Anda di halaman 1dari 61

TUJUAN

Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan dapat :

 Menjelaskan penerapan konsep andragogi dalam


pendidikan keperawatan
 Membuat metode pengajaran yang tepat dalam
pembelajaran orang dewasa
 Menjelaskan prinsip-prinsip pembelajaran orang
dewasa
 Mendiskusikan beragam model pembelajaran yang
tepat bagi orang dewasa
 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
proses pembelajaran orang dewasa
2 PDK
Membangun manusia
pembangunan dapat terjadi
kalau diberikan perhatian yang
sungguh-sungguh terhadap
pendidikan orang dewasa,
sebab proses pembelajaran ini
harus dikembangkan dengan
cepat sesuai dengan lajunya
pembangunan bangsa

PDK 3
PENDAHULUAN

 Mahasiswa yang belajar di PT pada jenjang program


DIII/S1 umumnya berusia antara 18-24 tahun 
kategori dewasa awal (Ahli psikologi)

 Gormly & Brodzinski menyatakan bahwa pada usia


ini orang muda memasuki periode pengambilan
keputusan, dapat dianggap sudah dewasa namun
belum mengambil banyak peran orang dewasa.

4 PDK
• Cara belajar mahasiswa berbeda dengan cara
belajar anak usia Sekolah Dasar.

• Cara berpikir mahasiswa sudah memasuki tahap


“formal operational,”  berpikir hipotesis, kritis,
reflektif dan konstruktif.

• Tujuan belajar mahasiswa: jelas 


mempersiapkan diri u/ memasuki dunia
kerja/mengembangkan karir sesuai dengan
potensi.

• Pengalaman belajar masa lalu serta pengalaman


kehidupan masa kini juga lebih tampak
menyertai dan mempengaruhi kegiatan belajar
yang ditempuhnya.
PDK 5
Prof. Semiawan (1999)

“jika perguruan tinggi hendak


membawa pembaruan hidup di
tengah masyarakat maka strategi
pembelajarannya haruslah kreatif
guna membentuk mahasiswa yang
mandiri dan memahami keutuhan
dirinya”

PDK 6
PENGERTIAN

 Andragogi adalah proses untuk melibatkan


peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur
pengalaman belajar.

 Dalam andragogi yang terpenting dalam proses


interaksi belajar adalah kegiatan belajar mandiri
yang bertumpu kepada warga belajar itu sendiri
dan bukan merupakan kegiatan seorang guru
mengajarkan sesuatu (Learner Centered
Training / Teaching).

7 PDK
Teori Knowles tentang Andragogi

 Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan


evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan
dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).

 Pengalaman (termasuk pengalaman berbuat salah) menjadi


dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman).

 Orang dewasa paling berminat pada pokok bahasan belajar


yang mempunyai relevansi langsung dengan pekerjaannya
atau kehidupan pribadinya (Kesiapan untuk belajar).

 Belajar bagi orang dewasa lebih berpusat pada permasalahan


dibanding pada isinya (Orientasi belajar).
8 PDK
Perbedaan Asumsi
Pedagogi dan Andragogi
Asumsi Pedagogi Andragogi
Konsep diri peserta Pribadi yang bergantung Semakin mengarahkan diri
didik kepada gurunya (self-directing)
Pengalaman peserta Masih harus dibentuk Sumber yang kaya untuk
didik daripada digunakan belajar bagi diri sendiri
sebagai sumber dan orang lain
belajar
Kesiapan belajar peserta Seragam (uniform) Berkembang dari tugas
Sumber: Knowles (1993)

didik sesuai tingkat usia hidup & masalah


dan kurikulum
Oriensi dalam belajar Orientasi bahan ajar Orientasi tugas dan
(subject-centered) masalah (task or
problem centered)
Motivasi belajar Dengan pujian, hadiah, Oleh dorongan dari dalam
dan hukuman diri sendiri (internal
incentives, curiosity)
PDK 9
4 Perbedaan Mendasar
Orang dewasa mempunyai:
 Konsep diri (pribadi independent), mampu
mengarahkan dirinya, dan mengambil keputusan.

 Kekayaan pengalaman (sumber penting dalam


belajar)

 Kesiapan belajar orang dewasa berorientasi


kepada tugas-tugas perkembangannya sesuai
dengan peranan sosialnya.

