEBIJAKAN ELIMINASI MALARIA

17
Tujuan Eliminasi Malaria

Terwujudnya masyarakat yang hidup sehat, yang


terbebas dari penularan malaria secara bertahap
sampai tahun 2030
PENGERTIAN

Eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk


menghentikan penularan malaria setempat
(indigenous) dalam satu wilayah geografis
tertentu, dan bukan berarti tidak ada kasus
malaria import serta sudah tidak ada vektor
malaria di wilayah tersebut, sehingga tetap
dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk
mencegah penularan kembali.
Kebijakan

Eliminasi Malaria dilakukan :

•Secara menyeluruh dan terpadu oleh


Pemerintah, Pemda bersama mitra kerja terkait

•Secara bertahap sesuai dengan pentahapan dan


berdasarkan situasi malaria dan sumberdaya
setempat
Strategi
• Melakukan penemuan dini dan pengobatan dg tepat
• Memberdayakan Masyarakat
• Menjamin akses pelayanan berkualitas
• Melakukan komunikasi, advokasi, motivasi & sosialisasi kpd
stake holder untuk berperan aktif
• Menggalang kemitraan & sumber dana baik lokal, nasional
maupun internasional
• Melakukan upaya eliminasi malaria melalui forum kerjasama
(Gebrak Malaria) atau forum lain yg sdh ada.
• Menyelenggarakan sistem surveilans, monitoring dan evaluasi
serta informasi kesehatan.
• Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan
mengembangkan teknologi dlm upaya eliminasi malaria
Visi
”Masyarakat yang Program
- Komitmen global MDG, RBM
mandiri dalam hidup
sehat
Kebijakan o Penemuan dini
1. Diagnosa malaria dan pengobatan
Strategi harus terkonfirmasi penderita
mikroskop/uji reaksi o Meningkatkan
cepat (RDT) STOP akses pelayanan
eliminasi secara
Malaria Klinis
bertahap : 2. Pengobatan dengan
yang berkualitas
1.Eliminasi DKI pada Artemisinin o Pemberdayaan dan
tahun 2010, Bali dan Sasaran penggerakan
Seluruh Combination Therapy
Batam dalam proses (ACT)  STOP masyarakat
penduduk
untuk Eliminasi yang Klorokuin o Meningkatkan KIE
2.Eliminasi Jawa, berisiko 3. Pencegahan (Komunikasi, ELIMINASI
NAD, Kepri pada terkena penularan malaria Informasi, dan MALARIA
malaria, dengan distribusi Edukasi)
tahun 2015; terutama kelambu (LLIN) o Menggalang
3.Eliminasi yang penyemprotan (IRS), kemitraan
Sumatera, NTB, berada di repellent, larvasiding
daerah o Meningkatkan
Kalimantan, 4. Memperkuat desa
endemis sistem surveilans
Sulawesi pada tahun siaga pembentukan
malaria o Meningkatkan
2020; dan Posmaldes
sistem monitoring
4.Eliminasi Papua, 5. Kemitraan melalui
Forum Gebrak dan evaluasi
Papua Barat,
Malaria o Meningkatkan
Maluku, Maluku
kualitas sumber
Utara, NTT pada
daya manusia
tahun 2030
Misi
“Untuk membuat Komitmen nasional
rakyat sehat, bebas
25/09/2018
dari penyakit malaria RPJM, Inpres 3/2010, RAD
INDIKATOR
ELIMINASI MALARIA

1. Tiga tahun berturut-turut tidak


ditemukan kasus indigenous (penularan
setempat) di suatu kabupaten/kota,
provinsi, dan pulau.

