Anda di halaman 1dari 53

VERTIGO

Marthin Tori
KSM Neurologi
RSUD dr. Doris Sylvanus P.Raya
2018
× “Vertigo” : bhs Latin “vertere”(memutar) = ilusi sensasi rotasi
× Vertigo : sindroma (pusing, gejala somatik & otonom)
× Pada studi berbasis populasi :
× Vertigo terjadi pada 4–7% orang
× Vertigo menempati 25–30% keluhan dizziness
• Pada lansia > 75 th:
× 40% wanita & 30% pria mengeluhkan gangguan postur
ANATOMI ALAT KESEIMBANGAN TUBUH (AKT)

Mata Reseptor tekanan kulit

Telinga dalam
(sistem vestibuler) Reseptor sensoris
Otot & sendi

Sistem saraf pusat

Kontrol gerakan Kontrol postural via otot-


mata otot

Goebel JA. Otolaryngol Clin North Am 2000;33:483–93.


Shepard NT, Solomon D. Otolaryngol Clin North Am 2000;33:455–69
× konflik sensoris : ketidakseimbangan input sensoris dari kiri-kanan
dan atau antara 3 AKT. Bisa akibat rangsangan berlebihan sehingga
pusat pengolah data bingung dan keluaran menjadi tidak sesuai dengan
kebutuhan keadaan.
× Neural mismatch : ketidaksesuaian pengalaman gerakan di otak
dengan gerakan yang sedang berlangsung, terasa asing dan
merangsang kegiatan berlebihan dari SSP, lama-lama akan adaptasi
× Neurohumoral : rangsangan fisik atau stres akan meningkatkan
corticotropin releasing hormon lewat influx Ca, terjadi perangsangan
simpatis di locus cereleus (gejala dominan simpatis: pucat, dingin),
hipokampus (ansietas, depresi), kortek, hipofise. Bila dominasi
berubah ke parasimpatis muncul mual, muntah.
Vertigo Vertigo Non- Disequilibrium Presyncope
Vestibular vestibular
Sensasi: Sensasi: Sensasi: Sensasi:
“Berputar” ◼“Mengambang” ◼“Jatuh” ◼“Pingsan”
◼“Melayang” ◼Tungkai tak
◼“Goyang “ stabil
◼Membaik bila
duduk
Sistem: Sistem: Sistem: Sistem:
◼Vestibular ◼Visual ◼Spinal ◼Kardiovaskular
◼Proprioseptif ◼Serebelar
◼Psikogenik
Frekuensi Jenis Dizziness
× 40% Peripheral
vestibular dysfunction
× 10% Central brainstem
vestibular lesion
× 25% Presyncope or
disequilibrium
× 15% Psychiatric disorder
× 10% Unknown cause

Swedish Family Medicine, Dobrina Okorn, MD


I. Vertigo Vestibular ( “spinning” vertigo / “true” vertigo)
● disfungsi Vestibular
1. Perifer
2. Sentral

II. Vertigo Nonvestibular (“non-spinning” vertigo)


● Disfungsi Visual
● Disfungsi Proprioseptif
Wirawan RB, 2005
GEJALA VERTIGO VERTIGO NON
VESTIBULAR VESTIBULAR
Sifat vertigo Rasa berputar Melayang, hilang
(true vertigo) keseimbangan, lightheaded
Serangan Episodik Kontinyu
Mual/muntah (+) (-)
Gangguan pendengaran (+) / (-) (-)
Gerakan pencetus Gerakan kepala Gerakan obyek visual
Situasi pencetus (-) Ramai orang, lalu lintas macet,
supermarket
Central
Involving CNS
structures:
- Brainstem
- Cerebellum
Peripheral - Cerebrum
Involving:
- Inner ear
- Vestibular nerve
VERTIGO Perifer vs Sentral
Gejala Jenis Vertigo
Perifer Sentral
Sifat serangan Episodik Kronik dan konstan
Lebih ringan
Vertigo Berat
Awitan Mendadak Perlahan
Ketidakseimbangan Ringan/sdng Berat
Mual, muntah Berat Bervariasi
Gejala auditori Sering Jarang
Gejala neurologis Jarang Sering
Perubahan mental/kesadaran Jarang Kadang-kadang
Kompensasi/resolusi Cepat Lambat
Baloh RW. Otolaryngol Head Neck Surg 1998;119:55–9. Puri V, Jones E. J Ky Med Assoc 2001;99:316–21.
1. Deskripsikan secara jelas apa yang dimaksud pusing oleh pasien :

