Anda di halaman 1dari 77

MATERI INTI 3

PENGENALAN 10 LANGKAH TATALAKSANA


ANAK GIZI BURUK
ALUR PELAYANAN ANAK GIZI BURUK DI RUMAH
SAKIT/PUSKESMAS PERAWATAN

 Gizi RAWAT INAP


ANAK  Obati Penyakit
Buruk
 Diet Gizi Buruk
 Penyakit  10 langkah
Datang Ringan / P
tatalaksana
Sendiri Berat gizi buruk U
Dirujuk S POSYANDU/
 MTBS K Pusat
 Non P U LA N G E Pemulihan
MTBS Gizi (PPG)
S
M
RAWAT INAP
 Penyakit  Obati Penyakit A
YANKES Berat  Penambahan S
RUJUKAN  Gizi Energi dan
Kurang Protein 20-50%
di atas AKG
Periksa RUMAH
klinis dan TANGGA
antropo-
RAWAT JALAN
metri.
 Penyakit  Obati Penyakit
BB & TB  Penambahan
Ringan
anak Energi dan
 Gizi
Protein 20-50%
kurang di atas AKG
TATA CARA PEMERIKSAAN
ANAK GIZI BURUK
PEM.
DIAGNOSIS :

1. Anamnesis

2. Pemeriksaan fisik

3. Lain-lain : - laboratorium
- antropometri
- analisis diet

4
TATACARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK
ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK
 Apakah anak tampak sangat kurus/edema/
AWAL : pembengkakan kedua kaki
 kejadian mata cekung yang baru saja  BB, PB atau TB, bandingkan dengan Tabel
muncul  Pembesaran hati dan adanya kekuningan
 Lama dan frekuensi muntah atau diare, (ikterus)
serta tampilan dari bahan muntah/diare  Adanya perut kembung, suara usus, dan
 Saat terakhir kencing adanya suara spt pukulan pd permukaan air
 Sejak kapan tangan dan kaki teraba dingin (abdominal splash)
LANJUTAN :
 Pucat yang sangat berat terutama pada
 Kebiasaan makan sebelum sakit saat ini telapak tangan (bandingkan dgn telapak
 Kebiasaan makan / minum / menyusui tangan ibu)
 Jumlah konsumsi makanan dan cairan  Tanda2 terjadinya shock (renjatan) : tangan-
dalam beberapa hari terakhir kaki dingin, nadi lemah, kesadaran menurun
 Kontak dengan penderita campak/tbc paru  Suhu tubuh : hipotermia atau demam
 Pernah sakit campak dlm 3 bulan terakhir  Kehausan
 Kejadian dan penyebab kematian pada  Mata : kelainan pd kornea & konjuntiva sbg
kakak atau adik tanda tanda kekurangan vitamin A
 Berat badan lahir  Telinga, mulut dan tenggorokan : tanda-tanda
 Tumbuh kembang / perkemb.Psikomotor: infeksi
duduk, bersdiri dsb.  Kulit : tanda infeksi / adanya purpura
 Imunisasi  Frekuensi dan tipe pernafasan : gejala
pneumonia atau gejala gagal jantung
 Tampilan (konsistensi) tinja
Dehidrasi

6
7 yrs,
10 kg

Recovery : 16 kg

7
Anaemia

8
LAPORAN KASUS
RENCANA PERAWATAN & PENGOBATAN ANAK GIZI
BURUK
IDENTITAS PASIEN:
NAMA :
UMUR :
JENIS KELAMIN :
NAMA IBU/AYAH:
ALAMAT :
PEKERJAAN :

KEADAAN UMUM & TANDA BAHAYA:


RENJATAN/SHOK : ADA / TIDAK ADA
LETARGIS : ADA / TIDAK ADA
MUNTAH : ……X/ MENIT
DIARE : …….X/ MENIT
DEHIDRASI : ADA / TIDAK ADA
SUHU : …….c
DENYUT NADI : ………X/ MENIT
PERNAFASAN : ………X/ MENIT
PENYAKIT PENYULIT
1. MATA
Bercak Bitot : Ada/ Tidak
Nanah/ Peradangan : Ada/ Tidak
Kekeruhan Pd Kornea : Ada/ Tidak
Ulkus Pd Kornea : Ada/ Tidak

2. KULIT
Hipopigmentasi/ Hiperpigmentasi : Ada / Tidak
Deskuamasi (Kulit Mengelupas) : Ada / Tidak
Lesi Ulserasi Eksudatif : Ada / Tidak
Infeksi Sekunder : Ada / Tidak

3. DIARE PERSISTEN : ADA / TIDAK


4. ANEMIA BERAT : ADA / TIDAK
5. KECACINGAN : ADA / TIDAK
6. TBC PARU : ADA / TIDAK
7. MALARIA : ADA / TIDAK
STATUS GIZI
BB/TB-PB (Z-SCORE) …….. SD
EDEMA ADA/ TIDAK

DIAGNOSA (PENYAKIT & STATUS GIZI)

KONDISI (I,II,III,IV,V)

TINDAKAN
1. FASE STABILISASI
Rencana (I, II, III, IV, V)
Jam I
Jam II
10 Jam berikutnya

2. FASE TRANSISI & REHABILITASI


FASE TRANSISI
Hari I
Hari II
Hari III
Hari IV
FASE REHABILITASI
BB < 7 KG
BB > 7 KG
MONITORING
Pernafasan …….X / Menit
Denyut Nadi …….X / Menit
Produksi Urine Ada/ Tidak
Frekuensi Bab …….X / Hari
Frekuensi Muntah …….X / Hari
Tanda Rehidrasi Ada/ Tidak
Asupan Resomal (Ml)
Asupan F-75 (Ml)
Asupan F-100 (Ml)
MAKANAN
Menu Sehari Sesuai Dengan Kondisi
PENGOBATAN
Antibiotika
Vitamin
KONSEP 10 (SEPULUH) LANGKAH

TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK

13
Tatalaksana Gizi buruk
A : “10 langkah utama”
No Tindakan Stabilisasi Transisi Rehabilitasi Tindak lanjut
H 1-2 H 3-7 H 8-14 mg 2-6 mg 7-26
1. Atasi/cegah
hipoglikemia
2. Atasi/cegah
hipotermia
3. Atasi/cegah
dehidrasi
4. Perbaiki gang-
guan elektrolit
5. Obati infeksi
6. Perbaiki def. tanpa Fe + Fe
Nutrien mikro
7. Makanan stab & trans
8. Makanan Tumb.kejar
9. Stimulasi
10. Siapkan tindak
lanjut
Pemeriksaan dan tindakan pada anak gizi buruk
Saat pasien datang :
- Periksa tanda bahaya dan tanda penting  Renjatan.letargis,muntah,
diare atau dehidrasi
Awal fase stabilisasi :
- Periksa  berat badan dan suhu tubuh (aksiler)
- Tindakan  beri oksigen pada renjatan, hangatkan tubuh, beri cairan dan
makanan sesuai rencana I sampai V, beri antibiotika sesuai umur
Lanjutan fase stabilisasi :
- Pemeriksaan laboratorium  kadar gula darah, hemoglobin, gol. darah
- Pemeriksaan fisik umum  Panjang badan/Tinggi badan, dada dan perut
- Pemeriksaan fisik khusus  mata, campak, kulit
- Tindakan  Vit A, Asam Folat, Multivit tanpa Fe, pengobatan penyakit
penyulit dan stimulasi
15
Pemeriksaan dan tindakan pada anak gizi buruk

Fase transisi :
- Pemeriksaan  berat badan
- Tindakan  makanan tumbuh kejar, multivitamin tanpa Fe,
persiapan ibu dan pemberian stimulasi

Fase rehabilitasi :
- Pemeriksaaan  monitoring tumbuh kembang
- Tindakan  Makanan tumbuh kejar, multivitamin dengan Fe dan
stimulasi

16
PENJELASAN 10 LANGKAH UTAMA

 Penjelasannya tidak berurutan


 Fase stabilisasi, transisi, rehabilitasi dan tindak lanjut
dijelaskan dalam materi inti 4
 Keterlibatan keluarga untuk stimulasi sensorik dan
dukungan emosional sangat diperlukan
 Konseling dietetik akan dijelaskan di materi inti 5
PENANGANAN 3 (TIGA)

TANDA BAHAYA UTAMA

18
LANGKAH 1

Mencegah dan mengatasi


hipoglikemia
HIPOGLIKEMIA

 Kadar glukosa darah yang sangat rendah


 Anak gizi buruk, dianggap hipoglikemia bila kadar glukosa darah :
< 3 mmol/liter atau < 54 mg/dl.
 Biasanya terjadi bersamaan dengan hipotermia.
 Tanda lain : letargis, nadi lemah, dan kehilangan kesadaran
 Gejala hipoglikemia berupa berkeringat dan pucat sangat jarang
dijumpai pada balita gizi buruk.
 Kematian karena hipoglikemia pada balita gizi buruk, kadang-
kadang hanya didahului dengan tanda seperti mengantuk saja.
 Di unit pelayanan kesehatan yang tidak ada fasilitas pemeriksaan
kadar glukosa darah, setiap balita gizi buruk yang datang harus
dianggap mengalami hipoglikemia  segera rawat / tangani sesuai
tatalaksana hipoglikemia.
CARA MENGATASI HIPOGLIKEMIA

TANDA CARA MENGATASI


 Berikan 50 ml larutan Dekstrosa/ Glukosa
SADAR 10%*) atau 50 ml larutan gula pasir 10%
(TIDAK LETARGIS) secara oral / NGT (bolus)

 Berikan Larutan dekstrosa/Glukosa 10% iv,


5 ml x kgBB
TIDAK SADAR  Selanjutnya berikan 50 ml larutan Glukosa
(LETARGIS) 10% atau larutan gula pasir 10% secara
oral atau NGT (bolus)
 Berikan Larutan Dekstrosa/Glukosa 10%
secara intravena (iv) sebanyak 5 ml x
kgBB
RENJATAN (SHOCK)  Selanjutnya beri infus Ringer Laktat dan
Glukosa 10% prebandingan 1:1 (= RLG 5%)
sebanyak 15 ml x kgBB untuk 1 jam

*) 5 gram gula pasir (= 1 sendok the munjung) + air matang s/d 50 ml


LANGKAH 2

Mencegah dan mengatasi hipotermia


HIPOTERMIA

 Suhu aksiler < 36,5 C. ( ukur selama 5 menit )


 Biasanya terjadi bersama-sama dengan hipoglikemia
 Hipotermia + hipoglikemia : merupakan tanda dari
adanya infeksi sistemik serius  terapi u/ ketiganya.
 hipotermia + hipoglikemia + infeksi Cadangan energi
balita gizi buruk sangat terbatas  tidak mampu
memproduksi panas utk mempertahankan suhu
tubuh
 Pertahankan suhu tubuh balita gizi buruk dengan
cara menyelimuti tubuhnya dgn baik
 Tindakan menghangatkan tubuh = usaha
penghematan penggunaan cadangan energi.
Cara mempertahankan dan memulihkan
suhu tubuh balita agar tidak hipotermia
Suhu tubuh < 36,5 ºC
Suhu tubuh 36,5 – 37,0 ºC
(hipotermia)
Mudah terjadi hipotermia  pertahankan suhu : Tindakan pada hipotermia :
- Hangatkan tubuh :
1. Tutuplah tubuh balita termasuk kepalanya. 1. Cara “kanguru” : kontak
langsung kulit ibu dan
2. Hindari adanya hembusan angin
kulit balita
3. Pertahankan suhu ruangan 25–30C
4. Tetap diselimuti pada malam hari. 2. Lampu : diletakkan 50
cm dari tubuh balita.
5. Jangan biarkan tanpa baju terlalu lama
saat pemeriksaan dan penimbangan . 3. Monitor suhu setiap 30
6. Tangan yg merawat harus hangat. mnt:
- suhu sdh normal?
7. Segeralah ganti baju atau peralatan tidur - suhu tdk terlalu tinggi?
yang basah.
8. Segera keringkan badan stlh mandi 4. Hentikan pemanasan bila
suhu tubuh sudah
9. Jangan gunakan botol air panas utk
mencapai 37 C.
menghangati balita  kulit terbakar
LANGKAH 3

Mencegah dan mengatasi dehidrasi


TANDA DEHIDRASI
No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN
Balita letargis, lemas, tidak waspada, tidak
1 Letargis
tertarik thdp kejadian sekitar

Anak gelisah Balita selalu gelisah dan rewel terutama bila


2
dan rewel disentuh / ditangani untuk tindakan.

