Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TUTORIAL 4

BLOK DERMATOMUSKULOSKELETAL
MOHAMAD REIHANSYAH DESWINDRA
1518011179
Learning Object!
1. Perbedaan antara nyeri tertusuk-tusuk dan nyeri berdenyut ?
2. Mengapa dapat terjadi kekakuan dan nyeri pada sendi ?
3. Faktor resiko osteoatrithis !
4. Tatalaksana pada Osteoarthritis !
1. PERBEDAAN ANTARA NYERI
TERTUSUK-TUSUK DAN NYERI
BERDENYUT ?
2. MENGAPA DAPAT TERJADI
KEKAKUAN DAN NYERI PADA
SENDI ?
3. FAKTOR RESIKO OSTEOATRITHIS !
Faktor Intrinsik Faktor Ekstrinsik
Usia (jarang pada usia <40 tahun, sering pada Abnormalitas metabolik (predisposisi penyakit
usia >70 tahun) jantung koroner, diabetes militus, maupun
hipertensi)
Jenis kelamin (perempuan sering terkena OA Obesitas
lutut, sementara laki-laki sering terkena OA
panggul)
Suku Bangsa Jejas yang timbul di sendi (fraktu, nekrosis
avaskular, robekan ligamen, kerusakan
fibrokartilago)
Gangguan Pertumbuhan Faktor pekerjaan, aktivitas fisik, dan olahraga
yang sering dilakukan
Herediter
• Peningkatan Usia. Osteoarthritis biasanya terjadi pada manusia
usia lanjut, jarang dijumpai penderita osteoarthritis yang berusia
dibawah 40 tahun.
• Obesitas. Membawa beban lebih berat akan membuat sendi
sambungan tulang bekerja lebih berat, didudga memberi andil
terjadinya osteoarthritis.
• Jenis kelamin wanita. Dikarenakan peran dari faktor hormon.
• Trauma. Cedera sendi dapat meningkatkan kemungkinan terkena
osteoarthritis
• Infeksi sendi
• taruma okupasional. Akibat pekerjaan fisik yang berlebih.
• Faktor genetik. Beberapa kasus orang lahir dengan kelainan sendi tulang

akan besar kemungkinan mengalami osteoarthritis. Mutasi dalam gen

prokolagen II atau gen-gen lain unsur unsur tilang rawan seperti kolagen

tipe IX dan XII.

• Riwayat peradangan sendi. Seperti penyakit gout artritis.

• Gangguan neuromuskular.

• Gangguan Metabolik. Pasien-pasien osteoarthritis mempunyai resiko

penyakit jantung koroner dan hipertensi yang lebih tinggi daripada orang-

orang tanpa OA

• Suku Bangsa. OA lebih sering dijumpai pada orang amerika asli (indian)

dibandingkan orang kulit putih.


4. TATALAKSANA PADA
OSTEOARTHRITIS !
tatalaksana

Non-
Terapi bedah
Farmakologis

farmakologis
Non-Farmakologis

◦ Edukasi pada pasien dan keluarga mengenai penyakit.


◦ Fisioterapi dan Rehabilitasi untuk melatih persendian dan mengurangi rasa
sakit. Seperti menggunaka infrared dan Free active movement .
◦ Menghindari Obesitas dengan menjaga berat badan maupun menurunkan berat
badan hingga berat badan ideal
◦ Mengurangi aktivitas yang merangsang sendi secara berlebihan, karena dapat
menyebabkan timbulnya rasa nyeri.
◦ Menjaga agar berat badan tidak ditumpukkan sepenuhnya ke sendi.
Misalnya dengan menggunakan tongkat jalan atau splint.
◦ Koreksi mal-alignment, misalnya dengan brace atau orthotic.
Farmakologis

◦ Analgesik, untuk menghilangkan rasa nyeri seperti tramadol dan golongan


NSAID.
◦ Nonsteroidial antiinflamatory drugs (NSAID), obat ini digunakan untuk
mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada sendi. Contoh obatnya adalah
ibuprofen, aspirin, asam salisilat, natrium deklofenak. Saat ini lini pertama untuk
OA adalah natrium diklofenak.
◦ Analgesik Topikal, gel natrium diklofenak 1%
◦ Agen kondroprotektif, adalah obat-obatan yang dapat menjaga atau merangsang
perbaikan (repair) tulang rawan sendi pada pasien OA. Contohnya tetrasiklin,
glikosaminoglikan, vitamin C, steroid intraartikuler.
Terapi Bedah

Terapi ini dilakukan apabila terapi farmakologis tidak berhasil untu mengurangi rasa
sakit dan juga untuk melakukan koreksi apabila terjadi deformitas sendi yang
mengganggu aktivitas sehari-hari
◦ Arthroscopic debridement dan joint lavage
◦ Osteotomi
◦ Artroplasti Sendi Lokal
Daftar Pustaka
◦ Noor, Zairin. 2016. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta : Salemba
Medika.
◦ Tanto, chris et al. 2014. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 4. Jakarta : Media
Aesculapius.
◦ Sudoyo, Aru W et al. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Edisi V.
Jakarta : Interna Publishing.