Anda di halaman 1dari 46

Mengelola Kepemimpinan

dan
Proses-proses Penebaran Pengaruh
Paulina
Alma Yulia Diah Dwi Septian Adi
Inggita

F 0317007 F 0317036 F 0317080 F 0317094


Perbedaan antara Manajemen
dan Kepemimpinan
Aktivitas Manajemen Kepemimpinan

Menciptakan Agenda Perencanaan dan Penganggaran Penentu arah

Membangun jaringan manusia untuk Pengorganisasian dan pengaturan Penyatuan orang


meraih agenda karyawan.

Mengeksekusi Rencana Pengendalian dan pemecahan Penyediaan motivasi dan inspirasi.


masalah

Hasil Menghasilkan suatu tingkat Menghasilkan perubahan, biasanya


kepastian dan keteraturan untuk tingkat dramatis, dan memiliki
potensi untuk menciptakan perubahan
yang sanga bermanfaat
Pemimpin diperlukan untuk Menejemen diperlukan untuk
menciptakan perubahan menciptakan keteraturan
Kekuasaan Kepemimpinan

Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang


lain. Dalam ruang lingkup organisasi biasanya terdapat lima jenis
kekuasaan: kekuasaan sah, kekuasaan balas jasa, kekuasaan paksaan,
kekuasaan refern, dan kekuasaan ahli.
Kekuasaan Sah (legitimate power)

Kekuasaan yang diperoleh melalui hierarki organisasi. Kekuasaan yang


sah adalah kekuasaan yang diberikan kepada individu yang
memegang jabatan tertentu seperti yang didefinisikan oleh organisasi.
Contoh : seorang menejer bisa mendelegasikan tugas pada bahannya
dan jika bawahannya menolak untuk melakukannya bias di tegur
bahkan dipecat. Kekuasaan yang sah adalah wewenang.
Kekuasaan Balas Jasa (reward power)

Kekuasan untuk memberikan atau menunda balas jasa, sepert


peningkatan gaji, bonus, rekomendasi promosi, pujian , pengakuan, dan
penugasan kerja yag menarik.

Dikatakan manajer memiliki kepemimpinan jika balas jasa bukan hanya


formal gaji namun juga mengakuan seperti ucapan terima kasih pada
bawahan.
Kekuasaan Paksaan (coercive power)

Kekuasaan untuk memaksakan kepatuhan dengan memakai ancaman


psikologis, emosional, atau fisik. Contohnya: paksaan berupa verbal
atau tertulis seperti PHK.
Kekuasaan Refern

Kekuasaan Refern Kekuasaan pribadi yang didapatkan seseorang


berbasis persamaan, peniruan kesetiaan, atau karisma. Para pengikut
mungkin menyukai dan memandang seseorang sebagai pemimpin
karena orang ini terlihat dari segi latar belakang, sikap, kepribadian.
Dalam situasi lain Pengikut meniru seorang pemimpin yang memiliki
kekuasaan refern dengan memakai jenis pakaian yang sama. Jadi
seorang manajer cenderung terkait dengan kepemimpinan.
Kekuasaan Ahli (expert power)

Kekuasaan pribadi yang didapatkan seseorangberbasis informasi atau


keahlian yang dimilikinya.

Semakin penting informasi dan semakin sedikit orang yang memiliki


akses terhadap informasi tersebut, semakin besar kekuasaan ahli dimiliki
seseorang. Contoh: seorangmenejer tahu bagaimana berinteraksi
dengan seorang konsumen yang eksentrik tetapi penting.
Penggunaan Kekuasaan

1. Permintaan sah
Manajer mminta bawaan untuk patuh karena bawahan mengakui bahwa
organisasi telah memberikan hak kepada manajer untuk membuat
permintaan. Mayoritas interaksi harian menggunakan metode ini.

2. Kepatuhan instrumental
Didasarkan teori penguatan motivasi. Bawahan patuh demi
mendapatkan balas jasa dari sang manajer diluar batas tugas
normalnya.
3. Paksaan
Seseorang manajer mengunakan paksaan jika dia menyatakan bahwa
bawahan akan dihukum jika tidak melakuakna yang ia minta.