 Perspektif waktu dalam belajar (cepat


mengaplikasikan)
PDK 10
UNSUR PROSES PEMBELAJARAN
UNSUR Pedagogi Andragogi
Suasana Tegang, rendah dalam Santai, mempercayai, saling
mempercayai, formal, menghargai, informal,
dingin, kaku, lambat, hangat, kerjasama,
orientasi otoritas guru, mendukung
kompetitif dan sarat
penilaian
Perencanaan Utamanya oleh guru Kerjasama peserta didik
dengan fasilitator
Diagnosis Kebutuhan Utamanya oleh guru Bersama-sama: pengajar dan
peserta didik
Penetapan Tujuan Utamanya oleh guru Dengan kerjasama dan
perundingan
Disain Rencana Belajar Rencana bahan ajar oleh Perjanjian belajar, Projek
guru, Penuntun belajar belajar, Urutan belajar
dibuat guru, Sekuens atas dasar kesiapan
logis, pembelajaran
oleh guru.
PDK 11
UNSUR PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan Belajar Tehnik penyajian, Tugas Projek untuk penelitian,
bacaan Projek untuk dipelajari,
Tehnik pengalaman

Evaluasi Belajar Oleh guru, Berpedoman Oleh peserta didik


pada norma, Pemberian berdasarkan evidensi
angka yang dipelajari oleh
rekan-rekan, fasiltator,
ahli, Referensinya
berdasarkan criteria

PDK 12
Kebutuhan Peserta Didik
 Andragogi: belajar dengan efektif apabila kebutuhannya
dikenali dan dipenuhi.

 Vlodkowski (1986) mengemukakan bahwa teori


kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow:
- Physiological needs
- Safety needs
- Love and belogingness needs
- Esteem needs
- Self actualization needs

PDK 13
Kebutuhan Peserta Didik
 Pengikut Knowles lainnya, Jane Vella (1993),
menegaskan bahwa analisis kebutuhan harus
menempati urutan pertama dalam kegiatan
pembelajaran orang dewasa supaya terjadi
relevansi dan makna. Memahami dan mengenali
kebutuhan dari siapa yang akan mengikuti kegiatan
belajar, menurut Vella, akan menentukan langkah
dalam menentukan alasan, tujuan, isi, tempat dan
proses pembelajaran

PDK 14
Kebutuhan Peserta Didik (Knowles,1980)

 Kebutuhan pribadi dan kebutuhan


pendidikan.
 Kebutuhan pribadi
1. Physical needs  to see, to hear, to be
comfortable, for rest at a minimum.

2. Growth needs - they are development in


knowledge, understanding, skills, attitudes,
interests and appreciation. When people are
aware of having new competencies they are
motivated to learn.
PDK 15
Kebutuhan Pribadi (Knowles,1980)
3. The need for security - protection against threat to
healthy self-respect and self-image. “It
is this need that motivates people to be coutious
and reserved in a strange setting

4. The need for new experience - adventure,


excitement, and risk; new friends, new ways of
doing things and new ideas. New experience brings
people to find new friends, new interests, new ideas
and new thing to do their tasks.

PDK 16
Kebutuhan Pribadi (Knowles,1980)
5. The need for affection or social needs - close
relationship with people who will listen to
ideas and feelings, as well as expectations.

6. The need for recognition - the need to have status,


position in group; the need to be admired, or
respected by people for what one’s is doing

PDK 17
Kebutuhan Pendidikan

Menurut Knowles ialah kesenjangan


antara kompetensi yang dimiliki peserta
didik dengan kompetensi yang seharusnya
dituntut oleh masyarakat atau lapangan
kerja.
Kesenjangan itulah yang harus dipenuhi
melalui kegiatan pendidikan dan
pembelajaran.

PDK 18
Prinsip-prinsip Andragogi

 Nilai dan Norma  Pengulangan


 Belajar  Tantangan
Menemukan
 Balikan dan
 Perhatian dan Penguatan
Motivasi
 Keaktifan  Perbedaan
Individual
 Keterlibatan
Langsung
19 PDK
6 Prinsip Mendasar

1) Voluntary participation
2) Mutual respect
3) Collaborative spirit
4) Action and reflection (praxis)
5) Critical reflection
6) Self direction (pp. 11-20).