Tidak ada air Tidak terlihat ada air mata saat balita
3
mata menangis

Tanya ibu : mata cekung tsb memang spt


biasanya ataukah baru beberapa saat
4 Mata cekung
timbulnya. (Mata balita gizi buruk tampak
cekung, mirip tanda dehidrasi)
TANDA DEHIDRASI
No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN
Mulut
dan Raba dengan jari yang kering dan bersih untuk
5
lidah menentukan apakah lidah dan mulutnya kering
kering
Lihat, apakah balita ingin meraih cangkir saat anda beri
6 Haus ReSoMal. Saat cangkir itu disingkirkan, apakah balita
masih ingin minum lagi ?

Gunakan ibu jari & jari telunjuk saat mencubit kulit


Kembali perut bag. Tengah antara umbilicus & sisi perut.
nya Posisikan tangan anda sejajar/lurus dng grs. Tubuh, bkn
cubitan melintang. Tarik lapisan kulit dan jaringan bawah kulit
7
/turgor pelan-pelan. Cubit selama 1 detik dan lepaskan. Jika
kulit kulit masih terlipat (belum balik rata)  kulit /turgor
lambat kulit lambat. (catatan : cubitan kulit biasanya lambat
pada anak “wasting”)
CARA MENGATASI KETIDAKSEIMBANGAN
ELEKTROLIT

28
LANGKAH 4

Memperbaiki gangguan
keseimbangan elektrolit
ReSoMal (Rehidration Solution for
Malnutrition)
Cara membuat ReSoMal
Modifikasi ReSoMal
Bubuk WHO-ORS utk 1 liter (*) : 1 pak
Bubuk WHO-ORS utk 1 liter (*) : 1 pak
Gula pasir : 50 gram
Gula pasir : 50 gr
Lar. Elektrolit/mineral (**) : 40 ml
Bubuk KCl : 4 gr
Ditambah air sampai : 2 liter
Ditambah air sampai : 2 liter
Setiap 1 liter cairan Resomal : Na = 37,5 mEq,
Atau
K = 40 mEQ dan Mg = 1,5 mEq
Bubuk WHO-ORS siap pakai : 1 liter
(*) Bubuk WHO-ORS/1 liter : Nacl = 2,6 gram
trisodium citrat dihidrat = 2,9 gram Gula pasir : 50 gr
KCl = 1,5 g dan glukosa = 13,5 gram Lar. Elektrolit/mineral (**) : 40 ml
Cara membuat lar. Elektrolit/mineral Ditambah air sampai : 2 liter
(**) komposisi : Karena tidak mengandung
KCl : 224 gram Mg, Zn dan Cu,
Tripotasium citrat : 81 gram Diberi jus buah2an yang banyak
mengandung mineral, atau diberikan
MgCl2.6H2) : 76 gram
MgSO4 50 % I.m 1 x dosis 0,3 ml/kg BB
Zn acetat 2 H2O : 8,2 gram maksimum 2 ml.
CuSO4.5H2O : 1,4 gram
Ditambah air sampai : 2,5 liter
LANGKAH 5

Mengobati infeksi
PEM.
B. Pengobatan penyakit/penyulit/infeksi :

Infeksi bakteri :
- tanda/gejala infeksi tidak jelas :
Kotrimoxasol ( 5 mg TMP/kg, 2x/hh, 5 hari )

- Ada tanda/gejala infeksi/penyulit/sepsis :


- ampisiline 50 mg/kg/6 jam, IM/IV,
selama 2 hari  oral (ampi / amoxi)
- gentamisin 7.5 mg/kg, IM/IV, 7 hari
- KP +  OAT

Infeksi virus : tidak ada th/ spesifik


- Semua anak gizi buruk harus mendpt vaksin campak
32
PETUNJUK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA
UNTUK ANAK GIZI BURUK

APABILA : BERIKAN :

Kotrimoksasol per oral


TIDAK ADA KOMPLIKASI (25 mg sulfametoktasol + 5 mg trimetoprim /kg)
Setiap 12 jam selama 5 hari
KOMPLIKASI Gentamisin 1 IV atau IM (7,5 mg/kg) setiap hari selama 7 hr,
(renjatan, hipoglikemi, ditambah :
hipotermi, dermatosis dengan
kulit kasar/ fisura, infeksi Ampisilin IV atau IM Ikuti dengan Amoksisilin 2 oral (15
saluran nafas atau infeksi (50 mg/kg) setiap 6 jam mg/kg), setiap 8 jam selama 5
saluran kencing, atau selama 2 hari hari
letargis/nampak sakit)

Bila tidak membaik dalam Kloramfenikol IV atau IM (25 mg/kg), setiap 8 jam,
waktu 48 jam, tambahkan : 5 hari (beri setiap 6 jam bila diperkirakan meningitis)

Bila ada infeksi yang khusus


Antibiotik khusus seperti tercantum pada buku :
yang membutuhkan tambahan
The Manual Management of Severe Malnutrition
antibiotik, BERI JUGA :

1. Jika balita tidak kencing, Gentamisin akan menumpuk di dalam tubuh dan
menyebabkan tuli, jangan diberi dosis kedua sampai balita bisa kencing.
2. Jika Amoksisilin tidak tersedia, beri Ampisilin 50 mg/kg peroral setiap 6 jam
selama 5 hari.
DOSIS UNTUK KEMASAN KHUSUS ANTIBIOTIKA
BERDASARKAN KISARAN (RANGE) BERAT BADAN
CARA PEMBERIAN/ DOSIS MENURUT BB
ANTIBIOTIK DOSIS/FREKUENSI FORMULASI
/ JANGKA WAKTU 3 – 6 kg 6 – 8 kg 8 – 10 kg

