Anda di halaman 1dari 46

CASE REPORT SESSION

PLASENTA PREVIA
Oleh:
Sarah Humaira
Pembimbing:
dr. Firmansyah, Sp.OG (K)
PENDAHULUAN
Perdarahan antepartum didefinisikan sebagai perdarahan dari jalan lahir yang
terjadi setelah kehamilan minggu ke-28

Plasenta previa adalah plasenta yang ada didepan jalan lahir (prae = di depan,
vias = jalan)

Plasenta previa terjadi pada 0,5 persen dari semua kehamilan

Plasenta previa tiga kali lebih sering pada wanita multipara daripada
primipara, dan belum terdeteksi faktor etiologik lain
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN SUAMI
• Nama : Ny. S • Nama : Tn. M
• Umur : 32 tahun • Umur : 33 tahun
• Suku/bangsa: Melayu • Suku/bangsa : Melayu
• Agama : Islam • Agama : Islam
• Pendidikan : S1 • Pendidikan : SMA
• Pekerjaan : IRT • Pekerjaan : Swasta
• Alamat : Jl. Sukasari Sarolangun • Alamat : Jl. Sukasari Sarolangun

MRS : 11 Agustus 2018, pukul 22.30 WIB


ANAMNESIS

Keluhan Utama:
Keluar darah dari jalan lahir sejak ± 12 jam SMRS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien merupakan
rujukan dari RS Chatib
Quzwain Sarolangun Pasien datang dengan
dengan diagnosa keluhan keluar darah
G2P1A0 gravida 32-33 dari jalan lahir yang Keluhan nyeri (-), mules (-),
minggu dengan semakin memberat sejak keluar lendir (-), keluar air-
hemoragik antepartum ± 12 jam SMRS. ± 2 hari air dari jalan lahir (-).
et causa suspek plasenta yang lalu pasien Riwayat trauma (-), riwayat
previa totalis. mengeluhkan timbul berhubungan suami istri
bercak darah kemudian dalam waktu terakhir (-).
berhenti lalu kembali
keluar darah segar yang
mengalir.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU RIWAYAT OBSTETRI
Hipertensi (-), DM (-), Epilepsi (-), • GPA : G1P2A0
Hepatitis (-), TBC (-)
• HPHT : 26-12-2017
• TP : 03-10-2018
• Menarche : Usia 13 tahun
• Siklus haid : Teratur, 28 hari
• Lama haid : 7 hari
• Riwayat persalinan :

Tanggal Tempat Umur Jenis Penolong Jenis Kelamin Keadaan Anak


No. Penyulit
Tahun Partus Partus Hamil Persalinan Persalinan Anak/BB Sekarang

1. 2015 RS 32 mgg SC Dokter - Pr/3100 gr Sehat

2. Ini

• Riwayat Perkawinan : Os menikah satu kali, lamanya 7 tahun


• Riwayat Kontrasepsi : Os tidak pernah menggunakan KB
• ANC : 3 x selama kehamilan
PEMERIKSAAN FISIK

• Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang


• Kesadaran : Compos Mentis
• TD : 90/60 mmHg
• N : 96 x/menit
• RR : 22 x/menit
• Suhu : 36,8 0C
• Berat badan sebelum hamil : 50 kg
• Berat badan saat hamil : 58 kg
• Tinggi Badan : 149 cm
STATUS GENERALISATA
• Kepala : Normocephal, rambut hitam tidak mudah dicabut
• Mata : Conjungtiva anemis +/+, palpebra edema -/-
• THT : Dalam batas normal
• Leher : Pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-)
• Thorak : Pergerakan dada simetris
• Pulmo : Vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-
• Cor : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)
• Abdomen : Membesar, supel
• Ekstremitas Superior : Akral hangat +/+, edema -/-, sianosis -/-
• Ekstremitas Inferior : Akral hangat +/+, edema +/+, sianosis -/-
STATUS OBSTETRI

