Anda di halaman 1dari 11

PERSPEKTIF, TREND, DAN ISU

KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN


KESEHATAN DAN KEPERAWATAN
KELOMPOK 6
FEBRIYATUL HUSNA AZIZAH YULIA ULFA
HAMIDAH AMATULLAH ULFA MAWADDAH
RAMAYA DES FITRI YOLANDA SUKARMA
MONICA FIODIESA VIMORA MEUTHIA CHALYTA
PUSPARINI ANGGITA HELMA YUNINGSIH
AYUNGNINGTIAS
PENGERTIAN TREND DAN ISU DALAM
PELAYANAN KESEHATAN
 Trend adalah hal yang sangat mendasar dalam berbagai
pendekatan analisa, trend juga dapat di definisikan salah satu
gambaran ataupun informasi yang terjadi pada saat ini yang
biasanya sedang popular di kalangan masyarakat. Jadi trend adalah
sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak orang saat ini dan
kejadiannya berdasarkan fakta (Muharamiatul, 2012).
 Issu adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan
terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang, yang menyangkut
ekonomi, moneter, sosial, politik, hukum, pembangunan nasional,
bencana alam, hari kiamat, kematian, ataupun tentang krisis.
Atau sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak namun belum
jelas faktannya atau buktinya (Muharamiatul, 2012).
KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN
SERTA KOLABORASI INTERPROFESIONAL
Kolaborasi interprofesional merupakan merupakan strategi untuk mencapai
kualitas hasil yang dinginkan secara efektif dan efisien dalam pelayanan kesehatan.
Komunikasi dalam kolaborasi merupakan unsur penting untuk meningkatkan
kualitas perawatan dan keselamatan pasien (Reni,A al,2010). Kemampuan untuk
bekerja dengan profesional dari disiplin lain untuk memberikan kolaboratif,patient
centred care dianggap sebagai elemen penting dari praktek profesional yang
membutuhkan spesifik perangkat kompetensi.
The American Nurses Association (ANA, 2010) menggambarkan komunikasi
efektif sebagai standar praktik keperawatan profesional. Kompetensi profesional
dalam praktek keperawatan tidak hanya psikomotor dan keterampilan diagnostik
klinis, tetapi juga kemampuan dalam keterampilan interpersonal dan komunikasi.
Perawat terdaftar diharapkan untuk berkomunikasi dalam berbagai format dan di
semua bidang praktek.
PENYEBAB TREND DAN ISU

1) Lemahnya pemahaman mengenai penggunaan diri


secara terapeutik saat melakukan intraksi dengan klien.
2) Kurangnya kesadaran diri para perawat dalam
menjalankan komunikasi dua arah secara terapeutik.
3) Lemahnya penerapan sistem evaluasi tindakan (kinerja)
individual yang berdampak terhadap lemahnya
pengembangan kemampuan diri sendiri.
PENTINGNYA KOMUNIKASI DAN FAKTOR YANG
MEMPENGARUHINYA
Komunikasi di lingkungan rumah sakit diyakini sebagai modal utama untuk
meningkatkan kualitas pelayanan yang akan ditawarkan kepada konsumennya.
Konsumen dalam hal ini juga menyangkut dua sisi yaitu konsumen internal dan
konsumen eksternal.
Konsumen internal melibatkan unsur hubungan antar individu yang bekerja di
rumah sakit, baik hubungan secara horisontal ataupun hubungan secara vertikal.
Hubungan yang terjalin antar tim multidisiplin termasuk keperawatan, unsur
penunjang lainnya, unsur adminitrasi sebagai provider merupakan gambaran dari
sisi konsumen internal.
Konsumen eksternal lebih mengarah pada sisi menerima jasa pelayanan, yaitu
klien baik secara individual, kelompok, keluarga maupun masyarakat yang ada di
rumah sakit. Seringkali hubungan buruk yang terjadi pada suatu rumah sakit,
diprediksi penyebabnya adalah buruknya sistem komunikasi antar individu yang
terlibat dalam sistem tersebut (Mundakir, 2006).
MENURUT MUHARAMIATUL (2012), FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KOMUNIKASI ANTARA LAIN :
 Situasi atau suasana
Situasi atau suasana yang penuh kebisingan akan mempengaruhi baik atau
tidaknya pesan diterima oleh komunikan, suara bising yang diterima komunikan
saat proses komunikasi berlangsung membuat pesan tidak jelas, kabur, bahkan
sulit diterima. Oleh karena itu, sebelum proses komunikasi dilaksanakan,
lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa supaya tenang dan nyaman.
Komunikasi yang berlangsung dan dilakukan pada waktu yang kurang tepat
mungkin diterima dengan kurang tepat pula.
 Kejelasan Pesan
Pesan yang kurang jelas dapat ditafsirkan berbeda oleh komunikan, sehingga
komunikan dan komunikator memiliki perspektif yang berbeda. Hal ini akan
sangat mempengaruhi pencapaian tujuan komunikasi yang dijalankan. Oleh karena
itu, komunikator harus memahami pesan sebelum menyampaikannya pada
komunikan, dapat dimengerti komunikan dan menggunakan artikulasi dan kalimat
yang jelas.
FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK
MENGUPAYAKAN PROSES KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