Oral: 15 mg/kg/8 jam Tablet 250 mg ¼ tablet ½ tablet ½ tablet


Amoksisilin
selama 5 hari Sirup, 125 mg/5 ml 2,5 ml 5 ml 5 ml

Oral: 50 mg/kg/6jam
Tablet, 250 mg 1 tablet 1½tablet 2 tablet
selama 5 hari
Ampisilin
IV/IM : 50 mg/kg Ampul 500 mg + 2,1ml air steril
1 ml 1,75 ml 2,25 ml
tiap 6 jam, 2 hari  500 mg/2,5 ml

Tablet,
Oral: 25 mg SMX + 1 tablet 1½tablet 2 tablet
Kotrimoksasol, 100 mg SMX + 20 mg TMP
5 mg TMP /kg/12 jam
(SMX + TMP) Sirup, 200 mg SMX +
selama 5 hari 2,5 ml 4 ml 5 ml
40 mg TMP per 5 ml

Oral: 7,5 mg/kg 8jam


Metronidasol Suspensi, 200 mg / 5 ml 1 ml 1,25 1,5 ml
selama 7 hari
1/8
Asam Oral: 15 mg/kg/6 jam
Tablet, 500 mg tabl ¼ tablet ½ tablet
Nalidiksat selama 5 hari
et

IV : Ampul 600 mg + 9,6ml air


steril menjadi 1.000.000 2 ml 3,5 ml 4,5 ml
IV/IM : unit/10ml
Bensilpenisilin 50.000 unit/kg /
6 jam IM : Ampul 600 mg + 1,6ml air
steril menjadi 1.000.000 0,4 ml 0,7 ml 0,9 ml
unit/2ml
DOSIS BEBERAPA KEMASAN KHUSUS ANTIBIOTIK
BERDASARKAN BERAT BADAN ANAK GIZI BURUK

DOSIS SESUAI BERAT BADAN (menggunakan BB terakhir)


MELALUI/
ANTI
DOSIS/
BIOTI FORMULA
FREKUENSI 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
K
/ PERIODE kg kg kg kg kg kg kg kg kg kg

IV: Ampul 1 g +
IV / IM : 25 9,2ml air steril  1 0,75 1,25 1,5 1,75 2 2,25 2,5 2,75
mg/kg/ 8 1 ml 3 ml
g/10ml ml ml ml ml ml ml ml ml
jam selama 5
Kloram-
hr (atau tiap
fenikol IM : Ampul 1 g + n
6 jam jika
3,2ml air steril  1 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1,1 1,2
meningitis 1 ml
g/4ml ml ml ml ml ml ml ml ml ml
selama 10hr

IV/IM : Ampul
berisi 20 mg (2 ml, 2,25 3,75 4,5 5,25 6 6,75 7,5 8,25
3 ml 9 ml
10 mg/ml) tidak ml ml ml ml ml ml ml ml
dicairkan
IV/IM : Ampul
IV / IM : 7,5
berisi 80 mg (2 ml
Genta- mg/kg setiap 2,25 3,75 4,5 5,25 6 6,75 7,5 8,25
dalam 40 mg/ml) + 3 ml 9 ml
misin hari selama ml ml ml ml ml ml ml ml
6 ml air steril 
7 hari
80mg/8ml
IV/IM : Ampul
berisi 80 mg (2 ml 0,5 0,75 0,9 1,1 1,3 1,5 1,7 1,9 2,25
2 ml
dalam 40 mg/ml) ml ml ml ml ml ml ml ml ml
tidak dicairkan
TERAPI GIZI
PADA ANAK GIZI BURUK
Cara Penyelenggaraan :
 Melalui 3 fase : fase stabilisasi, fase transisi dan fase rehabilitasi
 Kebutuhan energi : 80 – 200 kkal/kgBB/hr
 Kebutuhan protein : 1 – 4 gram/kgBB/hr
 Pemberian suplemen vitamin dan mineral khusus, bila tidak ada
diberikan makanan sumber mineral tertentu
 Jumlah cairan 130 – 200 ml/kgBB/hr bila edema berat cairan yang
diberikan 100 ml/kgBB/hr
 Pemberian dapat per oral atau melalui pipa nasogastrik (NGT)
 Porsi makanan kecil dengan frekuensi makanan sering
 Makanan fase stabilisasi harus hipoosmolar, rendah laktosa dan
rendah serat.
 ASI diteruskan sampai usia 2 th
 Makanan padat diberikan pada fase rehabilitasi dan berdasarkan
berat badan, yaitu: BB <7 kg diberi makanan bayi, BB > 7 kg diberi
makanan usia balita

36
Langkah 6

Memperbaiki kekurangan
zat gizi mikro

37
DOSIS TABLET BESI DAN SIRUP BESI UNTUK ANAK
UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

BENTUK FORMULA Fe D O S I S
TABLET BESI/FOLAT Bayi usia 6–12 bln  1 x sehari ¼ tab
(sulfas ferosus 200 mg atau Anak usia 1–5thn 1 x sehari ½ tablet
60 mg besi elemental +
0,25 mg as folat)
SIRUP BESI Bayi 6–12 bulan  1 x sehari 2 ,5 ml
(sulfas ferosus 150 ml), (½ sendok teh)
setiap 5 ml mengandung 30 Anak usia 1–5 thn  1 x sehari 5 ml
mg besi elemental (1 sendok teh)

Catatan :
• Zat besi atau Fe baru boleh diberikan setelah memasuki Fase
Rehabilitasi
• Zat Besi atau Fe diberikan setiap hari selama 4 minggu atau lebih
• Dosis Fe : 1 – 3 mg Fe elemental/kg berat badan/hari

38
PENGOBATAN PENYAKIT PENYERTA

39
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
GANGGUAN PADA MATA AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN A
JIKA MATA MENGALAMI : TINDAKAN

 Hanya bercak Bitot saja


 Tidak memerlukan obat tetes mata
 (tidak ada gejala mata yang lain)
 Nanah atau peradangan  Berikan tetes mata kloramfenikol atau tetrasiklin (1%)

Berikan kedua obat tersebut :


 Kekeruhan pada kornea
 Tetes mata kloramfenikol atau tetrasiklin (1%) dan
 Ulkus pada kornea
 Tetes mata atropin (1%)

 Segera rujuk ke dokter mata (jangan ditambahkan preparat yang mengandung “kortikosteroid”
karena dapat menyebabkan kebutaan serta jangan diberi salep supaya tidak ada perlengketan)