Stephen D. Brookfield (1986)

20 PDK
Prinsip Pembelajaran pd
orang Dewasa (Vella,1994)
1. Pengajar melakukan analisis kebutuhan (need
assesment) peserta didik sebagai langkah awal
untuk berdialog dengan mereka  pilih wakil dari
kelompok besar untuk memberikan informasi
mengenai kebutuhan peserta didik.

2. Pengajar menciptakan suasana nyaman (safety)


ketika berinteraksi dengan peserta didik  hargai
pendapat mereka dan melakukan koreksi,
mendengarkan isi hati mereka.

21 PDK
Prinsip Pembelajaran pd
orang Dewasa (Vella,1994)
3. Pengajar terus membina hubungan akrab dengan
peserta didik di dalam ruangan atau di luarnya
dengan cara-cara yang sesuai dengan budaya
mereka.

4. Pengajar membawa peserta didik bertolak dari


hal-hal sederhana kepada yang lebih kompleks,
berikan penghargaan bagi peserta didik atas
keberhasilnnya untuk memotivasi mereka ke tugas
berikutnya.

22 PDK
Prinsip Pembelajaran pd
orang Dewasa (Vella,1994)
5. Pengajar benyak melakukan aktivitas refleksi atas
tindakan, atas kasus, atas simulasi sosial, atau
atas tayangan yang disaksikan.
Kita dapat mengajukan 4 pertanyaan untuk
dipertimbangkan (Vella):
a) Apa yang Anda lihat terjadi (DESKRIPSI)?
b) Mengapa hal itu terjadi (ANALISIS)?
c) Jika hal itu terjadi dalam situasi Anda, apa
penyebabnya (APLIKASI)?
d) Apa yang dapat kita lakukan terhadap hal itu
(IMPLEMENTASI)?

23 PDK
Prinsip Pembelajaran pd
orang Dewasa (Vella,1994)
6. Pengajar memandang peserta didik sebagai
subjek dalam kegiatan belajar, bukan objek
kosong yang harus dipenuhi informasi. Peran
pengajar bersama orang dewasa lebih berupa
fasilitator pembelajaran.

7. Pengajar senantiasa melibatkan dan menyentuh


pikiran, perasaan dan sikap serta perbuatan
peserta didik dalam aktivitas pembelajaran.

24 PDK
Prinsip Pembelajaran pd
orang Dewasa (Vella,1994)
8. Agar apa yang dipelajari oleh peserta didik harus
memiliki manfaat, relevan dengan hidup atau
tugas sehari-hari (abstrak dan konseptual  di
kaitkan dengan situasi praktis)

9. Agar pengajar mengembangkan dialog dalam


pembelajaran. Dialog menghendaki relasi
kesahabatan juga kesediaan pengajar untuk
menjadi satu level dengan peserta didiknya
memperbincangkan masalah yang mereka
hadapi.

25 PDK
Prinsip Pembelajaran pd
orang Dewasa (Vella,1994)
10. Pengajar membangun kerjasama diantara
peserta didik dalam kelompok kecil (team work).
Guru memfasilitasi dan memotivasi agar
kelompok bekerja dengan optimal.

11. Keterlibatan guru dalam kegiatan belajar


bersama peserta didik membangun semangat
belajar mereka.
Belajar sebagai sebuah tindakan aktif dan
keterlibatan. Kalau pengajar menugaskan
sebuah kasus kepada kelompok kecil, ia juga
harus terlibat bersama salah satu kelompok itu.
26 PDK
Prinsip Pembelajaran pd orang
Dewasa (Vella,1994)

12. Prinsip akuntabilitas, kunci sukses belajar


dan mengajar  Silabus harus terbuka
kepada peserta didik, dapat distruktur ulang
untuk mencapai tujuan. Kesepakatan
dilakuakn sesuai perjanjian.

27 PDK
Ciri-ciri pendekatan andragogi

1. Suasana terbuka berpendapat, tukar


fikiran/pengalaman, saling percaya.
2. Pelatih bukan guru. ia menghargai pendapat &
pengalaman peserta, ia fasilitator
3. Materi dirumuskan bersama
4. Kerja kelompok
5. Sarana pelatihan yang melibatkan peran aktif
peserta
6. Evaluasi bersama, memfokuskan pada perubahan
sikap & perilaku.
28 PDK
Nilai dan Norma

