Anda di halaman 1dari 269

SISTEM PNEUMATIC

Pneumatic berasal dari bahasa Yunani yang


berarti udara atau angin.
Semua sistem yang menggunakan tenaga
yang disimpan dalam bentuk udara yang
dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja
disebut dengan sistem Pneumatic.
Fungsi System Pneumatic :
a. Brake
b. Open And Close Doors
c. Extend And Retract Landing Gear
d. Steering
e Instrument
f. Cabin pressurization
g. Icing System
Kelebihan system pneumatic
a.Fluida kerja mudah didapat dan ditransfer.
b.Dapat disimpan dengan baik
c. Penurunan tekanan relatif lebih kecil dibandingkan dengan
sistem hidrolik.
d. Viskositas fluida yang lebih kecil sehingga gesekan dapat
diabaikan.
e. Aman terhadap kebakaran.
Kerugian system pneumatic :
a.Gangguan suara yang bising
b.Gaya yang ditransfer terbatas
c.Dapat terjadi pengembunan
d.Sulit menemukan tempat terjadi kebocoran pada
sistem

Jenis System Pneumatic Pada Pesawat Terbang :


1.System pneumatic bertekanan tinggi
2.System pneumatic bertekanan menengah
3.System pneumatic bertekanan rendah
1.Pneumatic bertekanan tinggi
Yang dihasilkan 1000psi s/d 3000psi.
Udara didapat dari compressor kemudian disimpan pada
High Pressure Bottle terbuat dari baja.
High pressure bottle dilengkapi dengan 2 valve :
1.Charging Valve : Valve Pengisi
2.Shut Off Valve : Valve Pengontrol

Charging Valve
 Pengisian apabila bottle kosong
 Didapat dari compressor. Didarat ( ground compressor )
maupun dari pesawat sendiri ( permanent compressor )

Shut Off Valve


Menahan udara bertekanan tetap pada tempatnya sampai
saat nya Digunakan.
High pressure bottle
Charging valve
Shut off valve
Componen-Componen Pneumatic system :

1.Bleed Valve : menyalurkan pneumatic ke system


2.Pressure regulator : mengatur tekanan yang masuk ke system
3.Shut off valve : pengisian udara pada saat didarat dan
compressor tidak bekerja.
4.Oil and water trap : memisahkan udara dari oil dan uap air.
karena compressor memakai system
pelumasan maka kontaminasi udara dan
oil selalu ada.
5.Dehydrator : membersihkan udara dari uap air sebelum ke
system
6.Back Pressure Valve : membuka apabila air pressure dari
dehydrator 1700psi.
Oil and water trap
dehydrator
Back pressure valve
7.Relief valve : membuang apabila terjadi kelebihan pressure.
tujuanya mencegah kerusakan pada system
pneumatic akibat over pressure.
8.Filter : membersihkan udara dari benda padat lainya.
9.Isolation valve : mencegah terbuangnya udara dari system.
10.Charging valve : pengisian udara bertekanan didarat .
11.Safety Disk : membuang udara apabila kelebihan pada
saat pengisian didarat.
12.Check Valve : mengarahkan pneumatic ke system satu
arah.
13.Bottle : menyimpan udara. Bottle Utama : 750psi ,
Bottle udara darat : 1800psi ,
Botol sistem brake : 180psi
14.Reducing Valve : pressure turun menjadi 1000psi.
Isolation valve
Safety disk
Check valve
Reducing valve
2.Pneumatic Bertekanan menengah
Yang dihasilkan 100 s/d 150psi.
Digunakan untuk : * cabin pressurization
* Icing System
* Window Heater
Digunakan mesin turbo jet.
Diambil dari beberapa stage compressor.

3.Pneumatic Bertekanan rendah


1 s/d 10psi
Untuk gyro instrument : DGI , AH , Turn And Bank Indicator.
Component Pneumatic Bertekanan Rendah
1.Check Valve
2.Pressure Relief Valve
Cabin pressurization
Icing system
Wing anti icing
Engine anti icing
Deicing system
Window heater
3.Pneumatic Bertekanan rendah
1 s/d 10psi Untuk gyro instrument :
DGI , AH , Turn And Bank Indicator.
Component Pneumatic Bertekanan Rendah
1.Check Valve
2.Pressure Relief Valve
3.Gate Check Valve : menjaga kerusakan instrument karena
ada aliran udara yang disebabkan oleh
Engine Back Fire.
4.Suction Relief Valve : mengatur besar / kecilnya tekanan
yang dipakai oleh system.
5.Restrictor Valve : membatasi tekanan yang masuk
ke system
6.Suction Gage : penunjukan besarnya tekanan pada system.
restrictor
Suction relief valve
Suction gage
Pneumatic tekanan rendah
Bleed air system

digunakan Untuk :
*Engine Starting
*Air Conditioning & Pressurization
*Thermal Anti Icing.
*Water service
*Hydraulic reservoir
Bleed air System :
*L/H System : Engine#1 & APU
*R/H System : Engine#2 & GTC
*Isolation Valve : Memisahkan L/H & R/H
Pneumatic Duct/Manifold Terbuat Dari Titanium
Karena High Press & High Temp.