4. Bujukan rasioal
Muncul saat manajer dapat bias meyakinkan bawahan bahwa
kepatuhan adalah pilihan terbaik bawahan.

5. Identifikasi pribadi
Manajer yang memiliki kekuasaan refern bias mempengaruhi bawahan
dengan menampakkan perilaku yang diiinginkan. Contoh menjadi
teladan bagi bawahan.
6. Distorsi informasi
Manajer menyembunyikan atau menyimpangkan informasi untuk
mempengaruhi bawahan . Sebagai contoh, jika seorang manajer telah
setuju untuk melakukan pemlihan ketua grup namun sang manajer suka
pada salah satu pihak dan menyembunyikan keunggulan kandidat lain
maka cara seperti ini berbahaya. Cara ini tidak etis dan apabila
bawahan tahu maka secara sengaja manajer menyesatkan mereka dan
mereka akan kehilangan keyakinan dan kepercayaan kepemimpinan
pada sang manajer.
Pencarian Karakteristik-
karakteristik Kepemimpinan
ah C Pencarian Karakteristik-
bedakan B
dan
ristik ini A
at karakteristik Kepemimpinan
Perilaku-perilaku Kepemimpinan

Studi Ohio Peta


Studi Michigan State Manajerial
Studi Michigan

Penelitian ini menemukan dua bentuk dasar dari perilaku pemimpin:

1. Perilaku yang berpusat pada pekerjaan


Yaitu perilaku pemimpin yang memberi perhatian besar pada pekerja bawahan dan
prosedur-prosedur yang terkait dengan pekerjaan yang bersangkutan.

2. Perilaku yang berpusat pada karyawan


Yaitu perilaku pemimpin yang lebih tertarik pada membangun grup kerja yang
padu dan memastikan bahwa karyawan puas pada pekerjaan mereka.
Studi Ohio State

1. Perilaku penciptaan-struktur
Yaitu perilaku pemimpin yang mendefinisikan peran pemimpin bawahan agar semua
orang tahu apa yang diharapkan, membentuk lini-lini komunikasi formal, dan
menentukan bagaimana tugas-tugas akan dikerjakan.

2. Perilaku perhatian
Yaitu perilaku pemimpin yang memperlihatkan kepedulian pada bawahan dan
berupaya membentuk iklim yang ramah dan mendukung.
Peta Manajerial
Manajer harus memahami signifikansi dari perilaku-perilaku pemimpin,
serta memahami tipe-tipe dasar dari perilaku pemimpin yang paling
dimengerti dengan baik. Namun pada saat yang bersamaan manajer
juga harus menyadari bahwa model universal tentang kepemimpinan
bisa menyesatkan
Pendekatan Situasional Terhadap Kepemimpinan

Tujuan dari teori situasional adalah mengidentifikasi faktor-faktor


situasional penting dan memahami bagaimana faktor-faktor ini saling
berinteraksi untuk menentukan perilaku yang tepat dari pemimpin.
Rangkaian kepemimpinan Tannenbaum dan Schimdt
Teori LPC “Least Preferred Co-Worker”

Teori LPC dikembangkan oleh Fred Fielder. Teori ini dimulai dengan
menggabungkan pendekatan sifat dan pendekatan perilaku. Fielder
mengidentifikasi dua gaya kepemimpinan:

1. kepemimpinan yang berorientasi tugas


2. kepemimpinan yang berorientasi hubungan
Daya Tarik Situasi

Menurut Fiedler, faktor situasional yang terpenting adalah daya tarik


situasi dari sudut pandang pemimpin. Faktor ini ditentukan oleh :

1. Relasi pemimpin-anggota
2. Struktur tugas
3. Kekuasaan jabatan
Hubungan Daya Tarik Situasi dengan Gaya Pemimpin
Fleksibilitas Gaya Pemimpin

Fielder berpendapat bahwa bagi seorang pemimpin, gaya


kepemimpinan pada dasarnya tetap dan tidak bisa diubah.
Teori Rute-tujuan (Path-goal Theory)

Teori rute-tujuan menyatakan bahwa fungsi utama dari pemimpin


adalah menyediakan balas jasa yang berharga atau yang diinginkan
dalam lingkungan kerja dan menjelaskan kepada bawahan tipe-tipe
perilaku yang mengarah akan mengarah pada pencapaian tujuan dan
penerimaan balas jasa.
Perilaku pemimpin

1. Perilaku direktif
2. Perilaku suportif
3. Perilaku partisipatif
4. Perilaku yang berorientasi pada pada pencapaian
Faktor – faktor Situasional

Teori rute-tujuan berfokus pada faktor-faktor situasional dari


karakteristik pribadi bawahan dan karakteristik lingkungan tempat
kerja.
• Karakteristik pribadi bawahan mencakup persepsi bawahan tentang
kemampuan mereka sendiri dan locus of control mereka.
• Karakteristik lingkungan meliputi faktor faktor yang berada di luar
kendali bawahan.
Pendekatan Pohon Keputusan Vroom

Pendekatan Vroom serupa dengan teori Rute Tujuan, yaitu berupaya


menggambarkan gaya kepemimpinan yang tepat untuk situasi tertentu.
Pendekatan Vroom juga mengasumsikan bahwa pemimpin yang sama
bisa menapakan perilaku-perilaku kepemimpinan yang berbeda.
Perbedaannya adalah pendekatan Vroom berfokus pada satu aspek
dari pemimpin yaitu partisipasi bawahan dalam pembuatan keputusan.
Asumsi-Asumsi Dasar

Pendekatan pohon keputusan Vroom mengasumsikan bahwa sejauh


mana bawahan perlu didorong untuk berpartisipasi dalam pembuatan
keputusan tergantung pada karakteristik-karakteristik dari situasi.
Dengan kata lain tidak ada keputusan terbaik untuk semua situasi
yang dihadapi.