 Pemahaman atas nilai dan norma pada orang


dewasa terletak pada dirinya sendiri
 Orang dewasa dalam memahami suatu informasi
tidak serta merta diterima atau ditelan bulat-bulat
tetapi selalu dibandingkan dengan nilai dan norma
yang sudah melekat dalam dirinya yang terbentuk
selama pengelamannya.
 Orang dewasa tidak akan mudah terbujuk dan lalu
setuju terhadap informasi yang diterima
 Implikasi dalam proses pembelajaran orang dewasa
adalah lebih mengutamakan pendekatan
pembelajaran “terpusat pada peserta didik”.
29 PDK
Belajar Menemukan

Orang dewasa belajar dengan cara


menemukan, enganalisis, mensintesis,
merefleksi dan merenungkan

Jika info ternyata benar

Mengambil keputusan dalam dirinya

30 PDK
Perhatian dan Motivasi

 Perhatian dapat dibangkitkan dengan


penggunaan media dan metode pembelajaran
yang bervariasi  memunculkan motivasi
peserta.
 Motivasi adalah kondisi dalam diri individu yang
mendorong seseorang berbuat (belajar).
 Motivasi berkaitan dengan minat.
 Motivasi dapat bersifat internal dan eksternal.

31 PDK
Keaktifan

 Orang belajar memiliki sifat aktif, konstruksif dan


mampu merencanakan sesuatu.
 Prinsip keaktifan mengemukakan bahwa individu
merupakan manusia belajar yang selalu aktif
untuk ingin tahu.
 Keaktifan terlihat baik  kegiatan fisik
(membaca, menulis, mendengar, berlatih, dll),
kegiatan psikis (menggunakan pengetahuan
dalam memecahkan masalah, membandingkan
suatu konsep, menganalisis, mensisntesis,
menilai, merefleksi, dll).
32 PDK
Keterlibatan Langsung

 Belajar paling baik adalah belajar melalui


pengalaman langsung  peserta tidak sekedar
mengamati, tetapi ia harus menghayati, terlibat
langsung dalam perbuatan, dan bertanggung
jawab terhadap hasilnya.

 John deway mengungkapkan Learning by doing.

33 PDK
Pengulangan
Mengulang-ulang suatu materi pelajaran
merupakan latihan untuk mengembangkan
daya-daya dalam diri individu.

Daya-daya itu ialah inteligensi, mengamati,


menanggapi, mengingat, menghayal,
merasakan, berpikir, dll.

PDK 34
Tantangan
• Dalam situasi belajar orang akan menentukan
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Untuk
mencapai tujuan tersebut selalu ada hambatan
yang dapat diatasi dengan mempelajari bahan
ajar.
• Apabila tujuan sudah tercapai maka akan
menetapkan tujuan baru, demikian terus
menerus sehingga terjadi belajar yang terus
menerus.
• Untuk itu agar dapat memberi tantangan yang
lebih besar kepada peserta didik perlu
penggunaan metode eksperimen, inkuiri, dan
lain-lain.

PDK 35
Balikan dan Penguatan
• Peserta akan belajar lebih serius manakala
mengetahui hasil belajarnya memuaskan. Hal
tersebut akan menjadi penguatan untuk
belajar lebih serius lagi. Penguatan belajar
yang disebabkan hasil yang memuaskan
disebut penguatan positif.

• Selain itu penguatan belajar dapat


disebabkan oleh rasa cemas karena hasil
belajar yang jelek (penguatan negatif).

PDK 36
Perbedaan Individual
• Setiap peserta diklat memiliki
karakteristik mental yang berbeda-
beda. Kondisi seperti ini menyebabkan
setiap peserta diklat memiliki variasi
kecepatan belajar yang tidak sama.
• Kesadaran akan hal tersebut akan
mendorong peserta untuk menemukan
cara belajar yang sesuai bagi dirinya.

PDK 37
FUNGSI PENDIDIK
ORANG DEWASA-1
 Menilai kebutuhan belajar individu, lembaga
dan masyarakat untuk pendidikan orang
dewasa yang sesuai dengan lingkungan
organisasinya (fungsi diagnostik).
 Menetapkan dan mengelola struktur organisasi
untuk pengembangan dan pelaksanaan yang
efektif dari suatu program pendidikan orang
dewasa (fungsi organisasi).
 Merumuskan tujuan yang sesuai dengan
kebutuhan belajar yang telah ditetapkan, dan
merencanakan suatu program kegiatan untuk
mencapai tujuan tersebut (fungsi
perencanaan).