Teteskan obat ke mata yang terganggu, dengan dosis :


 Tetes mata kloramfenikol atau tetes tetrasiklin (1%) : 1 tetes, 4 x sehari
 Tetes mata atropin (1%) : 1 tetes, 3 x sehari

• Jika kedua jenis obat tetes mata tersebut diperlukan dapat diberikan secara bersamaan.
• Pengobatan sekurang-kurangnya 7 hari sampai semua gejala pada mata menghilang
• Lakukan tindakan pemeriksaan dan pengobatan dengan sangat berhat-hati dan lembut.
• Gunakan penetes dan botol yang terpisah untuk setiap balita
• Lakukan selalu tindakan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengobati setiap balita
• Mata yang terganggu harus ditutup selama 3 – 5 hari hingga peradangan dan iritasi mereda
• Gunakan kasa penutup mata yang dicelup dalam larutan NaCl 0,9%
• Gantilah kasa setiap kali dilakukan pengobatan
• Bila balita tertidur dengan mata terbuka, katupkanlah dengan lembut kelopak mata
40
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
GANGGUAN PADA MATA AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN A

JADWAL DAN DOSIS PEMBERIAN VITAMIN A


Gejala Hari ke –1 Hari ke – 2 Hari ke – 15
Tidak ada gejala mata atau tidak Beri kapsul dgn
Tdk diberi Tdk diberi
pernah sakit Campak dlm 3 bulan dosis sesuai
kapsul kapsul
terakhir umur
Ada salah satu gejala :
 Bercak Bitot
 Nanah / Radang Beri kapsul Beri kapsul Beri kapsul
 Kornea keruh dengan dosis dengan dosis dengan dosis
 Ulkus kornea sesuai umur sesuai umur sesuai umur
 Pernah sakit Campak dalam 3
bulan terakhir

Umur Dosis
< 6 bulan 50.000 SI ( ½ kapsul biru )
6 – 11 bulan 100.000 SI ( 1 kapsul biru )
1 – 5 tahun 200.000 SI ( 1 kapsul merah )

41
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
GANGGUAN PADA KULIT (DERMATOSIS)

Jika kulit mengalami Tatalaksana

 Hipo/hiperpigmentasi  Kompres pada bagian yang terkena


 Deskuamasi (mengelupas) dgn lar. KMnO4 1% selama 10 mnt
 Lesi ulserasi eksudatif,  Beri salep/krim (Zn dgn minyak
menyerupai luka bakar, kastor)
sering disertai infeksi  Usahakan agar daerah perineum
sekunder, antara lain oleh tetap kering
candida  Umumnya terdapat defisiensi seng
(Zn) : beri preparat Zn oral (sudah
termasuk dalam larutan mineral)

42
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
GANGGUAN PADA DIARE PERSISTEN

Jika Anak Mengalami Tatalaksana


 Diare oleh karena  Berikan makanan secara berhati-
mengkonsumsi hati, yaitu makanan formula
makanan yang tinggi bebas atau rendah laktosa
laktosa  Berikan kotrimoksasol sesuai
 Kerusakan mukosa dosis, periksa feses dan ganti
usus dan giardiasis dengan metronidasol bila
 Pemeriksaan tinja pemeriksaan giardiasis 
mikroskopik yang  Berikan Metronidasol 7,5
hasilnya Giardia  mg/kgBB/8 jam selama 7 hari

43
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
ANEMIA BERAT

Jika hasil pemeriksaan Hb atau Tatalaksana


Ht :
 Berikan transfusi darah segar
sebanyak 10 ml/kgBB dalam waktu
3 jam. Bila ada tanda gagal
 Hb < 4,0 g/dl jantung, gunakan packed red cells
untuk transfusi dengan jumlah
atau yang sama

 Hb 4,0 – 6,0 g/dl disertai  Beri furosemid 1 mg/kgBB secara


distres pernafasan atau tanda iv pada saat transfusi dimulai
gagal jantung
 Hentikan semua pemberian cairan
lewat oral/Naso Gastric selama
balita ditransfusi

44
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
PARASIT / CACING

Jika anak berumur 4 bulan atau lebih dan belum pernah


mendapatkan obat ini dalam 6 bulan terakhir dengan hasil
pemeriksaan tinjanya positif, beri pirantel pamoat sebagai
dosis tunggal Idiberikan pd fase transisi)

Umur Berat Badan Pirantel Pamoat (125 mg/tab)


Dosis tunggal
 4 – 9 bln  6 – < 8 kg ½ tablet
 9 – 12bln  8 - < 10 kg ¾ tablet
 1 – 3 thn  10 - < 14 kg 1 tablet
 3 – 5 thn  14 - < 19 kg 1 ½ tablet

45
ALUR DETEKSI DINI dan RUJUKAN
TUBERKULOSIS ANAK

Hal-hal yang mencurigakan TB :


 Mempunyai riwayat kontak dgn penderita TB / BTA pos.
 Uji tuberkulin yang positif (>10mm)
 Gambaran Foto rontgen mendukung TB
 Terdapat reaksi kemerahan yg cepat (dlm 3 – 7 hari)
setelah imunisasi dengan BCG (BCG test positif)
 Batuk-batuk lebih dari 3 minggu
 Sakit / demam lama atau berulang, tanpa sebab jelas
 Berat badan turun tanpa sebab yg jelas atau tdk naik
dlm 1 bulan, meskipun sudah dengan penanganan gizi
yg baik (failure to thrive)
 Gejala klinis spesifik (pada kelenjar limfe, otak, tulang dll)

46
BILA  3 POSITIF

DIANGGAP TB PARU

Beri OAT

Observasi 2 bulan

MEMBAIK MEMBURUK / TETAP

TB Bukan TB TB Kebal Obat (MDR)

OAT diteruskan RUJUK KE RUMAH SAKIT

47
OAT diteruskan RUJUK KE RS

PERHATIAN : Pemeriksaan lanjutan di RS :