◘ “Apakah anda terasa mau pingsan ?” ( “Pingsan / fainting”)


• PRESYNCOPE

◘ “Apakah anda merasa kedua tungkai tidak stabil, dan menjadi stabil kalau duduk ?”
• DYSEQUILIBRIUM (“ Jatuh / falling”)

◘ “Apakah lingkungan anda kelihatannya berputar, atau anda sendiri terasa berputar ?”
- VESTIBULAR VERTIGO” (“ Berputar / spinning”)

◘ “ Apakah merasa lingkungan bergoyang, atau anda sendiri terasa


bergoyang ?”
• VERTIGO NONVESTIBULAR (“Melayang / light-headed”)

◘ “Apakah anda merasa gugup atau cemas ?


• PSYCHOGENIC (“ Melayang / light-headed”)
NEUROLOGIS
a. Fungsi Vestibular/serebral
1. Tes Romberg
2.Tandem gait
3. Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan
4. Past-pointing test
5. Tes Fukuda

a. Saraf-saraf otak : visus, nistagmus,


okulomotor, sensori wajah, otot wajah,
pendengaran, menelan
a. Fungsi motorik & sensorik
× KHUSUS
a. Fungsi vestibular
1) tes Nylen Barany atau Dix Hallpike
2) Tes Kalori
3) Elektronistagmografi
b. Fungsi pendengaran
1) Tes garpu tala
2) Audiometri
× Pemeriksa berada di belakang pasien
× Pasien berdiri tegak dengan kedua tangan di dada, kedua mata terbuka
× Diamati selama 30 detik
× Setelah itu pasien diminta menutup mata dan diamati selama 30 detik
× Jika pada keadaan mata terbuka pasien sudah jatuh → kelainan
serebelum
× Jika pada mata tertutup pasien cenderung jatuh ke satu sisi →
vestibuler/propioseptif
× Pemeriksa berada di belakang pasien
× Tumit pasien berada didepan ibu jari kaki yg lainnya
× Pasien diamati dalam keadaan mata terbuka selam
30 detik
× Kemudian pasien menutup mata dan diamati selama
30 detik
× Interpretasi = test Romberg
TES ROMBERG
Tes jalan tandem

× Pasien diminta berjalan dengan sebuah


garis lurus, dengan menempatkan tumit di
depan jari kaki sisi yg lain secara
bergantian
× Pada kelainan serebelar → pasien tidak dpt
melakukan jalan tandem dan jatuh kesatu
sisi
× Pada kelainan vestibular → pasien akan
mengalami deviasi ke sisi lesi
Test fukuda Pemeriksa berada di belakang pasien
Tangan diluruskan ke depan, mata
pasien ditutup
Pasien diminta berjalan ditempat 50
langkah
Tes fukuda dianggap abnormal jika
deviasi ke satu sisi > 30⁰ atau
maju/ mundur > 1 meter
Tes fukuda ini menunjukkan lokasi
kelainan disisi kanan atau kiri
× Pada posisi duduk, pasien diminta untuk mengangkat satu tangan
dengan jari mengarah keatas
× Jari pemeriksa diletakkan didepan pasien
× Pasien diminta dengan ujung jarinya menyentuh ujung jari pemeriksa
beberapa kali dengan mata terbuka
× Setelah itu dilakukan dengan cara yang sama dengan mata tertutup
× Pada kelainan vestibular → ketika mata tertutup maka jari pasien
akan deviasi kearah lesi
× Pada kelainan serebelar → akan terjadi hipermetri atau hipometri
Pasien diminta mefiksasikan mata
pada hidung / dahi pemeriksa
Setelah itu kepala digerakkan
secara cepat ke satu sisi
Pada kelainan vestibular perifer
akan dijumpai adanya sakadik
× Pasien diminta mengikuti jari pemeriksa kekiri atau kanan
30⁰ → nistagmus horisontal
× Pasien diminta mengikuti jari pemeriksa kearah atas dan
bawah → nistagmus vertikal
× Nistagmus disebutkan berdasarkan komponen cepat
sedangkan komponen lambat menunjukkan lokasi lesi
× Pasien di gerakkan
kepala kekiri dan
kanan 20 hitungan
× Kemudian diamati
adanya nistagmus
horisontal dan
vertikal
× Pasien menoleh 45⁰ kesatu sisi, setelah itu pasien
dijatuhkan sehingga kepala menggantung 15⁰ dibawah
bidang datar
× Diamati adakah nistagmus atau tidak
× Kemudian pasien tegak kembali dan diamati adakah
nistagmus atau tidak
× Hal yang sama dilakukan kembali pada sisi yang lainnya
× Pada kelainan perifer :
- latensi : 3-10 detik
- lamanya nistagmus : 10 – 30 detik, atau < 1 menit
- Fatigue
- disertai gejala vertigo yang berat
× Pada kelainan sentral :
- nistagmus langsung muncul
- tidak ada fatigue
- gejala vertigo bisa ada atau tidak
Pemeriksaan
Sesuai dengan etiologi
penunjang Pemeriksaan :
- laboratorium : stroke,
infeksi
- EEG : vestibular
epilepsi
- EMG : neuropati
- EKG : CVD
- TCD : CVD
MANUVER
DIX HALLPIKE
NISTAGMUS POSISIONAL
PERIFER vs SENTRAL