PDK 38
FUNGSI PENDIDIK
ORANG DEWASA-2
 Menciptakan dan mengawasi prosedur
yang diperuntukan bagi pelaksanaan
suatu program secara efektif, termasuk
memilih dan melatih ketua-ketua
kelompok belajar, tutor, mengatur
fasilitas dan proses administrasi, seleksi
dan penerimaan pembelajaran, dan
pembiayaan (fungsi administrasi).
 Menilai efektivitas program pendidikan
yang dilaksanakan (fungsi evaluasi).
PDK 39
MISI PENDIDIK ORANG DEWASA
 Misi pendidik orang dewasa dapat digambarkan
dengan mengaitkan antara kebutuhan dan tujuan
individu.
 Misi setiap pendidik orang dewasa adalah
membantu individu untuk memenuhi kebutuhan
dan mencapai tujuan, membantu individu untuk
mengembangkan sikap bahwa belajar itu adalah
kegiatan yang berlangsung sepanjang hayat, dan
dengan pendidikan itu dapat diperoleh
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat
digunakan untuk bekerja secara mandiri serta
dapat mengembangkan potensi-potensi yang kita
miliki.

PDK 40
TEKNIK DAN METODE
PEMBELAJARAN ORANG DEWASA
Ada beberapa teknik atau metode yang dapat
digunakan untuk membantu orang dewasa
belajar, antara lain:
 Presentasi.
 Teknik Partisipasi peserta.
 Teknik Diskusi.
 Teknik Simulasi.

PDK 41
Aspek perlu diperhatikan
pada Andragogi
 Iklim belajar.
 Baik ruangan diatur sesuai dengan selera
orang dewasa.
 Peserta diikutsertakan dalam mendiagnosa
kebutuhan belajarnya.
 Mereka akan merasa terlibat dan
termotivasi untuk belajar apabila apa yang
akan dipelajarinya itu sesuai dengan
kebutuhan yang ingin dipelajari.

PDK 42
Aspek perlu diperhatikan
pada Andragogi-2
 Peserta dilibatkan dalam proses
perencanaan belajarnya.
 Dalam proses belajar-mengajar
merupakan tanggungjawab bersama
antara pelatih/failitator dan peserta.
 Evaluasi belajar lebih menekankan pada
cara evaluasi diri sendiri dalam
mengetahui kemajuan belajar peserta.

PDK 43
Aspek perlu diperhatikan
pada Andragogi-3
• Karena orang dewasa merupakan sumber
belajar yang lebih kaya dibandingkan anak-
anak, maka proses belajarnya lebih ditekankan
kepada teknik yang sifatnya menyadap
pengalaman mereka.
• Penekanan dalam proses belajar bagi orang
dewasa adalah pada aplikasi praktis dan atas
dasar pengalaman mereka.
• Urutan kurikulum dalam proses belajar orang
dewasa disusun berdasarkan tugas
perkembangannya dan bukan atas dasar urutan
logik mata pelajaran atau kebutuhan
kelembagaan.

PDK 44
Aspek perlu diperhatikan
pada Andragogi-4
• Adanya konsep mengenai tugas-tugas
perkembangan pada orang dewasa akan
memberi petunjuk dalam belajar secara
kelompok. Untuk tugas-tugas perkembangan,
maka belajar secara kelompok yang anggota
kelompoknya bersifat homogen akan lebih
efektif.
• Pendidik orang dewasa tidak boleh berperan
sebagai seorang guru yang mengajarkan mata
pelajaran tertentu, tetapi ia berperan sebagai
pemberi bantuan kepada orang yang belajar.

PDK 45
Aspek perlu diperhatikan
pada Andragogi-5
• Kurikulum dalam pendidikan untuk orang
dewasa tidak berorientasi kepada mata
pelajaran tertentu, tetapi berorientasi kepada
masalah. Hal ini karena orang dewasa
cenderung berorientasikan kepada masalah
dalam orientasi belajarnya.
• Oleh karena orang dewasa dalam belajar
berorientasi kepada masalah, maka
pengalaman belajar yang dirancang
berdasarkan pula pada masalah atau perhatian
yang ada dalam benak mereka.