Jika Memakai GTC Max 60psi, untuk starting


engine minimal 20psi.
APU
APU ( Auxiliary Power Unit )
Boeing 737 Type APU GTCP 85-129 K/H
G : Gas
T : Turbine
C : Compressor
P : Power
85: Family
129: For Boeing 737
K/H: With ETC
( Electronic Temperature Control )
Fungsi APU :
*Electricity &
*Bleed Air : Starting & Air conditioning

Basic Altitude Limitation


 Sea Level s/d 10.000ft : Electrical &
Pneumatic
 10.000ft s/d 17.000ft : Electrical Only or
Pneumatic Only
 17.000ft s/d 35.000ft : Electrical Only
APU INLET DOOR
External Power
APU Consist Of :

2 Stage Centrifugal Compressor


1 Stage Turbine
1 Accessories GeraBox : - Generator
- Oil Pump
- Fuel Pump
- Starter
- Tacho Generator
- Cooling Fan Air
1 Chombustion Chamber
- Igniter Plug
- Fuel Otomizer
APU AKAN ATOMATIS MATI APABILA :
1.OVER SPEED
2.Terjadi Fire
3.BATT SWITCH OFF
4. HIGH OIL TEMP
5. LOW OIL PRESS
APU INDICATING
 EGT IND
 LOW OIL QTY
 LOW OIL PRESS
 HIGH OIL TEMP
 OVER SPEED
PITOT STATIC SYSTEM
*Fungsi : Mendeteksi Tekanan dinamis dan tekanan statis

*Tekanan dinamis : disebabkan bergeraknya bidang tersebut


di udara
*Tekanan statis :tekanan udara dalam ruang terbuka.

*Altimeter : berdasarkan perubahan tekanan statis akibat


perubahan Ketinggian

*Airspeed : berdasarkan perubahan tekanan dinamis

*Vertical speed : kecepatan pesawat pada saat terbang


vertical berdasarkanPerubahan tekanan
statis.
System pitot static terdiri dari :
a.Pitot tube
b.Static vent
c.Airspeed indicator
d.Vertical speed indicator
e.altimeter
f.Machmeter ( Untuk Pesawat Jet )
1.PITOT TUBE / PITOT HEAD

*Pitot berasal dari nama penemunya yaitu :


Hendri Pitot
*Pitot tube kadang-kadang juga disebut Pitot Head /
Pressure Head
*Jenis-jenis tekanan udara yang terjadi pada pitot
head:
a.PITOT PRESSURE : Dynamic Pressure, Ram
Pressure,ImpactPressure
b.STATIC PRESSURE : Ambient pressure,
Atmospheric Pressure.
*Bila pesawat tidak terbang pitot head harus ditutup
dengan pitot cover Agar tidak kemasukan serangga
/ kotoran.
2. STATIC VENT
*system cadangan dari pitot head
*dipasang terpisah dengan pitot head, umunya dipasang pada
tubuh pesawat ( Fuselage ),kiri dan kanan.
maksudnya memperkecil dynamic effect pada saat gerakan
yawing.
*Berupa static holes / lubang-lubang kecil.untuk menghidari
kesalahan-kesalahan Dalam pengukuran.
Sistem Pemanas Pada Pitot Head

Pitot Head Dilengkapi Dengan Pemanas


( Pitot Heater ) yang terbuat dari Element pemanas
( Electrical Heater Element ) yang letaknya pada
bagian Dalam dari pitot.

*Fungsi : Mencegah terjadinya es ( Ice Formation )

*Pitot Head Harus Dipasang sejajar poros


longitudinal pesawat denganLubangnya menghadap
kedepan / dari mana udara mengalir.
GYROSCOPE INSTRUMENT
Gyroscopic Instrument:
a.Turn And Bank Indicator
b.Gyro Horizon Indicator
c.Auto Pilot
d.DGI ( Directional Gyro Indicator )
Gyroscope mempunyai 2 sifat utama yaitu :
Rigidity in space ( Gyro inertia ) dan precession..
Gyro dapat diputar dengan 2 cara :
1.pneumatic system : mengunakan pipaVenturi
/pompa vacum
2.electrical system mengunakan arus bolak-balik( AC)
/ arus searan ( DC ).
Gyroscope : sesuatu yang berputar / benda yang berbentuk
roda yang bisa berputar pada porosnya.
Gyro dari metal yang berat yang di pasang pada rangka
Khusus yang disebut Gimbal
Gimbal terbagi 2 : - Inner Gimbal
- Outer Gimbal

Sifat sifat Gyro :


a.Rigidity in space ( Ketetapan )
mempertahankan poros putarnya hingga selalu menunjuk
arah yang sama.
b.Precession
gyro sedang berputar mendapat gaya gangu
makin besar gaya ganggu makin besar precessinya.
Hydraulic System

Penggunaan sistem hydraulic pada aircraft


1. Primary Flight Control
2. Secondary Flight Control
3. Utility system : landing gear, wheel break,
nose wheel steering, cargo doors, loading
ramp, passenger stairs.
System hydraulic pada pesawat terbang adalah
Close System dimana fluid di system mengedar
/circulate.
Hydraulic system sebagai :
lubrication,cooling,power.

