Anda di halaman 1dari 10

Gambaran Fasilitas

Fisik dan Non Fisik


Pendidikan Inklusif
Oleh Kelompok 8

1. Aninda Nurwahidah (A1C115007)


2. Ihda Amalia Munawwaroh (A1C115019)
3. Jaimah (A1C115022)
4. Halimah Tusa’diyah (A1C115015)
5. Nor Fatimah (A1C115031)
6. Nur Elisya (A1C115032)
7. Wiwid Wulandari (A1C115041)
8. Muliyati (A1C115056)
PENGERTIAN DAN ASAS AKSESIBILITAS
 Menurut UU No.28/2002, Aksesibilitas adalah kemudahan yang
disediakan bagi semua orang yang berkebutuhan khusus guna
mewujudkan ke-samaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan
dan penghidupan. Aksesibilitas terbagi atas dua yaitu: aksesibilitas
fisik dan aksesibilitas non fisik.
ASAS AKSESIBILITAS
Keselamatan
Kemudahan
Kegunaan
Kemandirian
Aksesibilitas fisik
Aksesibilitas fisik di lingkungan sekolah secara umum meliputi:

1. Jalan menuju sekolah 9. Arena olahraga


2. Halaman sekolah 10. Arena bermain dan taman sekolah
3. Pintu ruang kelas 11. Ruang UKS
4. Jendela 12. Toilet
5. Koridor kelas 13. Tangga
6. Ruang kelas 14. Penyeberangan jalan menuju sekolah
7. Perpustakaan 15. Tanda-tanda Khusus Sekolah dan
Lingkungan Sekitarnya
8. Laboratorium
Aksesibilitas fisik
Aksesibilitas Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus : “Anak Tunanetra”

 Snellen Chart  Peta Timbul  View Scan


 Ishihara Test  Abacus  Televisi
 SVR (Trial Lens Set)  Penggaris Braille  Prism monocular
 Snellen Chart
 Blokies  Alat Bantu Auditif
Electronic Orientasi dan
Mobilitas  Papan Baca  Catur tunanetra
 Tongkat panjang  Meteran Braille  Bridge tunanetra
 Tongkat Lipat  Alat Bantu Visual  Sepak bola dengan bola
 Tongkat elektrik berbunyi
 Magnifier Lens Set
 Bola bunyi  Papan Keseimbangan
 CCTV ( Closed Circuit
 Pelindung kepala Alat Television )  Power Rider Static
Bantu Pembelajaran/ Bycicle
Akademik
Aksesibilitas fisik
Aksesibilitas Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus : “Anak Tunarungu”

 Scan Test  Cermin  Miniatur benda


 Bunyi-bunyian  Alat latihan meniup  Finger Alphabet
 Garputala  Alat musik perkusi  Silinder
 Audiometer & Blanko  Sikat getar  Kartu kata
Audiogram
 Lampu aksen  Kartu kalimat
 Mobile Sound Proof
 Meja latihan wicara
 Sound level meter  Menara segitiga
 Speech and Sound
 Hearing Aids Simulation  Menara lingkaran
 Model saku  Spatel  Menara segi empat
 Model belakang Telinga  TV/VCD  Peta dinding Alat
 Model dalam Telinga Latihan Fisik
 Alat Bantu Belajar
 Model kacamata /Akademik
Aksesibilitas fisik
Aksesibilitas Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus : “Anak Tunagrahita”

 Tes Intelegensi WISC-R  Gelas Rasa  Keping Pecahan


 Tes Intelegensi Stanford Binet  Botol Aroma
 Balok Bilangan 1
 Cognitive Ability test  Tactile Perception
 Balok Bilangan 2
 Latihan Sensori Visual  Aesthesiometer
 Gradasi Kubus  Latihan Bina Diri  Kreativitas, Daya Pikir
dan Konsentrasi
 Gradasi Balok 1  Berpakaian 1
 Gradasi Balok 2  Berpakaian 2  Tetris
 Latihan Sensori Perabaan  Berpakaian 3  Box konsentrasi mekanis
 Keping Raba 1  Dressing Frame Sets  Fuzle konstruksi
 Keping Raba 2  Sikat Gigi
 Alphabet Loweincase
 Keping Raba 3  Pasta Gigi dan lain
sebagainya  Alphabet Fibre Box
 Alas Raba
 Konsep dan Simbol Bilangan  Pias Kata
 Sensori Pengecap dan Perasa
Aksesibilitas fisik
Aksesibilitas Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus : “Anak Tunadaksa”

 Finger Goniometer  Swivel Utensil


 Flexiometer  Dressing Frame Set
 Plastic Goniometer  Lacing Shoes
 Alat Latihan Fisik/Bina Gerak  Alat Bantu Belajar/Akademik
 Pulley Weight  Kartu Abjad untuk pengenalan
huruf
 Kanavel Table
 Kartu Kata untuk pengenalan kata
 Squeez Ball
 Kartu Kalimat untuk pengenalan
 Alat Bina Diri
kalimat
Aksesibilitas fisik
Aksesibilitas Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus : “Anak Tunalaras”

• Adaptive Behavior Inventory for • Matras


Children
• Straight-Type Staircase
• AAMD Adaptive Behavior Scale
• Bola Sepak
• Pretend Game
• Bola, Net Volley
• Hide-Way
• Meja Pingpong
• Put me a tune
Aksesibilitas non fisik
1. Informasi dan teknologi yang aksesibel misalnya buku dalam huruf
Braille bagi peserta didik tunanetra total, bahasa isyarat bagi
peserta didik tunarungu, dan huruf besar dan tebal bagi peserta
didik yang mengalami gangguan penglihatan jarak jauh (low vision).
2. Diskriminasi dari masyarakat sekolah terhadap peserta didik
3. Sikap guru dalam menyampaikan pelajaran kepada peserta didik tuna
rungu tidak boleh membelakangi muka peserta didik
4. Kesetaraan dalam kesempatan setiap pembelajaran di sekolah