Anda di halaman 1dari 22

Peramalan Nilai Tukar

Pertemuan 9

Rosyeni Rasyid 1
 Keputusan dari sebuah MNC dipengaruhi oleh proyeksi
nilai tukar
 Tujuan khusus dari materi ini adalah:
1. Menjelaskan bagaimana perusahaan mengambil
manfaat dari peramalan nilai tukar
2. Menjelaskan teknik-teknik umum yang dapat
digunakan untuk melakukan peramalan nilai tukar
3. Menjelaskan bagaimana kinerja peramalan dievaluasi

Rosyeni Rasyid 2
Motif yang mendorong korporasi
melakukan peramalan nilai tukar
1. Untuk membuat keputusan Hedging
2. Untuk membuat keputusan pembiayaan jangka pendek
3. Untuk membuat keputusan investasi jangka pendek
4. Untuk membuat keputusan keputusan penganggaran modal
5. Untuk membuat keputusan pembiayaan jangka panjang
6. Untuk melakukan penilaian laba

Rosyeni Rasyid 3
Teknik-Teknik Peramalan

1. Peramalan Teknis
2. Peramalan Fundamental
3. Peramalan Berbasis Pasar
4. Peramalan Campuran

Rosyeni Rasyid 4
1. Peramalan Teknis

 Peramalan teknis merupakan peramalan yang didasarkan pada


harga atau tren historis
 Jadi untuk memprediksi nilai tukar dimasa depan diperlukan
data-data nilai tukar historis
 Untuk peramalan teknis dapat digunakan analisis statistik,
dengan menggunakan program komputer, atau dengan model
time series, moving average dll.
 Peramalan teknis untuk nilai tukar sama dengan peramalan
teknis untuk harga saham.
 Jika pola pergerakan nilai tukar sepanjang waktu bersifat acak,
maka peramalan teknis tidak tepat
 Dalam perspektif korporasi, peramalan teknis bersifat terbatas,
karena peramalan teknis biasanya berfokus pada estimasi
jangka pendek, yang tidak berguna dalam mengembangkan
kebijakan korporasi

Rosyeni Rasyid 5
Peramalan Fundamental

 Peramalan yang didasarkan pada hubungan-hubungan


fudamental antara variabel-variabel ekonomi dengan
nilai tukar.
 Contoh inflasi yang tinggi di suatu negara dapat
membuat valuta negara tersebut mengalami depresiasi.

Rosyeni Rasyid 6
 Contoh asumsikan bahwa nilai pound inggris di masa depan hanya
tergantung pada dua faktor :
1. Inflasi di AS terhadap inflasi di Inggris.
2. Pertumbuhan Pendapatan di AS relatif terhadap pertumbuhan
pendapatan di Inggris
 Dengan data-data historis dan dengan melakukan analisis regresi
ditentukan variabel dependent dan independentnya.
 Variabel dependent : BP, persentase perubahan kuartalan dari
pound inggris.
 Variabel independent :
1. INF, Inflasi AS- Inflasi Inggris
2. INC, Growth Income AS-Growth income Inggris.

Rosyeni Rasyid 7
Persamaan Regresinya :
BP = b0 + b1 INF +b2 INC + M
bo = Konstanta
b1 = mengukur sensitivitas dari BP terhadap perubahan dalam INF.
b2 = mengukur sensitifitas dari BP terhadap perubahan dalam INC.
M = mewakili error term

Rosyeni Rasyid 8
 Asumsikan analisis regresi menghasilkan nilai:
 b0 = 0,002, b1 = 0,8, dan b2 = 1,0
 Persentase perubahan INF=4%, dan INC berubah 2%
 Maka BP = 0,002 + 0,8 (4%) + 1 (2%)
= 5,4%
 Jadi berdasarkan angka inflasi dan pertumbuhan pendapatan pada
kuartal terakhir, pound diharapkan mengalami apresiasi 5,4% selama
kuartal berikutnya.