Pemeriksaan Luar
Inspeksi
• Muka : Cloasma gravidarum (-), edema (-)
• Leher : Pembesaran vena jugularis (-)
• Dada : Pembesaran mamae simetris, puting susu menonjol
• Abdomen : Perut tampak membesar ke depan, striae gravidarum (+), linea
nigra (+), bekas operasi (+) post operasi sectio caesaria
• Vulva : Labia mayor/minor simetris, pembengkakan kelenjar bartholini (-)
• Ekstremitas : Edema -/-
Palpasi
• Leopold I : TFU 27 cm, teraba bagian lunak tidak melenting
• Leopold II : Punggung kanan
• Leopold III : Teraba bagian keras, melenting
• Leopold IV : Konvergen, V
• TBJ : (27 – 12) x 155 = 2325 gram
• HIS :-
• Auskultasi : DJJ 145 x/menit
Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan Panggul
• Tidak dilakukan • Tidak dilakukan
• Portio :-
• Pendataran :-
• Pembukaan :-
• Ketuban :-
• Presentasi :-
• Petunjuk :-
• Penurunan :-
• Posisi :-
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah rutin (11 Agustus 2018) Kimia Darah (11 Agustus 2018)
• Hb : 9.4 gr % • GDS : 91 mg/dl
• Ht : 27 % • SGOT : 15 U/L
• Leukosit : 8.2 x 103/mm3 • SGPT : 18 U/L
• Eritrosit : 3.62 x 106/mm3 • Ureum : 8 mg/dl
• Trombosit : 231 x 103/mm3 • Kreatinin : 0.5 mg/dl
• Clotting Time : 9’
• Bleeding Time : 2’ Serologi (11 Agustus 2018)
• Hbs Ag : Negatif
• HIV : Negatif
PEMERIKSAAN PENUNJANG (lanjutan)
USG (14 Agustus 2018)

Kesan:
• Tampak janin tunggal hidup presentasi kepala
• Biometri janin estimated fetal weight (EFW) 1900 gr
• Plasenta corpus anterior meluas menutupi ostium uteri
internum ± 3.9 cm
• Ketuban cukup

Hasil:
Hamil 32-33 minggu janin tunggal hidup presentasi kepala
dengan plasenta menutupi seluruh jalan lahir
DIAGNOSIS
G2P1A0 gravida 32-33 minggu belum inpartu
dengan perdarahan antepartum ec suspek
plasenta previa totalis + riwayat sectio caesaria
1x, JTH intrauterine preskep

PENATALAKSANAAN
• Observasi keadaan umum, tanda-tanda vital dan perdarahan
• IVFD RL 20 tetes/menit
• Inj. Deksamethasone 1 x 15 mg
• Nifedipine tab 4 x 10 mg
FOLLOW UP
No. Tanggal Follow Up

1. 11/08/2018 S: Perdarahan dari jalan lahir (+) darah warna merah segar, tidak bergumpal.
Nyeri (-), mules (-), keluar air-air dari jalan lahir (-).
O: TD: 90/60 mmHg//N: 96 x/menit//RR: 22 x/menit//T: 36.8 0C//HIS (-)//DJJ: 145
x/menit
A: G2P1A0 gravida 32-33 minggu dengan perdarahan pervaginam suspek
plasenta previa totalis + riwayat sectio caesaria 1x, JTH intrauterine preskep
P:
- Observasi keadaan umum, tanda-tanda vital dan perdarahan
- IVFD RL 20 tetes/menit
- Inj. Deksamethasone 1 x 15 mg
- Nifedipine tab 4 x 10 mg
- Rencana USG
FOLLOW UP
2. 12/08/2018 S: Perdarahan dari jalan lahir (+) darah warna merah segar, tidak bergumpal.
Nyeri (-), mules (-), keluar air-air dari jalan lahir (-).
O: TD: 100/60 mmHg//N: 94 x/menit//RR: 22 x/menit//T: 36.8 0C//HIS (-)//DJJ:
148 x/menit
A: G2P1A0 gravida 32-33 minggu dengan perdarahan pervaginam suspek
plasenta previa totalis + riwayat sectio caesaria 1x, JTH intrauterine preskep
P:
- Observasi keadaan umum, tanda-tanda vital dan perdarahan
- IVFD RL 20 tetes/menit
- Inj. Deksamethasone 1 x 15 mg
- Nifedipine tab 4 x 10 mg
- Rencana USG
FOLLOW UP
3. 13/08/2018 S: Perdarahan dari jalan lahir (+) darah warna merah segar, jumlah sedikit,
keluhan nyeri (-)
O: TD: 100/70 mmHg//N: 90 x/menit//RR: 20 x/menit//T: 36.9 0C//HIS (-)//DJJ:
142 x/menit
A: G2P1A0 gravida 32-33 minggu dengan perdarahan pervaginam suspek
plasenta previa totalis + riwayat sectio caesaria 1x, JTH intrauterine preskep
P:
- Observasi keadaan umum, tanda-tanda vital dan perdarahan
- IVFD RL 20 tetes/menit
- Inj. Deksamethasone 1 x 15 mg
- Nifedipine tab 4 x 10 mg
- Rencana USG tanggal 14 Agustus 2018
FOLLOW UP
4. 14/08/2018 S: Flek darah (+), keluhan nyeri (-)
O: TD: 100/80 mmHg//N: 88 x/menit//RR: 20 x/menit//T: 36.9 0C//DJJ: 145
x/menit. Dilakukan USG, didapatkan hasil plasenta corpus anterior meluas
menutupi ostium uteri internum ± 3.9 cm.
A: G2P1A0 gravida 32-33 minggu dengan plasenta previa totalis + riwayat
sectio caesaria 1x, JTH intrauterine preskep
P:
- Observasi keadaan umum, tanda-tanda vital dan perdarahan
- IVFD RL 20 tetes/menit
- Nifedipine tab 4 x 10 mg
- Cefixime tab 2 x 100 mg
FOLLOW UP
5. 15/08/2018 S: Flek darah (+), keluhan nyeri (-)
O: TD: 110/80 mmHg//N: 86 x/menit//RR: 20 x/menit//T: 36.8 0C//DJJ: 145
x/menit.
A: G2P1A0 gravida 32-33 minggu dengan plasenta previa totalis + riwayat
sectio caesaria 1x, JTH intrauterine preskep
P:
- Observasi keadaan umum, tanda-tanda vital dan perdarahan
- IVFD RL 20 tetes/menit
- Nifedipine tab 4 x 10 mg
- Cefixime tab 2 x 100 mg
FOLLOW UP
6. 16/08/2018 S: Perdarahan (-), flek darah (-), keluhan nyeri (-)
O: TD: 120/80 mmHg//N: 80 x/menit//RR: 20 x/menit//T: 36.8 0C//DJJ: 150
x/menit.
A: G2P1A0 gravida 32-33 minggu dengan plasenta previa totalis + riwayat
sectio caesaria 1x, JTH intrauterine preskep
P:
- IVFD RL 20 tetes/menit
- Nifedipine tab 4 x 10 mg
- Cefixime tab 2 x 100 mg
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Plasenta previa adalah
plasenta yang berimplantasi pada
segmen bawah rahim sedemikian
rupa sehingga menutupi seluruh
atau sebagian dari ostium uteri
internum.
KLASIFIKASI

