Anda di halaman 1dari 21

Aplikasi Pelayanan homecare

pada lansia
Pepin Nahariani
Konsep lansia
• UU RI No 13 Tahun 1998 tentang
Kesejahteraan Lanjut Usia pasal 1 ayat 2 :
lanjut usia adalah seseorang mencapai usia 60
tahun ke atas
• Masalah Fisik, sosial-budaya, psikologi, dan
ekonomi, spiritual,
• Peran Homecare  memfasilitasi peran lansia
menjadi hidup berkualitas
Homecare pada lansia
Tenaga-tenaga pendamping yang professional,
berdedikasi tinggi, dan mampu melayani dengan
baik para lanjut usia
Faktor yang mempegaruhi
Homecare pada lansia
• Status merrital
• Status ekonomi, pendidikan
• Usia – lansia (disability)
• Jenis kelamin
Kebutuhan lansia
• Nursing care
• Homewoking
Homecare pada lansia
• Pelayanan medik dan asuhan keperawatan
• Pelayanan sosial dan upaya menciptakan
lingkungan yang terapeutik
• Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik
• Pelayanan informasi dan rujukan
• Pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan kesehatan
• Hygiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan
• Pelayanan perbaikan untuk kegiatan social (Ode,
2012)
Kebutuhan komunikasi lansia
Komunikasi dan modernisasi memberikan
dampak pada pergeseran nilai budaya, sehingga
menyebabkan perbedaan generasi atau
generation gap antara kelompok tua dan muda
Kecemasan lansia
• pengalaman subjektif dari individu dan tidak
dapat diobservasi secara langsung, keadaan
emosi tanpa objek spesifik
Kecemasan lansia
• gangguan alam perasaan (affective) yang
ditandai ketakutan atau kekhawatiran yang
mendalam dan berkelanjutan, Reality Testing
Ability/RTA masih baik, kepribadian tetap
utuh, perilaku terganggu tetapi masih dalam
batas-batas normal
• Tanda : kesulitan mulai tidur, masuk tidur
memerlukan waktu lebih dari 60 menit, mimpi
menakutkan, kesukaran bangun pagi hari,
bangun dengan kurang segar  insomnia
Manifestasi klinis fisik
Jari tangan dingin, detak jantung makin cepat,
berkeringat dingin, kepala pusing, nafsu makan
berkurang, tidur tidak nyenyak, dada sesak (Siti
Sundari, 2004:62)

Sering merasa mual dan muntah-muntah, badan


terasa sangat lelah, gemetar, dan seringkali
menderita diare
Faktor Cemas
• Myers dalam Annisa (2008), perempuan lebih
cemas  sensitive
• Pendidikan, pengalaman hidup, lingkungan,
dukungan, pekerjaan, kesehatan, status nikah
• Menurut Hawari (2013), gangguan kecemasan
akibat pikiran kematian, masalah psikologis,
penyakit kronis, kehilangan pasangan hidup,
pekerjaan, keluarga, dukungan sosial, respons
berlebihan terhadap kejadian hidup
Jenis kecemasan
• Ringan
• Berat : mendadak dan lama

1. Fobia Spesifik
2. Fobia sosial
3. Fobia panik
4. Generalized Anxiety Disorder
Gangguan kecemasan
• Panic Disorder : nafas yang pendek, palpilasi
(mulut yang kering) atau justru kerongkongan
tidak bisa menelan
• Agrophobia : takut pada kerumunan dan
tempat-tempat ramai
Dampak
• Simtom suasana hati
• Simtom kognitif
• Simtom motor : gugup, ADL, kemandirian
Dukungan keluarga
• Meningkatkan keberfungsian sosial lanjut usia
• Mengutamakan lanjut usia sebagai subjek
kegiatan pelayanan
• Bersama tenaga perawat memberikan
pendampingan kepada lansia
Peran pendampingan
• Pembela (advocacy)
• Fasilitator;
• Pemungkin (enabler)
• Penjangkauan (outreacher)
• Pembimbing (supervisor);
Peran pendampingan
• Penggerak (dinamisator),
• Pemotivasi (motivator)
• Katalisator;
• Mediator;
• Elaborator
Upaya pendampingan
• Penyegaran olah raga
• Komunikasi yang efektif
• Dukungan keluarga yang efektif
• profesionalisme pendampingan
Dukungan keluarga
• memberikan semangat hidup kepada lanjut
usia.
• semakin besar dukungan emosional dalam
keluarga semakin menimbulkan rasa senang
dan bahagia dalam keluarga
• Memberikan dukungan moral (moral support)
dalam proses hidupnya
• menambah penghargaan diri, membentuk
kepercayaan diri dan kemampuan serta
merasa dihargai
• Menurunkan tingkat kecemasan lansia