 Gejala Klinis
Bila terdapat tanda-tanda  Uji Tuberkulin
bahaya seperti :  Foto Rontgen paru
 Kejang  Pemeriksaan mikrobiologi dan
 Kesadaran menurun serologi
 Kaku kuduk  Pemeriksaan patologi anatomi
 Benjolan di punggung
 Dan kegawatan lain Prosedur diagnostik dan tatalaksana
sesuai dengan prosedur di RS yang
Segera rujuk ke RS bersangkutan

48
JENIS DAN DOSIS OBAT TUBERKULOSIS ANAK

DOSIS
TAHAP LAMA JENIS
PENGOBATAN PENGOBATAN OBAT BB BB BB
5 -10 kg 10-20 kg 20-33 kg
Isoniazid 50 mg 100 mg 200 mg
2 BULAN Rifampisin 75 mg 150 mg 300 mg
INTENSIF
*) < 5 kg 5-10 kg
Pyrazinamid 400 mg 800 mg
100 mg 200 mg
Isoniazid 50 mg 100 mg 200 mg
LANJUTAN 4 BULAN *)
Rifampisin 75 mg 150 mg 300 mg

*) Obat diberikan setiap hari

49
HAL-HAL PENTING YANG HARUS
DIPERHATIKAN

1.Jangan berikan Fe sebelum minggu ke 2


(Fe diberikan pada fase rehabilitasi)
2.Jangan berikan cairan intra vena,
kecuali syok atau dehidrasi berat
3.Jangan berikan protein terlalu tinggi
4.Jangan berikan diuretik pada penderita
kwashiorkor

50
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK
DENGAN MALARIA

1. Pada anak gizi buruk yang tinggal didaerah malaria atau


ada riwayat kunjungan ke daerah risiko tinggi malaria
(lihat lamp.6) agar diperiksa tanda/gejala klinis malaria,
sbb:
• Anak dengan demam (teraba panas, suhu 37,50 C
atau lebih)
• Anak dengan renjatan (shock)
• Kaku kuduk atau kejang
• Anak dengan kesulitan bernafas
• Anak dengan kuning
• Anak dengan perdarahan
51
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK
DENGAN MALARIA
2. Bila anak gizi buruk menderita malaria berat (cerebral malaria),
segera ditransfusi dengan packed red cell 10 ml/kg BB/3-4 jam,
jangan diberikan furosemid sebelum transfusi (lihat rencana I) dan
berikan obat malaria melalui IV (lihat berikan obat melalui IV)
3. Bila anak penderita gizi buruk menderita anemia sedang, berikan
pengobatan oral anti malaria, jangan berikan zat besi atau folat
sebelum 2 minggu, krn Fe menyebabkan parasit makin aktif. Jangan
berikan folat pada pengobatan fansidar atau sulfadoksin, krn
fansidar atau sulfadoksin bersifat anti folat
4. Pemberian Fe atau sirup besi msh tetap dianjurkan setelah 2
minggu (fase rehabilitasi) namun hrs diperhatikan bhw penderita
malaria dng anemia bukan merupakan kurang Fe ttp krn hemolitik
(pecahnya sel drh merah) shg pemberian Fe yg berlebih
dikhawatirkan menyebabkan bertumpuknya Fe dlm tubuh yg dpt
membahayakan.
52
MEMBERI OBAT ANTIMALARIA ORAL
(Berikan sesudah makan)
UNTUK KLOROKUIN:
- Jelaskan kpd ibu agar mengamati anak selama
30 menit sesdh pemberian klorokuin. Jika
dalam waktu 30 menit anak muntah, ulangi
pemberian klorokuin dan diminta ibu kembali
ke klinik utk mendapat obat tambahan
- Jelaskan kemungkinan timbul gatal-gatal
setelah pemberian obat, akan tetapi ini tidak
berbahaya

53
Pengobatan Malaria Klinis
 Pengobatan malaria Klinis dilakukan di daerah
yang belum memungkinkan untuk pemeriksaan
laboratorium baik dengan mikroskop maupun
dengan RDT (Rapid Diagnostic Test)
 Pengobatan malaria klinis terdiri dari 2 regimen
pengobatan yaitu:
 Pengobatan lini pertama (regimen pertama)
yang menggunakan klorokuin dengan primakuin
dan pengobatan lini kedua (regimen kedua)
yang menggunakan kina dan primakuin tablet.
54
Lini Pertama:
tablet Klorokuin + tablet Primakuin

Hari Jenis Obat Jumlah tablet perhari menurut kelompok umur

0-1 2-11 1-4 5-9 10-14 > 15


bulan bulan tahun tahun tahun tahun

H1 Klorokuin 1/4 1/2 1 2 3 3 - 4 )

Primakuin - - 3/4 11/2 2 2 - 3 )

H2 Klorokuin 1/4 1/2 1 2 3 3 - 4 )

H3 Klorokuin 1/8 1/4 1/2 1 11/2 2

55
Lini Pertama (lanjutan)

Keterangan:
 ) Bila perkiraan berat badan < 50 kg,
diberikan 3 tablet klorokuin, bila > 50 kg
diberikan 4 tablet klorokuin.
 ) Bila perkiraan berat badan < 50 kg,
diberikan 2 tablet primakuin, bila > 50 kg,
diberikan 3 tablet primakuin.

56
Pengobatan lini pertama malaria
berdasarkan berat badan )

H1 H2 H3

Klorokuin 10 mg/ KgBB 10 mg/ KgBB 5 mg/ KgBB


basa

Primakuin 0,75 mg/ - -


KgBB

57
Pengobatan lini pertama malaria
berdasarkan berat badan ) (lanjutan)

Keterangan:
) Pemberian dosis obat untuk bayi harus
berdasarkan berat badan.
 Primakuin tidak boleh diberikan pada bayi, ibu
hamil dan penderita defisiensi G-6-PD.
 Satu tablet klorokuin mengandung 250 mg
klorokuin garam setara dengan 150 mg
klorokuin basa.
 Satu tablet primakuin mengandung 15 mg
primakuin basa.

