Anda di halaman 1dari 18

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

PENANGANAN KERACUNAN MAKANAN


ATAU GAS

Kelompok 3:
Athil Umri P07120116051
Ida Ayu Made Sundari Amrita Kirana P07120116069
Maesarah P07120116074
Reza Eka Rahman P07120116087
Vira Hafizatul Qur’ani P07120116094

DOSEN
Eka Rudy Purwana, SST.,M.Kes.
 Rumusan Masalah
 Apakah defenisi dari keracunan makanan ?
 Apa saja jenis pencemaran makanan ?
 Apa saja tanda dan gejala serta diagnosis keracunan?
 Bagaimana penanganan keracunan makanan ?
DEFINISI KERACUNAN MAKANAN

 Keracunan adalah keadaan darurat yang diakibatkan masuknya


suatu zat atau makanan kedalam tubuh melalui berbagai cara,
seperti melalui saluran pencernaan, saluran pernafasan, atau
melalui kulit. Keracunan juga merupakan salah satu penyakit yang
disebabkan oleh bahan organik ataupun bahan anorganik yang
masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan tidak normalnya
mekanisme di dalam tubuh.
 Keracunan makanan merupakan penyakit yang diakibatkan
pengkonsumsian makanan atau minuman yang memiliki kandungan
bakteri, atau toksinnya, parasit, virus atau bahan-bahan kimia yang
dapat menyebabkan gangguan di dalam fungsi normal tubuh.
JENIS PENCEMARAN MAKANAN

 Keracunan makanan kaleng


 Tercemar zat kimia
 Racun alam
TANDA DAN GEJALA SERTA
DIAGNOSIS KERACUNAN
Tingkat Kesadaran penderita Keracunan
o Keracunan tingkat 1: penderita mengantuk tetapi masih sadar dan mudah di
ajak berbicara
o Keracunan tingkat 2: penderita dalam keadaan sopor, tetapi dapat
dibangunkan dengan rangsangan minimal seperti panggilan atau digoyangkan
lengannya
o Keracunan Tingkat 3: Penderita dalam keadaan soporkoma dan hanya
bereaksi terhadap rangsangan maksimal seperti dengan menggosok tulang
dada dengan keras menggunakan kepalan tangan.
o Keracunan Tingkat 4: Penderita dalam keadaan koma dan tidak ada reaksi
sedikitpun terhadap rangsangan seperti diatas. ini merupakan tingkat yang
lebih parah dan mengancam keselamatan jiwa.
LANJUTAN…
 Keram perut
 Demam
 Muntah-muntah
 Sering BAB, kadang bercampur darah, nanah atau lendir
 Rasa lemas dan menggigil
 Nafsu makan berkurang
PATOFISIOLOGI

 Makanan yang telah terkontaminasi toksik atau zat racun


sampai dilambung akan mengadakan perlawanan diri
terhadap benda atau zat asing yang masuk kedalam lambung
dengan gejala mual, lalu lambung akan berusaha membuang
zat tersebut dengan cara memuntahkannya. Karena
seringnya muntah maka tubuh akan mengalami dehidrasi
akibat banyaknya cairan tubuh yang keluar bersama dengan
muntahan. Karena dehidrasi yang tinggi maka lama kelamaan
akan lemas dan banyak mengeluarkan keringat dingin
PENAGANAN KERACUNAN AKUT

 Penanganan umum
Dilakukan segera mungkin apapun penyebab keracunan tersebut.
A. Tindakan ABCDE
 Airway (jalan nafas)
Bebaskan jalan nafas dari sumbatan. Apabila perlu pasang pipa endotrakeal.
 Breathing (pernafasan)
Jaga agar pasien dapat bernafas dengan baik. Apabila perlu beri bantuan
pernafasan.
 Circulation (peredaran darah)
Tekanan darah dan nadi dipertahankan dalam batas normal. Berikan infus cairan
dengan normal salin, dekstrosa, atau ringer laktat.
 Decontamination (pembersihan)
Pembersihan racun dilakukan tergantung cara masuk bahan racun. Bahan racun
yang masuk melalui kulit dapat dilakukan pelepasan seluruh pakaian,
memandikan,dan mencuci dengan sabun, atau keramas. Bahan racun yang
tertelan atau melalui saluran cerna dapat dilakukan pengosongan lambung dan
usus
LANJUTAN…
Cara pengosongan lambung dan usus :
o Emesis
o Kumbah lambung
o Katarsis (urus-urus)

Eliminasi
Eliminasi adalah melakukan pembersihan racun di mana perkirakan racun telah
beredar dalam darah, dengan cara diuresis paksa, hemodialisis, hemoperfusi.
Dengan cara:
o Diuresis paksa
o Diuresis
B. Pemberian Antidot (Zat Penawar Racun)

 Keracunan zat asam (asam kuat), Misalnya : sulfat, nitrit, HCL,


baterai asam. Korban jangan dibuat muntah. Berikan secangkir
susu, atau larutan dua sendok teh soda kue. Kemudian berikan
larutan putih telur atau minyak sayur kurang lebih seperempat
gelas.
 Keracunan minyak tanah termasuk bensin, naphtha, cairan
pembakar, atau larutan yang mudah terbakar. Korban jangan dibuat
muntah, berbahaya masuk paru-paru. Berikan setengah cangkir
minyak mineral. Berikan pula stimulan : kopi pekat atau teh,
selimuti kourban agar tetap hangat untuk mencegah syok. Bila
perlu beri pernafasan buatan.
LANJUTAN…

