Anda di halaman 1dari 22

STUDY CASE (DIARE)

ELSI ERYANTI_31115015_FARMASI 4A
CASE I COMMUNITY CASE
Seorang anak usia 5 tahun buang air besar sebanyak 7
kali, karakteristik feses yaitu terdapat mukoid, tetapi
tidak terdapat darah. Selain itu, pasien menderita
demam dan terus menangis.
 Bagaimana penatalaksanaan atau obat yang akan
direkomendasikan?
 Bagaimana rencana monitoring yang akan dilakukan
kepada pasien?
ANALISIS SOAP
1.Untuk siapa ? Seorang Anak berusia 5 tahun
2. Apa gejalanya ? Buang air besar sebanyak 7 kali,
karakteristik feses yaitu terdapat
mukoid, tetapi tidak terdapat darah.
Selain itu, pasien menderita demam
dan terus menangis.
S

3. Sudah berapa lama ? -


4. Apa yang dilakukan untuk meredakan gejala ? -

5. Obat apa yang telah dikonsumsi? -


6. Punya alergi obat tidak? -
- -
O

Keadaan umum -
Mata -
A Membran mukosa Lengket (1)
Air mata Menurun (1)
Total (2 )Sedikit Dehidrasi
Bagaimana penatalaksanaan atau obat yang akan direkomendasikan?
P
Nama obat Dosis Penggunaan Hari Dosis Pasaran

Oralit 50-100 mL/KgBB 3-4 jam


Paracetamol 250 mg (maks 1000 mg) 3-4 kali prn 120mg/5mL sirup,
500 mg / tablet

Azitromisin ANAK di atas 6 bulan, 10 sekali sehari


mg/kg bb; berat badan selama 3 hari
15-25kg, 200mg; berat
badan 26-35 kg, 300 mg;
berat badan 36-45 kg,
400 mg

Seftriakson ANAK di atas 6 minggu:


20-50 mg/kg bb/ hari,

Doksisiklin 4,4 mg/kg Dibagi dalam 2


dosis

Vancomycin 10 mg/kg Sehari 1 kali


Lanjutan..

MEKANISME
 Parasetamol
KERJA OBAT MK: Menghambat sintesis prostaglandin dalam jaringan
DAN EFEK tubuh dengan mengahambat enzim COX-1 dan COX-2.
SAMPING ES: Reaksi hipersensitivitas, ruam kulit, penggunaan jangka
panjang dapat menyebabkan kerusakan hati (MIMS).
 Azitromisin

MK: Makrolida berikatan secara revesibel terhadap


domain V dari 23 S ribosomal RNA yang merupakan
bagian dari 50 S subunit ribosom sehingga menghambat
sintesis protein yang bergantung-RNA (Zuckerman dkk,
2011).
ES: Anoreksia, dyspepsia, konstipasi, prankreatitis,
hepatitis, pusing, sakit kepala, mengantuk, ansietas (Pionas)
Lanjutan..

MEKANISME
 Seftriakson
KERJA OBAT MK: Menghambat pembentukan dinding sel bakteri
DAN EFEK melalui hambatan pada penicilline binding protein
SAMPING (Bush dan Bradford, 2016).
ES: Mual dan muntah, rasa tidak enak pada saluran
cerna, demam, sakit kepala, reaksi alergi berupa
ruam (PIONAS).
 Doksisiklin

MK: Menghambat pembentukan protein dan asam


folat (Hitching, 1973; Chopra dan Roberts, 2016).
ES: Anoreksia, kemerahan, tinnitus(PIONAS)
Lanjutan..

MEKANISME  Vancomicyn
KERJA OBAT
DAN EFEK MK: Menghambat pembentukan dinding
SAMPING sel dan meningkatkan permeabilitas sel
melalui ikatan terhadap NAG dan NAM
yang akhirnya menghambat
pembentukan ikatan glikosida dan cross
linked peptida (Watanakunakorn,
1984).
ES: Nefrotoksisitas, ototoksisitas, mual,
demam, menggigil (PIONAS).
Bagaimana rencana monitoring yang akan dilakukan kepada
pasien?
 Monitoring Efektivitas Obat (Dapat dilihat dari
perkembangan pasien seperti keadaan umum, frekuensi
buang air besar, konsistensi feses dan perbaikan pada
gejala lain yang menyertai).
 Monitoring Efek samping (Untuk mengetahui adanya efek
yang tidak diingingkan dari obat yang digunakan, dapat
dilakukan assessment menggunakan Naranjo scale dan
WHO UMC).
DEFINISI

Diare adalah suatu keadaan buang air besar


dengan konsistensi lembek hingga cair dan
frekuensi lebih dari tiga kali sehari (WHO,
2009).
KLASIFIKASI DIARE
Diare dibagi menjadi dua yaitu diare osmotik dan
diare sekretori. Diare osmotik terjadi senyawa/
partikel aktif berada di Iumen yang menghasilkan
banyak pergerakan cairan secara pasif menuju lumen
usus. Diare sekretori terjadi ketika mukosa usus
mensekresikan jumlah cairan yang berlebih kedalam
lumen usus yang diakibatkan oleh toksin atau
abnormalitas pergerakan usus (Whyte and Jenkins,
2018).
EPIDEMIOLOGI
Diare menjadi suatu masalah global yang
mengakibatkan kematian 2.195 anak setiap hari dan
melebihi total kematian kombinasi AIDS, malarian
serta measles (Liu dkk, 2012). Penderita diare di
Indonesia pada tahun 2016 mencapai 6.897.463
penderita (Kemenkes RI, 2017). Tingginya angka
kejadian diare di Indonesia diakibatkan oleh kondisi
sanitasi dan air minum yang belum baik
(Komarulzaman dkk, 2017).
ETIOLOGI