Syarat-syarat hydraulic system


1.Tidak mudah menguap.
2.Tidak menimbulkan karat pada metal.
3.Lubrication yang baik terhadap metal dan
bahan karet.
Jenis hydraulic fluid

1.Fluid dari hasil tumbuh-tumbuhan ( Mil-H-7644)


dipakai pesawat lama dan jarang dipakai.
warna kebiru-biruan.
bahan dasarnya :minyak kastor dan alkohol.

2.Fluida hasil mineral ( Mil-H-5606 )


dipakai pesawat sekarang.
bahan dasarnya : mineral
warna merah.
tidak tahan terhadap api.
3.Fluida sintesis ( Mil-H-8446 / Skydrol -500A )
tahan terhadap api.
dipakai pesawat jet modern
warna : hijau / unggu.

Ketiga jenis fluida tidak boleh bercampur,


karena akan merusak Gasket / packing.
Seal ( Karet Pencegah kebocoran )

Untuk memperhalus pengoperasian dan mengurangi keausan,


memerlukan pelumasan yang terus menerus.

Maka untukmenjaga agar cairan pelumas tersebut jangan


sampai keluar dan menjaga agar kotoran dan debu jangan
masuk ke sistem maka diperlukan seal.
Fungsi dari seal yaitu:

 Menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi).


 Menjaga kotoran dan material lain masuk ke
sistem.
 Memberikan batasan cairan supaya tidak
tercampur.
 Lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak
dan tidak bocor.
 Melapisi permukaan yang tidak rata.
 Komponen tidak cepat rusak.
Seal diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu:
Static Seal dan Dynamic Seal.

1.Static Seal
Static Seal digunakan pada permukaan yang tidak
ada gerakan pada dua permukaan yang dilapisi.
Yang termasuk Static seal adalah: O-ring seal, gasket
dan liquid gasket.
2.Dynamic Seal
Dynamic seal dipakai pada komponen yang bergerak
antara permukaan satu dengan yang lainya.
yang termasuk Dynamic seal adalah:
O-ring seals Teflon, Lip seals, Duo Cone seals dan packing
rings.
1.Gasket

Gasket adalah salah satu jenis seal yang banyak


digunakan pada celah yang kecil pada komponen
yang diam.

Beberapa tempat yang menggunakan gasket


misalnya antara cylinder head dan block ,
antara block dan oil pan.

Permukaan yang memakai gasket harus rata, bersih,


kering dan tidak ada goresan.
Kekencangan pengikat dua permukaan yang
menggunakan gasket sangat penting,
selalu berpedoman pada spesifikasi torque untuk
mencegah kebocoran.
Gasket
O RINGS

Sebuah O-ring adalah bentuk cincin yang sangat


lunak yang terbuat dari bahan alami atau karet
synthetic atau plastik.

Dalam pemakaianya O-ring biasanya dikompres


antara dua permukaan sebagai seal,

O-ring sering digunakan sebagai static seal yang


fungsinya sama dengan gasket.
Pada saat pemasangan O-ring seal, yakinkan semua
permukaan bersih dari kotoran dan debu.

Periksa O-ring seal dari kotoran, debu, goresan


(screth) dan cacat lainya yang akan menyebabkan
kebocoran.
O Ring
LIP SEALS
Lip seal adalah jenis dynamic seal yang banyak
digunakan pada kontruksi alat berat.

Lip seal memikul semua jenis kondisi pengoperasian


dan mencegah tidak beroperasinya machine karena
panas yang diakibatkan gesekan atau juga
mencegah bercampurnya pelumas atau cairan.
Lip Seal juga menahan perpindahan gerakan di
antara dua komponen yang dibatasi.

Lip seal relatif sangat mudah dilepas pada saat


perbaikan atau penggantian komponen.

Jenis lip seal adalah Radial lip seal dan Dirt excluding
lip seals.
Dirt excluding lip seal
digunakan untu membersihkan kotoran pada
cylinder.
Radial lip seal
digunakan untuk mencegah kebocoran pada
perputaran shaft dan dibuat dengan bermacam-
macam bentuk dan ukuran disesuaikan dengan
aplikasi pemasangannya.

Internal lip seal


mempunyai bibir seal di diameter dalam.
External radial lip seal
mempunyai bibir seal pada diameter luar dari seal
tersebut.
Radial lip seal menahan permukaan shaft dengan
tekanan cairan dan garter spring.

Garter spring menekan bibir seal ketika tekanan


cairan rendah.

Pada operasi yang sebenarnya seal dibantu oleh


lapisan tipis oli antara bibir seal dan shaft,
ini supaya bisa melumasi bibir seal dan mencegah
kebocoran.
Duo Cone Seal
Duo cone seal dibuat untuk menjaga kotoran tidak
masuk ke dalam sistem dan menjaga kebocoran
cairan pelumas pada area yang luas.

Duo cone seal harus bisa menahan karat yang lebih


lama dengan sedikit perawatan.

Duo cone seal lebih bisa menahan kebengkokan


shaft, end play dan beban yang tiba-tiba.
Duo cone seal terdiri dari dua ring yang biasanya
terbuat dari karet, dipasangkan pada dua groove
metal retaining ring.

Rubber rings bekerja sama dengan metal rings


berfungsi sebagai seal.

