Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS

PASIEN USIA 53TAHUN DENGAN


HYPOGLIKEMIA ET CAUSA OBAT

Pembimbing:
Precentan:
dr. Ade Nurshanty, Sp.PD
dr. Witi Febrianti
dr. Sugeng Santoso
DEFINISI

Hipoglikemia ditandai dengan menurunya kadar glukosa darah


< 70 mg/dl.

Hipoglikemia adalah penurunan konsentrasi glukosa serum dengan


atau tanpa adanya gejala-gejala sistem otonom, seperti adanya
whipple’s triad)
EPIDEMIOLOGI

Frekuensi hipoglikemia lebih rendah pada orang dengan diabetes


mellitus tipe 2 dibandingkan tipe 1.

Studi di Inggris menunjukkan bahwa pada pasien dengan diabetes


mellitus tipe 2 risiko hipoglikemia berat rendah dalam beberapa
tahun pertama (7%) dan meningkat menjadi 25% dalam perjalanan
diabetes
ETIOLOGI

- Hipoglikemia reaktif
(postpandrial)
- Hipoglikemia Puasa
- Alimentary
(pasca absorb)
(postgastrektomi)
- Keadaan sakit
- Noninsulinoma
berat
pancreatogenous
- Defisiensi
hypoglycemia
hormone
syndrome
- Tumor non sel-β
- Penyebab lain dari
- Hiperinsulin
insulin endogen
endogen
- Intoleransi fruktosa
- Penyakit pada
bawaan,galaktose
neonates dan
mia idiopatik
balita
- Obat-obatan
PATOGENESIS
GAMBARAN KLINIS

- Level 1 (Level waspada glukosa) - Hipoglikemia berat: Pasien


dengan glukosa ≤ 70 mg / dL membutuhkan bantuan orang lain.
(3,8 mmol / L - Hipoglikemia simtomatik : GDS <
- Level 2 (hipoglikemia yang 70mg/dL disertai gejala
signifikan secara klinis) dengan hipoglikemia.
glukosa ≤ 54 mg / dL (2.9 mmol / - Hipoglikemia asimtomatik: GDS
L) <70mg/dL tanpa gejala
- Level 3 (hipoglikemia berat) hipoglikemia.
tanpa ambang glukosa spesifik - Hipoglikemia relatif : GDS >
tetapi berhubungan dengan 70mg/dL dengan gejala
gangguan kognitif yang hipoglikemia.
membutuhkan bantuan - Probable hipoglikemia : Gejala
eksternal hipogllikemia tanpa pemeriksaan
GDS.
Tanda Gejala

Autonomik Rasa lapar, berkeringat, Pucat, takikardia,

gelisah, paresthesia, widened pulse-

palpitasi, Tremulousness Pressure

Neuroglikopenik Lemah, lesu, dizziness, Cortical-blindness,

pusing, confusion, perubahan hipotermia,

sikap, gangguan kognitif, kejang, koma

pandangan kabur, diplopia


DIAGNOSIS

• Untuk membuat diagnosis dari hipoglikemi,


berdasarkan definisi diperlukan adanya trias dari
Whipple
• Anamnesis tentang tanda dan gejala
• Tes glukosa darah saat pasien mengalami gejala
• Periksa untuk melihat apakah gejala mereda
setelah glukosa darah pasien kembali 70 mg/dL
atau di atas setelah makan atau minum
KOMPLIKASI

• koma berkepanjangan
• Paresis
• Kejang-kejang
• Encephalopathy
• Hemiparesis
• Disfungsi pontine
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Gula darah puasa


• HBA1c
• Tes Fungsi Ginjal
• Tes Fungsi Hati
• Leukosit
TATALAKSANA

• Hipoglikemia Ringan:
• Pemberian konsumsi makanan tinggi glukosa
(karbohidrat sederhana).
• Glukosa 15–20 g (2-3 sendok makan) untuk pasien
dengan hipoglikemia yang masih sadar
• Pemeriksaan glukosa darah dengan glukometer
dilakukan setelah 15 menit pemberian upaya
terapi.
Pengobatan pada hipoglikemia berat:
• Jika didapat gejala neuroglikopenia, terapi melalui
parenteral
• Periksa glukosa darah 15 menit setelah pemberian
i.v tersebut. Selanjutnya lakukan monitoring glukosa
darah setiap 1-2 jam
• Lakukan evaluasi terhadap pemicu hipoglikemia.
Terapi berdasarkan the international hypoglycemia study
group