BAKTERI
(shigella, VIRUS PARASIT
salmonella, campylobacter, (rotavirus, norovirus, dan (giardia, E histolytica, dan
aeromonas, V. cholera dan adenovirus) cryptosporidium)
C. difficile.)

FAKTOR MALABSORPSI FAKTOR MAKANAN


(malabsorpsi (makanan basi, beracun, FAKTOR PSIKOLOGI
karbohidarat, lemak, alergi terhadap (rasa takut dan cemas)
protein) makanan)
PATOFISIOLOGI
Malabsorpsi KH<
Infeksi Makanan Psikologi
Lemak,Protein

Berkembang Toksin tak Cemas Me tekanan


diusus dapat osmotik
diserap

Hiperseksresi Pergeseran
air dan Hiperperistaltik air &
elektrolit elektrolit ke
Penyerpan usus
makana
Pe isi usus
diusus me

Diare
MANIFESTASI KLINIK
Konsistensi, warna, volume dan frekuensi pada
penderita diare dapat digunakan untuk mengetahui
sumber penyebab diare (berasal dari usus besar atau
ususNkecil). Flatulensi yang dihubungkan dengan bau
yang khas dari feses diduga diakibatkan infeksi
Giardia Lamblia.
Lanjutan..
CASE 2
HOSPITAL CASE
Seorang anak 3 tahun dirawat dengan diagnosa Acute
Gastroenteritis. Gejala yang dialami yaitu diare yang
sudah > 25 kali, temperature 39.50C, dan muntah. KU :
CM. Pasien diberikan penatalaksanaan sbb.
 Ceftriaxone 2x 300mg IV

 Ibuprofen 3-4 x 100 mg (prn)

 Lacto B 2x 1 sachet

 Zinc 20 mg 1x1

 RL infuse
ANALISIS SOAP
1. Untuk siapa? Anak usia 3 tahun

2. Apa gejalanya? Diare, demam, dan muntah.

3. Sudah berapa lama? -

4. Apa yang telah dilakukan untuk meredakan gejala? -


S

5. Obat apa yang telah dikonsumsi? -

6. Punya alergi obat tidak? -

Temperatur 39,5o C,
O
1. Keadaan Umum

2. Mata

A 3. Membran mukosa

4. Air mata

Total Score
P
Nama Dosis Penggunaan Hari Dosis Pasaran

Ceftriaxone 50 mg/kg BB (maksimal 1x1 10 hari 125 mg/5 mL sirup, 250


1000 mg) mg/5 mL sirup, 125/1,25 mL
drops, 500 mg, 250 mg

Paracetamol 250 mg (maksimal 1000 mg) 3-4 kali prn 120 mg/5 mL sirup, 500
mg/tablet

Lacto B Anak 1-6 tahun 3


sachet/hari, < 1 tahun 2
sachet/hari
Zinc

RL infuse
PERTANYAAN
a. Lakukan skrining pengobatan?
No. DRPs

1. Ketidak tepatan pemilihan obat Ibupropen tidak tepat dikarenakan dapat mengiritasi
lambung.

2. Over dosis -

3. Sub teurapeutik dosis (dosis terlalu kecil) -

4. Terdapat indikasi tetapi tidak diterapi -

5. Pengobatan tanpa indikasi

6. Efek samping obat -

7. Obat tidak sampai terhadap pasien -

8. Drug interaction
Lanjutan..
b. Apakah terdapat DRPs ?
Ya terdapat DRPs
c. Bila terdapat DRPs, apa rekomendasinya?
Memberitahu dokter bahwa ibupropen kurang tepat bila
diberikan pada pasien yang mengalami gastroenteritis,
karena akan memperparah penyakit pasien maka
disarankan untuk diganti dengan menggunakan
paracetamol yang lebih aman.
Lanjutan..
d. Bagaimana Rencana monitoring kefarmasiannya?
 Monitoring Efektivitas Obat (Untuk memastikan
apakah obat yang digunakan dapat memberikan
efektivitas yang diingikan atau tidak) dapat
dilakukan dengan cara melihat ada tidaknya
perubahan dari gejala sebelumnya.
 Monitoring Efek samping (Untuk mengetahui adanya
efek yang tidak diingingkan dari obat yang
digunakan).
Lanjutan..
e. Berapa mL RL yang diperlukan?
Dosis RL 20 mg/kg BB
Ideal BB anak 3 tahun menurut WHO:
P: 12,1-15,9 kg
L: 12,7-16,3 kg
Perhitungan RL : 20 mg x 13,5 kg = 270 ml/13,5 kg