Anda di halaman 1dari 22

BINA KETAHANAN REMAJA

(BKR)
LATAR BELAKANG

Program Genre dilaksanakan melalui pendekatan


dari dua sisi, yaitu pendekakatam kepada remaja itu sendiri
dan pendekatan kepada keluarga yang mempunyai Remaja.
Pendekatan kepada remaja dilakukan melalui
pengembangan Pusat Informasi dan Konseling
Remaja/Mahasiswa (PIK R/M), sedangkan pendekatan
kepada keluarga dilakukan melalui pengembangan
kelompok Bina Keluarga Remaja
( BKR)
Sambungan ......

Dari berbagai data menunjukan bahwa keluarga


melalui pola asuh orangtua, telah diidentifikasi sebagai
pengaruh yang sangat penting dalam pembentukan
karakter remaja, termasuk yang berkaitan dengan
kesehatan reproduksi. Proses pola asuh orangtua
meliputi kedekatan orangtua dengan remaja,
pengawasan orangtua, dan komunikasi orangtua dengan
remaja. Melalui komunikasi,orangtua hendaknya
menjadi sumber informasi dan pendidik utama tentang
kesehatan reproduksi remaja, juga tentang perencanaan
kehidupan remaja dimasa yang akan datang. Namun
demikian orangtua sering menghadapi kendala dalam
berkomunikasi kepada remajanya, begitupun sebaliknya.
Sambungan ......

Sehubungan dengan hal tersebut,


pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja
(BKR) dapat membantu orangtua dalam memahami
remaja, permasalahan remaja, dan cara
berkomunikasi dengan remaja. Melalui kelompok
BKR setiap keluarga yang memiliki remaja dapat
saling bertukar informasi dan berdiskusi bersama
tentang hal-hal yang berkaitan dengan remaja,
meliputi Kebijakan Program Genre.
KEBIJAKAN

a. Pembentukan dan Pengembangan BKR


b. Peningkatan kualitas pengelola BKR
c. Peningkatan komitmen dengan
stakeholder dan mitra kerja dalam
pengelolaan BKR
d. Peningkatan pelayanan BKR yang
berintegrasi dengan kegiatan PIK R/M
e. Penyediaan dan peningkatan kompetensi
SDM pengelola BKR
STRATEGI
a. Melakukan advokasi tentang penumbuhan dan
pengembangan BKR
b. Melakukan promosi dan sosialisasi tentang BKR
c. Menyediakan dukungan anggaran bagi kegiatan
BKR, baik dari dana APBN, APBD, maupun dari
sumber dana lainnya
d. Melaksanakan pelatihan dan orientasi bagi SDM
pengelola BKR
e. Mengembangkan materi substansi BKR sesuai
dengan kebutuhan keluarga remaja
Sambungan ......

f. Memilih dan mengembangkan kelompok BKR


Paripurna Model
g. Memfasilitasi tersedianya sarana dan prasarana
pendukung kelompok BKR
h. Melaksanakan Pembinaan, monitoring dan evaluasi
secara berjenjang.
MATERI