58
Pemantauan:

 Apabila pada hari ke 4 setelah pengobatan lini pertama


penderita tetap demam, tetapi tidak memburuk (tidak
berkembang menjadi malaria berat), di daerah yang sulit
mendapatkan pemeriksaan laboratorium maka
pengobatan malaria klinis diulangi dengan kina selama 7
hari dan primakuin 1 hari (pengobatan lini kedua).
 Bila ada 1 atau lebih tanda-tanda bahaya selama
pengobatan, penderita segera dirujuk untuk mendapat
kepastian diagnosis dan penanganan selanjutnya (bila
tempat rujukan sulit dicapai, penderita diberikan 1 dosis
kina parenteral 10 mg/ kgBB IM.
 Tanda-tanda bahaya tersebut adalah:
 tidak dapat makan/ minum
 tidak sadar
 kejang
 muntah berulang
 sangat lemah (tidak dapat duduk/ berdiri)
59
Lini kedua: tablet kina + tablet primakuin
Pengobatan lini kedua malaria klinis

Hari Jenis Jumlah tablet perhari menurut kelompok umur


Obat
0-1 2-11 1-4 5-9 10-14 > 15
bulan bulan tahun tahun tahun tahun

H 1-7 Kina ) ) 3 x 1/2 3x1 3 x 11/2 3x2

H1 Primakuin - - 3/4 11/2 2 2-3

60
Pengobatan lini kedua malaria klinis
(lanjutan)

Keterangan:
) Dosis untuk bayi (0-11 bulan) harus
berdasarkan berat badannya.
 Satu tablet kina sulfat mengandung 200
mg kina garam
 Dosis berdasarkan berat badan:

Kina 30 mg / kgBB / hari (dibagi 3 dosis)


Primakuin 0,75 mg/ kgBB, dosis tunggal.
61
Pengobatan lini kedua malaria klinis
(lanjutan)

Pemantauan:
 Apabila pada hari ke 4 (H3) setelah pengobatan
lini kedua, penderita tetap demam, segera
dirujuk untuk mendapatkan kepastian diagnosis.
 Untuk pengobatan malaria berdasarkan
pemeriksaan mikroskopik dan pengobatan
malaria berat dapat dilihat pada buku ”Pedoman
Tatalaksana Kasus Malaria Di Indonesia” (Ditjen
Pemberantasan Penyakit Menular dan
Penyehatan Lingkungan, Depkes RI, 2005).
62
LANGKAH 7 :
MEMBERIKAN MAKANAN UNTUK
STABILISASI DAN TRANSISI

LANGKAH 8 :
MEMBERIKAN MAKANAN UNTUK
TUMBUH KEJAR
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN
PADA ANAK GIZI BURUK
F A S E
ZAT GIZI STABILISASI TRANSISI REHABILITASI
(hari ke 1-2) (hari ke 3 – 7) (minggu ke 2 – 6)
Energy 80 – 100 kkal/kgBB/hr 100 – 150 kkal/kgBB/hr 150 – 220 kkal/kgBB/hr
Protein 1 – 1,5 gram/kgBB/hr 2 – 3 gram/kgBB/hr 3 – 4 gram/kgBB/hr
130 ml/kgBB/hr atau 100
Cairan 150 ml/kgBB/hr 150 – 200 ml/kgBB/hr
ml/kgBB/hr bila ada edema berat
Fe - - Beri tiap hari selama 4 minggu
Tablet besi / folat (sulfas ferosus 200 - - untuk balita umur 6 bulan sampai 5
mg + 0,25 mg as Folat) tahun :
Sirup besi (sulfas ferosus 150 ml) 1- Dosis lihat Buku I hal. 19
3 mg elemental
Vitamin A ½ kapsul Vitamin A dosis 100.000 SI (warna Biru)
Bayi umur < 6 bln
1 kapsul Vitamin A dosis 100.000 SI (warna Biru)
Bayi umur 6 – 11 bln
Balita umur 12 – 60 bln
1 kapsul Vitamin A dosis 200.000 SI (warna Merah)

PIRANTEL PAMOAT
Jika balita berumur 4 bulan PIRANTEL
atau lebih dan belum PAMOAT (125
UMUR BERAT BADAN
pernah mendapatkan obat mg/tab)
ini dalam 6 bulan terakhir (DOSIS TUNGGAL)
dengan hasil pemeriksaan
4 – 9 bln (6 - < 8 kg) ½ tablet
tinjanya positif, beri
pirantel pamoat di klinik 9– 12 bln (8 - < 10 kg) ¾ tablet
sebagai dosis tunggal 1 – 3 th (10 - < 14 kg) 1 tablet
(DIBERIKAN PADA
FASE TRANSISI) 3 – 5 th (14 - < 19 kg 1 ½ tablet
JADWAL PEMBERIAN MAKANAN KEPADA
ANAK GIZI BURUK MENURUT FASE

WAKTU JUMLAH CAIRAN (ml) SETIAP


FASE PEMBERI- JENIS MAKANAN FREKUENSI MINUM MENURUT BB
AN BALITA
Stabili Hari 1 – 2  F75 / modifikasi / 12 x
sasi Hari 3 – 4 Modisco ½
Hari 5 – 7  ASI Bebas
 F75 / modifikasi / 8x
LIHAT TABEL PEDOMAN
Modisco ½
F-75
 ASI Bebas
 F75 / modifikasi / 6x
Modisco ½
 ASI Bebas
WAKTU JUMLAH CAIRAN (ml) SETIAP
FASE PEMBERIA JENIS MAKANAN FREKUENSI MINUM MENURUT BB BALITA
N
Transisi Minggu 2  F100 / modifikasi / 6x
LIHAT TABEL PEDOMAN
Modisco I atau II
F-100
 ASI Bebas
JADWAL PEMBERIAN MAKANAN KEPADA
ANAK GIZI BURUK MENURUT FASE

WAKTU JUMLAH CAIRAN (ml) SETIAP MINUM


FASE PEMBERI- JENIS MAKANAN FREKUENSI MENURUT BB BALITA
AN 4 kg 6 kg 8 Kg 10 kg
Rehabili- Minggu  F135/modifikasi/Mod 3x 90 100 - -
tasi 3–6 isco III
 ASI Bebas
BB Ditambah
< 7 kg  Makanan lumat/ 3 x 1 porsi - - - -
makanan lembik
 Sari buah 1x 100 100 - -

 F135/modifikasi/Mod 3x - - 150 175


isco III
 ASI Bebas
BB Ditambah
 7 kg  Makanan lunak / 3 x 1 porsi - - - -
makanan biasa
 Buah 1 – 2 x 1 buah - - - -