PDK 46
Langkah-langkah
Pelaksanaan Andragogi
• Langkah-langkah pendekatan andragogi, selalu
melibatkan tujuh proses sebagai berikut :
1. Menciptakan iklim untuk belajar
2. Menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan
secara bersama dan saling membantu
3. Menilai atau mengidentifikasikan minat,
kebutuhan dan nilai-nilai
4. Merumuskan tujuan belajar
5. Merancang kegiatan belajar
6. Melaksanakan kegiatan belajar
7. Mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali
pemenuhan minat, kebutuhan dan pencapaian
nilai-nilai).

PDK 47
Karakteristik Belajar
Orang Dewasa
• Orang dewasa mempunyai pengalaman
pengalaman yang berbeda-beda
• Orang dewasa yang miskin mempunyai tendensi,
merasa bahwa dia tidak dapat menentukan
kehidupannya sendiri.
• Orang dewasa lebih suka menerima saran-saran
dari pada digurui.
• Orang dewasa lebih memberi perhatian pada
hal-hal yang menarik bagi dia dan menjadi
kebutuhannya.
• Orang dewasa lebih suka dihargai dari pada
diberi hukuman atau disalahkan.
• Orang dewasa yang pernah mengalami putus
sekolah, mempunyai kecendrungan untuk
menilai lebih rendah kemampuan
PDK
belajarnya 48
Karakteristik Belajar
Orang Dewasa
• Apa yang biasa dilakukan orang dewasa,
menunjukkan tahap pemahamannya
• Orang dewasa secara sengaja mengulang hal
yang sama
• Orang dewasa suka diperlakukan dengan
kesungguhan iktikad yang baik, adil dan masuk
akal
• Orang dewasa sudah belajar sejak kecil tentang
cara mengatur hidupnya. Oleh karena itu ia lebih
suka melakukan sendiri sebanyak mungkin
• Orang dewasa menyenangi hal-hal yang praktis
• Orang dewasa membutuhkan waktu lebih lama
untuk dapat akrab dan menjalon hubungan
dekat dengan teman baru.
PDK 49
Karakteristik Pengajar
Orang Dewasa
• Seorang pengajar orang dewasa haruslah
memenuhi persyaratan berikut :
• Menjadi anggota dari kelompok yang diajar
• Mampu menciptakan iklim untuk belajar
mengajar
• Mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi,
rasa pengabdian dan idealisme untuk kerjanya
• Menirukan/mempelajari kemampuan orang lain
• Menyadari kelemahannya, tingkat
keterbukaannya, kekuatannya dan tahu bahwa
di antara kekuatan yang dimiliki dapat menjadi
kelemahan pada situasi tertentu.
• Dapat melihat permasalahan dan menentukan
pemecahannya
PDK 50
Karakteristik Pengajar
Orang Dewasa
• Peka dan mengerti perasaan orang lain, lewat
pengamatan
• Mengetahui bagaimana meyakinkan dan
memperlakukan orang
• Selalu optimis dan mempunyai iktikad baik
terhadap orang
• Menyadari bahwa “perannya bukan mengajar,
tetapi menciptakan iklim untuk belajar.”
• Menyadari bahwa segala sesuatu mempunyai
segi negatif dan positif.

PDK 51
Efektivitas belajar
orang dewasa
Efektivitas belajar orang dewasa dipengaruhi faktor
• Informasi manfaat dari pelajaran disampaikan
• Pemberdayaan peserta sebagai sumber belajar
• Materi pelajaran dan contoh-contoh yang
diberikan sesuai dengan pekerjaan peserta.
• Kesempatan pengalaman belajar atau
berinteraksi aktif.
• Fasilitator berperan sebagai mitra dalam kegiatan
belajar