Rubber ring juga sebagai bantalan untuk metal rings


dan menjaga kerataan permukaan pada saat shaft
berputar selama machine beroperasi.

Kehalusan permukaan metal rings bersama-sama


dengan kekentalan oli melapisi shaft.
Tanda-Tanda O Ring :
1.titik-titik / garis biru : fluida hydraulic Mil-H-5606
2.titik-titik / garis merah : Fuel
3.titik-titik kuning : oil sintesis
4.Garis putih : Oli Motor / oli pelumas
5.Garis terputus ( Dash ) hijau : Skydrol
Packing
O ring Teflon
Pipa-pipa hydraulic fluid
Pipa –pipa sebagai sarana transmisi tenaga hydraulic
Dari pompa ke valve dan ke komponen-komponen.

Ada dua macam pipa hydraulic fluid


1.pipa-pipa metal yang kuat ( rigid line )
2.pipa-pipa karet yang lentur ( Flexible lines )

1. pipa-pipa metal yang kuat ( Rigid line )

pressure 1500-3000psi
High pressure bahanya stainless stell
Low press bahanya aluminum alloy
pipa-pipa metal bertekanan tinggi harus bebas dari
Goresan.

2.pipa-pipa karet yang lentur ( Flexible lines )

Disebut juga flexible hose.


a. Flexible hose tekanan rendah
Banyak digunakan pada system instrument.
Tidak pada system hydraulic.
Kode pabrik : Mil-115593.
Bagian dalam pipa karet sintesis , dikuatkan oleh
Anyaman Benang katun dan dilapisi oleh karet sintesis
2.Pipa karet tekanan sedang
Kode pabrik : Mil H-8794
Konstuksinya : pipa karet sintesis dibungkus oleh
Anyaman benang katun, dilapisi benang kawat halus,
Lapisan paling luar anyaman benang kawat tahan oli.
Dipakai untuk tekanan 1500psi.

3.Pipa karet tekanan tinggi


Kode pabrik : Mil H 8788
Fluid type Skydrol pressure sampai 3000psi
Konstuksinya : bagian dalam pipa karet sintesis,
Diperkuat dengan 2 jaringan dari anyaman benang
Kawat baja halus, dibungkus anyaman benang fiber,
Bagian luar karet sintesis hitam
Hydraulic Pipe
Flexible hose
Mengindari Kerusakan Pipa Karena Gesekan maka dipasang
“ CLAMP”
Pipe Identification.
1. Terdapat Part Number.
2. Identification Of Part ( Hydraulic / Fuel / Oil).
3. Identification Of System ( Hydraulic / Fuel / Oil).
Fluid Identification
Aircraft Fitting
Basic Hydraulic System
1.Reservoir : Menyimpan Fluid , Untuk pengoperasian Fluid.
ditempatkan paling tinggi dari system hydraulic agar dapat
mengalir secara gravity ke Power pump.
pada reservoir terdapat :
a.Sight Gage : mengetahui isi fluid di reservoir.
b.Vent : menyamakan tekanan di dalam dan di luar reservoir.
c.Filter
d.Stand pipe : agar tidak habis apabila terjadi kebocoran.
e.Pipe line To Power Pump
f.Pipe Line To Hand Pump.
g.Pipe Line To Return Line From System
h.Pressure Transmitter : mengetahui Fluid di reservoir ke
indicator.
reservoir
Hydraulic system indicator
2.Filter : mencegah kotoran masuk ke system.
satuan dalam penyaringan Micron.
3.Accumulator : * Membantu Bekerjanya Power Pump
* Menyimpan Power dalam jumlah terbatas.
* meredam gelombang yang tidak rata di
sebabkan oleh power pump.
Type Accumulator :
a.Type Membran
b.Type Blader
c.Type Piston

4.Hand Pump : emergency & Pengisian Hydraulic.


5.Power Pump : Mengarahkan Fluid Ke System.
digerakan oleh EDP ( Engine Driven Pump ) dan EMDP
( Electrical Motor Driven Pump ).
Filter hydraulic
accumulator
Membran accumulator
Blader and piston accumulator
Emergency hand pump
EDP Bekerja karena Putaran Dari Engine
EMDP Bekerja Bila System Electrical Sudah Tersedia.
Type Power Pump :
*Gear Type
*Piston Type
*Piston Angular Type
*Vane Type
*Variable Power Pump. Digunakan Pesawat Saat Ini.

6.Pressure Regulator : Mengatur Pressure yang masuk ke


System.
* Type Balance
* Type Spool
7.Relief Valve :membuang pressure apabila terjadi kelebihan
pressure.
8.Thermal Relief Valve : membuang fluid dikarenakan panas.
Engine driven pump
Electric motor driven pump
Pressure regulator and relief valve
Thermal relief valve
9.Selector Valve : mengarahkan fluid yang dibutuhkan ke
system Yang Akan Digunakan.
10.Check Valve : mengarahkan fluid ke system satu arah.
11.Shuttle Valve : sumber tenaga cadangan pada bagian
yang Kritis : landing gear.
12.Flow Control Valve :mengirimkan fluid ke system.
13.Orifice : membatasi aliran fluid yang ke system.
14.Indicator
15.Pressure Switch
Selector valve
Pressure switch
Flow control valve
orifice
Hydraulic system indicator
FLIGHT CONTROL
Flight Control Digerakan Dengan System Hydraulic &
Pneumatic.
Flight Contol Terbagi 3 :
1.Primary Flight Control : Aileron , Elevator, Rudder
2.Secondary Flight Control :
Flap , Slat ,Spoiler , Dog Knorch , Veneles/Vertices
, Boundary Layer / Vortex Generator.
3.Auxilari Flight Control : Tabs
3 AXIS