• Monitoring untuk hipoglikemi menggunakan Blood


Glucose.
• Pengobatan pada hipoglikemia ringan sampai
sedang (glukosa plasma 54-70 mg / dl (3,8-2,9 mol /
L) hampir setiap hari dan <90 mg / dl (4,9 mmol / L),
mulailah dengan 15- 20 gram karbohidrat (1/2
cangkir jus atau minuman ringan biasa, 3-4 tab
glukosa).
• Kadar glukosa ≤54 mg / dl (2,9 mmol / L), konsumsi
20-30 gram karbohidrat.
• Jika hipoglikemia berlanjut setelah 2-3 penanganan
pengobatan, segera untuk menghubungi penyedia
layanan kesehatan atau mencari perawatan
darurat
• Pada hipoglikemia berat (kesadaran yang
berubah, obati dengan glukagon dan / atau
glukosa intravena.
• Pasien dengan hipoglikemia yang tidak di sadari,
pengobatan hipoglikemia secara individu.
• Pada pasien yang menggunakan real-time
Continous Glukose Monitoring, Cek 15 menit setelah
pengobatan menggunakan Finger Stick
• Pada pasien dengan gastroparesis, pengobatan
hipoglikemia menggunakan gel glukosa secara
oral.
LAPORAN KASUS
• IDENTITAS PASIEN
• Nama : Ny. J
• Usia : 53 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Alamat : Benut Wetan RT 01 RW04
• Status : Menikah
• Tanggal MRS : 10 Juli 2018
• ANAMNESIS
Dilakukan secara auto-heteroanamnesis

• Keluhan utama
Lemas

• Riwayat Penykit Sekarang


lemas sejak2 hari SMRS. Keluhan lemas dirasakan
setelah pasien minum obat penurun gula darah
(glimepiride, acarbose,dan metformin) namun pasien
tidak makan nasi 2 hari ini. 1 minggu ini pasien merasa
nafsu makan menurun. Kepala terasa pusing (+) mual (+),
muntah (+) 1x.
• Riwayat penyakit dahulu
Pasien memiliki riwayat DM (+) 20tahun yang lalu, HT
disangkal
• Riwayat penyakit keluarga
Menurut keluarga tidak ada yang memiliki riwayat
yang serupa dengan pasien
• Riwayat pengobatan
Pasien rutin berobat untuk sakit diabtes mellitus
• Glimepiride 1x4mg
• Metformin 2x850mg
• Acarbose 2x1
• Riwayat Kebiasaan
Merokok (-). Konsumsi alcohol (-)
PEMERIKSAAN FISIK

• Status Generalisata
• Keadaan Umum : Tampak sakit berat
• Kesadaran : Compos Mentis

• Tanda Vital
• Tekanan darah :
• Tekanan darah : 180/108 mmHg
• Nadi : 116x/menit regular, kuat, isi
cukup
• Pernafasan : 22x/menit, regular
• Suhu : 36,5oC
• Kepala : Normosefali
• Mata : Konjungtiva Anemis (-)/(-), Skelra ikterik (-)/(-)
• Telinga, Hidung, Tenggorokan dalam batas normal
• Leher : bentuk simetis, tidak tampak perbesaran
KGB, JVP tidak meningkat
Thoraks
• Paru: bentuk dada normal, pergerakan kedua
paru simetris, suara nafas vesikuler.
• Jantung: BJ I-II regular normal
• Abdomen : supel, nyeri tekan epigastrium (+)
• Ekstremitas : Akral hangat, sianosis (-),edema (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN PENUNJANG
RESUME

• Pasien wanita, 53 tahun dengan keluhan lemas sejak2 hari


SMRS. Lemas dirasakan setelah pasien minum obat penurun
gula darah (glimepiride, acarbose, metformin) namun
pasien tidak makan nasi 2 hari ini. 1 minggu nafsu makan
menurun. Kepala terasa pusing (+) mual (+), muntah (+) 1x.
.
• Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital TD: 180/108
mmHg, N: 116x/menit, RR: 22x/menit, Suhu: 36,5 oC. Status
generalisata ditemukan nyeri tekan epigastrium (+). Pada
pemeriksaan laboratorium darah didapatkan GDA
34mg/dl, Hb: 9,9 gr%, Albumin +2, keton dalam urin (+),
ureum 66 mg%, creatinin 2,0 mg%.
• DIAGNOSIS KERJA
• Hypoglikemia et causa obat
• DIAGNOSIS BANDING
• Hypoglikemia et causa gagal ginjal
• Hypoglikemia et causa gagal hati
TATALAKSANA

• 02 2-4 lpm
• IVFD D10% 20 tpm
• Inj. D40% 2 flash cek gds ulang 15 menit kemudian
• GDA 100 mg/dl -> minum manis atau gula dibawah lidah ->
cek GDA 1 jam kemudian
• GDA 85 mg/dl -> D40% 2 Flash lalu cek GDA 2 jam kemudian
• Jika GDA <100, D40% 2 Flash cek GDA 4 jam kemudian, jika
GDA 100-200 cek GDA 4 jam kemudian
• Inj.cefotaxime 2x1g skintest
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Inj. Metoclopramide 3x10 mg
• P.0 Aspilet 1x80mg
• Rencana USG Abdomen
PROGNOSIS

