Anda di halaman 1dari 15

PENYELESAIAN SENGKETA PEMILIHAN GUBERNUR DAN

WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, SERTA


WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA TAHUN 2018

DIVISI HUKUM DAN PENINDAKAN PELANGGARAN PEMILU


BAWASLU PROVINSI JATENG

1
STRATEGI
PENGAWASAN

PENCEGAHAN PENINDAKAN

Kerja sama
dengan mitra

Penguatan
kelembagaan
Pengawasan
melekat
Partisipasi
masyarakat
Pasal 448 UU No.7/2017
Sosialisasi

Survei atau jajak


pendapat PARTISIPASI Pendidikan
tentang pemilu MASYARAKAT politik bagi
pemilih

Penghitungan
cepat hasil
pemilu

Bentuk partisipasi masyarakat dengan ketentuan :


a. Tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan/merugikan peserta
pemilu;
b. Tidak mengganggu proses penyelenggaraan tahapan pemilu;
c. Bertujuan meningkatkan partisipasi politik masyarakat secara luas;
d.Mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pemilu
yang aman, dama, tertib dan lancar.
TUGAS
PANWASCAM

PENINDAKAN

LAPORAN TEMUAN

Pelapor : 1. WNI yang punya hak pilih;


2. Peserta pemilu;
3. Pemantau pemilu
Laporan memenuhi unsur formil dan materiil
SYARAT LAPORAN DUGAAN PELANGGARAN
Syarat formil meliputi:
a. Pihak yang berhak melaporkan (WNI yang mempunyai hak pilih; Peserta
pemilu dan Pemantau pemilu);
b. Waktu pelaporan tidak melebihi ketentuan batas waktu; dan
c. Keabsahan Laporan Dugaan Pelanggaran yang meliputi:
1. kesesuaian tanda tangan dalam formulir Laporan Dugaan Pelanggaran
dengan kartu identitas; dan
2. tanggal dan waktu.
Syarat materil meliputi:
a. Identitas pelapor;
b. Nama dan alamat terlapor;
c. Peristiwa dan uraian kejadian;
d. Waktu dan tempat peristiwa terjadi;
e. Saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut; dan
f. Barang bukti yang mungkin diperoleh atau diketahui.
MEKANISME PENERIMAAN LAPORAN PELANGGARAN

Laporan dugaan Petugas pengawas


pelanggaran Pelapor wajib mengisi dan Lampirkan Foto copy melakukan
menandatangani form KTP atau identitas penelitian berkas
penerimaan Laporan Dugaan lain laporan
Pelanggaran Pemilu

Petugas membuat tanda bukti


penerimaan laporan Berkas
(rangkap 2): 1 rangkap tanda lengkap
bukti untuk pelapor ; 1 untuk
Petugas pengawas mencatat
pengawas pemilu
dan merekap penerimaan
laporan dugaan pelanggaran
dalam buku register Jika tidak lengkap, petugas penerima
penerimaan laporan konfirmasi ulang ke Pelapor untuk
melengkapi dengan memperhatikan
batas waktu laporan

Petugas meneruskan ke pengawas


Atau bisa menjadi informasi awal
pemilu divisi divisi penindakan
sehingga menjadi Temuan
PENANGANAN PELANGGARAN PEMILIHAN
DAN PEMILU 2019
TEMUAN
TEMUAN PENGAWAS
DITERUSKAN
PALING
HASIL
LAMBAT 7 HARI PENGKAJIAN :
LAPORAN SEJAK
DIKETAHUI
DAN / SENGKETA
DILAPORKAN DITEMUKANNY
PALING LAMBAT A DUGAAN
7 HARI SEJAK PELANGGARAN
DIKETAHUI DAN BUKAN PELANGGARAN
ATAU
DITEMUKANNYA KAJIAN
PELANGGARAN PLENO PELANGGARAN

WAKTU
PENGKAJIAN
3 HARI + 2
HARI
(Pilkada)
7 HARI + 7 PIDANA ADMINISTRASI KODE ETIK
HARI
(PEMILU) D I T E R U S K A N K E:

DKPP
Dasar Hukum :
UU No. 10/2016
UU No.7/2017

Sentra Gakkumdu
PENANGANAN DUGAAN PELANGGARAN
ADMINISTRASI PEMILIHAN 2018 DAN PEMILU 2019
LAPORAN

PENGAWAS
PEMILU KAJIAN PANWAS PLENO PANWAS

14 hari

HASIL KAJIAN
TEMUAN
PUTUSAN (pemilu)
PELANGGARAN
ADMINISTRASI
KPU
SESUAI JENJANG REKOMENDASI
(pemilihan)
KECUALI UNTUK
PELANGGARAN MP TSM
JENIS SENGKETA

1.Sengketa 2. Sengketa antar


Sengketa

antar peserta peserta


pemilihan pemilihan
dengan
penyelenggara
pemilihan

Sengketa
Kewenangan Penyelesaian Sengketa Pemilihan
oleh Panwas sesuai dengan jenjang
tingkatannya (Pasal 143 UU No. 1 Tahun 2015)
DASAR HUKUM
PENYELESAIAN SENGKETA PEMILIHAN

1.UU No.1/2015 1. Perbawaslu No.8 Tahun 2015 tentang


2. UU No.8/2015 Tata Cara Penyelesaian Sengketa
Pemilihan Gubernur, Walikota dan
3. UU No.10/2016 Bupati
2. Perbawaslu No.7 Tahun 2016 tentang
Perubahan atas Perbawaslu No.8 Tahun
2015 tentang Tata Penyelesaian
Sengketa Pemilihan Gubernur, Walikota
dan Bupati
3. Perbawaslu No.15 Tahun 2017 (baru)
PENYELESAIAN SENGKETA PEMILIHAN DARI SEGI
WAKTU DIPISAHKAN MENJADI:

• Proses penyelesaian sengketa Pemilihan yang dilakukan dengan


cara musyawarah dalam jangka waktu paling lama 12 hari yaitu
terkait dengan sengketa antara peserta pemilihan dengan
penyelenggara pemilihan sebagai akibat dikeluarkannya
Keputasan KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota dan sengketa
antarpeserta pemilihan.
• Musyawarah Penyelesaian sengketa pemilihan dengan acara
cepat. Musyawarah dengan acara cepat dilakukan khusus dalam
sengketa antar peserta peilihan dalam hal sengketa atau
peristiwa yang bersifat mendesak dan berlangsung pada
tahapan yang singkat dan dapat diselesaikan di tempat
kejadian.
Laporan
PERISTIWA/ PESERTA Penyelesaian sengketa acara
KEJADIAN PEMILIHAN cepat dapat dilakukan oleh
Panwas Kecamatan atas nama
TEMUAN/ Panwas Kabupaten/Kota
BUKTI LAPORAN dengan wajib melaporkan
terlebih dahulu kepada Panwas
WAKTU ALASAN Kabupaten/Kota
TEMPAT KESEPAKATAN
PELAPOR
1. Tidak boleh bertentangan
CARA TERLAPOR
dengan UU
Temuan
VERIFIKASI 2. Kesepakatan dituangkan
PERBUATAN
dalam berita acara
Musyawarah
kesepakatan musyawarah
penyelesaian sengketa
Tiidak sepakat
3. BA ditetapkan dalam
Sepakat
Buat Putusan
Putusan
Konsultasi Ke
TIDAK ADA KESEPAKATAN
Berita acara bawaslu Prov. B
Panwas kab/Kota D a K 1. Panwas membuat Putusan
I w a 2. Putusan dibacakan secara
u a b terbuka dihadiri oleh para
Buat Putusan Pemberitahuan M s / pihak
kepada para Pihak u L K
m u O
k T
Sengketa diputuskan pada
p
KPU Provinsi /KPU a r a hari yang sama di tempat
Kab/Kota n o terjadinya sengketa
v.
ALUR PENYELESAIAN SENGKETA ACARA CEPAT
 Membuka forum musyawarah
Pengawas  Memeriksa identitas para pihak yang bersengketa
Pemilihan  Memberikan kesempatan kepada pemohon untuk
menyampaikan permasalahan yang disengketakan.