Longitudinal Axis :
 Garis khayal dari nose / propeller hub hingga titik paling
belakang pesawat.
 Gerak putar pesawat pada sumbu Longitudinal oleh
gerakan AILERON
Lateral Axis :
 Geraka putar pesawat pada sumbu Lateral oleh gerakan
ELEVATOR
 Garis khayak dari wing tip sebelah kiri hingga wing tip
sebelah kanan.
Vertical Axis
 Garis khayal lurus yang vertical / gerak putar pesawat pada
sumbu Vertical Oleh Gerakan RUDDER
AILERON

Aileron digerakan oleh Control Coloumb / Joy


Stick/ ControlStick.
Control Stick digerakan kekiri maka sayab kiri
akan bergerak Kebawah dan Aileron Bergerak
Keatas dan Sayab Kanan Bergerak keatas tapi
Aileron bergerak kebawah hingga pesawat
Miring ke kiri.
AILERON
Sistem kemudi aileron:
1.Conrol stick / control column/joy stick.
2.Piringan bergigi (Sprocket).
3.Rantai ( chain)
4.Kabel control.
5.Kerekan ( Pulley)
6.Batang pengontrol ( control lever)
7.Batang penyambung ( turn buckle)
8.Pipa tekan tarik ( Push Pull Tube)
9.Aileron.
sprocket
pulley
ELEVATOR

Digerkan oleh control stick apabila


digerakan ke belakang Maka elevator
akan naik , tail kebawah hingga pesawat
naik
Sistem kemudi Elevator:
1.Control stick/control column/joy stick.
2.Control lever
3.cable.
4.Turn buckle.
5.pulley.
6.fairlead.
7.Push Pull Tube.
8.Elevator.
ELEVATOR AND RUDDER.
Rudder

Digerakan oleh Rudder Pedal ( Rudder Bar )


dengan gerakan kaki.

Pedal kiri didorong kedepan hingga rudder


bergerak kekiri Mendorong bagian belakang
pesawat kearah kanan hingga Pesawat bergerak
kekiri.
Sistem kemudi bidang Rudder:
1.Rudder Pedal
2.cable.
3.Pengaman ( fairlead)
4.Batang penyambung ( Turn Buckle)
5.Kerekan ( Pulley)
6.Batang pengontrol ( Control Lever)
7.Rudder.
ELEVATOR AND RUDDER.
FLAP
Fungsi : Menambah Lift Pada Saat Takeoff dan Menambah
Drag Pada Saat Landing.
Digerakan oleh Flap Handle dan Indicator Flap.
Dengan hydraulic & electrical
Jenis Bidang Flap :
* Simple Flap ( Plain Flap )
dipasang Hinge hingga dapat digerakan kebawah untuk
dapat lift & Drag.
* Split Flap
* Zap Flap
* Slotted Flap
* Fowler Flap
Penampangnya lebih Aerodinamik dengan gerakan Hinge
menambah luas sayap. / Membesar Kebelakang sebelum
turun kebawah.
 Kueger flap - terdapat pada pinggir
hadapan sayap
 Split flap - terdiri daripada dua bagian
yaitu atas dan bawah. Bagian bawah
berfungsi seperti plain flap manakala
bagian atas tidak bergerak.
 Slotted flap - terdiri daripada beberapa slot
 Blown flap - meniup udara yang keluar
dari engine ke atas sayap dan sekaligus
meningkatkan daya angkat
Kruger Flap
Slat / Slot
 Merupakan Flap yang terletak dileading edge dengan
fungsi yang sama / memperbaiki air flow saat turbulance.
 Slot : Ruang diantara leading edge dengan slat.
SPOILER
 Spoilers, fungsinya ialah untuk merusak lift, dalam artian
digunakan biasanya pada saat setelah landing untuk
mengurangi lift.
 Spoilers-air brakes, yaitu spoiler yang berfungsi
mengurangi lift dan memperbesar drag sehingga pesawat
seperti di rem karena gerak pesawat tertahan oleh drag
yang dihasilkan
TAB
Fungsi : * Membantu Pilot Dalam Mengerakan Flight Control.

a.Ground Adjustable Tabs


Tabs yang dapat di Adjust Pada Saat Di Ground.
b.flight Adjustable Tabs
Tabs Yang dapat di Adjust Pada Saat Sedang Terbang.
1.TRIM TAB
Fungsi : * Koreksi Pada Saat Manuver.
* Membantu meringankan tugas pilot
* bekerja secara otomatis
Trim tabs dipasang di : Aileron , Elevator , Rudder.
# pesawat Tendency Yaw kekanan
Koreksinya rudder ke arah kiri dengan trim tab
kekanan.
# pesawat Tendency Roll ke kiri
Left Aileron Bergerak kebawah dengan Trim tab
keatas
# pesawat tendency Nose up
Elevator down dengan trim tab keatas.
2.Servo Tab
fungsi : Membantu meringankan tugas pilot.
bekerja secara otomatis.