• Prognosis hipoglikemia dinilai dari penyebab, nilai


glukosa darah, dan waktu onset. Apabila bersifat
simtomatik dan segera diobati memiliki prognosis
baik (dubia et bonam) dibandingkan asimtomatik
tanpa segera diberikan oral glucose (dubia et
malam).
PEMBAHASAN KASUS
KASUS TEORI
Pada pemeriksaan laboratorium darah pada pasien Definisi
didapatkan GDA 34mg/dl Hipoglikemia ditandai dengan menurunya kadar
glukosa darah < 70 mg/dl. (PERKENI 2015)
 Pasien memiliki riwayat DM (+) 20tahun Etiologi dan Faktor Resiko
yang lalu • Obat-obatan
 Pasien minum obat penurun gula darah Paling sering: insulin, sulfonylurea, etanol
(glimepiride, acarbose dan metformin) namun Kadang-kadang: golongan quinine, pentamide
pasien tidak makan nasi 2 hari ini. Jarang: salisilat, sulfonamide, dan lain-lain
Pasien wanita, 53 tahun datang ke IGD RSAU Gejala Klinis (perkni 2015)
dr. M. Munir dengan keluhan lemas sejak2 hari
Autonomik
SMRS. pasien juga mengeluh kepala terasa
Tanda: Rasa lapar, berkeringat, gelisah,
pusing, adanya mual (+), muntah (+)
paresthesia, palpitasi, Tremulousness
Gejala: Pucat, takikardia, widened pulse-,
Pressure

Neuroglikopenik
Tanda: Lemah, lesu, dizziness, pusing,
confusion, perubahan, sikap, gangguan kognitif,
sikap, pandangan kabur, diplopia
Gejala : Cortical-blindness, hipotermia,, kejang,
koma
Pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan Pemeriksaan Penunjang
GDA 34mg/dl, Hb: 9,9 gr%, Albumin +2, keton  Gula darah puasa
dalam urin (+), ureum 66 mg%, creatinin 2,0 mg%.  HBA1c
Tes Fungsi Ginjal
 Tes Fungsi Hati
 Leukosit
Diagnosis
Hypoglycemia et causa obat

The International Hypoglycemia Study Group baru-baru ini merekomendasikan bahwa


hipoglikemia digolongkan sebagai : (jusline diabetic centre 2017)
1. Level 1 (Level waspada glukosa) dengan glukosa ≤ 70 mg / dL (3,8 mmol / L); yang
dianggap cukup rendah untuk pengobatan dengan karbohidrat yang bekerja cepat
2. Level 2 (hipoglikemia yang signifikan secara klinis) dengan glukosa ≤ 54 mg / dL
(2.9 mmol / L) yang dianggap serius dan hipoglikemia penting secara klinis
3. Level 3 (hipoglikemia berat) tanpa ambang glukosa spesifik tetapi berhubungan
dengan gangguan kognitif yang membutuhkan bantuan eksternal.
Penatalaksanaan Penatalaksanaa
02 2-4 lpm Jika didapat gejala neuroglikopenia, terapi
IVFD D10% 20 tpm parenteral diperlukan berupa pemberian
Inj. D40% 2 flash cek gds ulang 15 menit dekstrose 20% sebanyak 50 cc (bila terpaksa
kemudian bisa diberikan dextore 40% sebanyak 25
GDA 100 mg/dl -> minum manis atau gula cc), diikuti dengan infus D5% atau D10%.
dibawah lidah -> cek GDA 1 jam kemudian 1. Periksa glukosa darah 15 menit setelah
GDA 85 mg/dl -> D40% 2 Flash lalu cek pemberian i.v tersebut. Bila kadar
GDA 2 jam kemudian glukosa darah belum mencapai target,
Jika GDA <100, D40% 2 Flash cek GDA 4 dapat diberikan ulang pemberian
jam kemudian, jika GDA 100-200 cek GDA dextrose 20%.
4 jam kemudian 2. Selanjutnya lakukan monitoring glukosa
Inj.cefotaxime 2x1g skintest darah setiap 1-2 jam kalau masih terjadi
Inj. Ranitidine 2x50 mg hipoglikemia berulang pemberian
Inj. Metoclopramide 3x10 mg Dekstrose 20% dapat diulang
P.0 Aspilet 1x80mg 3. Lakukan evaluasi terhadap pemicu
hipoglikemia.