• Plasenta previa totalis adalah plasenta yang menutupi seluruh ostium uteri
internum.
• Plasenta previa parsialis adalah plasenta yang menutupi sebagian ostium
uteri internum.
• Plasenta previa marginalis adalah plasenta yang tepinya berada pada
pinggir ostium uteri internum.
• Plasenta letak rendah adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen
bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak lebih
kurang 2 cm dari ostium uteri internum.
EPIDEMIOLOGI

Lebih banyak pada


Insiden pada kehamilan
kehamilan dengan
ganda > kehamilan
paritas tinggi dan pada
tunggal
usia > 30 tahun

Angka kejadian tinggi Insidensi lebih rendah di


pada uterus cacat negara maju (> dari 1 %)
ETIOLOGI

Penyebab blastokista
berimplantasi pada segmen
bawah rahim belum
diketahui secara pasti.

Kemungkinan disebabkan oleh:


-Vaskularisasi desidua yang tidak memadai
-Sebagai akibat dari proses radang atau
atrofi
PATOFISIOLOGI

Plasenta previa terjadi


Plasenta memperluas
akibat gangguan
permukaannya sehingga Hal ini menyebabkan
implantasi karena
mendekati atau menutupi implantasi plasenta pada
vaskularisasi endometrium
sama sekali pembukaan segmen bawah rahim
yang abnormal (akibat
jalan lahir
atropi dan scaring)
MANIFESTASI KLINIS

• Perdarahan uterus keluar melalui vagina tanpa rasa nyeri.


• Perdarahan biasanya baru akan terjadi pada akhir trisemester kedua
keatas.
• Perdarahan pertama berlangsung tidak banyak dan berhenti sendiri.
• Perdarahan kembali terjadi tanpa sesuatu sebab yang jelas setelah
beberapa waktu kemudian, jadi berulang.
• Pada setiap pengulangan terjadi perdarahan yang lebih banyak
bahkan seperti mengalir.
DIAGNOSIS

ANAMNESIS PEM. FISIK PEM. PENUNJANG


Perdarahan tanpa nyeri Pemeriksaan dalam (dilakukan Darah rutin
bila telah ada kesiapan untuk
seksio sesaria)
Perdarahan tanpa sebab yang Pemeriksaan USG
jelas
Perdarahan pertama
berlangsung sedikit dan
berhenti sendiri, kemudian
perdarahan berulang dengan
jumlah lebih banyak
KOMPLIKASI