 Keracunan asam karbolat : fenol, kreosol (tambahan pada


desinfektan). Segera berikan larutan sabun atau dua sendok
larutan garam epson. Kemudian berikan minum air hangat
atau bisa diberikan larytan putih telur.
 Keracunan alkohol (etil), metanol (spritus). Buat korban
muntah, berikan larutan hangat soda kue. Diikuti dengan
pemeberian larutan satu sendok teh soda kue dalam susu.
C.Tindakan suportif
Guna mempertahankan fungsi vital, perlu
perawatan menyeluruh, termasuk perawatan
temperatur, koreksi keseimbangan asam basa
atau elektrolit, pengobatan infeksi dan lain-lain.
PENANGANAN KHUSUS SESUAI JENIS
RACUN

Keracunan zat korosif : minyak tanah, bubuk /


cairanan pembersih lantai, bensin dll.
 Korban jangan dibuat muntah, bahaya bila masuk ke paru- paru
 Cuci zat yang melekat dimulut dan wajah dengan air bersih.
 Jangan beri apapun lewat mulut.
 Cari pertolongan medis.
 Tertelan obat – obatan atau bahan umum lainnya misalnya deterjen, jamur, makanan
beracun.
Sebelum memanggil pertolongan medis, kurangilah kekuatan racun dengan cara:
 Bila mungkin buatlah penderita muntah pada kasusracun tertelan.
 Encerkan racun dengan memberi korban air minum atau larutan “penyelamat”. Lakukan ini
sebelum mendapatkan zat penawar khusus racun. Tindakan yang cepat sangat penting. Contoh
larutan “penyelamat”:air bersih, susu, larutan putih telur jangan sekali-kali memberi minum pada
korban yanag setengah sadarm tidak sadar atau saat korban kejang.
Zat penawar yang umum ialah larutan sirup Ipecac, larutan hangat garam
dapur. Larutan ini menyebabkan muntah pada korban. Cegah muntahan masuk
paru-paru dengan cara:
Letakkan korban (anak-anak) di pangkuan tengkurap. Pada korban dewasa
letakkan kepala dan perut lebih rendah dari panggul, posisi kepala miring ke satu sisi.
cara lain membuat korban muntah ialah dengan cara menyentuh dinding belakang
tenggorokan dengan jari atau pegangan sendok. Kemudian berilah larutan garam
dapur dalam satu gelas air hangat. Berilah larutan sampai cairan muntahan bening.
 Dilarang membuat korban muntah bila:
 Sudah muntah sendiri
 Ada luka bakas mulut/tenggorokan: keracunan asam/basa kuat.
 Korban setengah sadar, tidak sadar atau kejang.
 Keracunan bahan-bahan yang tidak diketahui
 Jangan merangsang muntah
 Segera cari pertolongan medis

 Keracunan sianida (misalnya terdapat dalam singkong, peralatan


fotografi, pada proses fumigasi)
 Gejala keracunan : lidah pahit, rasa terbakar, rasa terceking dari mulut/hidung korban.
 Segera cari bantuan medis

 Menghirup gas beracun


 Segera angkat atau seret korban (jangan birkan korban berjalan) ketempat dengan udara
segar.
 Bukalah semua pintu dan jendela
 Bila ada henti nafas lakukan resusitasi jantung paru. Hati-hati bila anda membearikan resisutasi
pernafasan buatan, udara dari mulut atau hidungkorban jangan sampai terhisap penolong.
 Panggil peratolongan medis
 Bila korban kejang, taruhlah korban dirungan yang agak gelap dan hindari bising.
 Lindungi diri sendiri dari kemungkinan bahaya keracunan
 Keracunan gas Karbon monoksida (CO)
 Tanda-tanda keracunan CO:
 Sakit kepala
 Pusing
 Badan lemah
 Kulit, bibir, kuku mungkin tampak merah terang
 Sesak nafas
 Mungkin diikuti dengan muntah dan tidak sadar

 Bahan-bahan yang diserap lewat kulit


 Lepaskan seluruh pakaian korban, bersihkan seluruh kulit, bila bahan berminyak baik
pakai sabun, misal obat pembasmi serangga.
 Segera cari bantuan medis.
 Jangan lupa bekas tempat racun (kaleng, botol, kemasan, gelas, sisa obat) dan semua
catatan harus dikirim bersama korban ke Rumah Sakit. Muntahan juga harus dikirim
ke Rumah Sakit.
KESIMPULAN

 Keracunan makanan merupakan penyakit yang diakibatkan pengkonsumsian


makanan atau minuman yang memiliki kandungan bakteri, atau toksinnya,
parasit, virus atau bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan gangguan di
dalam fungsi normal tubuh. Beberapa jenis pencemaran makanan :
keracunan makanan kaleng, tercemar zat kimia, dan racun alam. Tanda dan
gejala keracunan adalah tingkat kesadaran menurun, keram perut, demam,
muntah-muntah, sering BAB, kadang bercampur darah, nanah atau lender,
rasa lemas dan menggigil, nafsu makan berkurang. Penanganan keracunan
akut secara lengkap dapat meliputi penanganan umum, dan khusus.
Penanganan umum meliputi tindakan ABCDE(Airway,
Breathing,Circulation,Decontamination, dan Elimination), pemberian antidot
dan tindakan suportif. Penanganan khusus tergantung jenis racun.