PDK 52
Pembelajaran
AKtif & Reflektif
• Model pembelajaran aktif-reflektif pada
prinsipnya adalah menggabungkan model
pembelajaran aktif (active learning) dan model
pembelajaran reflektif (reflective learning).
• Model pembelajaran aktif-reflektif ini juga
mencoba mengadopsi model pedagogi ignasian.
• Secara pedagogis pembelajaran aktif (active
learning) adalah proses pembelajaran yang tidak
hanya didasarkan pada proses mendengarkan
dan mencatat.
• Menurut Bonwell dan Eison (1991) pembelajaran
aktif adalah melibatkan mahasiswa dalam
melakukan sesuatu dan berpikir tentang apa
yang mereka/mahasiswa lakukan.
PDK 53
Pembelajaran
AKtif & Reflektif
• Menurut Simons (1997) pembelajaran aktif
memiliki dua dimensi, yaitu pembelajaran
mandiri (independent learning) dan bekerja
secara aktif (active working).
• Independent learning merujuk pada keterlibatan
mahasiswa pada pembuatan keputusan tentang
proses pembelajaran yang akan dilakukan.
• Active working merujuk pada situasi dimana
pembelajar/mahasiswa ditantang untuk
menggunakan kemampuan mentalnya saat
melakukan pembelajaran.
• Pembelajaran aktif mendasarkan pada asumsi
bahwa pembelajaran pada dasarnya adalah
pencarian secara aktif pengetahuan dan setiap
orang belajar dengan cara yang berbeda (Meyers
dan Jones, 1983) PDK 54
Tips dan Teknik
pembelajaran orang dewasa
• Menggunakan instruksi berbasis masalah. Studi
kasus, simulasi dan pemecahan masalah
mengajukan perintah yang relevan dengan
situasi
• Perintah sebaiknya berhubungan dengan tugas-
tugas yang bukan bersifat isi atau konten.
• Instruktur perlu mengenyampingkan egonya dan
tak perlu khawatir terhadap ide-ide yang baru
dan menantang
• Ciptakan lingkungan yang nyaman dan istirahat
yang cukup
• Instruktur seharusnya menggunakan pertanyaan
terbuka untuk membawa mereka ke pengalaman
belajar.
PDK 55
Pembelajaran Reflektif
• Pembelajaran reflektif (reflective learning)
memberikan kesempatan kepada peserta untuk
melakukan analisis atau pengalaman individual
yang dialami dan memfasilitasi pembelajaran dari
pengalaman tersebut.
• Pembelajaran reflektif juga mendorong peserta
didik untuk berpikir kreatif, mempertanyakan
sikap dan mendorong kemandirian pembelajar.
• Pembelajaran reflektif melihat bahwa proses
adalah produk dari berpikir dan berpikir adalah
produk dari sebuah proses
Sumber: Donald F. Favareau, 2005

PDK 56
Pembelajaran reflektif
• Pembelajaran aktif-reflektif pada dasarnya
memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk terlibat aktif dalam proses
pembelajaran dengan melibatkan
pengalaman dirinya sebagai bahan
pembelajaran untuk membantu dalam
membentuk sebuah pengetahuan dan
merangsang peserta didik untuk berpikir
kreatif berdasarkan pengetahuan dan
pengalaman yang dimiliki untuk
menyelesaikan permasalahan nyata dalam
kehidupan.

PDK 57
Tips dan Teknik
pembelajaran orang dewasa
Empat kunci pembelajaran orang dewasa
• Memberikan kesempatan kepada mereka
untuk terlibat dalam proses
• Mengintegrasikan informasi baru dengan
pengalaman terdahulu
• Meyakini bahwa semua informasi relevan
• Meyakini bahwa semua informasi siap
digunakan pembelajar
Sumber: Green, J. (1998

PDK 58
Rahasia Pembelajaran
Orang Dewasa
1. Orang dewasa punya pengalaman, mau belajar
bila berkaitan dengan pekerjaan dan
kepentingannya sehari-hari.
2. Orang dewasa tidak suka digurui, suka
menerima saran.
3. Orang dewasa suka hal-hal yang praktis
(Learning by doing)
4. Orang dewasa suka diberi kesempatan ambil
bagian dengan pengetahuan, kemampuan dan
kepentingannya (Collaborative Learning)
5. Orang dewasa senang dengan materi yang
berbentuk pemecahan masalah / kasus (Problem
Based Learning)
PDK 59
5 permasalahan yang harus
diperhatikan dan dibahas dalam
pembelajaran formal MODEL
ANDRAGOGI
1. Dibiarkan siswa mengenal sesuatu kenapa
sesuatu itu penting untuk dipelajari,
2. Peragakan pada siswa bagaimana untuk
mengarahkan diri mereka sendiri melalui
informasi,
3. Hubungkan topik tersebut dengan pengalaman
siswa itu sendiri.
4. Orang tidak akan belajar apa-apa kecuali jika
mereka siap dan termotivasi untuk belajar.
5. Dan sesuatu yang sering, perlu membantu
mereka jika ditemui kendala seperti sikap dan
kepercayaan tentang pembelajaran.
PDK 60
Thank You….

61 PDK