• Anemia, hingga syok


• Plasenta inkrata dan plasenta prakerta (akibat plasenta yang
berimplantasi pada segmen bawah rahim dan sifat segmen ini
yang tipis mudah terjadi invasi trofoblas menerobos ke dalam
myometrium)
• Robekan serviks dan segmen bawah rahim
• Kelainan letak janin
• Kelahiran prematur dan gawat janin
PENANGANAN

TATALAKSANA UMUM
• Perbaiki kekurangan cairan atau darah (menggunakan cairan
kristaloid)
• Lakukan penilaian jumlah perdarahan
PENANGANAN (lanjutan)

TATALAKSANA KHUSUS
Terapi Konservatif
Agar janin tidak terlahir premature dan upaya diagnosis dilakukan secara noninvasif.
• Rawat inap, tirah baring, berikan antibiotic profilaksis.
• Tokolitik, bila ada kontraksi (MgSO4, Nifedipin)
• Perbaiki anemia (Sulfat Ferosus/Ferous Fumarat PO 60 mg selama 1 bulan)

Terapi Aktif
• Jika terdapat plasenta letak rendah, perdarahan sangat sedikit, dan presentasi kepala
 pemecahan selaput ketuban  persalinan pervaginam
• Namun, jika tidak terjadi hal tersebut diatas  seksio sesaria
PROGNOSIS

• Prognosis ibudan anak pada plasenta previa


dewasa ini lebih baik jika dibandingkan dulu.
• Haltersebut berkat diagnosis yang lebih dini dan
tidak invasif dengan USG, disamping
ketersediaan transfusi darah dan infuse cairan
telah ada di hampir semua rumah sakit.
ANALISIS KASUS
• Berdasarkan anamnesis yang dilakukan pada Ny. S usia
32 tahun, diketahui bahwa Ny. S datang ke IGD RSUD
Raden Mattaher Jambi atas rujukan dari RS Chatib
Quzwain Sarolangun dengan diagnosa G2P1A0 gravida
32-33 minggu dengan hemoragik antepartum et causa
suspek plasenta previa totalis.
ANALISIS KASUS (lanjutan)
• Pasien datang dengan keluhan keluar darah dari jalan
lahir yang semakin memberat sejak ± 12 jam SMRS. ± 2
hari yang lalu pasien mengeluhkan timbul bercak darah
kemudian berhenti, lalu kembali keluar darah segar
yang mengalir.
ANALISIS KASUS (lanjutan)
• Keluhan nyeri, mules, keluar lendir, keluar air-air dari
jalan lahir disangkal. Riwayat trauma dan riwayat
berhubungan suami istri dalam waktu terakhir
disangkal.
• Dari
pemeriksaan darah rutin didapatkan hasil anemia
dengan nilai hemoglobin 9.4 gr/dl.
• Daripemeriksaan USG didapatkan hasil plasenta
menutupi seluruh jalan lahir.
Pasien didiagnosa plasenta previa totalis karena keluhan yang pasien alami
sesuai dengan teori penegakan diagnosa plasenta previa totalis yaitu timbul
perdarahan dari jalan lahir tanpa disertai nyeri pada trimester kedua keatas,
perdarahan terjadi tanpa sebab yang jelas, perdarahan pertama berlangsung
sedikit dan berhenti sendiri, dan kemudian perdarahan berulang dengan
jumlah yang lebih banyak.

Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan penurunan nilai hemoglobin


dibawah nilai normal.

Dari pemeriksaan USG juga didapatkan hasil bahwa plasenta menutupi


seluruh jalan lahir.
Tatalaksana pada pasien ini sesuai dengan teori tatalaksana plasenta
previa, yaitu:
• Pasien dirawat inap dan diberikan cairan kristaloid Ringer Laktat 20
tetes per menit sebagai maintenance,
• Injeksi steroid Deksamethason 1 x 15 mg
• Tokolitik per oral Nifedipine 4 x 10 mg
• Pasien menjalani enam hari rawatan di rumah sakit, lalu pasien pulang
dengan keadaan umum dan tanda-tanda vital yang baik, perdarahan
dari jalan lahir telah berhenti, dan kehamilan dapat dipertahankan.
Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa penanganan
dan tatalaksana terhadap pasien sudah baik dan benar.
KESIMPULAN
Plasenta previa adalah plasenta yang
berimplantasi pada segmen bawah Diagnosis berdasarkan anamnesis,
rahim sehingga menutupi seluruh pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
atau sebagian dari ostium uteri penunjang.
internum.

Sebagai pemeriksaan penunjang


Penanganan yang baik akan
dilakukan pemeriksaan laboratorium,
menurunkan kemungkinan kematian
USG abdomen atau transvaginal yang
pada ibu atau tidak ada sama sekali.
memiliki keakuratan mencapai 100%.