Penanaman nilai-nilai Moral melalui 8 FUNGSI


KELUARGA, PUP, SEKSUALITAS,NAPZA, HIV
dan AIDS, KETERAMPILAN HIDUP,
KETAHANAN KELUARGA BERWAWASAN
GENDER, KOMUNIKASI EFEKTIF ORANGTUA
TERHADAP REMAJA, PERAN ORANGTUA
DALAM PEMBINAAN TUMBUH KEMBANG
REMAJA, KEBERSIHAN DAN KESEHATAN DIRI
REMAJA, DAN PEMENUHAN GIZI REMAJA.
KEGIATAN DALAM PENGELOLAAN BKR
1. Pokok-pokok kegiatan dalam
Pengelolaan keg BKR
Pembentukan kelompok BKR
Langkah-langkahnya sbb:
a. Identifikasi potensi dan masalah
b. Penggalangan kesepakatan
c. Pelaksanaan komunikasi, informasi dan Edukasi
d. Menyiapkan sumber daya
2. Pelayanan kegiatan
a. Pertemuan penyuluhan
b. Tatacara penyuluhan
c. Kunjungan rumah
d. Rujukan
3. Pengembangan kegiatan Bina
Keluatga Remaja berdasarkan
stratifikasi, yakni :
A. Stratifikasi Dasar
a. Belum ada aspek legalitas
b. Pengurus 1 orang
c. Kader 2 orang
d. Kader terlatih 1 orang
e. Penyuluhan 1 x sebulan
f. Memiliki buku pedoman
g. Memiliki buku registrasi anggota
h. Memiliki buku kegiatan kelompok
B. Stratifikasi Berkembang
a. Memiliki papan nama ukuran min 60x90 cm
b. Memiliki jadwal pertemuan
c. Sudah ada aspek legalitas
d. Pengurus 2 orang
e. Kader 3 orang
f. Kader terlatih 2 orang
g. Penyuluhan 2 x sebulan
h. Memilii buku pedoman
i. Memi;liki buku registrasi anggota
j. Memiliki buku kegiatan kelompok
k. Memiliki media penyuluhan
l. Memanfaatkan media BKR
m. Memiliki sumber dana
C. Stratifikasi Paripurna
a. Memikipapan nama ukuran min 60x90 cm
b. Memiki jadwal pertemuan
c. Sudah ada aspek legalitas
d. Pengurus 3 orang
e. Kader 4 orang
f. Kder terlatih 3 orang
g. Penyuluhan 2 x sebulan
h. Memiliki dan mengembangkan buku
pedoman
i. Memiliki buku registrasi anggota
j. Memiliki buku kegiatan kelompok
k. Memiliki media penyuluhan
l. Memanfaatkan media BKR
m. Mengembangkan media penyuluhan
n. Mengembangkan media BKR
o. Memiliki keterpaduan dengan
kegiatan lainnya
p. Memiliki kegiatan yang terintegrasi
dengan PIK R/M dan kegiatan di
Posyandu
q. Memiliki sumber dana tetap
Rangkaian Pelayanan kegiatan kelompok
BKR :
a. Pertemuan Penyuluhan
1. Pertemuan penyuluhan dilakukan min 1
bulan sekali
2. Waktu dan tempat penyuluhan disepakati
bersama sesuai dengan kesepakatan
anggota kelompok
b. Tata cara Penyuluhan
1. Pembukaan
a. Mengisi waktu menunggu sampai dengan
60% peserta datang
b. Memperkaya pengalaman peserta
dengan kegiatan yang menarik,
misalnya membahas topik aktual
berkaitan dengan remaja
c. Membahas kembali materi dan
PR pertemuan sebelumnya
d. Menanyakan kesertaan ber KB
e. Beri kesempatan dulu kepada
orangtua yang kurang berani
atau lancar berpartisipasi
2. Inti
a. Penjelasan tentang materi baru
b. Sesuaikan dengan topik/ materi
untuk kelompok orang tua
c. Diskusikan tentang materi yang
dibahas
d. Berbagi pengalaman antar
orangtua tentang permasalahan
dan cara menghadapi remaja
e. Gunakan gambar atau alat bantu
dalam membahas materi tertentu
3. Penutup
a. Kesimpulan hasil pertemuan
- Penegasan untuk pemantapan
pengetahuan
- Mempraktekan dan
mendiskusikan dengan remajanya
tentang materi yang telah
diperoleh dari pertemuan
b. Penentuan PR untuk pertemuan yang
akan datang
Tujuannya untuk memantapkan materi yang
baru dibahas dan didiskusikan dengan remajanya,
berdasarkan pengalaman pribadi dalam keluarga
masing-masing. PR sebaiknya ditentukan atas usul
peserta
c. Pengisian Laporan
Pengisian laporan dilakukan oleh kader
d. Pertemuan Khusus dengan Kader
Jika terdapat permasalahan orangtua yang
membutuhkan pertemuan yang bersifat pribadi,maka
diberi kesempatan baagi orangtua untuk bertemu
kader.
Membantu orangtua menyelesaikan masalah dengan
merujuk ke tempat rujukan sesuai dengan
permaslahan. Misalnya ke Pusat Pelayanan Keluarga
Sejahtera, Puskesmas, dll
e. Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah dilakukan apabila anggota
kelompok BKR 2 x berturut-turut tidak hadir dalam
pertemuan kelompok BKR
f.Rujukan
Rujukan dilakukan apabila kader tidak mampu
menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh orangtua
anggota kelompok BKR. Adapun tempat rujukan ke
psikolog, Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS),
Puskesmas, Rumah Sakit, dll