Pemohon Menyampaikan permasalahan yang disengketakan.

Pengawas Memberikan kesempatan kepada pihak termohon untuk


Pemilihan memberikan tanggapan.

Termohon Menjelaskan kejadian sesuai dengan versi termohon.

 Meminta keterangan dari saksi-saksi dan memeriksa bukti


 Menawarkan alternatif Penyelesaian Sengketa.
Pengawas
 Membuat BA jika terjadi kesepakan.
Pemilihan
 Menbuat Putusan (jika tidak terjadi kesepakatan antara
Pemohon dan Termohon).

Pengawas Menuangkan Putusan dalam formulir pemeriksaan cepat


Pemilihan penyelesaian sengketa antarpeserta pemilu (Formulir PSP-23)
 Pengawas pemilu dalam penyelesaian sengketa
acara cepat pemilihan gubernur dan wakil
gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota
dan wakil walikota, dapat melibatkan:
 tokoh masyarakat
 tokoh agama
 tokoh adat
 orang perorang yang dianggap dapat
membantu menyelesaikan sengketa
antarpeserta pemilihan.
Orang perorang sebagaimana dimaksud diatas,
harus bersikap adil, netral dan tidak memihak
Pemohon/Termohon.
ILUSTRASI KASUS:
PENYELESAIAN SENGKETA PEMILIHAN MELALUI ACARA CEPAT
Pada tanggal 30 November 2017 Pukul 10.45 WIB Panwascam Pejuang yang bernama
Purnomo mendapatkan informasi melalui telepon dari Brigadir Johan (Anggota
Kepolisian Polsek Pejuang) yang meminta datang ke Jl.Perjuangan karena terdapat
peristiwa ribut-ribut antara Tim Kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati
AA dengan Tim Kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati BB, untuk dapat
diselesaikan oleh Panwascam.
Segera setelah itu, Panwascam Pejuang mendatangi tempat kejadian.Setiba di tempat
kejadian Panwascam Pejuang melihat Aparat Kepolisian sedang berusaha
menenangkan kedua Tim Kampanye yang sedang berselisih agar tidak melakukan hal-
hal yang anarkis.
Panwascam Pejuang segera meminta penjelasan terkait hal yang dipermasalahkan.
Selanjutnya salah seorang Tim Kampanye Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati AA
yang bernama Jaka Sutrisna menyampaikan bahwa Pasangan Calon Bupati dan Wakil
Bupati AA akan melaksanakan Kampanye Pertemuan terbuka di Lapanganyang ada di
Jalan Perjuangan tersebut, Pada hari ini Sabtu tanggal 30 November 2017 Pukul 14.00
WIB nanti, dan sudah sesuai jadwal yang ditetapkan KPU Kabupaten Tebing Curam,
tetapi di seberang jalan yang berhadapan dengan lapangan terdapat rumah warga
yang cukup besar dan di rumah tersebut pada hari ini Pada tanggal 30 November 2017
Pukul 10.00 WIB Tim Kampanye Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati BB,
melaksanakn pertemuan tertutup di rumah tersebut dengan dihadiri oleh masyarakat
setempat, dan Tim kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati AA keberatan
dengan kegiatan Tim Kampanye Pasangan Calon BB, dan meminta kegiatan tersebut
untuk dihentikan. Tetapi Tim Kampanye Pasangan Calon BB menolak untuk
menghentikan kegiatan di rumah salah seorang warga yang kebetulan berhadapan
dengan lapangan tempat Pasangan Calon AA melaksanakan Kampanye.
Atas kejadian tersebut Panwascam Pejuang meminta salah satu wakil dari Tim
Kampanye Pasangan Calon AA dan Wakil dari Tim Kampanye Pasangan Calon BB untuk
musyawarah, dan meminta ijin kepada Ketua RT setempat agar dapat menggunakan
rumahnya untuk pelaksanaan musyawarah, segera musyawarah dilaksanakan, dengan
Penjagaan oleh aparat Kepolisian.