NISTAGMUS PERIFER SENTRAL


Periode laten + -
(2-20 detik)
Lamanya < 2 menit > 2 menit
nistagmus
Vertigo + + / - (sedikit)
Lelah/fatigue + -
✓ Vertigo mendadak, saat perubahan posisi kepala
✓ Serangan singkat (< 30 detik)
✓ Perempuan > Laki-laki (usia > 45 th)
✓ Vertigo disertai mual & Jarang muntah
✓ Nistagmus ± type perifer
✓ Pendengaran tetap baik
✓ ETIOLOGI
✓Un known (± 50%)
✓Trauma, infeksi, intoksikasi alkohol barbiturat
× Kupulolitiasis : debris isi CaCO dari fragmen otokonia yang lepas dari
macula utrikulus yang berdegenerasi menempel pada kupul kanalis
semisirkularis posterior. Pada usia tua diduga berkaitan dengan
osteopeni/osteoporosis sehingga debris mudah lepas. Gerakan posisi
kepala yang berulang menyebabkan otokonia lepas dan masuk dalam
endolimf sehingga timbul fatigue (berkurangnya atau menghilangnya
nistagmus/vertigo, disamping mekanisme kompensasi sentral).
× Kanalitiasis : kristal CaCO bergerak dalam kanalis semisirkularis
menyebabkan endolimf bergerak dan menstimulasi ampula dalam kana,
timbul vertigo. nistagmus dibangkitkan saraf ampularis yang
tereksitasi dalam kanal yang berhubungan dengan m.ekstra okuler.
• Perjalanan penyakit
➢ Hilang spontan dalam beberapa minggu
➢ Jarang yang menetap
• Perawatan
➢ Brandt Daroff maneuver
➢ Epley manauver (Cavalis Repositioning
Procedure)
• Diagnosa Banding
➢ Migrain vertigo (basiler migrain)
➢ Vertigo cerical
✓ Vertigo akut, berlangsung lama, hebat
✓ Mual, muntah
✓ Gangguan keseimbangan
✓ Cemas-Panik
✓ Serangan saat bangun pagi (65%)/ Malam hari
✓ Faktor pencetus: gerakan posisi kepala
✓ Nistagmus (30%)
✓ Rasa penuh di telinga (40%)
✓ Pendengaran N
✓ Test kalori (-) pada sisi yang terganggu
✓ Sembuh spontan > 24 jam (1-2 mgg), bisa kambuh setelah hari-minggu
✓ Bisa timbulkan gangguan kronis
II. Neuritis Vestibularis
❖ Etiologi
o Virus
o Iskemik pada arteri auditorius int.
❖ Terapi
o Obat-obat anti vertigo
o Obat anti cemas
o Berbaring, mata memfokuskan pada satu
obyek
o Latihan vestibuler setelah gejala
berkurang
Patofisiologi Gejala Etiologi
× Inflamasi
× ↑ volume endolymp × Serangan vertigo berkala × Autoimun
(Hydrops endolymph) disertai mual muntah selama × Idiopatik
menyebabkan beberapa menit - < 2 jam
peningkatan tekanan
× Di dahului rasa penuh di telinga
dan displacement
mekanis organ telinga × Disertai tinnitus / tuli
dalam sehingga sementara
mepresipitasi serangan. × Khas: remisi & relaps
× Diduga autoimun × Nistagmus (+) type perifer
disease
× Test pendengaran: terganggu
Terapi
× Bed rest
Diagnosa Banding
× Obat anti vertigo (Betahistin
hidrochloride) × Acoustic neurinoma
× Diuresis (HCl 50 mg + Kalium) × Labyrinthitis
× Kortiko Steroid: Prednison 80 mg × Siphilis kongenital
selama 7 hari → tapp of
× Neuronitis
× Diet tinggi protein (+) rendah garam vestibularis
× Operasi
L. BACTERIAL
× Merupakan komplikasi mastoiditis, OMP atau meningitis bacterial
× Gejala: Vertigo hebat, mual, muntah, sakit kepala, tuli, nyeri telinga.
× TERAPI : - Antibiotika
- Anti vertigo