Rosyeni Rasyid 9
Penggunaan Analisis Sensitivitas bagi Peramalan
Fundamental
 Analisis sensitivitas adalah tehnik yang digunakan untuk menilai
ketidakpastian, dimana berbagai kemungkinan diperhitungkan untuk
menentukan outcome-outcome yang muncul
 Analisis sensitivitas dapat digunakan untuk memprediksi perubahan
suatu mata uang yang didasarkan pada pada beberapa estimasi
alternatif dari selisih suku bunga
 et = a0 + a1 INTt + a2 INFt-1 + e
Dimana : et = Persentase perubahan dalam nilai tukar selama periode t
INTt = Selisih suku bunga riil selama periode t
INFt-1 = Selisih inflasi selama periode t-1
a0, a1, a2 = Koefisien regresi
e= Error term

Rosyeni Rasyid 10
Asumsikan bahwa analisis regresi telah memberikan estimasi
koefisien regresi sbb:
Koefisien regresi estimasi
a0 0,001
a1 -0,7
a2 0,6
Untuk memprediksi persentase perubahan mark selama periode yang
akan datang, INTt dan INFt-1 harus diestimasi terlebih dahulu.
Asumsikan bahwa INFt-1 adalah 1 %, namun INTt tidak diketahui
pada awal periode, dengan demikian harus diramalkan. Asumsikan
bahwa perusahaan telah membuat distribusi probabilita bagi INTt sbb:

Probabilita Hasil
20% -3%
50% -4%
30% -5%
100%

Rosyeni Rasyid 11
 Dengan demikian peramalan et dapat dilakukan dengan
menggunakan outcome yang mungkin dari INTt, yaitu:

Outcome INT Proyeksi Nilai et Probabilita


-3% 0,1%+(-0,7)(-3%)+0,6(1%) = 2,8% 20%
-4% 0,1%+(-0,7)(-4%)+0,6(1%) = 3,5% 50%
-5% 0,1%+(-0,7)(-5%)+0,6(1%) = 4,2% 30%

Koefisien hasil estimasi kemudian dapat digunakan bersama-sama


dengan estimasi suku bunga riil dan selisih inflasi untuk
memprediksi persentase perubahan nilai suatu mata uang dimasa
depan.

Rosyeni Rasyid 12
Pemakaian PPP bagi peramalan Fundamental

 Teori paritas daya beli (purchasing power parity – PPP)


menjelaskan hubungan fundamental antara selisih inflasi dengan
nilai tukar.
 PPP menyatakan bahwa valuta dari negara yang memiliki inflasi
relatif tinggi akan mengalami depresiasi yang sama dengan selisih
inflasi.
 Seandainya teori ini akurat, maka tidak ada kebutuhan akan teknik
peramalan lain. Namun, pemakaian selisih inflasi dari dua negara
untuk meramalkan nilai tukar tidak selalu akurat
 Oleh karena itu, selisih inflasi itu sendiri tidak mencukupi untuk
meramalkan pergerakan nilai tukar secara akurat. Meskipun begitu,
selisih inflasi tetap harus dimasukkan dalam model peramalan
fundamental manapun.

Rosyeni Rasyid 13
Keterbatasan-Keterbatasan dari Peramalan Fundamental

1. Tidak pastinya timing dari dampak yang diperkirakan


akan muncul
2. Diperlukan prediksi bagi faktor-faktor yang memiliki
dampak langsung (instan)
3. Tidak dilibatkannya faktor-faktor relevan lain dalam
model
4. Berubahnya sensitivitas pergerakan valuta atas tiap
faktor setiap saat

Rosyeni Rasyid 14
3. Peramalan berbasis Pasar

 Peramalan berbasis pasar adalah peramalan dengan memakai nilai


tukar yang ada di pasar (seperti kurs spot atau kurs forward) untuk
meramalkan kurs spot dimasa depan
 Pemakaian kurs spot:
Asumsikan bahwa pound Inggris akan mengalami apresiasi
terhadap dolar AS dalam beberapa waktu kedepan. Hal ini akan
mendorong spekulan untuk membeli pound hari ini juga, hal ini
mendorong nilai pound naik dengan cepat (mengalami apresiasi).
Begitu juga sebaliknya
 Korporasi-korporasi dapat menggunakan kurs spot untuk melakukan
peramalan, karena kurs spot mencerminkan ekspektasi pasar
mengenai nilai kurs spot beberapa saat kedepan

Rosyeni Rasyid 15
Pemakaian kurs forward

 Misalkan kurs forward 30 hari untuk pound Inggris


adalah $1,40, dan ekspektasi umum dari para spekulan
adalah $1,45 dalam 30 hari. Jika para spekulan
memperkirakan kurs spot masa depan adalah $1,45,
dan kurs forward berjalan adalah $1,40, maka mereka
akan berlomba-lomba membeli kontrak forward
berjangka waktu 30 hari dengan harga $1,40.
Permintaan spekulatif ini akan berhenti sampai kurs
forward $1,45
 Jadi kurs forward akan bergerak kearah ekspektasi
pasar mengenai kurs spot dimasa depan. Artinya kurs
forward dapat berfungsi sebagai basis peramalan