3.Balance tab
Mengimbangi gerakan arah berlawanan dari flight control.

4.Spring tab
Memperhalus gerakan
Berfungsi bila ada gaya yang bekerja karena spring.
Power boosted flying :
Sistem kemudi dengan bantuan daya.
Actuating cylinder ( silinder berjalan) dengan
Sistem hydraulic .
Power operated flying:
Mengunakan motor listrik .
Artificial feel system:
Agar terasa dalam mengerakan flight control
Pada power boosted dan power operated
dilengkapi dengan ARTIFICIAL FEEL SYSTEM.
FUEL SYSTEM
Fuel system pada pesawat dibagi menjadi 2 system :
1.By pressure :
* Gravity feed fuel system.
fuel dikirim ke engine dengan memanfaatkan gravitasi.
gravitasy system tidak memerlukan booster pump.
kelemahanya apabila terbang tinggi tekanan akan
merendah hingga aliran fuel akan melambat ke engine
hingga engine kekurangan fuel.

* Pressure feed fuel system.


memanfaatkan pressure hinnga fuel cepat mengalir ke
engine.
diperlukan : Fuel Booster Pump , Engine Driven Fuel Pump
, Fuel Booster Fuel Pump, Main Strainer/Filter.
2. By location.
* Airframe Fuel System.
Terdiri dari fuel tank , fuel booster pump, fuel tank vent ,
fuel line, fuel control , fuel flow , fuel drain , pressure gage,
fuel temperature.

* Engine Fuel System.


Fuel dikirim ke engine melalui : Carburetor , Fuel Control Unit
( FCU) , Engine Driven Pump, Metering Valve , Main Engine
Conrtol ( MEC), Electronic Engine Control ( EEC).
Fuel ( Bahan Bakar )
Syarat Untuk Melakukan Pembakaran :
1.Fuel
2.Udara
3.Pengapian ( Spark Plug / Igniter Plug )
Beberapa Istilah Bahan Bakar :
a.Rate Vapor Pressure : Tekanan uap dari gasoline pada
100ºF menurut test dari ASTM
( American Society for testing and
Material )
b.Flash Point : Fuel akan terbakar bila diberi api
c.Cetane Number : Kelambatan Pengapian ( Ignition Delay )
d.Octane Number : perbandingan fuel yang terbakar
e.Volatility :kemampuan Bahan Bakar untuk Menguap Tanpa
Menyebabkan Penyumbatan.
f.Heat Content : Kemampuan Bahan Bakar Untuk
Memberikan Energi Panas untuk daya
g.Anti Knock Additives : Zat Yang Ditambahkan Kedalam
Gasoline Untuk Mencegah Detonasi.
h.Anti Icing Additives : Zat Yang Ditambahkan Untuk
Mencegah Terjadinya Es.
Bahan Bakar Gasoline
Syarat Utama Dari Gasoline :
1.Mudah Menguap Dan Tidak Menimbulkan Penyumbatan
Udara.
2.Stabil selama disimpan
3.Dapat menahan perubahan kimia
4.Dapat dialirkan dan diukur dalam segala kondisi
5.Tidak menimbulkan karat
6.Menghasilkan energi panas yang cukup untuk menghasilkan
daya.
Pada gasolin diberi tambahan untuk tujuan :
a.Antidetonasi .
b.Anti static additives:mengurangi bahaya pengaruh electric
c.Anti icing additives
Bahan bakar untuk turbine gas ( AVTUR )
Syarat-syarat bahan bakar AVTUR :
1.Bahan bakar harus terbakar secara efisien dan bersih.
2.Stabil selama disimpan
3.Titik beku yang rendah dari bahan bakar saat terbang
tinggi
Terdapat beberapa bahan bakar motor turbine :
a.kerosen
b.gasolin
c.kombinasi kerosen & gasolin
Yang biasa dipakai pesawat komersial kerosen /bahan bakar
Cair.
Ada tambahan pada AVTUR :
-anti icing additives
-anti microbial organisme : Mencegah korosi bakteri / jamur
Bahan Bakar Gasoline
Syarat Utama Dari Gasoline :
1.Mudah Menguap Dan Tidak Menimbulkan Penyumbatan
Udara.
2.Stabil selama disimpan
3.Dapat menahan perubahan kimia
4.Dapat dialirkan dan diukur dalam segala kondisi
5.Tidak menimbulkan karat
6.Menghasilkan energi panas yang cukup untuk menghasilkan
daya.
Pada gasolin diberi tambahan untuk tujuan :
a.Antidetonasi .
b.Anti static additives:mengurangi bahaya pengaruh electric
c.Anti icing additives
Bahan bakar untuk turbine gas ( AVTUR )
Syarat-syarat bahan bakar AVTUR :
1.Bahan bakar harus terbakar secara efisien dan bersih.
2.Stabil selama disimpan
3.Titik beku yang rendah dari bahan bakar saat terbang
tinggi
Terdapat beberapa bahan bakar motor turbine :
a.kerosen
b.gasolin
c.kombinasi kerosen & gasolin
Yang biasa dipakai pesawat komersial kerosen /bahan bakar
Cair.
Ada tambahan pada AVTUR :
-anti icing additives
-anti microbial organisme : Mencegah korosi bakteri / jamur
Fuel Tank ( Tangki Bahan Bakar )
Pada sebagian besar pesawat modern, tangki bahan
bakar biasanya adalah bagian dari struktur sayap atau
tangki yang fleksibel yang dipasang di dalam sayap.