L. VIRUS
× Post infeksi virus
× Gejala lebih ringan
× Sembuh spontan
× Tx: Simptomatis anti vertigo
× Terutama pada: N. Vestibularis di kanalis auditorius interna → C.P.
angle
× Gejala:
• Pendengaran ↓ progresif
• Tinitus
• Vertigo & nistagmus sentral
• Gangguan koordinasi
• Gangguan N.V, VII
• TIK ↑
× Dx: CT Scan kepala / MRI
× Tx: Operasi
TREATMENT
CAUSE OF THE CAUSE OF VERTIGO
TREATMENT
PERIPHERAL CAUSE

BPPV Canalith repositioning manoeuvre (Brandt-Daroff)


Labyrinthine concussion Vestibular rehabilitation

Meniere’s disease Low-salt diet, diuretic, surgery, transtympanic gentamicin


Labyrinthitis Antibiotics, removal of infected tissue, vestibular rehabilitation
Perilymph fistula Bed rest, avoidance of straining
Vestibular neuritis Brief course of high-dose steroids, vestibular rehabilitation

CENTRAL CAUSE

Migraine Beta-blockers, calcium channel blockers, tricyclic amines

Vascular disease Control of vascular risk factors, e.g., antiplatelet agents

CPA tumours Surgery

Baloh RW. Lancet 1998;352:1841–6. Goebel JA. Otolaryngol Clin North Am 2000;33:483–93.
I. Vestibular Suppressant
× histaminik : betahistin 3x8 mg-2x24 mg
× antihistamin : cinarizin 3x25, dimenhidrinat 3x50
× CCB : flunarizin 1x5-10mg
× antikolinergik : skopolamin 3x0,6 mg, atropin 3x0,4 mg
× benzodiazepin : diazepam 3x2-5 mg
II. Antiemetic
× Anticholinergic : atropine, scopolamin
× Phenotiazine : Prochlorperazine, metoclopramide.
TERAPI
REHABILITATIF

MANUVER EPLEY
3 set perhari (5-10x) selama 2 minggu.
posisi duduk, kepala miring 45 derajat,
baring dengan kepala melihat keatas TERAPI
selama 30 detik, tegak kembali 30 detik, REHABILITATIF
lakukan ke sisi yang sebaliknya
MANUVER BRANDT
DAROFF
pasien duduk tegak, kepala dimiringkan 45 derajat
menjauhi telinga yang sakit, dibaringkan dengan kesisi
kepala melihat keatas, tahan 30 detik, kemudian
dengan cepat digerakan ke sisi yang berlawanan,
pertahankan posisi delama 3 menit kemudian
kembalikan ke posisi semula TERAPI
REHABILITATIF

MANUVER SEMONT
White Gray Black
A B C

Yellow 10 20 7

Blue 30 15 10

Orange 5 24 16
Android
project Place your screenshot here

Show and explain your web,


app or software projects
using these gadget
templates.
iphone
project Place your screenshot
here

Show and explain your web,


app or software projects
using these gadget
templates.
tablet
project Place your screenshot here

Show and explain your web,


app or software projects
using these gadget
templates.
desktop
project Place your screenshot here

Show and explain


your web, app or
software projects
using these gadget
templates.
SlidesCarnival icons are editable shapes.

This means that you can:


● Resize them without losing quality.
● Change fill color and opacity.
● Change line color, width and style.

Isn’t that nice? :)

Examples:
😉
Now you can use any emoji as an icon!
And of course it resizes without losing quality and you can change the color.

How? Follow Google instructions


https://twitter.com/googledocs/status/730087240156643328

✋👆👉👍👤👦👧👨👩👪💃🏃💑❤😂
😉😋😒😭👶😸🐟🍒🍔💣📌📖🔨🎃🎈
🎨🏈🏰🌏🔌🔑 and many more...