2. Mempunyai kemampuan pelaksanaan


surveilans yang baik.
PENTAHAPAN ELIMINASI MALARIA Sertifikasi WHO

< 1 kasus/1000
penduduk berisiko
SPR < 5% Kasus Indigenous 0
dari malaria kllinis

3 Tahun

Pemberantasan Pra- Eliminasi Eliminasi Pemeliharaan

Reorientasi program menuju Reorientasi program menuju


eliminasi pemeliharaan
SASARAN PRA ELIMINASI

Fokus aktif (lokasi yang masih terjadi penularan setempat)


diwilayah yang akan dieliminasi

TUJUAN PRA ELIMINASI

Mengurangi jumlah fokus aktif dan mengurangi penularan


setempat di satu wilayah minimal kab/kota, sehingga pada akhir
tahap API <1/1000
SITUASI YANG DICAPAI
PADA TAHAP PRA ELIMINASI

•Semua unit yankes sudah mampu memeriksa kasus secara


laboratorium.
•Semua malaria klinis di unit yankes sudah diperiksa SD dan SPR <
5%.
•Adanya peningkatan kualitas dan cakupan (surveilans, penemuan
& pengobatan, pemberantasan vektor) untuk mencapai API <
1/1.000.
•Adanya peningkatan keterlibatan pemerintah, pemda, swasta,
LSM, organisasi profesi, dll.
•Tersedia peraturan perundangan di tingkat prov/kab/kota yang
mendukung.
POKOK KEGIATAN DALAM ELIMINASI
MALARIA

1. Penemuan dan tatalaksana penderita.


2. Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko.
3. Surveilans epidemiologi dan penanggulangan
wabah.
4. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi
(KIE).
5. Peningkatan sumber daya manusia.
1. PENEMUAN DAN TATA LAKSANA
MALARIA
 Penemuan penderita dengan konfirmasi mikroskopis
di Puskesmas dan rumah sakit serta fasyankes
swasta
 Pengobatan kasus positif dengan OAM yang
ditetapkan Kemenkes (ACT)
 Cross check sediaan darah dan menguji kemampuan
pemeriksaan mikroskopis
 FU (Pf 4,7,14,28 ; Pv 14,28,90)
 Meningkatkan cakupan PCD
 Mengawasi peredaran OAM selain ACT
2. PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN FAKTOR RISIKO

 Distribusi kelambu cakupan > 80% di lokasi fokus


dengan API > 1 ‰
 IRS cakupan > 90% di lokasi KLB dan fokus
 Pengendalian vektor lain (larvasidasi, manajemen
lingkungan )
 Memantau efikasi insektisida
3. SURVEILANS EPID DAN
PENANGGULANGAN WABAH

 Semua fasilitas yankes melaksanakan SKD-KLB


 Penanggulangan KLB
 Memperkuat sistem informasi
 Segera melaporkan penemuan kasus
 Surveilans migrasi
4. PENINGKATAN KIE

 Meningkatkan promkes dan kampanye Eliminasi


 Menggalang kemitraan
 Integrasi dengan program lain
 Advokasi dan sosialisasi
 Pertemuan lintas batas untuk merencanakan dan
melakukan kegiatan secara terpadu dalam
Eliminasi Malaria
5. PENINGKATAN SDM

 Reorientasi program menuju Eliminasi kepada


petugas kesehatan
 Pelatihan / refreshing mikroskopis
 Menjaga kualitas pemeriksaan SD
 Pelatihan teknis dan manajemen
 Pelatihan / sosialisasi tata laksana kasus
TARGET ELIMINASI

TAHUN 2014 : PEKALONGAN, MAGELANG


25 KAB/KOTA NON ENDEMIS
TAHUN 2015 : CILACAP
TAHUN 2016 : WONOSOBO, JEPARA
TAHUN 2017 : KEBUMEN, BANYUMAS, PURBALINGGA,
TAHUN 2018 : PURWOREJO, BANJARNEGARA
Kesimpulan
• Beban penyakit malaria masih besar
• Malaria menjadi program prioritas dunia dan
nasional
• Upaya meningkatkan mutu layanan dan akses
universal, pelibatan semua fasyankes
• Penguatan kemitraan dg sektor dan program terkait
sangat penting (Pendidikan, Pertanian,
Perkebunan, Kehutanan, Transmigrasi, Lingkungan
Hidup, PKK, PT, OP, LSM, dll.)
• Teknologi sudah ada, perlu upaya akselerasi untuk
mencapai eliminasi.
TERIMA KASIH 35