Formulasi terknini dari Vroom menyatakan bahwa manajer


menggunakan salah satu dari dua pohon keputusan yang berbeda.
Gaya Pembuatan Keputusan

1. Putuskan sendiri
2. Rundingkan (orang ke orang)
3. Rungdingkan (kelompok)
4. Fasilitator
5. Delegasikan
Pendekatan Hubungan Pemimpin Anggota

Pendekatan yang juga disebut Leader-member exchange model atau


LMX ini dikembangkan oleh George Graen dan Fred Dansereau.
Pendekatan ini menekankan pada pentingnya hubungan variatif antara
supervisor dengan masing-masing bawahan.
Perspektif-perspektif Serumpun
Tentang Kepemimpinan
Pengganti Kepemimpinan

Konsep yang mengidentifikasi situasi-situasi dimana perilaku pemimpin


dinetralisir atau digantikan oleh karakteristik-karakteristik dari
bawahan, tugas, dan organisasi.
Karakteristik-karakteristik yang dapat menetralisir pemimpin:

1. Bawahan: kemampuan, pengalaman, kebutuhan akan indepedensi,


orientasi profesional, dan sikap tak acuh terhadap balas jasa
organisasi;
2. Organisasi: formalitas, kepaduan kelompok, ketidakfleksibelan, dan
sistem balas jasa yang kaku.
Kepemimpinan Kharismatis

Mengasumsikan bahwa karisma adalah suatu karakteristik individual


dari pemimpin.
Karisma adalah bentuk Ciri-ciri pemimpin berkarisma
daya tarik interpersonal memiliki kepercayaan diri yang
yang mengilhami dukungan tinggi, keyakinan-keyakinan dan
dan penerimaan cita-cita yang kuat, serta kebutuhan
yang kuat untuk mempengaruhi
orang lain
Kepemimpinan Transformasional

Didefinisikan sebagai kepemimpinan yang melmpaui ekspektasi-


ekspektasi biasa dengan cara menanamkan sense of mission,
menstimulasi pengalaman pembelajaran, dan mengilhami pola pikir-
pola pikir baru.

Karena perubahan yang bergerak cepat dan lingkungan yang bergejolak, pemimpin-pemimpin
transformasional kini semakin dipandang vital bagi kesuksesan bisnis.
Perilaku Politis dalam
Organisasi
Perilaku-perilaku Politis Umum

Empat bentuk dasar perilaku politis yang umum yang dipraktekkan


dalam organisasi:

1. Insentif, yang terjadi saat manajer menawarkan sesuatu kepada seorang untuk mendapatkan
dukungan individu tersebut;
2. Persuasi, yang bergantung pada emosi sekaligus logika yang berbasis alasan-alasan objektif
dan logis serta alasan-alasan subjektif dan pribadi;
3. Penciptaan hutang budi, seorang manajer yang mendukung pendapat atau rekomndasi manajer
lain untuk menciptakan hutang budi dan akan bisa menagih hutang budi ini suatu saat;
4. Paksaan, penggunaan ancaman dan/atau kekerasan untuk meraih sesuatu.
Manajemen kesan

Upaya langsung dan disengaja oleh seseorang untuk menaikkan citranya di mata
orang lain dengan beragam alasan. Mereka berupaya mengelola cara orang lain
memandang mereka melalui berbagai mekanisme, penampilan adalah hal pertama
yang dipikirkan seseorang, baik pakaian, bahasa, tata krama serta gerak tubuh.

Namun terkadang mereka menjadi terobsesi dan memilih cara-cara tidak jujur dan sejumlah orang juga melebih-
lebihkan atau memalsukan pencapaian mereka guna menaikkan citra.
Mengelola Perilaku Politis

Perilaku politis dapat dikelola agar tidak menimbulkan kerusakan yang


berlebihan.

1. Manajer harus menyadari bahwa sekalipun tindakan-tindakan mereka tidak memiliki sifat politik;
2. Dengan menyediakan otonomi, tanggung jawab, tantangan dan umpan balikkepada bawahan;
3. Manajer harus menghindari pemakaian kekuasaan jika ingin menghindari tuduhan yang bermotif
politis;
4. Manajer harus menyelesaikan perbedaan pendapat secara terbuka agar konflik tidak
dimanfaatkan bagi keuntungan bawahan;
5. Manajer harus menghindari aktivitas-aktivitas terselubung.
TERIMAKASIH