1. Sensitifitas kepada penerima komunikasi


2. Kesadaran dan pengertian terhadap makna simbolis
3. Penentuan waktu yang tepat dan umpan balik
4. Komunikasi tatap muka
5. Komunikasi efektif
TREND DAN ISU KOMUNIKASI DALAM
PELAYANAN KESEHATAN

 Salah satu trend dalam pelayanan kesehatan adalah Telenursing yang


didefinisikan sebagai praktek keperawatan jarak jauh menggunakan
teknologi telekomunikasi (National Council of State Boards of Nursing,
2011).
 Teknologi informasi dibidang keperawatan adalah teknologi informasi
yang mengintegrasikan ilmu keperawatan, komputer, ilmu pengetahuan,
dan ilmu informasi untuk mengelola dan mengkomunikasikan data,
informasi, dan pengetahuan dalam praktek keperawatan.
 Telenursing dapat diartikan sebagai pemakaian teknologi informasi
dibidang pelayanan keperawatan untuk memberikan informasi dan
pelayanan keperawatan jarak jauh.
KEUNTUNGAN TELENURSING

1) mengurangi waktu tunggu dan mengurangi kunjungan yang tidak perlu,


2) mempersingkat hari rawat dan mengurangi biaya perawatan,
3) membantu memenuhi kebutuhan kesehatan,
4) memudahkan akses petugas kesehatan yang berada di daerah yang
terisolasi,
5) berguna dalam kasus-kasus kronis atau kasus geriatik yang perlu
perawatan di rumah dengan jarah yang jauh dari pelayanan kesehatan,
6) mendorong tenaga kesehatan atau daerah yang kurang terlayani untuk
mengakses penyedia layanan melalui mekanisme seperti : konferensi
video dan internet (American Nurse Assosiation, 1999).
METODE PELAYANAN KEPERAWATAN YANG MENGGUKAN MODEL
TELENURSING EFEKTIF
DIGUNAKAN DALAM AKTIFITAS PELAYANAN KESEHATAN

1. Bisa digunakan sebagai sarana untuk menambah wawasan dan


pengetahuan bagi petugas kesehatan khususnya tenaga keperawatan yang
berada dimasyarakat maupun dipelosok yang secara geografis sulit
diakses, dengan mengembangkan model Tele-edu atau Telecosulting yang
dapat memfasilitasi pembelajaran maupun konsultasi asuhan keperawatan
dari perawat primer kepada perawat spesialis, atau model Tele-ICU
dimana pelayanan intensive care dapat diberikan pada pasien yang berada
ditempat yang terisolasi namun memiliki fasilitas ICU yang memadai
serta mempunyai care giver.
2. Bisa digunakan sebagai sarana memantau perkembangan serta
memandirikan pasien atau keluarga untuk merawat diri sendiri melalui
metode Telenursing.
3. Bisa digunakan sebagai sarana memandu dan memantau rehabilitasi
pasien pasca dirawat di rumah sakit.
TERIMAKASIH