Contoh :
 Kebutuhan energi seorang balita dengan berat badan 6 kg pada fase rehabilitasi adalah : 6 kg x 200
kkal/kgBB/hr = 1200 kkal/hr
 Kebutuhan energi tersebut dapat dipenuhi dengan :
 F-135 : 3 x 100 cc 3 x 135 kkal = 405 kkal
 Makanan lumat/lembik 3 x 3 x 250 kkal = 750 kkal
 Sari buah 1 x 100 cc 1 x 45 kkal = 45 kkal +
Total = 1200 kkal
PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENGOBATAN
DAN DIIT
Timbang BB setiap pagi sebelum makan

Hitung kenaikan BB setiap pagi dlm gram/kgBB/minggu

Kenaikan BB < 50 g/KgBB/mg Kenaikan BB  50 g/KgBB/mg


Kurang berhasil baik
Kaji penyebabnya : Teruskan pemberian makan
1. Asupan gizi tak adekwat sesuai dengan jadwal
2. Defisiensi zat gizi
3. Penyakit infeksi
4. Masalah psikologik

Asupan zat gizi kurang Ggan sal. pencernaan hipoglikemia

Formula rendah/bebas Beri air gula & makanan


Modifikasi diit laktosa & hipo setiap 2 jam
osmolaritas
PENYULUHAN GIZI

 Gunakan leaflet yang berisi: jumlah jenis dan


frekwensi pemberian makanan
Berikan contoh menu
Promosikan ASI bagi anak dibawah usia 2 tahun
Perhatikan riwayat gizi
Pertimbangkan Sosial ekonomi
Demonstrasikan praktek memasak makanan
TATA LAKSANA GIZI PADA FASE TINDAK LANJUT
(Minggu ke 7 – 26)

TINGKAT TATALAKSANA
RUMAH  Berikan balita makanan beraneka ragam dalam porsi kecil dengan frekuensi sering
TANGGA  Suapi balita dengan sabar dan tekun
 Beri ASI sampai usia 2 tahun
POSYANDU Bentuk PMT-P (Pemberian Makanan Tambahan – Pemulihan):
 Kudapan yang dibuat dari bahan makanan setempat
 Bahan makanan mentah berupa tepung beras, susu bubuk, gula, minyak, kacang-kacangan, sayuran, telur dan
lauk pauk lainnya
 Contoh bahan makanan yang dibawa pulang :

Alternatif KEBUTUHAN PAKET BAHAN MAKANAN /BALITA/HARI

I Beras 60 gram (6 sdm) Telur 1 butir atau kacang-kacangan Gula 15 gram ( 1,5
25 gram (2,5 sdm) sdm)
II Beras 70 gram (7 sdm) Ikan 30 gram ( ½ ptg sedang) -
III Ubi / singkong 150 gram Kacang-kacangan 40 gram (4 sdm) Gula 20 gram (2 sdm)
(2 ptg sedang)
IV Tepung ubi 40 gram (5 sdm) Kacang-kacangan 40 gram (4 sdm) Gula 20 gram (2 sdm)
 Lama Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 3 bulan (90 hari)
diberikan setiap hari
 Cara penyelenggaraan :
 Makanan Kudapan diberi setiap hari di pusat pemulihan gizi
 Seminggu sekali adakan demonstrasi pembuatan MP-ASI oleh kader dan kemudian makanan tersebut dibagi
pada balita KEP di wilayah posyandu tersebut
KETERANGAN : sdm = sendok makan
ptg = potong
Stimulasi sensorik dan
dukungan emosional pada
anak gizi buruk
(langkah 9)

70
STIMULASI SENSORIK DAN DUKUNGAN
EMOSIONAL PADA ANAK GIZI BURUK (L.9)

Anak Gizi buruk: keterlambatan perkembangan


mental dan perilaku berikan :

 Kasih sayang
 Lingkungan yang ceria
 Terapi bermain terstruktur, 15 – 30 menit /hari
 Aktifitas fisik segera setelah sembuh
 Keterlibatan ibu (memberi makan, memandikan,
bermain dan sebagainya)

71
KRITERIA PEMULANGAN BALITA GIZI BURUK

B a l i t a :

1. Selera makan baik, makanan yg diberikan dihabiskan


2. Ada perbaikan kondisi mental
3. Sudah tersenyum, duduk, merangkak, berdiri, berjalan,
sesuai umurnya
4. Suhu tubuh berkisar antara 36,5 – 37,5 C
5. Tidak ada muntah atau diare
6. Tidak ada edema
7. Kenaikan berat badan > 5 g/kgBB/hr, 3 hari berturutan
atau kenaikan 50 g/kgBB/mgg, 2 minggu berturut-turut
8. Sudah berada di kondisi gizi kurang (sdh tdk ada gizi
buruk)
72
TINDAK LANJUT
(langkah 10)

73
TINDAK LANJUT DI RUMAH

 Bila gejala klinis sudah tidak ada dan berat badan balita
mencapai 80% BB/U atau 90% BB/TB  ”anak sembuh”
 Pola pemberian makan yang baik dan stimulasi harus tetap
dilanjutkan di rumah
Peragakan kepada Orang Tua :
 Pemberian makanan dgn frekuensi yang lbh sering dengan
kandungan tinggi energi dan padat gizi
 Terapi bermain terstruktur
Sarankan :
 Membawa kembali untuk kontrol secara teratur :
 Bulan I : 1 x/minggu
 Bulan II : 1x/2 minggu
 Bulan III - VI : 1x/bulan
 Suntikan/imunisasi dasar dan ulangan (booster)
 Vit.A dosis tinggi setiap 6 bln (dosis sesuai umur)
RENCANA PERAWATAN DAN PENGOBATAN

ANAK GIZI BURUK

PADA FASE TRANSISI DAN REHABILITASI


(POKOK BAHASAN 4)
BUKU I HAL, 13, 21, BUKU II HAL 45)

Catatan:
 Anak gizi buruk dalam ruang rawat inap
harus diperhatikan catatan medik.
 Contoh pengisian catatan medik di Buku
Petunjuk Teknis/ Buku II hal. 24-29.