Rosyeni Rasyid 16
Peramalan jangka Panjang memakai Kurs Forward

 Asumsikan bahwa suku bunga berjangka 5 tahun di AS adalah 10%


setahun, sementara di Inggris 13%. Pengembalian majemuk
(compounded return) untuk jangka waktu 5 tahun dari investasi yang
dilakukan di AS dan Inggris adalah sbb:
5
 AS : pengembalian majemuk 5 tahun: (1,10) - 1 = 61%
 Inggris: pengembalian majemuk 5 tahun: (1,13)5- 1 = 84%
 Jadi premium (diskon) forward 5 tahun dari pound Inggris yang tepat
adalah:
 p = 1,61/1,84 – 1 = -0,125 atau -12,5%
 Hasil tersebut menyiratkan bahwa kurs forward 5 tahun dari pound
harus mengandung diskon 12,5%. Yaitu kurs spot pound diharapkan
akan mengalami depresiasi 12,5% dalam waktu 5 tahun kedepan

Rosyeni Rasyid 17
4. Peramalan campuran

 Karena tidak satupun teknik peramalan menghasilkan prediksi yang


selalu lebih baik dari pada teknik-teknik peramalan yang lain,
sejumlah perusahaan multinasional lebih suka menggunakan model
peramalan gabungan
 Peramalan campuran adalah peramalan yang didasarkan pada
sejumlah teknik peramalan
 Masing-masing teknik yang digunakan diberi bobot dan jumlah
bobot totalnya adalah 100%.
 Teknik yang dipandang lebih andal mendapat bobot yang lebih
tinggi
 Nilai prediksi aktual yang dihasilkan merupakan rata-rata tertimbang
dari nilai-nilai yang dihasilkan oleh masing-masing teknik peramalan
yang digunakan

Rosyeni Rasyid 18
Mengevaluasi Kinerja Peramalan
 Sebuah MNC yang meramalkan nilai tukar harus memonitor
kinerjanya setiap saat untuk menentukan apakah prosedur
peramalannya memuaskan atau tidak. Untuk tujuan ini, dibutuhkan
pengukuran kesalahan peramalan
Hasil Peramalan – Nilai Realisasi
 Kesalahan Peramalan =
Nilai Realisasi
Hasil Proyeksi Nilai Realisasi
Pound Inggris $1,35 $1,50
Franc Perancis $0,12 $0,10
Kesalahan peramalan dari pound Inggris = (1,35 -1,5)/1,5 = 10%
Kesalahan peramalan dari franc Perancis = (0,12-0,10/0,10 = 20%
Jadi keakuran peramalan franc Perancis lebih rendah dari pada
keakuratan pound Inggris

Rosyeni Rasyid 19
Peramalan Dalam Pasar Efisien

 Efisien Bentuk lemah : adalah pasar dimana


semua informasi nilai tukar historis dan
berjalan telah tercermin dalam kurs-kurs spot
yang berlaku
 Jadi jika pasar valuta asing efisiensi dalam
bentuk lemah, maka data-data historis dan
informasi nilai tukar saat ini tidak berguna
dalam meramalkan pergerakan nilai tukar
dimasa depan

Rosyeni Rasyid 20
Peramalan Dalam Pasar Efisien

 Efisiensi semi kuat: adalah pasar dimana


semua informasi publik yang relevan telah
tercermin dalam kurs-kurs yang berlaku
 Jika nilai tukar saat ini telah mencerminkan
semua trend pergerakan nilai tukar historis,
tapi tidak mencerminkan informasi publik lain
mengenai ekspektasi pergerakan suku
bunga, maka pasar valas dikatakan efisien
dalam bentuk lemah, dan bukan efisien
bentuk semi kuat.

Rosyeni Rasyid 21
Peramalan Dalam Pasar Efisien

 Efisien bentuk kuat : adalah sustu pasar


valuta asing dimana semua informasi publik
dan informasi non publik yang relevan
tercermin dalam kus spot yang berlaku
 Bentuk efisiensi ini tidak dapat diuji, karena
informasi non publik tidak tersedia

Rosyeni Rasyid 22