Jenis-jenis tangki bahan bakar :


a.Main Tank.
b.Overload Tank.
c.Drop Tank.
d.Collector Tank.

Main dan Overload tank bagian dari konstruksi sayap.


Drop dan Collector tank bagian tambahan diluar
Konstruksi sayab.
Kegunaan jenis jenis tangki :

a.Main Tank ( Tangki Utama)


Sebagai tangki untuk menyimpan bahan bakar untuk
Penerbangan normal.
b.Overload Tank ( Center Tank)
Tangki tambahan untuk menambah jarak tempuh.
c.Drop Tank
Sama seperti overload tank.
Tapi drop tank dapat di bongkar pasang saat di darat.
Digunakan pada pesawat militer.
d.Collector Tank
Tempat booster pump.
FUEL SYSTEM

 Fuel Storage :
Main Tank 1 L/H Wing : 4500kg /9500lbs
Main Tank 2 R/H Wing : 4500kg/9500lbs
Centre Tank Wing Centre Section : 7000kg /
15.500lbs
Vent Surge Tank ; 30 lbs
L/H & R/H Wing Tip.
 Tank Contruction :
Front Spar
Rear Spar
Rib
Upper Skin
Lower Skin
 Fueling Port : * Overwing Fueling Port L/H & R/H

Untuk Manual Refueling,Pengisian


Fuel Dari Atas Wing.
* Fueling Station ( R/H Wing ) :
Refueling , Defueling,
Transfer Fuel.
Defueling : Membuang Fuel.
Fueling receptacle

Pressure fueling
station

Fuel shutoff
valves (3)

No. 1
fuel tank Center fuel tank
No. 2
fuel tank

Surge tank Surge tank


 Fuel Sump Drain Valve : agar fuel tidak
tercampur dengan water.
 Booster Pump : Memompa Fuel Agar lebih Cepat
Menuju Ke System & Mencegah Air Bubble.
 Engine Driven Pump ( EDP ) Fuel Pump :
Menghisap Fuel Dari Tangki Apabila Both
Booster Pump Fail.
 Cross Feed : Balance Fuel , Mengarahkan Fuel
Dari Tank Ke Engine.
 Check Valve : Mencegah Transfer Fuel Antara
Tank To Tank.
 APU ( Auxialary Power Unit ) Normalnya Dari
Tank No1 /Kiri.
 Fuel Quantity Indicator :
- 3ea di fueling panel
- 3ea di cockpit.
Yang Menjadi indicator utama di cockpit.
 Max Fueling Pressure : 55psi
 Pada Saat Refueling Lampu Biru Menyala
Berarti Sedang Mengisi
 Apabila Lampu Biru Mati Tangki Sudah
Penuh sesuai keinginan.
 Float Switch : Indikasi fuel penuh,
memutuskan power pada fueling valve
Hingga lampu biru mati.
Right-half of pressure fueling station
When pulled, When pulled,
closes No. 1 engine closes No. 2 engine
No. 1 No. 2
fuel shutoff valve fuel shutoff valve
engine engine

Engine driven Engine driven


fuel pump fuel pump

Engine fuel Engine fuel


shutoff valve shutoff valve
Crossfeed valve

Manual defueling valve

Fueling receptacle

Center right Pressure fueling


Center left pump station
pump Center right
pump inlet
Fuel shutoff
valves (3)
Fuel temperature
indicator Center left
No. 1 fwd No. 2 fwd
pump inlet
pump pump
Scavenge No. 1 Bypass
Bypass valve fuel tank Center fuel tank
valve No. 2 valve
Scavenge
inlet
fuel tank
No. 1 aft No. 2 aft
pump pump

Surge tank Center tank Surge tank


APU fuel scavenge jet
shutoff pump
valve
APU bypass
valve

To APU
Mengukur Fuel Quantity :
* Capasitance Type : mengetahui
kwalitas fuel langsung diukur oeh
indicator.
* Manual Measuring : Stick / Dripstick
Dripstick Masing Tank Ada 5ea
Tapi Di Center Tank Tidak Ada Dripstick.
Ada beberapa pesawat sekarang di center
Di lengkapi dengan dripstick
Kotak hitam atau black box

Kotak hitam atau black box adalah


sekumpulan perangkat yang digunakan dalam
bidang transportasi udara Untuk :
perekam data penerbangan (flight data
recorder/ FDR)
perekam suara kokpit (cockpit voice
recorder / CVR)
dalam pesawat terbang.
Fungsi dari black box atau kotak hitam

merekam pembicaraan antara pilot dengan


ATC atau Air traffic control serta untuk
mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca
selama penerbangan.
Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi
sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna
hitam melainkan berwarna jingga / orange.

Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan


pencarian jika pesawat itu mengalami
kecelakaan.
KNKT
KNKT : Komite Nasional Keselamatan
Transportasi.
NTSC : National Transportation Safety
Committee
merupakan komite yang dibentuk Dephub
untuk investigasi kecelakaan transportasi:
darat, laut, dan udara.
Dalam menjalankan fungsinya,
KNKTmempunyai kode etik tertentu
bocornya rekaman percakapan pilot dan
Kopilot melanggar Konvensi Chicago
Annex 13, Bab 5.12 butir D, yaitu
5.12 The State conducting the investigation
of an accident or incident shall not make
the following records available for purposes
other than accident or incident
investigation, unless the appropriate
authority for the administration of justice in
that State determines that their disclosure
outweighs the adverse domestic and
international impact such action may have
on that or any future investigations.
Emergency Locator Beacon Aircraft
Emergency Locator Beacon Aircraft
(ELBA) adalah suatu perangkat suara
penentu lokasi untuk pesawat.

Istilah ELBA ini diberikan ole


InternationalCivil Aviation Organization
(ICAO)
Kalangan lain menyebut perangkat ini
Emergency Locator Transmitter (ELT).
Apa pun namanya, fungsi alat ini sama,
Yakni memancarkan sinyal radio agar
lokasinya bisa diketahui sistem deteksi
yang ada.
Type beacon :

1.Emergency Position-Indicating
Radio Beacon (EPIRB) untuk kapal
2.Emergency Locator Terminal
(ELT) untuk pesawat
3.Personal Locator Beacon (PLB)
untuk per seorangan
Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB)
Emergency Locator Transmitters (ELT)

Emergency Locator Transmitters (ELTs)


Personal Locator Beacons (PLB)

Personal Locator Beacons (PLBs)


 ELT Terbagi 2 :
1. Fixed ELT
2. Portable ELT

Frekuensi yang dipilih untuk operasi ELT adalah


121,5 megahertz (MHz) untuk darurat
penerbangan sipil
243 MHz untuk penerbangan militer,
yang masuk sebagai frekuensi UHF darurat
penerbangan.
Keterbatasan ini berlangsung selama beberapa
tahun, membuat manfaatnya kurang bisa dirasakan.

Dari sini muncul ide untuk memanfaatkan sistem


berbasis satelit.
Akhirnya frekuensi suara darurat pun dialokasikan
untuk sistem ini, yakni 406 MHz.

Sistem bercakupan global ini mampu secara


Unik mengenali setiap suara. Pada
generasi berikut, Inmarsat atau International
Maritime Satellite mengoperasikan suara
berfrekuensi 1,6 GHz.
Portable ELT
Emergency Equipment
1.Gloves( Sarung Tangan )
Mencegah Tangan Terbakar Bila Terjadi
Api Lokasi di Cockpit.

2.Crash Axe ( Kampak )


Menghancurkan Fuselage pada saat
emergency. Lokasi Cockpit.

3.Smoke Goggles
Mencegah mata terkena api Jika terjadi
Api di cockpit / di cabin.
Lokasi Cockpit.
4.MegaPhone
Power is Lost & PA Inop
PA ( Passanger Address )
Lokasi Cabin.
5.ELT/ERB
6.Emergency Flash Light
7.Portable Fire Extinguisher Halon1211
Memadamkan Api Yang Kecil
8.Escape Rope : Tali Yang Digunakan Untuk Turun
Dari Cokpit Melalui jendela cockpit.
9.Portable Fire Extinguisher H20
Memadamkan Api Yang Besar
10.Fixed Automatically Fire Extinguisher Halon 1311
11.Emergency First Aids Kit
12. Seat Belt Extensions/Spares
13.PBE (Protective Breathing Equipment )
Melindungi Crew Dari Api Dan Asap
14.Portable Oxygen Bottle
Pertolongan Pertama pada Penumpang
15.Full Face Mask
Oxygen Supply To Crew Untuk Pertolongan
Pertama.
16.Passenger Oxygen Mask
Oxygen Supply To Crew and To Passanger
Pada Saat Emergency.
17.Lifevest
Untuk Crew & Penumpang pada saat emergency.
18.Escape Slide & Slide Raft
For Evacuation on the land and the sea
19.Emergency Light / EXIT Light
20.Emergency Card
21.Headset
22.Pitot Cover
23.Ground Lock
24.Survival Kit
25.Interphone :
Komunikasi awak cabin dengan Pilot yang berada
dalamCockpit,dikarenakan pintu cockpit tertutup dan
terkunci.
LOPA
LOPA : Layout Of Passenger Arrangement.
Fungsi :
1.mengetahui lokasi emergency equipment.
2.Entry Door.
3.Service door.
4.Overwing door.
5.Lavatory.
6.Galley.
7.Cockpit equipment.
8.Jumlah seat penumpang & PSU ( Passenger Service
Unit).
Diatas tempat duduk penumpang terdapat PSU yang
terdiri dari :
* Reading light
* Call light : Call Cabin Crew
* No Smoking and Fasten Seat Belt.
* Oxygen Masker.
* Oxygen Supply.
* Speaker.
LOPA